Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Inovasi Pengelolahan Jahe dan Serai Menjadi Serbuk Instan Melalui Program KKN Universitas Muhammadiyah Lamongan di Desa Talunrejo Kecamatan Bluluk Sari, Popy Dwi Permata; Vadilah, Annisa Ilmi Nur; Oktavia, Gabby Dwi Rossella; Prihatiningtiyas, Astrid Ribut; Chandra, Nana Erika; Sari, Evinda; Oktaviana, Listin Devi; Widyasari, Riski; Putri, Tsalitsa Nur Zukhrufi; Ismayanti, Hermin Latifah; Rohmawati, Triana; Fitriatunnisa, Novi Dwi; Nurika, Hirra Nanta; Wahyuningsih, Yulie
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.542

Abstract

Obat tradisional merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai kesehatan sekaligus ekonomi, sehingga perlu dilestarikan melalui inovasi pengolahan berbasis bahan alam. Jahe (Zingiber officinale Roscoe) dan serai (Cymbopogon citratus) termasuk rempah yang sejak lama dimanfaatkan sebagai bumbu maupun obat tradisional. Jahe mengandung senyawa bioaktif seperti gingerol dan shogaol dengan aktivitas antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, serta antikanker. Sementara itu, serai kaya akan alkaloid, flavonoid, saponin, fenol, dan metabolit sekunder lain yang berfungsi sebagai antibakteri, antivirus, antidiabetik, serta antioksidan. Konsumsi obat tradisional dalam bentuk rebusan memiliki keterbatasan, terutama dari segi kepraktisan dan daya simpan. Oleh karena itu, pengolahan menjadi serbuk instan dinilai sebagai strategi tepat guna untuk meningkatkan umur simpan, mempermudah penggunaan, sekaligus memperkuat nilai ekonomis produk herbal. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lamongan di Desa Talunrejo, Kecamatan Bluluk, menjadi media implementasi melalui pelatihan pembuatan serbuk instan jahe dan serai. Tujuan kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi mengenai pemanfaatan bahan alam, tetapi juga mendorong lahirnya peluang usaha minuman herbal fungsional yang potensial dipasarkan secara lebih luas. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi pembuatan produk dan diskusi. Hasil yang didapat dengan adanya, pelaksanaan program ini masyarakat Desa Talunrejo dapat berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan fungsional, peningkatan kemandirian kesehatan, serta penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.
IMPLEMENTASI MIKROBIOLOGI FARMASI, UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN DINI DEMAM BERDARAH MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN DI LAMONGAN Sakti, Aditya Sindu; Octavia, Devi Ristian; Sari, Popy Dwi Permata; Fadhila, Salsabila Nur; Wibowo, Alfina Wijayanti; Sholichatin, Haeny; Akhyar, Miftakhul; Maharani, Tiara Anisa; Lutfiana, Era; Putri, Amalia Winanda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22249

Abstract

Abstrak: Dusun Pereng, Lamongan merupakan dusun yang memiliki banyak sawah tambak sehingga rentan terjadinya KLB demam berdarah, pengetahuan masyarakat terkait upaya pencegahan dan penanganan dini demam berdarah dapat menurunkan kejadian dan keparahan demam berdarah . Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga di Dusun Pereng, Lamongan mengenai upaya pencegahan dan penanganan demam berdarah dengan memanfaatkan potensi herbal unggulan desa. Mitra yang terlibat dalam kegiatan penyuluhan ini adalah ibu rumah tangga di RT 01 RW 03, Dusun Pereng, Lamongan sebanyak 12 orang . Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan bantuan media visual berupa poster, evaluasi perubahan tingkat pengetahuan mitra dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test post-test. Peningkatan pengetahuan secara signifikan (p>0.05) hanya terjadi pada 42% mitra ibu rumah tangga. Peningkatan pengetahuan mitra dengan metode penyuluhan kurang memberikan pengaruh yang bermakna terhadap pengetahuan mitra mengenai upaya pencegahan dan penanganan demam berdarah.Abstract: Pereng is a village in Lamongan that has many ponds so it is prone to outbreaks of dengue fever. Public knowledge about prevention and early treatment of dengue fever can reduce the incidence and severity of dengue fever. This educational health campaign aims to increase the knowledge of housewives in Pereng, Lamongan regarding the prevention and treatment of dengue fever by utilizing the potential of the village's superior herbs. The partners involved in this educational health campaign were 12 housewives in RT 01 RW 03, Pereng village, Lamongan. The method used is an educational health campaign using the visual media of poster. Evaluation of the level of knowledge from housewife respondents was performed using a pre-test post-test questionnaire. A significant increase in knowledge (p>0.05) only occurred in 42% of housewife respondents. Increasing partners' knowledge using outreach methods performed did not have a significant influence on the knowledge of housewife respondents. 
PENERAPAN DAGUSIBU DAN IMPLEMENTASI PENGGUNAAN TOGA UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH PADA AISYIYAH RANTING PERENG Susanti, Irma; Wahyudi, Afiv; Mulyana, Septian Dwi; Sari, Popy Dwi Permata; Jayanti, Vivi Tri Rusdiana Putri; Sholichatin, Haeny; Akhyar, M. Miftakhul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Inpress Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.54169

Abstract

Kebanyakan masyarakat di Dusun Pereng saat ini lebih memilih pengobatan yang dilakukan sendiri atau swamedikasi, biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, sakit maag, cacingan, diare, penyakit kulit dan lain-lain. Untuk menghindari medication error, maka masyarakat perlu mengenal DAGUSIBU meliputi cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Selain swamedikasi secara mandiri masyarakat lebih suka menggunakan bahan alami seperti jahe, serai, temulawak dan kunyit karena mudah didapat dan dapat digunakan untuk menjaga daya tahan tubuh, bahan alam dianggap lebih sedikit menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan penerapan DAGUSIBU dan pengelolahan TOGA untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan memberikan penyuluhan dan demonstrasi pembuatan jamu dari TOGA. Metode yang digunakan yaitu ceramah, demonstrasi pemanfaatan TOGA, dan evaluasi. Kegiatan ini menggunakan kuisoner yang telah tervalidasi pada penelitian (Cholifatun et al., 2020). Untuk melihat perbandingan tingkat pegetahuan masyarakat sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan, serta sebagai indikator keberhasilam kegiatan ini yang diolah menggunakan pengujian diskriptif. Hasil dari kegiatan ini masyarakat lebih memahami penerapan DAGUSIBU dan pemanfatan TOGA yang dapat digunakan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan rata-rata nilai pre-test yang didapat sebesar 81% dan pada rata-rata nilai post-test didapat sebesar 95%. Dari hasil tersebut, terdapat peningkatan sebesar 14% dari nilai pre-test dan post-test yang menandakan masyarakat dapat memahami mengenai materi yang disampaikan, terbukti dari peningkatan nilai yang didapat.