Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Factors Influencing Customer Satisfaction in the Hospitality Industry: A Case Study of Hotel Morina Malang Adrianto, Nathanael Abel; Pasla, Peter Remy Yosy; Widyaningrum, Santi
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjmr.v3i8.10662

Abstract

The tourism industry in Indonesia has shown significant growth over the years, with Malang being one of the popular destinations. Hotel Morina Malang strives to provide the best service to its guests. This study aims to analyze the influence of service quality, hotel facilities, and pricing on customer satisfaction at Hotel Morina Malang. By understanding these factors, the hotel's management can formulate effective strategies to enhance customer satisfaction and competitive positioning. A quantitative approach was used, collecting data through questionnaires from hotel guests. The results indicate that all three factors significantly impact customer satisfaction.
Peran digital marketing berbasis media sosial terhadap peningkatan brand awareness di UMKM bisnis keluarga Pia Tomo Satyawan, Gregorio; Widyaningrum, Santi
Prosiding Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2025): Prosiding SENAM 2025: Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Universitas Ma Chung
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, namun masih menghadapi tantangan besar dalam hal pemasaran di era digital, khususnya bagi UMKM yang dikelola oleh keluarga. Transformasi digital telah menjadi keniscayaan bagi pelaku usaha untuk bertahan dan bersaing di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin bergeser ke platform daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana strategi digital marketing berbasis media sosial dapat diimplementasikan secara efektif untuk meningkatkan brand awareness dan daya saing UMKM keluarga, dengan studi kasus pada UMKM Pia Tomo—produsen Bakpia modern berbasis budaya Yogyakarta. Metodologi yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini mencakup observasi lapangan, pelatihan literasi digital, pendampingan dalam pembuatan konten kreatif, penguatan branding visual, hingga evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kampanye digital melalui media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan digital marketing yang terstruktur dan adaptif mampu meningkatkan keterlibatan audiens hingga 45%, serta mendorong pertumbuhan pengikut media sosial secara organik sebesar 30% hanya dalam waktu dua bulan. Faktor kunci keberhasilan meliputi pemanfaatan storytelling berbasis nilai budaya, konsistensi unggahan konten, serta optimalisasi fitur analitik media sosial untuk evaluasi strategi. Meski begitu, tantangan berupa keterbatasan SDM digital, kurangnya pemahaman algoritma platform, dan rendahnya frekuensi interaksi masih menjadi kendala serius. Oleh karena itu, keberlanjutan strategi ini membutuhkan kolaborasi multipihak, termasuk institusi pendidikan dan komunitas digital, serta penguatan kapasitas internal melalui pelatihan berkelanjutan. Studi ini merekomendasikan model pendampingan digital jangka panjang sebagai pendekatan strategis dalam mendorong transformasi digital UMKM keluarga di sektor kuliner tradisional.
Strategi Sistem Hybrid Work untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Nugraha, Elvonda Dewa; Widyaningrum, Santi
Prosiding Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2025): Prosiding SENAM 2025: Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Universitas Ma Chung
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Naskah ini bertujuan untuk mempelajari sistem kerja hybrid pada kinerja karyawan di Indonesia yang merupakan kombinasi antara bekerja dari rumah, (WFH), dan dari kantor, (WFO), menjadi respons organisasi terhadap perubahan lingkungan kerja pasca-pandemi. Studi ini mempelajari strategi sistem kerja hybrid work pada kinerja karyawan yang bekerja. Literatur yang dikaji menunjukkan bahwa sistem ini mampu meningkatkan fleksibilitas kerja, efisiensi waktu, serta keseimbangan kehidupan kerja work-life balance, yang berkontribusi positif terhadap produktivitas karyawan. Sejumlah studi, work-life balance juga berperan sebagai mediator dalam hubungan antara hybrid work dan kinerja. Latar belakang studi ini mengidentifikasi beberapa tantangan, seperti hambatan komunikasi, kesenjangan teknologi, dan potensi turunnya kohesi tim. Studi dilakukan dengan metode studi literatur, Analisa deskriptif, kualitatif, didukung dengan pendekatan tematik terhadap berbagai sumber yang berasal dari jurnal ilmiah terindeks Scopus dan SINTA, dengan batasan tahun publikasi 2020–2024. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa efektivitas penerapan sistem hybrid sangat bergantung pada kepemimpinan, kejelasan peran, serta dukungan infrastruktur teknologi. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk menyusun kebijakan kerja yang fleksibel namun terstruktur, menyediakan pelatihan komunikasi virtual, serta menerapkan sistem evaluasi kinerja yang adil dan transparan. Implikasi dari temuan ini dapat menjadi dasar bagi organisasi dalam mengembangkan strategi kerja yang adaptif dan berorientasi pada kesejahteraan karyawan.
Pengaruh Kepemimpinan Inovatif Terhadap Produktivitas Karyawan Dimoderasi Perilaku Cyberloafing Pada Perusahaan Ritel Jawa Timur Yuwono, Melly; Sahertian, Pieter; Widyaningrum, Santi; Asepta, Uki Yonda; Broto, Felik Sad Windu Wisnu
Aktiva : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/aktiva.v5i2.3937

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan inovatif pada produktivitas karyawan serta menguji peran perilaku cyberloafing yang berperan sebagai variabel moderator. Latar belakang pada penelitian berdasarkan pada meningkatnya intensitas penggunaan teknologi dan internet di lingkungan kerja yang memiliki potensi untuk memengaruhi perilaku dan produktivitas karyawan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner kepada karyawan back office perusahaan ritel wilayah Jawa Timur. Analisis data menggunakan SPSS versi 25 menggunakan metode moderated regression analysis (MRA). Hasil dari penelitian mengindikasikan gaya kepemimpinan inovatif memiliki pengaruh pada produktivitas karyawan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Selain itu, perilaku cyberloafing terbukti memoderasi gaya kepemimpinan inovatif dan produktivitas karyawan dengan didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Penelitian ini memberikan implikasi teoretis dan praktis bagi pengembangan kepemimpinan dan pengelolaan perilaku kerja digital di organisasi agar dapat membuat strategi serta kebijakan yang dapat membangun organisasi tanpa membuat kebijakan yang dapat menurunkan loyalitas karyawan pada organisasi.
INTERNASIONALISASI UMKM JAWA TIMUR: PERAN ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN, KESIAPAN DIGITAL DAN PEMERINTAH Widyaningrum, Santi; Sudarmiatin, Sudarmiatin; Pratikto, Heri
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 9, No 1 (2026): JIMB - VOLUME 9 NOMOR 1 MEI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v9i1.38788

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi internasionalisasi UMKM di Jawa Timur dengan menguji peran orientasi kewirausahaan, kesiapan digital, dan dukungan pemerintah terhadap orientasi pasar ekspor. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa banyak UMKM memiliki potensi usaha yang kuat, namun orientasinya terhadap pasar ekspor masih terbatas. Dalam konteks ini, orientasi kewirausahaan dipandang dapat mendorong pelaku usaha menjadi lebih inovatif, proaktif, dan berani mengambil risiko secara terukur, sedangkan kesiapan digital diduga mendukung perluasan akses pasar. Dukungan pemerintah juga diharapkan dapat memperkuat hubungan tersebut melalui pelatihan, promosi, fasilitasi, dan penyediaan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Penelitian dilakukan pada UMKM di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan melibatkan 216 responden yang terdiri atas pemilik atau pengelola usaha. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima poin. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS), karena metode ini sesuai untuk menguji hubungan struktural yang kompleks serta efek moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap orientasi pasar ekspor. Temuan ini mengindikasikan bahwa UMKM yang memiliki tingkat inovasi, proaktivitas, dan keberanian mengambil risiko yang lebih tinggi cenderung memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memahami kebutuhan pelanggan ekspor, dinamika pesaing, dan koordinasi internal untuk pasar ekspor. Sebaliknya, kesiapan digital tidak berpengaruh signifikan terhadap orientasi pasar ekspor. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan smartphone, media sosial, akses internet, dan keinginan untuk mempelajari teknologi digital belum sepenuhnya diarahkan pada pengembangan pasar ekspor. Selain itu, dukungan pemerintah tidak terbukti memoderasi secara signifikan hubungan antara orientasi kewirausahaan dan orientasi pasar ekspor, maupun antara kesiapan digital dan orientasi pasar ekspor. Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan kewirausahaan internal masih menjadi pendorong utama internasionalisasi UMKM pada konteks penelitian ini, sedangkan kesiapan digital dan dukungan pemerintah belum memainkan peran penguat yang strategis. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur internasionalisasi UMKM dengan menegaskan dominasi peran orientasi kewirausahaan dalam membentuk orientasi pasar ekspor. Secara praktis, temuan ini menunjukkan perlunya penguatan kemampuan kewirausahaan, serta perlunya perancangan ulang program digitalisasi dan dukungan pemerintah agar lebih terarah pada kebutuhan pengembangan pasar ekspor.