Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kader AntiAnemia (Kaderanemia) Solusi Mencegah Anemia pada Remaja Putri Putus Sekolah Hartati, Yuli; Siregar, Afriyana; Friantini, Tri; Podojoyo, Podojoyo; Salasa Nilawati, Nurul; Telisa, Imelda
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i2.813

Abstract

Remaja putri rentan terhadap terjadinya anemia. Anemia pada remaja putri akan memberikan dampak pada generasi berikutnya, seperti pendarahan saat kehamilan dan kemungkinan melahirkan anak dengan risiko stunting lebih besar dibandingan dengan yang tidak anemia. Selama ini pencegahan anemia pada remaja putri dilakukan di sekolah-sekolah dengan pemberian tablet tambah darah. Bagi remaja putri putus sekolah hal ini tidak bisa dilakukan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membentuk kader antianemia yang berasal dari remaja putri putus sekolah. Metoda yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan. Remaja putri putus sekolah ini telah dilatih selama 2 hari tetang anemia, penyebab, dampak dan cara mencegah anemia. Kader yang dilatih sebanyak 10 orang dan setelah pelatihan ada peningkatan pengetahuan remaja putri putus sekolah.
Formulasi Minuman Serbuk Tinggi Energi, Tinggi Protein Berbahan Dasar Tepung Ikan Lele Hartati, Yuli; Telisa, Imelda; Eka Purnamasari, Sintya; Salasa Nilawati, Nurul
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pustaka PADI (Pusat Kajian Pangan dan Gizi)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapadi.v2i2.632

Abstract

Latar Belakang : Kurang energi kronis adalah suatu kondisi keadaan dimana remaja putri mengalami kekurangan gizi yang berlangsung lama atau menahun. Pemberian makanan tambahan penting diberikan dengan tujuan memulihkan keadaan gizi dan kesehatan. Produk pangan instan yang mudah untuk disajikan atau dikonsumsi dalam waktu yang relatif singkat salah satunya seperti minuman serbuk instan. Tujuan : Diketahui daya terima, kandungan gizi makro formula minuman serbuk instan berbahan tepung labu kuning, tepung ikan lele dan tepung kacang merah. Metode : Metode eksperimen murni dengan percobaan pengolahan makanan formula minuman serbuk, dengan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yang diujikan kepada 50 panelis untuk uji organoleptic. Didapatkan formula terpilih yang kemudian dianalisis kandungan zat gizinya dengan Uji Proksimat. Hasil : Hasil uji daya terima minuman serbuk didapatkan bahwa produk F2 memiliki nilai terbaik dengan nilai pada masing-masing indikator sebagai berikut kategori warna =3,96, aroma =3,78, tekstur =3,76, aftertaste =3,66, dan keseluruhan formula =3,76. Kandungan gizi berdasarkan hasil analisis proksimat pada F2 per 100 g sampel yaitu energi 389,13 kkal, protein 22 %, lemak 7.85%, dan karbohidrat 57.62% Kesimpulan : Formula minuman serbuk instan menjadi alternatif makanan tambahan untuk remaja putri yang menderita kurang energi kronis.
Pengaruh Pemberian Nugget Ayam dan Tempe Terhadap Peningkatan Berat Badan Balita Wasting Usia 12-59 Bulan Cutyanti, Cici; Imelda; Sartono, Sartono; Nazarena, Yunita; Nazarena, Yuli Hartati; Salasa Nilawati, Nurul; Wijaya, Febri
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 4 No 1, April (2025): Jurnal Pustaka PADI (Pusat Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wasting adalah kelompok kekurangan gizi, yang disebabkan oleh kurang asupan nutrisi dan penyakit infeksi yang mencerminkan berat badan anak terlalu kurus menurut tinggi badannya, ditandai dengan z-score BB/TB kurang dari -2 SD. Berdasarkan Hasil Riskesdas Tahun 2018 Prevalensi Balita Kurus (Wasting) di Provinsi Jambi sebesar 12,05%. Berdasarkan kabupaten/kota yaitu Kabupaten Sarolangun pada tahun 2023 sebesar 4,7%. Sedangkan di Puskesmas Mersip sebanyak 30 balita dengan prevalensi 8,4% pada bulan yang sama yaitu Oktober 2023, angka balita wasting Puskesmas lebih tinggi dari pada Kabupaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian nugget ayam dan tempe terhadap peningkatan berat badan balita wasting usia 12-59 bulan di Puskesmas Mersip Sarolangun Jambi. Metode penelitian ini adalah quasi experiment (eksperimen semu) dengan desain one group pretest-postest design. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif untuk menilai kriteria nuget berupa warna, aroma, rasa, dan tekstur yang paling duskai dengan uji organoleptik dan Uji Paired t-test menggunakan SPSS 26 untuk mengetahui pengaruh pemberian nugget. Sampel berjumlah 30 balita wasting usia 12-59 bulan, menggunakan metode total sampling. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Mersip Sarolangun Jambi. Hasil uji daya terima berdasarkan kriteria warna, aroma, rasa, dan tekstur sebagian besar panelis menyukai formula 1. Hasil analisis proksimat nugget ayam dan tempe dari formulasi terpilih yaitu F1 dengan kandungan energi 236,855 kkal, protein 10,47 g, lemak 10,175 g, dan karbohidrat 26,05 g, kadar air 51,09 % dan kadar abu 2,41%. Rata-rata berat badan sampel sebelum perlakuan yaitu 10,24 kg menjadi 10,46 kg setelah perlakuan. Pada hasil uji paired t test menunjukkan p-value sebesar 0.030 yang berarti ada pengaruh antara pemberian nugget ayam dan tempe terhadap berat badan anak balita wasting di wilayah kerja Puskesmas Mersip Sarolangun Jambi.
Daya Terima dan Analisis Proksimat Mie Berbasis Ikan Salem, Tepung Tapioka, Tepung Wortel dan Daun Kelor Fadilah Syifa, Msy; Hartati, Yuli; Telisa, Imelda; Weisdania Sihite, Nathasa; Salasa Nilawati, Nurul
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka PADI (Pusat Kajian Pangan dan Gizi)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mie merupakan produk pangan yang dihasilkan dari bahan dasar tepung gandum atau terigu, dengan atau tanpa campuran bahan pangan lain serta zat aditif makanan, kemudian diproses menjadi adonan memanjang, diiris tipis, dan dapat dikonsumsi dalam keadaan basah maupun kering. Dalam upaya meningkatkan nilai gizi mie, diperlukan bahan alternatif dalam pembuatannya, seperti ikan salem, tepung wortel, serta daun kelor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerimaan serta komposisi zat gizi pada formulasi terbaik mie yang berbahan dasar ikan salem, tepung tapioka, tepung wortel, dan daun kelor. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap nonfaktorial, di mana percobaan dilakukan pada kondisi homogen tanpa adanya faktor eksternal yang memengaruhi respons selain variabel yang diteliti. Berdasarkan uji daya terima, formulasi terbaik diperoleh pada formula 3 (120 gram ikan salem dan 100 gram tepung tapioka). Analisis proksimat terhadap formulasi mie terbaik menunjukkan komposisi gizi sebagai berikut: kadar abu 3,09%, kadar air 4,91%, energi 405,4 kkal, protein 22,3 gram, lemak 7,49 gram, dan karbohidrat 62,1 gram. Simpulan penelitian ini menyatakan bahwa mie berbahan ikan salem, tepung wortel, dan daun kelor berpotensi sebagai makanan selingan yang bergizi.
Efektivitas Penyuluhan Melalui Metode Ceramah Dan Media Lembar Balik Terhadap Perilaku Remaja Putri Tentang Pencegahan Anemia Di SMAN 14 Palembang Hartati, Yuli; Zahwa Maharani, Aulia; Salasa Nilawati, Nurul; Nazarena, Yunita
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v13i3.635

Abstract

Anemia is a condition of low hemoglobin levels in the blood that leads to a decrease in the number of red blood cells. It is the second leading cause of disability in the world and a global public health issue. In Palembang City, the prevalence of anemia among adolescent girls reached 26.5%. If left untreated, anemia can continue into adulthood and increase the risk of pregnancy complications, such as maternal death, premature birth, and low birth weight babies. One of the causes is the low behavior of adolescent girls regarding anemia prevention. This study aims to determine the effectiveness of counseling through lecture method and flipchart media on the behavior of adolescent girls about anemia prevention at SMAN 14 Palembang. The study used a quasi-experimental design with a two group pretest-posttest design on 70 female students of class X and XI, who were randomly divided into two groups, namely lecture and flipchart. Results showed an increase in knowledge, attitudes, and actions in both groups after counseling. In the lecture group, knowledge increased from 61.43 to 77.43, attitude from 54.29 to 74.71, and action from 78.43 to 89.14. In the flipchart group, knowledge increased from 70.57 to 82.86, attitude from 59.00 to 75.29, and action from 79.29 to 89.71. Wilcoxon test showed p = 0.000 in all variables of both groups. Nutrition counseling through lecture method and flipchart media is effective in improving adolescent girls' behavior in anemia prevention.Thus, nutrition counseling through lectures and flip charts proved to be effective in improving adolescent girls' behavior related to anemia prevention. Keywords: adolescent girls, anemia, behavior, flipchart, lecture