Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Home Visit Terhadap Pengetahuan Penyakit Tidak Menular Pada Lansia Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Puspita, Dini Aulia; Berliyanti, Dini; Febriana, Linda; Ashari, Oky; Nariswari, Raina Azhari; Audyta, Rindi; Astuti, Ayu Prameswari Kusuma
Bina Sehat Masyarakat Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Bina Sehat Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bsn.v4i1.73428

Abstract

Tingginya angka kejadian dan kematian akibat PTM memerlukan pengendalian yang tepat. Strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian penyakit tidak menular dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan rumah. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menganalisis pengetahuan masyarakat terkait penyakit tidak menular dan meningkatkan pengetahuan lansia terkait penyakit tidak menular. Kegiatan kunjungan rumah dan penyuluhan kesehatan telah dilaksanakan pada tanggal 27 November 2023 selama 2 minggu di Dusun Pasir Amis RW 04 Desa Margamukti Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang. Sasaran kegiatan dari kunjungan rumah ini adalah lansia yang berusia sekitar 60-70 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data purposive sampling dengan menentukan kriteria populasi yang akan diambil yaitu yang berusia diatas 50 tahun. Populasi diambil di wilayah RW 04 Desa Margamukti dengan jumlah responden sebanyak 36 orang dengan rincian 15 responden laki-laki dan 21 responden perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu penyakit tidak menular, masih banyak masyarakat yang kurang memperhatikan kesehatannya, namun setelah kami melakukan kunjungan ke rumah, kami menemukan bahwa terjadi perubahan pengetahuan pada masyarakat. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan usia terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyakit tidak menular.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN STEVIA DALAM MENJAGA KESTABILAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES: THE EFFECT OF ADMINISTRATION OF STEVIA LEAF EXTRACT IN MAINTAINING STABLE BLOOD SUGAR LEVELS IN DIABETES PATIENTS Nurrahman, Annisa Indah; Permadi, Andri Nur; Safanah, Ashila Nur; Puspita, Dini Aulia; Anugrah, Rikman; Putra, Subhan Manggala; Ridwan, Heri; Setiadi, Diding Kelana
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 12 No. 01 (2024): Vol. 12 No.1 , Januari 2024
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v12i1.517

Abstract

Background. Diabetes Mellitus is an example of a type of disease that is not contagious and attracts a lot of attention. DM sufferers are required to control blood sugar levels by maintaining dietary rules so that blood sugar levels remain controlled. Blood sugar levels will increase drastically after eating foods that contain carbohydrates or sugar in them.Stevia is a natural sweetener substitute for sugar that comes from the stevia plant. Stevia leaves are hypoglycemic which functions to lower blood glucose levels for people with diabetes mellitus. Purpose. This study aims to determine the effect of stevia sugar on the stability of blood sugar in diabetes sufferers. Methods. The method used is a systematic literature review. Data collection is carried out by recording all articles that have similar research in the research report. The articles used in this search are national and international journals taken from Google Scholar, Crossref, Semantic Scholar and Scopus databases in 2019-2023 using the Publish or Perish application. Result. Based on the results of the literature review, it was found that stevia has an effect on reducing blood glucose levels in DM sufferers. Consumption of stevia leaf extract plays an important role in reducing levels of glucose, cholesterol, total fat and other blood characteristics. Conclusion. Based on the results of research that has been carried out, it can be concluded that stevia leaf water extract can maintain and even reduce blood glucose levels in diabetes patients because serum insulin and adiponectin levels increase dramatically.
Hubungan Antara Self-Compassion Dengan Kecemasan Pada Mahasiswa Yang Sedang Menyusun Tugas Akhir Puspita, Dini Aulia; Setiadi, Diding Kelana; Inriyana, Ria
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI), Vol 8 (1), 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jiki.v8i1.13917

Abstract

Tugas akhir adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjana. Namun banyak mahasiswa mengalami ketidaksiapan menghadapi tugas akhir sehingga menimbulkan kecemasan. Salah satu komponen yang berperan dalam meningkatkan ketahanan dan kesehatan mental yaitu dengan self-compassion. Self-compassion merupakan sikap peduli terhadap diri sendiri dalam menghadapi kesulitan atau kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan kecemasan pada siswa yang sedang menyusun tugas akhir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 181 yang terdiri dari 4 mahasiswa program studi angkatan 2021 yang sedang menyusun tugas akhir di Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang dengan jumlah sampel sebanyak 125 mahasiswa dengan teknik proporsional cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Self-Compassion Scale (SCS) untuk mengukur self-compassion dan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) untuk mengukur kecemasan. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment . Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara self-compassion dengan kecemasan (r = -0,674, p < 0,001), yang berarti semakin tinggi self-compassion , maka akan semakin rendah terjadinya kecemasan. Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan antara self-compassion siswa laki-laki dan perempuan (t = 4,279, p < 0,001), dengan nilai mean 93,174 untuk siswa laki-laki dan 77,174 untuk siswa perempuan. Peningkatan self-compassion dapat membantu mengurangi kecemasan pada siswa yang sedang menyusun tugas akhir. Oleh karena itu, institusi pendidikan disarankan untuk merancang program yang mendukung pengembangan self-compassion dikalangan siswa, agar meningkatkan kesejahteraan mental selama penyusunan tugas akhir.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PERAWAT DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN Nuryani, Tiya; Wulandari, Anisa; Puspita, Dini Aulia; Nariswari, Raina Azhari; Anugrah, Rikman; Ridwan, Heri; Saputra, Yudha Munajat
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v11i2.864

Abstract

Perawat memiliki tugas dalam pemberian pelayanan kesehatan. Dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien diperlukan kinerja yang baik. Asuhan keperawatan berkualitas tidak hanya berdampak kepada pemulihan pasien, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan pasien. Karena itu, penting dalam memastikan kinerja perawat untuk memberikan asuhan keperawatan agar berada pada tingkat yang optimal, sesuai dengan standar profesi dan etika keperawatan. Tujuan literature review ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perawat untuk pemberian asuhan keperawatan untuk pasien. Metode penelitian yang digunakan pada systematic literature review dilakukan melalui pencarian database Pubmed dan Google Scholar dengan menggunakan filter tahun “2020-2024”. Pada penelitian ini, kata kunci yang digunakan “Faktor”, “Kinerja perawat”, dan “asuhan keperawatan”. Hasil dari literatur review didapatkan, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan, diantaranya motivasi, kepemimpinan, insentif, kepuasan kerja, iklim organisasi dan kohevitas, empati, dan masa kerja.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG GASTRITIS PADA SISWA DI SMAN 2 CIMALAKA TAHUN 2024 Tuti, Tuti Alawiyah; Puspita, Dini Aulia; Alawiyah, Tuti; Ashari, Oky; Agustin, Salma Fajrian; Putra, Subhan Manggala; Dolifah, Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28499

Abstract

Gastritis merupakan suatu penyakit yang berhubungan dengan proses terjadinya pencernaan pada lambung yang disebabkan oleh pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat dan tidak teratur. Tujuan kegiatan pendidikan kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan derajat kesehatan terhadap penyakit maag. Kegiatan pendidikan kesehatan dilakukan pada tanggal 3 Mei 2024 di SMAN 2 Cimalaka Kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan pre eksperimen yaitu one group pretest-posttest design yang dilakukan menggunakan metode ceramah umum, dengan media presentasi power point dan e-leaflet dengan jumlah responden 32 siswa dengan responden laki-laki 8 orang dan responden perempuan 24 orang . Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi penyakit gastritis pada siswa sebanyak 24 orang pernah menderita penyakit gastritis dengan persentase 75% dan 8 siswa tidak pernah mengalami penyakit gastritis dengan persentase 25%. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan mengenai penyakit maag. Siswa yang berpengetahuan kurang baik menurun dari 46,9% menjadi 18,8%, sedangkan siswa yang berpengetahuan baik meningkat dari 53,1% menjadi 81,2%. Berdasarkan hasil analisa data menggunakan uji Mc Nemar hasil nilai p=0,004 yang artinya terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa SMAN 2 Cimalaka dalam pencegahan dan penanganan penyakit gastritis. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh (nilai p 0,004) pendidikan kesehatan penyakit gastritis terhadap pengetahuan pencegahan dan penanganan penyakit gastritis pada siswa di SMAN 2 Cimalaka.
PANDANGAN ULAMA DAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP AURAT PEREMPUAN DALAM PERSALINAN DENGAN DOKTER LAKI – LAKI Afrillianti, Karina Rizkia; Puspita, Dini Aulia; Nariswari, Raina Azhari; Azzahirah, Meutya Nabilah; Natasya, Anita; Azizah, Heraz Nur; Anugrah, Rikman; Supriyadi, Tedi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28890

Abstract

Proses persalinan melibatkan interaksi antara perempuan yang melahirkan dengan tenaga kesehatan, salah satunya dokter. Di Indonesia dokter obgyn mayoritas berasal dari Laki - Laki , sehingga menyebabkan kontraindikasi antara kewajiban dalam menutup aurat dan kebutuhan medis. Dalam islam, aurat merupakan prinsip penting yang harus dijaga. Namun, dalam proses persalinan terkadang mengharuskan perempuan untuk membuka auratnya di hadapan dokter Laki - Laki  jika dokter perempuan tidak ada. Hal tersebut menjadi kebimbangan bagi ibu dan keluarga dalam memilih persalinan dengan dokter Laki - Laki  atau perempuan. Tujuan penelitian ini yaitu memberikan kontribusi pemahaman yang lebih komprehensif tentang perspektif agama dan tenaga kesehatan mengenai pandangan yang berbeda dalam persalinan oleh dokter Laki - Laki  serta solusi untuk menyelaraskan antara keyakinan medis dan agama. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2024 selama tiga hari, dengan menggunakan partisipan sebanyak 6 narasumber dari dua latar belakang berbeda, yaitu 3 orang ulama dalam bidang keagamaan dan 3 orang bidan dalam bidang kesehatan dengan menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan wawancara semi-struktur. Hasil pandangan ulama menyatakan bahwa aurat perempuan adalah hal yang perlu dijaga baik dalam pengobatan sekalipun, tetapi dalam proses persalinan jika sifatnya emergensi maka proses persalinan dengan dokter Laki - Laki  dibolehkan. Dari pandangan ulama ataupun medis, mereka sama-sama mengutamakan keselamatan ibu saat melahirkan. Persalinan dapat dilakukan oleh dokter Laki - Laki  jika dalam keadaan emergensi dan urgensi.