Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Perubahan Penggunaan Lahan Di Kecamatan Nanggalo Kota Padang Arie Zella Putra Ulni; Dasrizal; Elvi Zuriyani; Afrital Rezki; Erna Juita
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 3 (2023): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Changes in land use are basically unavoidable in the implementation of development. Rapid population growth and the increasing demand for land by the community, often results in conflicts of interest over land use and discrepancies between land use and its allotment plan. The land is limited and cannot be added except by reclamation activities, so that limited land in urban areas causes cities to develop physically towards the outskirts of the city. The increase in the number of urban residents also means an increase in the need for land. Because land cannot increase, what happens is a change in land use which tends to reduce the proportion of land that was previously agricultural land use to non-agricultural land. Changes in land use are all human interventions, both permanently and cyclically, to a collection of natural resources and artificial resources, which as a whole is called land, with the aim of fulfilling their needs, both material and spiritual, or both. Likewise with the land use that occurred in the District of Nanggalo, in 2006 there were still many agricultural lands found.
Analisis Spasial Usaha Kopra Di Kabupaten Pesisir Selatan Dewi Ayu Sari; Nefilinda Nefilinda; Afrital Rezki
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i4.4301

Abstract

This study aims to determine and analyze the copra business in Pesisir Selatan Regency in terms of: (1) the distribution pattern of the copra business, (2) the feasibility of the copra business in Pesisir Selatan District. This type of research is quantitative. This research was conducted in Pesisir Selatan District in three subdistricts namely Lengayang District, Ranah Pesisir District and Linggo Sari Baganti District. The sample of this study used a total sampling technique so that the sample consisted of 7 copra businesses. Data on the pattern of distribution of copra businesses were analyzed using nearest neighbor analysis, while for the feasibility of copra businesses were analyzed using the revenue cost ratio formula. The results of the study found that: (1) The pattern of distribution of copra businesses in Pesisir Selatan Regency has a pattern of spreading in three subdistricts, namely Lengayang District, Ranah District Coastal and Linggo Sari Baganti District. With the nearest neighbor analysis, the distance between the nearest neighbors and the distribution of copra businesses in Pesisir Selatan Regency is 2.123, a z-score is 5.684108 and a p-value is 0. (2) The feasibility of copra businesses spread across Pesisir Selatan Regency is obtained by the value of R/ The largest C is 5.21 while the lowest is 2.59 where the R/C value is > 1 which means that the copra business is feasible to run in Pesisir Selatan District.
Pemetaan Lahan Kritis di Kabupaten Dharmasraya Menggunakan Sistem Informasi Geografis Gita Sofia; Afrital Rezki; Yuherman Yuherman
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i4.4303

Abstract

This research is motivated by several problems, namely the distribution of critical land in Dharmasraya Regency and the condition of critical land in Dharmasraya Regency. And the purpose of this research is to know and analyze the distribution of critical land in Dharmasraya district and the condition of critical land in Dharmasraya district. The type of research used in this research is the Quantitative Approach Method. The population in this study were 11 districts in Dharmasraya district. Sampling in this study using Total Sampling. The results of this study can be concluded that The distribution of very critical land classes is only spread in the Asam Jujuhan District, which is 0.1 Ha. The critical land class in the Asam Jujuhan District is the most extensive, namely 606 ha. The widest class of potentially critical land is in the District of Koto Besar, namely 50594.6 ha, while the class of sufficiently critical land is in the District of Koto Besar with an area of ​​3315.8 ha and in the District of Asam Jujuhan with an area of ​​2349.3 ha. And the widest non-critical land class is spread over the Nine Koto sub-district with an area of ​​6,926.3 Ha. Critical land conditions in Dharmasraya Regency which have been analyzed are Very Critical of 0.1 ha, Critical Land of 2,393.4 ha (1%), Fairly Critical Land of 18,487 ha (28%), Potentially Critical Land of 258,346.2 ha (86%) and non-critical land area of ​​21321.7 ha (7%)
Analisis indeks potensi lahan (IPL) pertanian jagung di kecamatan tigo nagari kabupaten pasaman Desriani Putri, Susi; Despica, Rika; Rezki, Afrital
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v1i2.67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, mengolah, menganalisis dan membahas Analisis Indeks Potensi Lahan (IPL) Pertanian Jagung Di Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman dilihat dari: 1.Indeks Potensi Lahan ( IPL) Pertanian Jagung di Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman 2. Distribusi Spasial Indeks Potensi Lahan( IPL) Pertanian Jagung di Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ialah semua Lokasi lahan pertanian jagung di Kecamatan Tigo Nagari. Sampel penelitian ini adalah 56 titik lahan jagung di Kecamatan Tigo Nagari. Teknik yang digunakan dalam dalam penarikan sampel penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik analisa data menggunakan analisis Analisis Spasial (Overlay). Hasil akhir penelitian ini yang di temukan bahwa : 1). Indeks Potensi lahan yang ada di Kecamatan Tigo Nagari terdapat 2 kelas indeks Potensi lahan pertanian jagung diantaranya Rendah seluas 11.004 Ha (59%) dan kelas Sedang seluas 7.758 Ha (41%) 2). Distribusi spasial Lahan Jagung ditemukan Indikator Kemiringan lereng dimana terdapat di Nagari Malampah dengan kemiringan lereng 45 % dengan kategori curam, di Nagari Binjai kemiringan lereng 15-25 % kategori agak curam, Jenis tanah dimana terdapat di Nagari Malampah dengan jenis tanah andosol, gleisol dan kambisol, litologi dimana terdapat di Nagari Malampah ditemukan jenis batuan bahan piroklastik/vulkanik, Nagari Binjai, Malampah dan Ladang panjang dengan curah hujan 3000-4000 kategori tinggi. kerawanan banjir dimana terdapat di Nagari Malampah, binjai dan ladang panjang ditemukan kerawanan bencana banjir sangat berat.
Analisis Spasial Tempat Penggilingan Padi Di Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman Muhararisa, Adilla; Dasrizal, Dasrizal; Rezki, Afrital
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v1i2.69

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, mengolah, menganalisis dan membahas Analisis Spasial Tempat Penggilingan Padi Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman dilihat dari: 1.Distribusi Spasial Penggilingan Padi 2. Distribusi Spasisl Sawah, Kemiringan Lereng dan Jaringan Jalan di Kecamatan Tigo Nagari 3. Distribusi Spasial sawah dan penggilingan padi serta kaitanya dengan lereng dan Jarak jalan di Kecamatan Tigo Nagari. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian ialah semua Lokasi Penggilingan Padi di Kecamatan Tigo Nagari. diambil dengan cara mengambil sampel yaitu total sampel sama dengan populasi yaitu total sampling. Teknik analisa data menggunakan analisis Analisis Spasial,Analisis tetangga terdekat (ANN) dan Buffering. Hasil akhir penelitian ini yang di temukan bahwa : 1).Distribusi jumlah penggilingan padi keseluruhan berjumlah 27, di Nagari Binjai 5, Ladang Panjang 22 dan Malampah 0. Serta pola persebaran penggilingan padi berdasarkan Nagari yaitu Nagari, Binjai persebaran Pola nya Seragam (Regular) di Nagari Ladang Panjang cendrung tidak merata/acak (random pattern). (2).Distribusi lahan sawah berdasarkan luas keseluruhan lahan sawah di Kecamatan Tigo Nagari seluas 3.952 Ha, dimana persebarannya, Binjai seluas 781 Ha (20%) Ladang Panjang seluas 1.038 Ha (26%) dan Malampah Barat sebesar 2.105 Ha (54%), kemiringan lereng di Kecamatan Tigo Nagari dimana Luas lahan yang paling Tinggi berdasarkan kemiringan lereng 0-8% dan > 45 % yang memiliki luas lahan yang sama besar yaitu seluas 25.841 dan persebaran jaringan jalan persebaran jalan mencakupi keseluruhan Nagari yang ada disana 3).Distrisbusi lahan sawah dan tempat penggilingan padi serta kaitanya dengan lereng di Kecamatan Tigo Nagari bahwasanya Luas lahan sawah berdasakan kemiringan lereng dimana luas sawah yang paling tinggi berdasarkan kemiringan lereng yaitu lereng < 8 % artinya (Landai, tanaman padi akan tumbuh dengan optimal,karena unsur hara nya karena mengandung unsur hara dengan baik. sebesar 3.732 Ha dan Jarak jalan terhadap Penggilingan yang digunkan 1-500 Meter, dimana jumlah loaksi penggilingan padi yang banyak terdapat di jarak 1-100 Meter berjumlah 21 dan jumlah yang paling sedikit berada di Jarak 1001-200 Meter dan 301-400 Meter sebanya 1 Lokasi pengilingan Padi.
Analisis Seismistas Wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai Berdasarkan Data Gempa Bumi Periode 2011-2021 Ilham Rianata Putra, Tegar; Juita, Erna; Rezki, Afrital
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v1i3.73

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menganalisis tentang analisis seismistas wilayah kabupaten kepulauan mentawai berdasarkan data gempa bumi periode tahun 2011-2021. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh wilayah administrasi kabupaten kepulauan mentawai dan sampel Pada penelitian ini adalah adalah total sampling, total sampling adalah teknik pengambilan sampel dimanan jumlah sampel sama dengan populasi. Hasil Akhir penelitian ini adalah wilayah administrasi kabupaten kepulauan mentawai.1)Tingkat seimisitas untuk wilayah Administarasi Kabupaten Kepulauan Mentawai yang dihasilkan dengan menggunakan metode fraktal diperoleh tahun 2011-2021 rentan terhadap gempa bumi, yang cukup banyak sehingga merupakan daerah dengan kategori rawan gempa bumi.2)Tingkat seimisitas untuk wilayah Administarai Kabupaten Kepuluan Mentawai yang dihasilkan dengan menggunakan metode empiris diperoleh pada wilayah mentawai dengan periode gempa bumi dari tahun 2011 sampai 2021 dengan perhitungan yang telah dilakukan pengolahan data maka daerah wilayah mentawai dari tahun 2011- 2021 dengan kategori sedang.3)Dalam menentukan tingkat seismisitas di suatu wilayah dengan menggunakan dua metode yaitu baik dengan metode Fraktal dan metode empiris setelah dihitung dengan menggunakan metode fungsi likehoold sehingga diperoleh hasil nilai a-value tertinggi terjadi pada tahun 2019 sebesar 4,344 dan nilai a-value terendah 2,776 dan nilai b-value paling besar terjadi pada tahun 2017 dengan nilai b-value sebesar 0,650 dan paling rendah pada tahun 2012 dengan nilai 0,382 kedua metode diperoleh di wilayah yang sama yaitu wilayah Administarsi Kabupaten Kepulauan Mentawai yang memiliki seismisitas yang sedang terhadap terjadinya gempa bumi atau daerah rawan gempa.4)Dalam Menentukan persebaran titik seismistas dengan menggunakan argis map, pengolahan pembuatan peta dilakukan dengan cara menentukan titik lokasi kejadian gempa bumi dengan yang di ambil latitude dan longtitude yang di buat dengan mengdunakan absolut x dan y, X = Latitude dan Y= Longtitude maka titik gempa bumi akan muncul sendiri di peta administrasi Kabupaten Kepulauan mentawai seperti pada gambar 7 sampai gambar 10.
Analisis Ketahanan Pangan di Kabupaten Sijunjung Gusnita, Melia; Rezki, Afrital; Despica, Rika
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v1i3.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, mengolah, menganalisis dan membahas Analisis Ketahanan Pangan Di Kabupaten Sijunjung dilihat dari: 1.Tingkat Ketahanan Pangan di Kabupeten Sijunjung 2.Bagaimana Distribusi Spasial Tingkat Ketahanan pangan Kabupeten Sijunjung. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ialah semua Lokasi di Kabupaten Sijunjung. Sampel penelitian ini adalah semua wilayah populasi. Teknik yang digunakan dalam dalam penarikan sampel penelitian ini adalah Purposive Sampling di Kabuaten Sijunjung diambil dengan cara mengambil sampel yaitu total sampel sama dengan populasi yaitu total sampling. Teknik analisa data menggunakan analisis Analisis Spasial sig (Overlay). Hasil akhir penelitian ini yang di temukan bahwa : 1). Tingkat Ketahanan Pangan di Kabupeten Sijunjung Tahun 2021 diantaranya terdapat 1 Skor yaitu “Kerentanan Sedang” berjumlah 8 Kecamatan (8) diantaranya (Kecamatana Koto Tujuh, Kupitan, Sijunjung, Sumpur Kudus, Tanjung Gadang, Ampek Nagari dan Kamang Baru dan Lubuk Tarok). 2). Distribusi Spasial Tingkat Ketahanan Pangan dimana Tingkat Rasio Konsumsi Normatif Per kapita Kategori “Defisit Tinggi” yaitu Kecamatan Kamang Baru, Tanjung Gadang, Sijunjung, Lubuk Tarok) selanjutnya “Defisit Rendah” yaitu Kecamatan ( IV Nagari dan Sumpur Kudus) dan “Defisit Sedang” selanjutnya Tingkat Penduduk di bawah garis kemiskinan dimana terdapat 2 Klasifikasi yaitu “Klasifikasi rendah” yaitu : Kecamatan Kamang baru, IV Nagari dan Kupitan dan Klasifikasi “Sangat Rendah” yaitu Kecamatan Tanjung Gadang, Sijunjung, Lubuk Tarok , Koto VII dan Sumpur Kudus dan Tingkat AHH di temukan 2 Skor yaitu skor “Rendah” berjumlah 3 Kecamatan ( Kamang Baru,Tanjung Gadang berjumlah 35.657 dan Sijunjung Skor skor “Sangat Rendah” berjumlah 5 Kecamatan diantaranya kecamatan (Lubuk Tarok, IV Nagari, Kupitan, Koto VII dan Sumpur Kudus.
Analisis pola persebaran TPA dan TPS serta strategi pengelolaan sampah di Kabupaten Pasaman Barat Pratama, Tomi; Nefilinda, Nefilinda; Rezki, Afrital
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.8.3.295-306

Abstract

Lack of optimal waste management in West Pasaman, such as insufficient number of TPS, infrastructure, open dumping waste management system, road access to the TPA, etc becomes a background of this research. The research aims to determine the distribution pattern of TPA and TPS in West Pasaman. The types of data used are primary and secondary data. Data collection techniques use observation, interviews, questionnaires, and documentation. Technical data analysis uses nearest neighbor analysis and SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) in preparing strategies. The results of the research on the distribution pattern of TPA and TPS using clustered Nearest Neighbor Ratio was 0.631306 (Clustered). Waste generation in West Pasaman based on population of 442,479, was 2.4 kg/person/day. The remaining landfill capacity is 80,000 m3 (8 Ha) of the 10 Ha total landfill area. The S-O (Strengths, Opportunities) strategy utilizes collaboration with stakeholders in outreach to the community. The W-O (Weakness, Opportunities) strategy optimizes the Local Government regulation to strengthen operational funds for waste management. S-T (Strengths, Threats) strategy, optimizing human resources through a forum for communicating the importance of waste management. The W-T (Weakness, Threats) strategy creates a TPA structure in management.
PRIORITY DETERMINATION FOR THE DEVELOPMENT OF THE WEST SUMATRA CREATIVE ECONOMY SUBSECTOR Ansofino, Ansofino; Sari, Putri Meliza; Rosya, Nilmadesri; Yulio, Anggri; Rezki, Afrital
JURNAL ECONOMICA : Research of Economic And Economic Education Vol 12, No 1 (2023): Economica: Journal Of Economic And Economic Education
Publisher : Economic Education Faculty of Economics and Business Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/economica.2023.v12.i1.6569

Abstract

The focus of this research is how to rank the West Sumatra creative economy sub-sector using creative economy indicators according to law No. 24 of 2019, Added Value, Intellectual Property, Cultural Heritage and Science and Technology. The research was conducted in six sub-sectors with the largest proportion of creative entrepreneurs in 2022. This study used the promethee ranking method, and GAIA analysis. The results of the study show that the competitiveness of the West Sumatra creative economy sub-sector is determined by cultural heritage and use of technology as well as the role of the workforce and developing the creative economy. There are three sub-sectors that have advantages based on creative economic indicators in West Sumatra, namely the Fashion, Performing Arts and Design sub-sectors. The factors causing its superiority are mainly in terms of cultural inheritance and the application of technology in the products created. The design policy for increasing the competitiveness of the West Sumatra creative economy sub-sector can be carried out most urgently (necessary conditions), increasing awareness of creative business actors registering intellectual property rights for creative products.