Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : DINTEK

KARAKTERISTIK SEDIMEN BERDASARKAN ANALISIS UKURAN BUTIR DI PESISIR PANTAI PALANRO KABUPATEN BARRU, PROVINSI SULAWESI SELATAN: Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik , Universitas Pejuang Republik Indonesia Makassar, Indonesia Alhabsyi, Gina Audina P
DINTEK Vol. 17 No. 01 (2024): Volume 17 No.1, Maret 2024
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Palanro merupakan salah satu pantai yang letaknya mengarah ke sebelah utara berbatasan dengan Kota Parepare. Daerah pesisir pantai Palanro tersusun atas endapan sedimen berupa pasir sedang sampai pasir halus yang mengarah kearah utara Kota Makassar. Kondisi geologi Kabupaten Barru terdiri atas endapan gunungapi yang meliputi 27,59 % dari total wilayah kabupaten, dengan berbagai jenis batuan penyusunnya. Satuan endapan aluvial menempati sekitar 70% dari luas keseluruhan daerah pemetaan. Litologi yang menyusun satuan batuan vulkanik terdiri dari breksi vulkanik, aglomerat, tufa lapili, tufa kasar, dan basalt. Perairan Pantai Palanro dan Pulau Dutungan memiliki tipe atau jenis pasang surut tipe campuran condong ke harian tunggal (mixed tide prevailing diurnal) terjadi satu kali air pasang dan satu kali air surut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik endapan pada fraksi sedimen yang hubungannya dengan sebaran endapan dan sumber asal sedimen di wilayah pesisir Pantai Palanro dan Muara sungai pallungenggelange. Berdasarkan hasil kompilasi olah data analisis ukuran butir, pengamatan sampel di laboratorium, dan data statistik nomenklatur maka diketahui Pantai Palanro dominan disusun oleh material sedimen berurkuran pasir kasar-sedang dan lempung pasiran. Pada stasiun 1 sampai 7, terdiri oleh material sedimen berukuran pasir kasar (coarse sand) sampai pasir halus (fine sand), dengan ukuran butir 0,125 - 1 mm atau dengan persentase komponen sebesar 0,63% –70,25%. Endapan sedimen pesisir pantai palanro mengandung banyak kuarsa dan pecahan cangkang. Sebaliknya, sedimen muara sungai meiliki komposisi kandungan kuarsa dan mineral mafik, yang merupakan mineral utama pembentuk batuan beku, dimana pelapukannya diduga berasal dari hasil pelapukan batuan sedimen asal volkanik. Dapat diinterpetasikan bahwa transportasi kandungan komponen penyusun sedimen pantai berhubungan dengan pelapukan litologi penyusun yang ada disekitar daerah penelitan tersebut.
APLIKASI STATISTIK QUADRATIC PADA ENDAPAN PASIR UNTUK IDENTIFIKASI SEBARAN LOGAM BERAT DI PANTAI PALANRO KABUPATEN BARRU, PROVINSI SULAWESI SELATAN: Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik , Universitas Pejuang Republik Indonesia Makassar, Indonesi Alhabsyi, Gina Audina P; Ranggu, Ruth bunga; Idhan, Muh. Arif
DINTEK Vol. 17 No. 01 (2024): Volume 17 No.1, Maret 2024
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesisir pantai Palanro tersusun atas endapan sedimen berupa pasir sedang sampai pasir halus yang mengarah kearah utara Kota Makassar. Kondisi geologi Kabupaten Barru memiliki sifat geologi berupa endapan gunung api yang meliputi 27,59 % dari total wilayah kabupaten, dengan berbagai jenis batuan penyusunnya. Lokasi penelitian pada Pantai Palanro yang memanjang dari Parepare, Barru sampai Maros disusun oleh litologi vulkanik dan batuan sedimen yang akan berpengaruh terhadap material sedimen pantai. Penelitian ini bertujuan mengetahui identifikasi sebaran logam berat dengan menggunakan metode aplikasi statistik kuadratik, pemetaan geologi yang dikompilasi dengan peta geologi regional, analisis sedimentologi dari hasil pengambilan sampel melalui parit atau sumur uji. Kelengkapan metode laboratorium menggunakan ICP-MS, analisis ukuran butir dan aplikasi kuadratik SPSS IBM v.25. Hasil penelitian menujukkan bahwa unsur logam As dan unsur Cd rendah dibandingkan daerah hilir (muarasungai Palungenggellange) dominan disusun oleh unsur Ni dan unsur Zn. Daerah pesisir Pantai Palanro sampai ke muara sungai (stasiun 1–7) merupakan lingkungan terbuka dan memiliki arus yang dinamis, morfologi dan topografi relatif landai, proses sedimentasi serta kondisi iklim yang tidak kondusif sehingga pengayaan mineral dan logam berat lambat. Konsentrasi reatif sama pada As, Cd, Cu, Ni, Pb, Zndibagian selatan, sedangkan Zn berfluktuasi tinggi pada semua stasiun, unsur Ni memperlihatkan nilai maksimum dibagian selatan hal tersebut diindikasikan unsur Ni bersumber dari hasil pelapukan batuan ultramafik yang tertransportasi melalui arus sungai dan terendapkan pada endapan sedimen pantai di daerah Pantai Palanro.Katakunci: , , .