Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

MODIFIKASI AMILUM GANYONG (CANNA DISCOLOR LINDL) SECARA ENZIMATIS DENGAN BAKTERI LACTOBACILUS ACIDOPHILUS SEBAGAI EKSIPIEN TABLET Azhary, Deny Puriyani
Journal of Pharmacopolium Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.101 KB)

Abstract

Canna starch is one type of starch that has potentially to be used as tablet excipient. Natural canna starch has poor flow properties and compressibility. Therefore, canna starch is modified by enzymatically with Lactobacillus acidophilus (lactic acid bacteria) that can produce α-amylase enzyme. The α-amylase enzyme capable of decomposing and altering microscopic structure of starch then can improve the flow properties and starch compressibility. The aim of this research to know the influence of enzymatically modified with Lactobacillus acidophilus bacteria on physical properties of canna starch. Enzymatically modified was conducted by using Lactobacillus acidophilus 3% (b/v) for 72 hours. The results showed that enzymatically modified using Lactobacillus acidophilus bacteria significantly influence the physical properties of canna  starch, change the particle size of starch, improve the flow properties and compressibility  and can be used as tablet excipient 
PENGGUNAAN PATI GANYONG (Canna edulis) SEBAGAI DISINTEGRAN PADA PEMBUATAN TABLET ASAM FOLAT DENGAN METODE CETAK LANGSUNG Azhary, Deny Puriyani; Zaelani, Diki; Lestari, Tri
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 4 No Edisi Khus (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 Edisi Khusus SemNas Tanaman Obat Indon
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.015 KB)

Abstract

Disintegran atau bahan penghancur adalah salah satu komponen penting dalam pembuatan sediaan tablet. Fungsi disintegran adalah memecah tablet sehingga zat aktif dapat dilepaskan. Disintegran yang biasa digunakan dalam formulasi sediaan tablet salah satunya adalah pati. Salah satu tumbuhan penghasil pati adalah ganyong. Ganyong  (Canna edulis) merupakan umbi yang banyak ditemukan di Indonesia dan banyak mengandung pati namun belum banyak digunakan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan pati ganyong (Canna edulis) sebagai disintegran pada tablet asam folat dan dibandingkan dengan disintegran starch 1500. Tablet dibuat dengan metode cetak langsung tanpa proses granulasi. Evaluasi terhadap pati ganyong meliputi kadar air, uji swelling power, kecepatan alir, sudut diam dan kompresibilitas. Sedangkan evaluasi tablet asam folat meliputi keragaman bobot, keseragaman kandungan zat aktif, waktu hancur, disolusi, kekerasan dan friability tablet. Hasil evaluasi menunjukkan pati ganyong memiliki kompresibilitas yang tidak baik (kurang dari 20%). Sedangkan hasil evaluasi tablet menunjukkan tablet yang dibuat dengan pati ganyong memiliki waktu hancur yang sesuai persyaratan tablet yang baik, yaitu kurang dari 15 menit.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS PENCERAH KULIT DARI PAPAIN DALAM SEDIAAN DEODORAN ROLL ON Azhary, Deny Puriyani; Rum, Ira Adiyati; Mardhiani, Yanni Dhiani; Jannati, Nurullyta
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No. 2, 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.9 KB)

Abstract

Deodoran merupakan kosmetik yang dapat mengurangi bau badan dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau badan. Tapi penggunaan deodoran dapat membuat kulit menjadi gelap karena adanya kandungan alkohol, yang menyebabkan iritasi kulit pada ketiak. Pencerah kulit (anti hiperpigmentasi) dari bahan alam dapat diperoleh diantaranya dari buah pepaya (Carica papaya L.) Pepaya ini mengandung papain, yang dapat menghambat aktivitas  enzim tirosinase. Enzim tirosinase merupakan salah satu enzim yang berperan dalam pembentukan melanin pada kulit. Jumlah melanin yang banyak menyebabkan warna kulit menjadi gelap.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk formulasi sediaan deodoran roll on dan uji aktivitas pencerah kulit dari papain. Deodoran roll on diformulasi dengan variasi konsentrasi HPMC 1% (FI); 1,5% (FII) dan 2% (FIII) dengan konsentrasi papain 1,5% dan  kitosan 1%. Evaluasi sediaan deodoran roll on meliputi uji organoleptis, pengukuran pH, viskositas dan daya sebar. Uji stabilitas dilakukan pada tiga suhu yang berbeda, yaitu suhu 40°C, suhu ruangan dan  4°C, serta dilakukan uji freeze and thaw selama 4 siklus. Uji aktivitas pencerah kulit dilakukan dengan metode uji penghambatan enzim tirosinase secara in vitro serta dilakukan uji antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Hasil penelitian menunjukkan papain dapat menghambat kerja enzim tirosinase dengan nilai log IC50 sebesar >15000 ppm dibandingkan dengan bahan standar kojic acid, log IC50 33,85 ppm. Formulasi terbaik adalah FI yang memberikan nilai pH dan viskositas mendekati sediaan deodoran roll on yang ada di pasaran. Deodoran roll on yang dihasilkan stabil pada penyimpanan dan efektif dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus epidermidis dengan diameter hambat sebesar 15 mm.
Freeze drying and calcining hydrotalcite for improving acid neutralizing capacity Azhary, Deny Puriyani
Indonesian Journal of Pharmacy Vol 21 No 1, 2010
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.72 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm0iss0pp52-56

Abstract

Acid neutralizing capacity (ANC) is one of the important factor on effectivity determination of antacid dosage forms. Antacid dosage forms have different values depend on their ANC. The objective of this research was to modified physical and chemical properties of hydrotalcite which can increase its acid neutralization capacity. Hydrotalcite was treated by freeze drying and calcination at different temperature 100, 200, 300, and 500°C. This hydrotalcite was characterized by X-Ray Diffractometer (XRD) and Scanning Electron Microscope (SEM); and was determined acid neutralization capacity. The results showed that acid neutralization capacity of hydrotalcite increased after it was freeze dried and calcined at 200, 300 and 500 °C. The result of XRD for the hydrotalcite calcined at 200 °C have showed the lower intensity of peaks, whereas the calcination at 300 and 500 °C were disappeared and appeared new peaks at different 2θ.Key words:  Acid neutralization capacity, hydrotalcite, calcination, XRD, SEM
Freeze drying and calcining hydrotalcite for improving acid neutralizing capacity Deny Puriyani Azhary; Sundani Nurono Soewandhi; Saleh Wikarsa
Indonesian Journal of Pharmacy Vol 21 No 1, 2010
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.754 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm0iss0pp54-58

Abstract

Acid  neutralizing  capacity  (ANC)  is  one  of  the  important  factor  on effectivity  determination  of  antacid  dosage  forms.  Antacid dosage forms have different values depend on their ANC.  The objective of this research was to modified physical and chemical properties of hydrotalcite which can increase its acid neutralization capacity.  Hydrotalcite was treated by freeze drying and calcination at different temperature 100, 200, 300, and 500°C. This hydrotalcite was characterized by X-Ray Diffractometer  (XRD)  and  Scanning  Electron Microscope (SEM); and was determined acid neutralization capacity. The results showed  that  acid  neutralization  capacity  of  hydrotalcite  increased  after  it  was freeze  dried and  calcined  at  200,  300  and  500  °C.  The  result  of  XRD  for  the hydrotalcite  calcined  at  200  °C  have  showed  the  lower  intensity  of  peaks, whereas the calcination at 300 and 500 °C were disappeared and appeared new peaks at different 2θ.Key words: Acid neutralization capacity, hydrotalcite, calcination, XRD, SEM
PENINGKATAN LAJU DISOLUSI ATORVASTATIN DENGAN DISPERSI PADAT MENGGUNAKAN PEMBAWA KARAGENAN Deny Puriyani Azhary
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v3i1.5049

Abstract

Atorvastatin suatu obat antihiperlipidemia golongan statin termasuk kedalam BCS kelas II yang ditandai dengan kelarutan rendah dan permeabilitas tinggi. Kelarutan yang rendah dalam air menyebabkan laju disolusi obat tersebut rendah dan dapat mempengaruhi bioavailabilitasnya. Salah satu cara untuk meningkatkan laju disolusi obat yaitu dengan sistem dispersi padat. Tujuan penelitian ini untuk meningkatan laju disolusi atorvastatin dengan dispersi padat. Sistem dispersi padat dibuat dengan metode  kneading menggunakan karagenan sebagai pembawa. Dispersi padat dibuat dengan variasi perbandingan atorvastatin : karagenan 1:1; 1:3 dan 1:5 b/b. Sifat padatan serbuk dispersi padat dievaluasi dengan metode analisa difraksi sinar-X, mikroskopik SEM, termal DSC, spektrokopik FTIR. Profil disolusi dilakukan dalam medium dapar phospat pH 6,8 dengan alat uji disolusi tipe I USP. Hasil analisa difraksi sinar-X, mikroskopik SEM, termal DSC dan spektrokopik FTIR menunjukkan fase kristalin atorvastatin mengalami penurunan derajat kristalinitas dan pembentukan fase amorf. Profil disolusi menunjukan bahwa dispersi padat atorvastatin memiliki nilai laju disolusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan atorvastatin murni. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan dispersi padat atorvastatin dengan karagenan sebagai pembawa dapat meningkatkan laju disolusi atorvastatin.
Modifikasi Amilum Ganyong (Canna indica L.) dengan Metode Pregelatinasi Parsial untuk Eksipien Tablet Kempa Langsung Deny Puriyani Azhary; Rahma Zisca; Yanni Dhiani Mardhiani; Dhini Dwi Utami
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.835 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v16i2.5450

Abstract

Amilum ganyong adalah biomaterial yang dapat digunakan dalam industri farmasi karena memiliki sifat fisikokimia yang menyerupai amilum singkong, yang telah umum digunakan untuk industri farmasi. Amilum ganyong alami memiliki sifat alir dan kompresibilitas yang kurang baik, yang sangat penting pada proses pengempaan tablet khususnya dalam formulasi tablet kempa langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah modifikasi amilum ganyong alami sehingga dapat memperbaiki sifat alir dan kompresibilitasnya untuk eksipien tablet kempa langsung. Modifikasi dilakukan dengan cara pregelatinasi parsial pada suhu 50, 55, dan 60 °C, kemudian dilakukan evaluasi amilum ganyong sebelum dan sesudah modifikasi. Setelah itu dilakukan pembuatan tablet asetosal menggunakan eksipien amilum ganyong modifikasi serta evaluasi karakteristik tablet. Hasil evaluasi amilum menunjukkan bahwa amilum ganyong modifikasi memiliki sifat alir dan kompresibilitas yang lebih baik daripada amilum alami. Hasil uji Anova menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada hasil evaluasi amilum alami dan modifikasi (P<0,05). Modifikasi amilum pada suhu 60 °C menunjukkan hasil terbaik. Hasil evaluasi tablet menunjukkan bahwa tablet yang menggunakan amilum modifikasi memiliki karakteristik sesuai persyaratan tablet yang baik.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS ARTIFICIAL NORI KOMBINASI CENTELLA ASIATICA DAN CURCUMA LONGA SERTA UJI HEDONIC Patonah Hasimun; Deny Puriyani Azhary; Sintia Veronika Purba
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang banyak dijumpai di Indonesia. Dikatakan sebagai hipertensi apabila tekanan sistolik ≥140 mmHg dan tekanan diastolik ≥90 mmHg. Penelitian ini menggunakan daun pegagan (Centella asiatica) dan rimpang kunyit (Curcuma longa) yang dapat menurunkan tekanan darah dan dimodifikasi menjadi olahan nori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan stabilitas serta respon masyarakat terhadap artificial nori dari daun pegagan dan rimpang kunyit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan komposisi penambahan daun pegagan dan rimpang kunyit sebesar 5 g serta rumput laut Eucheuma cottonii sebesar 50 g. Analisis data menggunakan analisis univariate. Pengujian artificial nori meliputi uji organoleptik, uji kadar air dan uji kuat tarik. Hasil penelitian pada pengujian organoleptik didapatkan persentase tertinggi pada tingkat rasa “Suka” dimana responden menyukai artificial nori, pengujian kadar air (17,5%), pengujian kuat tarik (4,015 N/mm2). Artificial nori memiliki tekstur dan rasa yang disukai oleh responden serta formula dan stabilitas yang baik dari hasil pengujian kadar air dan pengujian kuat tarik. DOI : 10.35990/mk.v5n3.p286-296
FORMULATION AND EVALUATION OF EFFERVESCENT GRANULE OF WHITE TEMU RHIZOME EXTRACT (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe.) AS ANTIOXIDANT Reza Pratama; Deny Puriyani Azhary; Soni Muhsinin; Adinda Khumairani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.1050

Abstract

More than 9,606 plant species have medicinal properties, but only around 3-4% of these have been cultivated commercially and used in traditional medicine in Indonesia. One of the natural ingredients believed to have properties is the white temu rhizome. White Curcuma rhizomes are usually processed into food and drinks. White ginger rhizome has antioxidant activity. Antioxidants are secondary metabolites found in herbal plants and have pharmacological activities that can minimize free radicals. Several studies have shown that white ginger rhizomes have antioxidant activities that can remove free radicals. This research aims to formulate an effervescent granule preparation. for white temu rhizome extract (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe) using the wet granulation method, which meets the requirements for the physical properties of granules and has antioxidant activity. Several formulae were selected from various combinations. Next, an evaluation was performed to determine the physical properties and activities of the formulated granules. The evaluation results showed that all formulations met the requirements of the physical properties of the granules. Qualitative antioxidant activity testing using TLC plates showed positive antioxidant results in the extract and effervescent granule preparation of white curcuma rhizome extract and in quantitative testing it was found that the IC50 value of white curcuma rhizome extract was in the strong category and in the effervescent granule preparation of white curcuma rhizome extract, the granules were found to be in the strong category. Keywords: Effervescent Granule, Extracts, White Temu Rhizome (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe), Antioxidants
Formulasi dan Evaluasi Permen Jelly dari Ekstrak Daun Pegagan dan Rimpang Kunyit untuk Kesehatan kardiovaskular Patonah Hasimun; Deny Puriyani Azhary; Saputro, M. Ramadhan
An-Najat Vol. 2 No. 2 (2024): MEI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i2.1030

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab kematian di dunia. Hipertensi diawali dengan meningkatnya tekanan darah secara terus menerus. Kombinasi dari tanaman pegagan dan kunyit mampu menekan tekanan darah sistolik dan diastolik serta mampu memperbaiki kekakuan arteri. Tujuan penelitian ini mengetahui stabilitas formulasi sediaan sediaan permen jelly dari ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit. Formula permen jelly dibuat menjadi 3 formula dengan konsentrasi penambahan ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit sebesar 3,5 g dengan variasi penggunaan karagenan. Penelitian dianalisis statistik Kruskal wallis. Pengujian permen jelly meliputi uji organoleptis, uji kadar air (metode oven), uji keseragaman bobot, dan uji kesukaan (metode hedonik). Uji organoleptik ketiga formula memiliki warna coklat dengan aroma khas tutty frutty, formula I memiliki rasa manis sedikit pahit dan formula II dan III memiliki rasa manis, formula I dan III memiliki tekstur kenyal sedangkan formula II memiliki tekstur agak kenyal, uji kadar air formula I 3,5%, formula II 4,6% dan formula III 5%, uji keseragaman bobot ketiga formula memenuhi persyaratan uji keseragaman bobot menurut FI III. Dari ketiga formula, formula III memiliki tekstur dan rasa yang disukai responden dengan persentase kadar air sebesar 5% dan memenuhi persyaratan keseragaman bobot.