Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Modul Ajar Kurikulum Merdeka SMAN 3 Sidoarjo: Studi Pendahuluan Kebutuhan Widarti, Hayuni Retno; Habiddin, Habiddin; Parlan, Parlan; Setiawan, Nur Candra Eka; Rokhim, Deni Ainur; Maharani, Richa Nan; Pratiwi, Juwita Karina; Peni, Ristiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains Vol 3, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jpmbio-sains.v3i1.2952

Abstract

Salah satu kebijakan yang menjadi perubahan dari Kurikulum 13 ke dalam Kurikulum Merdeka diantara lain adalah perangkat pembelajaran berupa RPP yang berubah menjadi Modul Ajar. Pengembangan potensi dan pelatihan perlu dilakukan terlebih lagi banyak pendidik yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yaitu modul ajar terutama dalam pembelajaran berdiferensiasi. Studi pendahuluan dilakukan untuk menganalisis kebutuhan terkait kesulitan mitra. Adapun alat ukur atau indikator yang digunakan untuk mengukur kebutuhan mitra dengan menggunakan angket. Berdasarkan data angket kepada mitra 91,43% responden mampu menjelaskan pengetahuan mengenai modul ajar. Pemahaman guru mengenai modul ajar didukung hasil survey bahwa semua guru mampu membedakan perangkat pembelajaran yang digunakan di kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka.Tingginya presentase pemahaman modul ajar didukung dengan 91,43% responden sudah mencoba membuat modul ajar berdiferensiasi. Namun ditemukan 77,14% responden mengalami kendala ketika menyusun modul ajar berdiferensiasi. Berdasarkan analisis dan pembahasan di atas pembuatan modul ajar sebagai perangkat pembelajaran di SMAN 3 Sidoarjo belum optimal. Sosialisasi dan Pelatihan terkait modul ajar sebagai perangkat pembelajaran di era kurikulum merdeka perlu dilaksanakan sebagai solusi belum optimalnya pembuatan modul ajar sebagai perangkat pembelajaran terkhusus menekankan aspek pembelajaran berdiferensiasi. One of the policies to change Curriculum 13 to the Independent Curriculum is that the RPP learning tools become Teaching Modules. Potential development and training need to be carried out because many educators have difficulty developing teaching module learning tools, especially differentiated learning. A preliminary study was carried out to analyze the partners' difficulties needs. The measuring tools or indicators used to measure partner needs use questionnaires. Based on questionnaire data, 91.43% of respondents were able to explain their knowledge regarding teaching modules. Teachers' understanding of teaching modules is supported by survey results. All teachers are able to differentiate learning tools from the 2013 curriculum and the independent curriculum. The high percentage of understanding of teaching modules is supported by 91.43% of respondents who have tried to create differentiated teaching modules. However, 77.14% of respondents experienced problems preparing differentiated teaching modules. Based on the analysis and discussion, the creation of teaching modules for learning tools at SMAN 3 Sidoarjo is not optimal. Socialization and training of teaching modules for learning devices in the era of the independent curriculum need to be implemented as a solution to the lack of optimal creation of teaching modules for learning devices specifically emphasizing differentiated learning aspects.
PENGEMBANGAN INSTRUMENTASI ASSESMEN PRA-AS-FOR-OF LEARNING PADA MATERI INTRODUCTION OF CHEMISTRY UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI CALON GURU PROFESIONAL ERA KURIKULUM MERDEKA Widarti, Hayuni Retno; Sumarsono, Raden Bambang; Sulistina, Oktavia; Pratiwi, Juwita Karina; Maharani, Richa Nan; Rokhim, Deni Ainur
UNESA Journal of Chemical Education Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ujced.v14n1.p22-28

Abstract

Di era Kurikulum Merdeka,beberapa guru kurang mampu mengetahui kemampuan peserta didik sehingga tidak dapat memfokuskan lebih dalam pada bidang yang sesuai dengan kemampuan peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan assesmen pra-as-for-of learning sebagai sarana calon guru profesional untuk mengembangkan keterampilan penelitian dan meningkatkan pemahaman terhadap asesmen di era Kurikulum Merdeka. Pada penelitian ini menerapkan metode penelitian Research and Development (RnD) dengan model pengembangan ADDIE : Analysis (analisis), Design (Desain), Development (pengembangan), Implement (implementasi), dan Evaluate (evaluasi) yang hanya dilaksanakan hingga tahap development. Pengembangan ini menghasilkan produk berupa monograf asesmen pra-as-for-of learning pada materi intoduction of chemistry. Asesmen pra digunakan di awal pembelajaran, asesmen as digunakan sebagai refleksi pembelajaran yang mengusung penilaian diri dan teman sejawat, penilaian for digunakan untuk perbaikan hasil pembelajaran dan asesmen of digunakan untuk evaluasi akhir pembelajaran. Instrumen assesmen pra-as-for-of learning pada materi introduction of chemistry dikatakan layak digunakan dari hasil penilaian validasi konten sebesar 85,35%, validasi media sebesar 87,33% dan hasil uji keterbacaan sebesar 87,22%.
Analisis Konten dan Materi Pendampingan Peningkatan Kompetensi Pendidik Kelompok MGMP Kimia Sidoarjo : Studi Pendahuluan Widarti, Hayuni Retno; Munzil, Munzil; Rahayu, Sri; Setiawan, Nur Candra Eka; Rokhim, Deni Ainur; Pratiwi, Juwita Karina; Peni, Ristiwi; Wahyudi, Asnan
Samakta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Samakta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/samakta.v1i1.30

Abstract

Perubahan kurikulum terfokus pada penyempurnaan dan revisi dari kurikulum sebelumnya yaitu dengan adanya perubahan kurikulum 13 menjadi kurikulum merdeka. Pendidik merupakan penggerak merdeka belajar, pendidik berperan dalam desain strategi dan metode pembelajaran berbasis kurikulum merdeka.Pendidik kesulitan dalam implementasi kurikulum merdeka karena pendidik tidak memiliki pengalaman konsep merdeka belajar dan minimnya referensi bahan rujukan mendesain dan mengimplementasikan merdeka belajar. Kegiatan pengabdian ini menggunakan survey yang melibatkan sekelompok individu untuk menjawab sejumlah pertanyaan dalam instrumen yang berupa kuisioner. Data yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah data kualitatif yang diperoleh dari perspektif pendidik dalam menjawab pertanyaan. Berdasarkan hasil kuisioner yang telah dilakukan didapatkan data bahwa pendidik di kelompok MGMP Kimia Sidoarjo telah memiliki pemahaman mengenai kurikulum merdeka dan administrasi yang diperlukan, pendidik juga sudah dapat membedakan kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka. Namun, untuk implementasi dari kurikulum merdeka, pendidik di kelmpok MGMP Kimia Sidoarjo masih mengalami kendala di bidang pemetaan konten dan materi kimia. Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa implementasi kurikulum merdeka di kelomok MGMP Kimia Sidoarjo belum optimal, utamanya dalam pemetaan konten dan materi kimia. Oleh karena itu, pendampingan peningkatan kompetensi pendidik di kelompok MGMP Kimia Sidoarjo perlu dilaksanakan sebagai solusi belum optimalnya kompetensi pendidik dalam pemetaan konten dan materi kimia.