Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Konsep Tabayyun dalam Konteks Media Sosial (Analisis Ayat Ayat Verifikasi Informasi Menurut Wahbah Az-Zuhayli dalam Tafsir Al-Munir) Maimanah, Maimanah; Nurdiani, Nurdiani; Suardi, Indra
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1267

Abstract

Tabayyun merupakan prinsip kehati-hatian dan upaya mencari kejelasan terhadap suatu informasi sebelum diterima atau disebarluaskan. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep tabayyun dalam Al-Qur’an serta relevansinya terhadap verifikasi informasi di media sosial, dengan fokus pada penafsiran Wahbah Az-Zuhayli dalam Tafsir Al-Munir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan serta analisis tematik terhadap ayat-ayat Q.S. Al-Hujurat: 6, An-Nisa: 94, dan Al-Isra: 36. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabayyun adalah prinsip mendasar dalam menerima dan menyebarkan informasi guna menghindari kesalahan dan fitnah. Wahbah Az-Zuhayli menekankan bahwa tabayyun tidak hanya penting dalam konteks sosial dan politik, tetapi juga sangat relevan dalam menghadapi tantangan disinformasi di era digital. Prinsip ini dapat menjadi landasan bagi literasi digital Qur’ani untuk membangun budaya verifikasi dan etika bermedia sosial yang bertanggung jawab.
Tsamanan Qalilan Dalam Tafsir Al-Maraghi (Analisis Penyalahgunaan Makna Tsamanan Qalilan dalam Kehidupan Duniawi Era Modern) Nasution, Rosmidah; Nurdiani, Nurdiani; Suardi, Indra
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1273

Abstract

Penelitian ini membahas makna tsamanan qal?lan dalam al-Qur’an menurut penafsiran Ahmad Mustafa Al-Maraghi serta relevansinya terhadap fenomena penyalahgunaan makna tersebut dalam kehidupan duniawi era modern. Tsamanan qal?lan merupakan frasa Qur’ani yang secara simbolik menggambarkan tindakan menjual nilai-nilai kebenaran, kejujuran, dan keimanan demi keuntungan duniawi yang rendah nilainya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) dan teknik pengumpulan records berbasis studi pustaka. Analisis dilakukan terhadap sembilan ayat yang memuat frasa tsamanan qal?lan, di antaranya QS. Al-Baqarah: 41, 79, 174; QS. Ali Imran: 77, 187, 199; QS. An-Nahl: 95; QS. At-Taubah: nine; dan QS. Al-Ma’idah: 44. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Al-Maraghi, larangan menukar ayat-ayat Allah dengan harga murah tidak hanya terkait aspek material, tetapi merupakan peringatan keras terhadap segala bentuk penyimpangan moral yang mengorbankan nilai-nilai agama demi kepentingan duniawi. Dalam konteks modern, penyalahgunaan makna ini tercermin dalam praktik seperti komersialisasi dakwah, penyalahgunaan jabatan keagamaan, serta pelabelan negatif terhadap kompensasi bagi guru atau dai. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman kontekstual terhadap ayat-ayat Qur’an agar tidak terjadi distorsi makna dalam menilai praktik keagamaan masa kini.
Penerapan Nilai- Nilai Moderasi Beragama Pada Anak Usia Remaja Melalui Pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsanawiyah Swasta Darul Aman Medan Hulzana, Mifta; Padang, Ramlan; Suardi, Indra
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1350

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan nilai-nilai moderasi beragama pada anak usia remaja melalui Pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsanawiyah Swasta Darul Aman Medan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai moderasi beragama diterapkan dalam pembelajaran PAI, strategi evaluasi guru dalam mengukur keberhasilan penerapan nilai tersebut, serta partisipasi siswa dalam mendukung implementasi nilai moderasi beragama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi seperti tawasuth (jalan tengah), tawazun (keseimbangan), i’tidal (keadilan), tasamuh (toleransi), muwatanah (nasionalisme), dan syura (musyawarah) telah diterapkan secara aktif melalui pembelajaran dan interaksi di madrasah. Evaluasi guru masih bersifat naratif dan afektif, sementara partisipasi siswa menunjukkan sikap moderat yang perlu didorong agar mencapai internalisasi nilai secara mendalam. Penelitian merekomendasikan penguatan kurikulum berbasis karakter moderat dan pelatihan guru dalam evaluasi afektif untuk mendukung pengembangan moderasi beragama di kalangan remaja.
Penerapan Living Values Education (Lve) Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di SMP IT Arisa Medan Puja Pratiwi; Muhammad Firman Maulana; Indra Suardi
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v5i1.1461

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan program Living Values Education (LVE) serta dampaknya terhadap pembentukan karakter peserta didik di SMP IT Arisa Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru, serta peserta didik yang terlibat langsung dalam proses penerapan LVE. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan LVE di SMP IT Arisa Medan dilakukan dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai universal seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, rasa hormat, dan kerjasama ke dalam proses pembelajaran dan kegiatan sekolah, baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Guru berperan aktif sebagai teladan, fasilitator, dan motivator dalam membimbing peserta didik untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Adapun dampak penerapan LVE terlihat dalam perubahan sikap dan perilaku positif peserta didik, seperti meningkatnya kedisiplinan, rasa tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, serta terciptanya lingkungan sekolah yang lebih harmonis dan kondusif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan Living Values Education (LVE) efektif dalam membentuk karakter peserta didik di SMP IT Arisa Medan. Program ini mendukung upaya sekolah dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. The purpose of this study was to determine how the Living Values ​​Education (LVE) program is implemented and its impact on the character formation of students at SMP IT Arisa Medan. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and documentation. Informants in this study consisted of the principal, teachers, and students who were directly involved in the LVE implementation process. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the implementation of LVE at SMP IT Arisa Medan was carried out by integrating universal values ​​such as honesty, responsibility, tolerance, respect, and cooperation into the learning process and school activities, both intracurricular and extracurricular. Teachers played an active role as role models, facilitators, and motivators in guiding students to apply these values ​​in their daily lives. The impact of LVE implementation was seen in changes in students' positive attitudes and behaviors, such as increased discipline, sense of responsibility, concern for others, and the creation of a more harmonious and conducive school environment. The conclusion of this study is that the implementation of Living Values ​​Education (LVE) is effective in shaping the character of students at SMP IT Arisa Medan. This program supports the school's efforts to create a generation that is not only academically intelligent but also possesses strong character.
Nilai-Nilai Zuhud dalam Tafsir al-Mishbah dan Relevansinya terhadap Fenomena FOMO pada Generasi Muda Nur Syahvika; Nurdiani Nurdiani; Indra Suardi
ALSYS Vol 6 No 3 (2026): MEI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v6i3.9417

Abstract

Although studies on zuhud based on Tafsir al-Mishbah have received attention in a number of previous studies, discussions that specifically examine its relevance to the FOMO phenomenon among young people remain limited. This study aims to analyze the relevance of the values of zuhud in the verses of the Qur’an to the FOMO phenomenon among young people in the digital era. This study used a qualitative approach with a library research design through a thematic exegesis (maudhu’i) approach. The research data sources included primary and secondary data, which were collected through documentation techniques, literature study, as well as searches of digital databases and scientific journals. The data were analyzed using content analysis, while the validity and credibility of the data were maintained through source triangulation and theory triangulation. The results showed that the values of zuhud in Tafsir al-Mishbah have very strong relevance as a spiritual-psychological solution for those experiencing FOMO. This finding contributes to the development of studies on the FOMO phenomenon among young people while also expanding understanding of the concept of zuhud in Tafsir al-Mishbah. The conclusion of the study emphasizes that zuhud can build the mental resilience of young people so that they remain able to interact wisely in the digital era without losing their identity. The implications of this study include a theoretical contribution in enriching the literature on the relevance of the values of zuhud as a spiritual-psychological solution to FOMO, as well as practical implications for young people and educators. This study also opens opportunities for further research on the implementation of the values of zuhud in preventing the negative impacts of the FOMO phenomenon.
Karakteristik Bahasa Hadis Nabi SAW dalam Bentuk Jawāmi‘ al-Kalim: Studi Ma‘ānī al-Hadis terhadap Hadis-Hadis Arba’in An-Nawawiyah Nur Luthfiyah Nailah; Indra Suardi
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1: Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.10184

Abstract

This research is motivated by the uniqueness of the wording of the Prophet's hadith, which has the characteristic of Jawāmi‘ al-Kalim, namely short and concise expressions but containing very broad meanings. This characteristic is very visible in selected hadiths in the book Arba‘īn An-Nawawiyyah, which is a pillar of Islamic teachings. This study aims to dissect the linguistic characteristics of Jawāmi‘ al-Kalim and determine how its sentence structure affects the depth of the meaning of the hadith. The method used is qualitative library research. The approach used is Ma‘ānī al-Hadis by applying the principles of Ma‘ānī science (a branch of Balagah science). Primary data were taken directly from the text of the Arba'īn hadith, while secondary data were sourced from standard Islamic texts such as Jāmi‘ al-‘Ulūm wa al-Hikam and the balagah book Jawāhir al-Balāghah. The results of the study indicate that the Jawāmi‘ al-Kalim style in the Arba‘īn hadith is formed through three main characteristics of ma‘ānī science, namely the use of a concise style (ījāz) that omits certain words without damaging the meaning, the use of news sentences (kalām khabarī) to emphasize beliefs, and a pattern of limitations (qaṣr) to strengthen the scope of law. In conclusion, the analysis of ma‘ānī science scientifically proves that the concise language structure of the hadith does not narrow the meaning, but instead provides space for the dynamic contextualization of Islamic law.
Teknik Interpretasi Hadis Melalui Ilmu Ma'ānī al-Ḥadīs (Tekstual, Kontekstual, dan Intertekstual) Muhammad Julpahmi; Indra Suardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik interpretasi hadis dalam perspektif Ilmu Ma'ānī al-Ḥadīs serta menjelaskan integrasi antara interpretasi tekstual, intertekstual, dan kontekstual dalam memahami hadis Nabi saw. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berbagai buku, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interpretasi tekstual, intertekstual, dan kontekstual memiliki fungsi metodologis yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam proses pemahaman hadis. Interpretasi tekstual berfungsi memahami makna literal hadis, interpretasi intertekstual menjelaskan hubungan hadis dengan ayat Al-Qur'an dan hadis-hadis lain yang relevan, sedangkan interpretasi kontekstual berupaya menemukan pesan substantif hadis dengan mempertimbangkan latar historis dan dinamika sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman hadis yang hanya bertumpu pada satu pendekatan berpotensi menghasilkan interpretasi yang parsial. Oleh karena itu, integrasi ketiga teknik interpretasi tersebut menjadi suatu kebutuhan metodologis dalam kajian Ilmu Ma'ānī al-Ḥadīs. Kontribusi penelitian ini terletak pada penegasan bahwa integrasi pendekatan tekstual, intertekstual, dan kontekstual dapat menghasilkan pemahaman hadis yang lebih komprehensif, moderat, dan relevan dengan perkembangan sosial-keagamaan kontemporer.