Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Tari Kreasi Natyaning Kawangen Sindi, kadek; Ruspawati, Ida Ayu Wimba; Adnyana, Anak Agung Ketut Oka
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 4 No 1 (2024): Jurnal IGEL Vol 4 No 1 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jijod.v4i1.3281

Abstract

TARI KREASI NATYANING KAWANGENOleh : Kadek Sindi NIM. 202001031Tari Kreasi Natyaning Kawangen adalah tari kreasi baru yang menceritakan tentang wujud dari salah satu sarana persembahyangan yaitu Kawangen yang merupakan salah satu wujud nyata (pengamalan) sujud bakti yang ditujukan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Alasan pencipta mengangkat tema ini karena pencipta ingin menampilkan keagungan atau keindahan Kawangen yang diwujudkan oleh seorang wanita karena memiliki penampilan yang indah. Pada proses penciptaannya, pencipta bekerjasama dengan Sanggar Warini dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dengan mengambil program Studi/Projek Independen. Penciptaan Tari Kreasi Natyaning Kawangen menggunakan metode penciptaan Angripta Sasolahan (menciptakan tari-tarian) oleh I Kt. Suteja dalam buku Catur Asrama Pendakian Spiritual Masyarakat Bali Dalam Sebuah Karya Tari. Di dalam buku tersebut dijelaskan lima tahapan penciptaan yaitu ngerencana, nuasen, makalin, nelesin, dan ngebah. Tari Kreasi Natyaning Kawangen merupakan tari kreasi yang dibawakan secara kelompok yang ditarikan oleh 6 orang penari wanitadengan struktur tarinya yaitu pepeson, pengawak, pengecet, pekaad yang berdurasi 12.16 menit. Pencipta berharap nilai-nilai yang terkandung dalam karya ini dapat menampilan keagungan dan keindahan Kawangen.Kata Kunci: Tari Kreasi, Natyaning Kawangen, Sarana Persembahyangan
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI SEKAR CEMPAKA DI SMA NEGERI SATU ATAP LEMBONGAN, KLUNGKUNG Surya, Ni Komang Okta Adi; Sustiawati, Ni Luh; Ruspawati, Ida Ayu Wimba
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1712

Abstract

Media audio-visual adalah media yang mengandalkan indera pendengaran dan indera penglihatan, salah satu fungsi media audio-visual adalah sebagai alat bantu pembelajaran, yang ikut mempengaruhi situasi, kondisi dan lingkungan belajar dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah diciptakan dan didesain oleh guru. Media video merupakan salah satu jenis media audio visual. Mata pelajaran seni budaya dalam bidang seni tari di SMA Negeri Satu Atap Lembongan belum menggunakan media pembelajaran audio-visual. Hal ini berdampak pada jalannya materi seni tari dan berpengaruh kepada peserta didik yang kurang memahami materi sehingga pembelajaran terjadi kurang efektif , dengan adanya video pembelajaran tari Sekar Cempaka peserta didik akan lebih mudah memahami isi dari video tersebut. Penelitian ini difokuskan pada proses pembuatan video pembelajaran tari Sekar Cempaka, proses validasi uji ahli, proses uji perorangan, dan uji kelompok kecil. Penelitian ini berpendekatan penelitian pengembangan atau research and development. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa observasi, wawancara dan angket. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang dianalisis dengan skor dan data kualitatif berupa komentar dan saran dianalisis secara kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah proses pembuatan video, diawali dengan analisis materi tari Sekar Cempaka mencakup sejarah,sinopsis, fungsi, iringan, ragam gerak, struktur, pola lantai, tata rias, tata busana dan tari Sekar Cempaka secara keseluruhan yang dikemas dalam DVD. Setelah video pembelajaran terbentuk, selanjutnya dilakukan validasi oleh uji ahli. Hasil penilaian uji ahli seni tari, ahli media, guru seni budaya terhadap video pembelajaran tari Sekar Cempaka, bahwa video pembelajaran sangat layak dan tidak perlu direvisi. Selanjutnya dilakukan uji coba perorangan dan uji coba kelompok kecil pada siswa kelas XI IPA dan IPS SMA Negeri Satu Atap Lembongan. Hasil uji coba menunjukan bahwa video pembelajaran tari Sekar Cempaka dalam kategori sangat layak.
Penciptaan Karya Busana Chandra Edha Ramida : Tradisi Dudgeran di Kota Semarang Damayanti, Adinda Triska; Sari, Dewa Ayu Putu Leliana; Ruspawati, Ida Ayu Wimba
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 3 No. 2 (2023): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v3i2.2832

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki keragaman budaya. Salah satu budaya nya adalah Tradisi Dugderan asal Semarang. Tradisi ini merupakan tradisi untuk memperingati bulan suci Ramadhan, sehari sebelum menjelang bulan Ramadhan setelah selesai shalat Ashar terdapat pengumuman mengenai ketetapan awal puasa Ramadhan setiap tahunnya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Semarang. Alkisah, masyarakat Semarang waktu itu sering berbeda pendapat mengenai awal permulaan puasa Ramadan. sehingga Kanjeng Bupati berketetapan untuk meminta fatwa para ulama. Tradisi ini menjadi ide pemantik yang penulis pilih dan diwujudkan melalui karya busana. “Chandra Edha Ramida” yang berkolaborasi dengan CV. Terimakasih Banyak. Koleksi ini merupakan jenis busana ready to wear, ready to wear deluxe dan semi couture. Penciptaan karya busana ini menggunakan sepuluh tahapan yang bertajuk “Frangipani”, Tahapan-tahapan Rahasia dari Seni Fashion Art. Ide pemantik ini diimplementasikan melalui gaya ungkap analogi dan kata kunci yang terpilih yaitu : kepala naga diaplikasikan dengan motif, bedug diaplikasin dengan setengah lingkaran, kertas minyak diaplikasikan dengan mengambil warnanya, kembang api diaplikasikan dengan payet, dan sisik diaplikasikan dengan lukis prada dan payet. Karya busana ini mencakup elemen desain dan prinsip desain.
Istana Baso: Interesting Visual Of The Pagaruyung Palace Architecture Dalam Gaya Busana Feminine Dewi, Made Citra; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Ruspawati, Ida Ayu Wimba
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 1 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v4i1.3560

Abstract

Istana Pagaruyung merupakan salah satu ikon budaya Indonesia yang memiliki signifikansi sejarah dan arsitektural yang tinggi. Jurnal ini bertujuan untuk menyajikan analisis historis dan arsitektural yang mendalam tentang Istana Pagaruyung sebagai representasi keagungan dan kekuatan Kerajaan Minangkabau di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan melibatkan studi literatur, pengamatan lapangan, dan analisis visual. Melalui analisis arsitektural, jurnal ini mendalami struktur bangunan Istana Pagaruyung, termasuk penggunaan material, teknik konstruksi, dan karakteristik arsitektur vernakular yang terdapat di dalamnya. Selain itu, aspek artistik dan simbolis dari ornamen dan dekorasi Istana Pagaruyung juga dieksplorasi secara mendalam. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang sejarah dan nilai arsitektural Istana Pagaruyung. Selain itu, jurnal ini memberikan wawasan tentang kekayaan budaya Minangkabau dan kontribusinya terhadap warisan arsitektural Indonesia. Studi ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi pemeliharaan, restorasi, dan pengembangan budaya Istana Pagaruyung serta mendorong kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya bagi generasi sekarang dan masa depan.
“Samadhi Parama” Analogi Arsitektur Goa Garba Desa Pejeng Kelod Sebagai Pemantik Rancangan Busana Edgy Gothic Style Widania, Putu Iga; Ruspawati, Ida Ayu Wimba; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 5 No. 2 (2025): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v5i2.6046

Abstract

Arsitektur Goa Garba merupakan situs peninggalan bersejarah pada abad ke 12 Masehi di daerah aliran Sungai (DAS) Pakerisan berfungsi sebagai tempat pemujaan dan pertapaan. Pembangunan ceruk-ceruk pertapaan pada masa itu lebih menekankan pada daerah tepian Sungai karena Sungai Pakerisan merupakan daerah sumber aliran Sungai utama yang harus dijaga kesuciannya. Visual bangunan yang tampak kokoh memiliki konsep Pembangunan Bali yaitu sake pat dan konsep bebaturan. Kata Goa Garba memiliki arti yaitu “Goa” berarti pintu dan “Garba” berarti Perut atau kandungan. Goa Garba memiliki berbagai relief disekitarnya seperti ukiran aksara kuno Kadiri Kwadrat, artefak kendi air dan patung kala, serta bekas pijakan tapak kaki milik Ki Patih Kebo Iwa. Area pertapaan Goa Garba juga terdapat patithaan suci yang mengalir dari atas tebing menuju ke bawah. Fungsi patirthaan sebagai tempat pemandian pada jaman Kerajaan. Arsitektur Goa Garba menjadi inspirasi dalam penciptaan karya busana tugas akhir yang berjudul “Samadhi Parama”. Visual dan fungsi goa garba akan dianalogikan menjadi sebuah karya busana dengan style edgy gothic.