Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Investigation of the Plasticity and Bearing Capacity of Beach Sand-Stabilized Clay under Different Soaking Durations Annisa, Humairah; Ibrahim, Zulfadli; Yunus, Ilham; Fitriyanti; Basri, Muh. Subri
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil MACCA (OKTOBER 2025)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/an4yb773

Abstract

Clay soils are widely recognized for their unfavorable geotechnical properties, including high plasticity and low bearing capacity, which often compromise the performance of subgrades and foundations. Conventional stabilizers such as cement and lime are effective but limited by cost and environmental concerns. Beach sand with its non-plasticity, density, and high internal friction angle, offers potential as a natural stabilizer. This study investigates the stabilization of clay soil using Kupa beach sand (KBS) under various soaking durations. The evaluation focuses on compaction and CBR tests to determine the bearing capacity, as well as Atterberg limit tests to assess the plasticity of the stabilized samples. The findings show that incorporating 30% Kupa beach sand optimally improves engineering properties, reducing the Plasticity Index (PI) from 40,94% to 6,18% and significantly increasing CBR value from 7,638% (KBS0%) to 38,227% (KBS30%) under unsoaked conditions. Although prolonged soaking reduced CBR values due to weakened particle bonding, the stabilized mixture retained higher CBR value (20,672%) than untreated clay (3,546%) after 21 days, indicating durability under saturated conditions. These results confirm that beach sand effectively decreases plasticity, enhances strength, and mitigates moisture susceptibility.
Perbandingan Rencana Anggaran Biaya Pada Perkerasan Lentur Dan Perkerasan Kaku (Studi Kasus Ruas Jalan Malaka – Mari Mari) Annisa, Humairah; Yunus, Ilham; Syahrul, Muh; Dwi Guna, Ahmad Juniardi
Jurnal Teknik Sipil Universitas Lamappapoleonro Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil Universitas Lamappapoleonro
Publisher : Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Awalnya ruas Jalan Malaka - Mari mari menggunakan Perkerasan Lentur (flexible pavement) yang menghubungkan Kecematan Ganra dan Kecematan Lalabata. Seiring berjalannya waktu ruas jalan ini mengalami kerusakan akibat volume lalulintas yang tinggi. Indikatornya dapat diketahui dari permukaan jalan yang mengalami kerusakan ringan dan berat sehingga perlunya dilakukan perbaikan perkerasan jalan. Pada penelitian ini ingin membndingkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada Perkerasan Lentur (flexible pavement) dan Perkerasan Kaku (rigid pavement), maka dengan dilakukannya penelitian ini peneliti dapat mengetahui perbandingan biaya antara Perkerasan Lentur (flexible pavement) dan Perkerasan Kaku (rigid pavemen) di ruas Jalan Malaka – Mari mari. Untuk mencari Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada Perkerasan Lentur (flexible pavement) dan Perkerasan Kaku (rigid pavement) di ruas Jalan Malaka – Mari mari, kami menggunakan metode penelitian mengacu pada spesifikasi bina marga tahun 2018 yang umumnya digunakan pada konstruksi jalan. Setelah melakukan penelitian ini kami mendapakan hasil Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada Perkerasan Lentur (flexible pavement) Rp 8.327.271.360. Sedangkan Perkerasan Kaku (rigid pavement) Rp 8.389.165.879. Maka perbandingan biaya antara perkerasan tersebut diperoleh perkerasan kaku lebih mahal Rp 61.894.519 dibandingkan perkrasan lentur
Implementasi Metode Bina Marga Dalam Analisis Biaya Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) Pada Ruas Jalan Takalala - Pacongkang Yunus, Ilham; Annisa, Humairah; Arif, Arfan; Jayadi, Agus
Jurnal Teknik Sipil Universitas Lamappapoleonro Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil Universitas Lamappapoleonro
Publisher : Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan salah satu infrastruktur vital yang menunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Ruas jalan Takalala–Pacongkang di Kabupaten Soppeng mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas kendaraan berat, sehingga diperlukan solusi perkerasan yang lebih kuat dan tahan lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volume dan estimasi biaya konstruksi perkerasan kaku menggunakan Metode Bina Marga. Metodologi penelitian meliputi studi literatur, survei lapangan untuk mendapatkan data primer seperti kondisi jalan dan harga material, serta pengolahan data sekunder seperti standar teknis dan spesifikasi Bina Marga. Berdasarkan hasil perhitungan volume sesuai dengan gambar rencana, maka diperoleh Lapis pondasi agregat kelas A 880 m³, Lapis pondasi bawah beton kurus (Concrete Vibrator) 440 m³, Perkerasan beton semen 960 m³ serta Estimasi total biaya konstruksi perkerasan kaku (Rigid Pavement) sepanjang 1 km adalah Rp 3.892.141.761,00. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan proyek jalan yang menggunakan metode perkerasan kaku, serta referensi bagi penelitian sejenis di masa mendatang
Evaluasi Komparatif Metode Soil Improvement Terhadap Kestabilan Tanah dan Deformasi Pipa pada Sistem Jaringan Perpipaan Bawah Tanah Ismawati; Fitriyanti; Annisa, Humairah; Yunus, Ilham
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil MACCA (OKTOBER 2025)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/acf78887

Abstract

Penelitian ini membahas identifikasi stabilitas tanah dan penerapan metode soil improvement pada sistem jaringan perpipaan. Tujuannya adalah memahami proses pelaksanaan di lapangan serta menentukan metode perkuatan tanah yang paling efektif berdasarkan kondisi geoteknik. Stabilitas tanah sangat penting untuk mencegah penurunan, pergeseran lateral, dan penurunan daya dukung yang dapat menyebabkan deformasi, kebocoran, hingga kegagalan sistem perpipaan. Kajian dilakukan melalui survei geoteknik, pengujian laboratorium (kohesi, sudut geser dalam, indeks plastisitas), dan simulasi numerik menggunakan Plaxis 2D. Soil improvement sendiri merupakan rangkaian teknik untuk meningkatkan sifat dan kualitas tanah agar memenuhi persyaratan teknis pada zona pemasangan pipa, terutama di tanah lunak atau labil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi geogrid reinforcement dan cement deep mixing mampu meningkatkan daya dukung tanah hingga 45% dan menurunkan deformasi lateral pipa hingga 38% dibandingkan kondisi tanpa perkuatan. Temuan ini memberikan rekomendasi teknis dalam pemilihan metode perkuatan tanah yang adaptif terhadap kondisi lapangan, sekaligus mempertimbangkan efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan.
Application of Semi-Mechanical Cocoa Pod Splitter to Reduce Mold Risk and Bean Damage Minarti, Asnia Nia; Ismail, Ismail; Annisa, Humairah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 4 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v7i4.16831

Abstract

Cocoa is a leading plantation commodity with high economic value. Yet its quality and productivity are often constrained by post-harvest handling, particularly by manual pod splitting, which risks damaging beans and causing fungal contamination. This community service method is a participatory approach that combines the transfer of appropriate technology and continuous mentoring, encompassing activities such as socialization, training, field implementation, evaluation, and strengthening digital marketing capacity. This community service aims to improve efficiency, maintain hygiene, and produce export-quality beans. The program was implemented in collaboration with the Kabuttu Farmer Group in Gattareng Village through participatory approaches, including socialization, training, field application, and monitoring and evaluation. Beyond technical aspects, the program also provides digital marketing assistance to expand distribution networks. The expected outcomes of the community service include scientific and mass media publications, intellectual property registration, and digital documentation. The anticipated impacts are increased farmer income, reduced bean damage, and the development of local cadres to ensure sustainability. This initiative is expected to serve as a replicable post-harvest technology model, contributing to farmer welfare, rural economic empowerment, and the achievement of sustainable development goals.
Evaluasi Awal Penggunaan Slag Nikel sebagai Agregat Halus pada Beton Self-Compacting Concrete (SCC) Fitriyanti; Ismawati; Annisa, Humairah
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil MACCA (OKTOBER 2025)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/c3g3f509

Abstract

Peningkatan kebutuhan infrastruktur menuntut pengembangan material konstruksi yang memiliki kinerja tinggi dan berkelanjutan. Self-Compacting Concrete (SCC) merupakan beton yang mampu mengalir dan memadat tanpa vibrasi, sehingga sesuai untuk elemen dengan kepadatan tulangan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi slag nikel sebagai agregat halus terhadap kinerja beton SCC mutu tinggi. Slag nikel digunakan sebagai pengganti pasir alami dengan variasi substitusi tertentu dan dibandingkan dengan beton SCC kontrol. Pengujian meliputi karakteristik beton segar (slump flow) dan kuat tekan beton pada umur 7, 21, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa slag nikel bergradasi No. 1 dapat digunakan sebagai agregat halus pada beton SCC. Substitusi slag nikel pada kadar optimum menghasilkan peningkatan kuat tekan dibandingkan beton kontrol, sekaligus mempertahankan karakteristik self-compacting yang memenuhi persyaratan SCC. Pemanfaatan slag nikel sebagai agregat halus berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pasir alami dan mendukung penerapan konstruksi berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah industri.