Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efektivitas Pengawasan Internal Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bone Bolango Medaa, Moh Raihan A; Rachman , Ellys; Hasan, Kurniadi K.
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana Efektivitas dan menganalisis Pengawasan Internal Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bone Bolango. Fokus penelitian diarahkan pada tiga aspek utama, yaitu keakuratan Informasi, ketepatan waktu, dan evaluasi pelaksanaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Dinas, staf pelayanan dan masyarakat yang bermitra di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bone Bolango. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun DPMPTSP Kabupaten Bone Bolango telah menunjukkan komitmen yang baik dalam memberikan pelayanan yang tepat waktu dan akurat, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti kurangnya tindak lanjut dari hasil evaluasi, keterlambatan dalam pelayanan, dan penyebaran informasi yang belum optimal. Peningkatan koordinasi antara petugas, pengawasan internal yang lebih proaktif, serta komunikasi yang lebih terbuka dengan masyarakat adalah langkah-langkah penting untuk memastikan pelayanan publik yang lebih efisien, transparan, dan dapat diandalkan di masa depan. Adapun rekomendasi untuk mengatasi ini adalah DPMPTSP Kabupaten Bone Bolango perlu fokus pada penguatan sistem evaluasi yang lebih konsisten dan berbasis perbaikan berkelanjutan. Perbaikan ini harus mencakup peningkatan komunikasi antara petugas dan masyarakat, penguatan sistem manajemen tugas untuk mengurangi keterlambatan, serta optimalisasi saluran informasi untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan akurat. Dengan langkah-langkah ini, DPMPTSP dapat lebih efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan membangun kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut.
Peran Dinas Lingkungan Hidup Dalam Penanganan Sampah Di Pasar Sentral Kota Gorontalo Kaluku, Sri Wahyuni; Alhadar, Sofyan; Hasan, Kurniadi K.
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3310

Abstract

Pengelolaan sampah di pasar tradisional menjadi tantangan penting bagi pemerintah daerah, termasuk di Pasar Sentral Kota Gorontalo yang memiliki aktivitas ekonomi padat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo dalam penanganan sampah melalui tiga fungsi utama: fasilitator, regulator, dan dinamisator. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai fasilitator, DLH telah menyediakan sarana seperti tempat sampah, armada pengangkut, dan program pembinaan, namun efektivitasnya terkendala keterbatasan anggaran, distribusi fasilitas yang tidak merata, dan rendahnya partisipasi pedagang. Sebagai regulator, DLH menetapkan kebijakan dan aturan pengelolaan sampah, tetapi implementasinya belum optimal akibat ketidaksesuaian fasilitas, jadwal pengangkutan tidak konsisten, serta minimnya sosialisasi dan pengawasan. Peran dinamisator dijalankan melalui aksi bersih pasar dan sosialisasi, namun belum membentuk partisipasi aktif dan budaya kebersihan yang berkelanjutan. Kesimpulannya, meskipun DLH telah menjalankan ketiga perannya, hambatan teknis, kelembagaan, dan partisipasi masyarakat masih menjadi kendala utama. Diperlukan strategi kolaboratif lintas sektor, peningkatan fasilitas, serta edukasi berkelanjutan untuk mewujudkan pengelolaan sampah pasar yang efektif dan berkesinambungan.