Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Penanganan Permukiman Kumuh Pulau Kambing Sungai Lakam Barat Kabupaten Karimun Tesiherdawati; Asa Bintang Kapiarsa; Dina Fara Waidah; Tri Mardalena; Teguh Fringgodigdo
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI (Edisi Spesial)
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/29nvf021

Abstract

This study aims to analyze the characteristics and conditions of slum settlements in the Pulau Kambing area, Sungai Lakam Barat, Karimun Regency. Slum settlements are a major issue, particularly in urban areas, and are caused by various factors, including both physical and non-physical environmental conditions. These factors are important considerations in the implementation of slum management efforts. However, based on current conditions, many slum settlements remain unresolved, especially in terms of environmental, socio-economic, and cultural aspects. This research employs a qualitative method. The findings indicate that slum settlements in Pulau Kambing, Sungai Lakam Barat, Karimun Regency are predominantly characterized by substandard physical conditions, such as limited access to clean water and poor sanitation. Moreover, the public health level in the area tends to be low. Collaborative efforts between the government, communities, and relevant stakeholders are required to improve the condition of slum settlements in this region
Efforts of the Health Quarantine Center in Managing Port Environmental Pollution Supervision Syafina, Wulan; Arianti, Nisha Desfi; Mardalena, Tri
Global Insights in Management and Economic Research Vol. 1 No. 04 (2025): November Issue Global Insights in Management and Economic Research
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/Gimer.v1i04.27

Abstract

Purpose of the study: Environmental pollution in domestic port areas poses increasing risks to public health and operational sustainability. As the designated authority for port environmental health, the Health Quarantine Office (BKK) is mandated to supervise, prevent, and control potential sources of pollution. Strengthening its supervision mechanisms is essential to ensure effective environmental health management. This study aims to analyze the monitoring efforts undertaken by the Health Quarantine Office Class I Tanjung Balai Karimun in controlling environmental pollution at domestic ports and to evaluate the effectiveness of its environmental monitoring activities. Materials and methods: A descriptive qualitative research design was employed. Data were collected through field observations, in-depth interviews with BKK officers and port management personnel, and documentation review. Data analysis included data reduction, data display, and conclusion drawing to systematically describe the monitoring processes and outputs. Results: Findings indicate that BKK implements several monitoring activities, including water quality testing, ship waste management supervision, sanitation inspections of port facilities, and environmental awareness education for port users. Despite these efforts, several challenges persist, particularly limitations in human resources, laboratory infrastructure, and the consistency of monitoring schedules. Conclusions: The study highlights the essential role of BKK not only in safeguarding human health but also in mitigating environmental pollution within domestic ports. The results underscore the need for enhanced institutional capacity and integrated environmental monitoring policies to improve the effectiveness and sustainability of port environmental health management.
Implementasi Pengawasan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Tanjung Balai Karimun terhadap Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Syahfina, Wulan; Mardalena, Tri; Arianti, Nisa Desfi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4868

Abstract

Aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan domestik merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi antardaerah. Namun demikian, pergerakan barang antarpulau juga berpotensi membawa risiko kesehatan masyarakat apabila tidak disertai dengan pengawasan kekarantinaan kesehatan yang memadai. Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Tanjung Balai Karimun memiliki peran strategis dalam melakukan pengawasan terhadap barang, alat angkut, dan lingkungan pelabuhan guna mencegah masuk dan keluarnya penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pengawasan bongkar muat barang yang dilaksanakan oleh BKK Kelas I Tanjung Balai Karimun, mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya, serta merumuskan upaya penguatan pengawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang diperoleh selama kegiatan Praktik Kerja Lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan bongkar muat barang telah dilaksanakan melalui pemeriksaan dokumen administrasi, pemeriksaan fisik terhadap barang tertentu yang berisiko, serta pemantauan sanitasi lingkungan pelabuhan. Meskipun demikian, efektivitas pengawasan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, tingginya intensitas aktivitas bongkar muat pada waktu tertentu, keterbatasan fasilitas pendukung, serta rendahnya pemahaman sebagian pelaku usaha terhadap pentingnya pengawasan kekarantinaan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi lintas instansi, peningkatan kapasitas dan jumlah petugas, penyediaan fasilitas pendukung yang memadai, serta peningkatan sosialisasi kepada pelaku usaha untuk meningkatkan efektivitas pengawasan bongkar muat barang di pelabuhan domestik.
Analisis Kendala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas 1 terhadap Pemeriksaan Penumpang Kapal Laut Internasional Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Ramadhani, Dliya; Mardalena, Tri; Sitompul, Mey Krisselni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4888

Abstract

Analisis ini mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Tanjung Balai Karimun dalam pelaksanaan pemeriksaan penumpang kapal laut internasional sebagai upaya pencegahan masuknya penyakit menular melalui jalur laut. Penelitian dilaksanakan selama kegiatan Praktik Kerja Lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan petugas dan koordinator lapangan, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen resmi, laporan kegiatan, serta literatur kebijakan dan pelaksanaan kekarantinaan kesehatan di pintu masuk negara. Hasil analisis menunjukkan lima kendala utama yang memengaruhi efektivitas pemeriksaan, yaitu keterbatasan jumlah dan kompetensi sumber daya manusia, ketidakcukupan sarana dan prasarana pemeriksaan kesehatan, kompleksitas prosedur administrasi, belum optimalnya sistem informasi terintegrasi, serta rendahnya tingkat kepatuhan sebagian penumpang terhadap persyaratan dan protokol kesehatan. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya beban kerja petugas, melambatnya proses pemeriksaan, menurunnya efektivitas observasi terhadap kasus suspek, serta meningkatnya potensi masuknya penyakit menular dari jalur laut internasional. Untuk mengatasinya, diperlukan langkah perbaikan berupa penambahan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan fasilitas dan peralatan pemeriksaan kesehatan, penyederhanaan prosedur administrasi, pengembangan sistem informasi digital terintegrasi, serta peningkatan edukasi dan pengawasan terhadap kepatuhan penumpang. Optimalisasi langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat peran Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Tanjung Balai Karimun dalam mendukung deteksi dini dan pencegahan penyebaran penyakit menular yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.
Perancangan Sistem Digitalisasi Penyimpanan Arsip Surat Sekolah Menengah Berbasis Cloud pada Kantor Koordinat Wilayah Kecamatan Meral Fazaramta, Fazaramta; Mardalena, Tri; Friansyah, Ilham Gantar; Waidah, Dina Fara
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 26, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v26i1.6435

Abstract

In today's digital era, the need for efficient, secure, and easily accessible document management systems has become increasingly important, especially within government institutions. The District Coordinator Office of Meral Subdistrict, under the Department of Education of Karimun Regency, still relies on conventional paper-based archiving systems. This creates several issues, such as difficulties in document retrieval, the risk of loss or damage to records, and a high dependence on administrative staff. This study aims to design and implement a cloud-based digital archiving system to enhance the efficiency, effectiveness, and security of archive management. The system was developed using the waterfall model, which includes stages of requirements analysis, system design, implementation, and testing. Modeling tools used in the system design include use case diagrams, activity diagrams, sequence diagrams, ERD (Entity Relationship Diagram), and user interface design. The system is designed as a web-based application that allows users to log in, upload and download documents, create folders, and share archives through digital links. Storage is managed on a cloud server to ensure data availability and security. The results show that the developed system successfully addresses the institution's problems, such as accelerating document retrieval, reducing the risk of data loss, and simplifying administrative tasks related to archiving. Additionally, the system supports the reduction of paper usage and aligns with government digitalization initiatives.
Occupational Safety, Health, and Environmental (HSE/K3L) Risk Assessment of Ship Agency Personnel During Vessel Clearance Operations at PT Pelindo Marine Service Muzakky, Ahmad; Arianti, Nisha Desfi; Mardalena, Tri
Global Insights in Management and Economic Research Vol. 1 No. 04 (2025): November Issue Global Insights in Management and Economic Research
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/Gimer.v1i04.33

Abstract

Purpose of the study: This research aims to comprehensively evaluate K3L risks encountered by ship agency officers at PT Pelindo Marine Service during the ship clearance process and to assess the effectiveness of existing risk control measures. Materials and methods: A qualitative descriptive case study approach was employed, utilizing the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) method. Data were collected through direct field observations, in-depth interviews with 10 respondents (ship agency officers, operational supervisors, and HSE officers), structured questionnaires, and analysis of company documents. Risk assessment was conducted using a Risk Assessment Matrix considering likelihood, severity, and risk rating parameters. Data analysis followed the Miles and Huberman model involving data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Results: The study identified five main activity categories with varying risk levels. The highest risk was found in boarding and disembarking activities via pilot ladder (high risk: moderate probability × severe impact), particularly during adverse weather and nighttime operations. Moderate risks were identified for exposure to engine exhaust fumes, work fatigue, and stress from inter-agency coordination. While PT Pelindo Marine Service has implemented various control measures including mandatory Personal Protective Equipment (PPE), toolbox meetings, periodic K3L training, and direct supervision, gaps in individual compliance and limited oversight during peak operational hours remain significant challenges. Conclusions: The HIRARC-based evaluation revealed that although existing control measures are partially effective, systematic improvements are necessary, particularly for high-risk activities. Strengthening safety protocols, enhancing staff compliance monitoring, implementing digital safety technologies, and fostering a robust safety culture are essential for minimizing occupational accidents and ensuring sustainable maritime operations.
Evaluasi Efektivitas Patroli KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun dalam Pencegahan dan Penindakan Pelanggaran Pembuangan Sampah Kapal Haswanda, Jeri; Arianti, Nisha Desfi; Mardalena, Tri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas patroli yang dilakukan oleh KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun dalam mencegah dan menindak pelanggaran pembuangan limbah kapal. Pengelolaan limbah kapal merupakan aspek penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan laut dan memastikan pelabuhan mematuhi standar keselamatan dan lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi laporan operasional, prosedur operasi standar, data pelanggaran, dan peraturan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patroli KSOP cukup efektif dalam pencegahan, ditandai dengan penurunan insiden pencemaran di area yang dipatroli secara intensif. Namun, efektivitas penegakan hukum masih dibatasi oleh sanksi jera yang lemah, proses hukum yang panjang, dan koordinasi antar instansi yang terbatas. Faktor pendukung meliputi komitmen kepemimpinan yang kuat dan dukungan regulasi, sedangkan faktor penghambat meliputi fasilitas yang terbatas, teknologi pengawasan yang tidak memadai, dan sumber daya manusia yang terbatas. Rekomendasi meliputi penguatan kapasitas operasional melalui kapal dan teknologi modern, peningkatan koordinasi antar instansi, penguatan regulasi dan penegakan hukum, serta pengembangan sistem pemantauan dan evaluasi yang terstandarisasi.
Assessing Ship Agency Procedural Management for Marine Waste Handling in Pelindo Marine Service Ports Muzakky, Ahmad; Arianti, Nisha Desfi; Mardalena, Tri
Global Insights in Management and Economic Research Vol. 2 No. 02 (2026): MAY ISSUE Global Insights in Management and Economic Research
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/Gimer.v2i02.09

Abstract

Purpose of the study: This study aims to assess the effectiveness of ship agency procedural management for marine waste handling implemented by PT Pelindo Marine Service (PMS) in compliance with international and national maritime environmental standards. Materials and methods: A descriptive qualitative approach was employed utilizing a case study design. Data were collected via structured in-depth interviews with 48 purposively selected participants comprising ship agency officers, port waste management personnel, and ship representatives operating across Pelindo Marine Service branch ports. Triangulated data sources encompassed field observations, documentation analysis of Standard Operating Procedures (SOPs), and official port logbooks. Inductive thematic analysis following the (B & Michael, 1994) framework was applied. Risk assessment conformed to AS/NZS 4360:2004 methodology. Ethical clearance was obtained from the Karimun University Research Ethics Committee (Ref. No. KU-REC/2025/014). Results: Findings reveal that PT PMS has established a five-stage waste disposal procedure aligned with MARPOL 73/78 and ISO 14001:2015; however, critical operational gaps persist. A risk matrix analysis identified 14 hazard categories across five procedural stages, with 6 categorised as high-risk. Facility capacity shortfalls were documented at 67% of branch ports, and crew waste segregation awareness was rated low by 58.3% of respondents. Manual documentation systems contributed to a 23% administrative error rate. Conclusions: PT PMS demonstrates satisfactory regulatory compliance at the procedural framework level, yet significant implementation deficits undermine environmental outcomes. Digital transformation of waste documentation, expansion of port reception facilities, and systematic crew environmental education are urgently recommended to achieve full Green Port certification standards.
Pelayanan Ketertiban Lalu Lintas Kapal Penumpang Di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam, Kabupaten Karimun Janil, Irene Putri Handayani; Mardalena, Tri; Dzirusyidi, Zalmi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.4329

Abstract

Kabupaten Karimun yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia, merupakan salah satu wilayah yang memiliki peran penting dalam konektivitas laut antar pulau. Pelabuhan yang ada di daerah ini berfungsi sebagai pijakan utama dalam proses transportasi laut, menjadi gerbang masuk dan keluar bagi berbagai aktivitas perdagangan serta perjalanan masyarakat. Pelabuhan ini dirancang untuk mendukung keselamatan dan keamanan transportasi, memberikan perlindungan yang optimal bagi barang yang diangkut maupun penumpang yang menggunakan jasa pelayaran Namun demikian, terdapat beberapa permasalahan yang masih menjadi tantangan di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam. Di antaranya adalah kurangnya akses informasi online yang mudah tentang jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal, sistem pembelian tiket yang masih dilakukan secara manual sehingga memakan waktu lebih lama, serta kondisi ruang tunggu yang belum memadai baik dari segi kapasitas maupun fasilitas pendukungnya. Selain itu, meskipun telah ada peraturan yang ditetapkan oleh Syahbandar terkait dengan pengelolaan pelabuhan dan keselamatan pelayaran, kasus kecelakaan pelayaran masih sering terjadi. Hal ini disebabkan oleh kelalaian dalam menjalankan tugas oleh pihak terkait, seperti penerbitan izin operasional kapal yang tidak memenuhu standart keamanan dan kelayakan teknik yang telah ditetapkan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam mengenai pelayanan ketertiban lalu lintas kapal penumpang di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam. Metode penelitian yang digunakan adalah jenid kualitatif deskriptif, yaitu fokus pada pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara dengan pihakterkait seperti petugas pelabuhan, operator kapal, dan penumpang, serta analisis dokumen resmi yang ada Hasil penelitian menunjukkan, bahwa secara umum, pelayanan ketertiban lalu lintas kapal penumpang di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam berjalan baik. 
Strategi Badan Usaha Pelabuhan (PT Pelabuhan Karimun Perseroda) dalam Meningkatkan Layanan Transportasi Laut di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam Mukhrizal, Mukhrizal; Mardalena, Tri; Dzzirrusydi , Zalmi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi yang harus diterapkan Badan Usaha Pelabuhan Sri Tanjung Gelam dalam meningkatkan layanan Transportasi Laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mix method Kualitatif dan Kuantitatif dengan menggunakan analisis SWOT. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 30 orang yang terdiri dari pengelola dan pengawas pelabuhan serta penumpang. Setelah melalui analisis data menggunakan analisis SWOT, didapatkan hasil perhitungan analisis grafik faktor X (Internal) dan Y (Eksternal) yaitu: X -0,166 dan Y 0,176. Hasil tersebut berada di Kuadran III yang artinya perusahaan menghadapi peluang yang sangat besar, namun di sisi lain perusahaan menghadapi berbagai kendala/kelemahan. Fokus strategi ini ialah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan seperti seperti, dermaga yang kurang nyaman dan aman, ruang tunggu yang kecil dan kurang nyaman serta waktu keberangkatan kapal yang sering terlambat untuk mendapatkan peluang yang lebih besar untuk memberikan kenyaman kepada pengguna layanan trasnportasi laut di pelabuhan tersebut dan menarik lebih banyak penumpang untuk menggunakan layanan transportasi laut di pelabuhan tersebut. Strategi yang harus diterapkan ialah diantaranya: Meningkatkan promosi dan pemasaran pelabuhan sebagai pusat transportasi antarpulau yang lengkap dan terpercaya untuk menarik lebih banyak penumpang dan aktifitas ekonomi, Mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang ada untuk pengembangan layanan baru, seperti layanan logistik dan pariwisata antar pulau, guna mendukung pertumbuhan ekponomi lokal, Mengembangkan rute pelayaran baru dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar dan potensi daerah guna memperluas jangkauan pelabuhan, Melakukan perbaikan dan renovasi dermaga untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna, disertai modernisasi fasilitas ruang tunggu sehingga menjadi lebih representatif