Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analisa dan Optimalisasi Produktivitas Alat Gali Muat Excavator Komatsu PC1250-11R Berpasangan dengan Alat Angkut Komatsu HD785-7 di Pit Warute PT. Bina Sarana Sukses Jobsite Antang Gunung Meratus di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan Putra, Daniel Aries; Cahyono, Yudho Dwi Galih; Kusdarini, Esthi
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2024: Menjembatani Energi Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau melalui Transformasi Riset dan Teknologi T
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Bina Sarana Sukses merupakan salah satu perusahaan penyedia jasa pertambangan (kontraktor) batubara di PT. Antang Gunung Meratus. Dalam melaksanakan penambangan PT. Bina Sarana Sukses menargetkan produktivitas excavator Komatsu PC1250-11R sebesar 606 BCM/Jam untuk kegiatan pemindahan overburden, berdasarkan pengamatan aktual diperoleh produktivitas alat gali muat excavator Komatsu PC1250-11R adalah sebesar 573 BCM/Jam dengan effisiensi kerja rata-rata sebesar 85% dan tingkat persentase ketercapaian aktual berdasarkan target adalah 95%. Maka dari itu perlu adanya analisa dan optimalisasi untuk mengatasi ketidaktercapaian tersebut. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisa faktor-faktor pendukung produktivitas seperti cycle time, fill factor, swell factor, effisiensi, kondisi aktual lapangan seperti kondisi front loading, material, serta faktor-faktor penyebab ketidaktercapaian target produktivitas. Setelah dilakukan analisa dan optimalisasi dengan cara menempatkan excavator Komatsu PC1250-11R khusus loading material blasting dan menggunakan pola double side loading, produktivitas excavator meningkat menjadi rata-rata 609 BCM/Jam.
Reklamasi Revegetasi pada Area Pertambangan Nikel PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara Kusdarini, Esthi; Yopianus, Benyamin; Bahar, Hendra
Dinamika Lingkungan Indonesia Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/dli.11.2.p.69-73

Abstract

Nickel mining activities carried out by PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk cause changes in the shape and function of the land. Land needs to be restored to its function after mining ends. The restoration of land function is carried out through reclamation activities. This study aims to plan reclamation activities in the mining area. The research methods used are field observation, interviews, secondary data collection, and mathematical calculations. The results of the study indicate that the reclamation activity plan on an area of 88,000 m2 uses the revegetation method. The covercrop plants used are cogongrass. Land use of the terrace system requires 52,800 m3 of topsoil (topsoil thickness 0.6 m). Meanwhile, erosion and landslide control is carried out by making water channels, sumps, and settling ponds. The dimensions of the sump are (1.5 x 1.5 x 1.5) m. Revegetation is planned to use 4 types of local plant seeds, namely 9,777 sea pines; red callindra 3,359 fruits, bitti 3,359 fruits, and forest mango 3,259 fruits. The distance of planting the main plant of sea pine is 3 x 3 m, while the distance of planting other local plants is 1.5 x 1.5 m. Furthermore, for maintenance, 48,885 kg of manure is needed. The findings of the research results help the company in planning reclamation activities and minimizing erosion and landslides in the reclamation area. 
PENERAPAN STRATEGI DIGITAL MARKETING DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK UMKM MEBEL ALUMINIUM Esthi Kusdarini; Sigit Hadi Laksono; Hendro Nugroho; Nurul Lailatul Mahmudah; Angga Kusuma Wijaya; Agus Budianto
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Substitusi material aluminium terhadap material kayu sedang marak saat ini. Hal ini disebabkan beberapa kelebihan aluminium dibandingkan material lain seperti bahan yang ringan, bebas dari karat dan rayap, serta harga yang terjangkau. UMKM Bengkel Mulya Aluminium merupakan salah satu industri rumahan yang menghasilkan produk kusen dan prabot rumah tangga berbahan dasar aluminium. Omset penjualan produk UMKM cenderung stagnan dan sulit untuk ditingkatkan. Untuk pengembangan usaha maka sangat diperlukan strategi pemasaran yang bagus agar omset penjualan bisa meningkat dan usaha bisa berkembang. Pada kegiatan ini dilakukan pendampingan oleh Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ITATS terhadap UMKM. Kegiatan pendampingan bertujuan untuk menentukan strategi terbaik dalam memasarkan produk UMKM. Kegiatan dilakukan melalui wawancara, diskusi, pelatihan, pembuatan dan pengisian konten platform digital marketing, serta pendampingan penggunaan platform untuk memasarkan produk UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa UMKM dengan pendampingan Tim PKM mampu merumuskan strategi pemasaran yang paling mudah dan paling mungkin dijalankan UMKM, yaitu melalui aplikasi whatsApp dan instagram. Pelatihan dan pendampingan terhadap UMKM menghasilkan katalog produk yang diupload pada bio WhatsApp dan Instagram pemilik UMKM. Pengembangan digital marketing mampu menghemat waktu UMKM untuk berkomunikasi dengan pelanggan terkait informasi produk UMKM sampai 10% dan mampu meningkatkan omset penjualan sampai 20%.
ANALISA KANDUNGAN UNSUR DAN OKSIDA LIMBAH FLY ASH DAN BOTTOM ASH SERTA POTENSI PEMANFAATANNYA Kusdarini, Esthi; Febriyandi, Daniel; Cahyono, Yudho Dwi Galih
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i3.227-239

Abstract

Proses produksi energi listrik pada industri Pembangkit Listrik Tenaga Uap Kalimantan Barat-1 menghasilkan limbah fly ash dan bottom ash yang dihasilkan dari pembakaran batubara. Limbah ini berpotensi mencemari lingkungan sehingga sangat penting untuk dicari solusi penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mendapatkan prosentase jumlah limbah fly ash and bottom ash yang dihasilkan dibandingkan jumlah batubara yang dibakar; 2) mendapatkan kandungan unsur dan senyawa oksida fly ash dan bottom ash; 3) menentukan potensi pemanfaatan fly ash dan bottom ash. Metode penelitian yang digunakan adalah analisa unsur dan senyawa oksida menggunakan uji X-Ray Fluorescence (XRF), pengamatan di lapangan, wawancara, dan pengumpulan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) fly ash yang dihasilkan sebesar 2,9% dan bottom ash sebesar 1,5% dari berat batubara yang dibakar; 2) fly ash mengandung unsur utama rata-rata Fe 41%, Si 12%, Al 4,9% dan senyawa oksida utama rata-rata CaO 33%, SiO2 19%, Al2O3 7,0 %; bottom ash mengandung unsur utama rata-rata Fe 45%, Si 13%, Al 3,7% dan senyawa oksida utama rata-rata CaO 28%, SiO2 20%, Al2O3 5,3%; 3) Fly ash maupun bottom ash berpotensi untuk dimanfaatkan pada bidang konstruksi, pengolahan limbah, dan diekstraksi unsur berharga dan logam tanah jarang
Proses Pembuatan Biofuel dengan Metode perengakahan Menggunakan Katalis Padat Agus Budianto; Ayuni Rita Sari; Yohana Winda Monica; Erlinda Ningsih; Esthi Kusdarini
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE) Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.joiche.2021.v1i1.2116

Abstract

The development of population growth causes of fuels need increasing. Because ofthat reason, it necessary to create alternative fuels which are friendly to theenvironment to meet the fuels need in society. Fossil fuel is a non-renewable fuel.Biofuel as an alternative fuel can be taken as a solution to solve this problem. Thereviewd aim was to determine the effect of raw materials used on yield product andthe different effects of temperature and catalysts on the yield of special materials(gasoline, diesel, kerosene) biofuel. Biofuel production started from thepreparation of raw materials, catalylic, and catalytic cracking process using afixed bed reactor. Raw materials greatly affected yield product. The highest yieldproducts were being gotten from RBDPS raw materials of 93.29%. Biofuel fromused cooking oil and concentration of red sludge catalyst of 15% produced thehighest biofuel with gasoline compound of 73.86% and kerosene compound of26.14%. Biofuel from camelina oil with ZSM-5-Zn catalyst concentration of 30%produced the highest gasoline yield of 75.65%.
Perubahan Kualitas Batubara di Stockpile dan Pengaruhnya Terhadap Harga Patokan Batubara Saputro, Alvito Nugroho; Kusdarini, Esthi; Cahyono, Yudho Dwi Galih; Salman, Salman
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Bukit Asam Tbk merupakan perusahaan tambang batubara terkemuka di Indonesia. Perubahan kualitas batubara sering terjadi selama proses penambangan dan penanganan, mempengaruhi nilai ekonomis dan keberlanjutan operasional perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan kualitas batubara AL 71 LV dari front penambangan TSBC hingga Stockpile 1 Selatan 9, mencari upaya penanganannya, serta melihat pengaruhnya terhadap harga patokan batubara (HPB).Penelitian ini menggunakan metode deskriptif statistik dengan parameter utama total moisture, ash content, volatile matter, total sulfur, dan gross calorific value. Sampel diambil menggunakan metode grid sampling dan manual sampling, dianalisis menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan perubahan kualitas signifikan, terutama peningkatan kadar air total dari 1,1% di front penambangan menjadi 5,49% di stockpile, serta kenaikan kadar abu akibat kontaminasi dan proses handling. Hal ini disebabkan cuaca, ukuran butir tidak seragam, dan teknik penyimpanan kurang optimal. Upaya untuk meminimalisir penurunan kualitas dengan pengelolaan stockpile yang lebih baik, perbaikan drainase, optimalisasi teknik penumpukan, dan kontrol kualitas yang ketat. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan efisiensi operasional dan keberlanjutan industri pertambangan batubara di PT. Bukit Asam Tbk.
Optimalisasi Geometri Lereng Berdasarkan Perhitungan Faktor Keamanan dan Probabilitas Kelongsoran pada Tambang Batugamping PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk Firdaus, Izza Achmad; Cahyono, Yudho Dwi Galih; Kusdarini, Esthi
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimalisasi geometri lereng pada tambang batugamping PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk menghadapi permasalahan di mana faktor keamanan (FK) aktual tidak mendekati nilai 1,2, melainkan lebih dari 3. FK yang mendekati 1,2 lebih aman dibandingkan nilai FK yang jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi geometri lereng dengan menyesuaikan tinggi dan kemiringan lereng tunggal dan keseluruhan untuk mencapai nilai FK yang lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan massa batuan, menentukan karakteristik material untuk pemodelan lereng, serta memberikan rekomendasi geometri lereng yang aman dan efisien. Metode yang digunakan adalah Finite Element Method (FEM) dengan pendekatan Strength Reduction Method (SRM), menggunakan kriteria Hoek dan Brown serta perangkat lunak Rocscience Phase2 V.8.0. Hasil optimalisasi menunjukkan bahwa kondisi lereng aman dengan nilai SRF dalam kondisi jenuh. Pada lereng tunggal yang direkomendasikan, sudut lereng 87°, tinggi 15 m, dan lebar 5 m, dengan nilai SRF 1,2, Std. Dev. Critical SRF 0, FK 1,411, dan probabilitas kelongsoran (PK) 0%. Untuk lereng keseluruhan, sudut tiap bench 87°, sudut keseluruhan 79°, tinggi total 60 m, dan lebar bench 5 m. Hasil analisis SRF menggunakan metode SRM menghasilkan Mean Critical SRF 2,02, Std. Dev. Critical SRF 0, nilai FK 1,469, dan PK 0%.
Adsorption Capacity of Magnetic Activated Carbon Derived from Snake Fruit (Salacca zalacca) Seeds to Cd(II): Characteristics and Isotherm Model Kusdarini, Esthi; Budianto, Agus; Kusuma, Maritha Nilam; Atiyatussa'adah, Eva
Reaktor Volume 25 No.1 April 2025
Publisher : Department of Chemical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/reaktor.25.1.%p

Abstract

Salak seeds are an agricultural waste that has the potential to be converted into magnetic activated carbon (MAC). The resulting MAC can be utilized for wastewater treatment, particularly in the adsorption of heavy metals. This study develops a method for producing MAC by forming activated carbon using a chemical activator without physical activation, chosen to reduce energy consumption. The activated carbon is then modified with Fe3O4 composite to render it magnetic and reusable. The objectives of this study are to 1) determine the optimal chemical activator concentration, 2) characterize magnetic activated carbon, 3) evaluate the adsorption capacity of MAC for Cd(II) in wastewater, 4) obtain an adsorption isotherm model of MAC for Cd(II) using the Langmuir and Freundlich models, and 5) analyze the surface morphology and elemental composition of MAC. Chemical activation was performed using an HCl-H3PO4 mixture with equal concentrations in a 1:1 volume ratio, with variable concentrations of 0.55, 1.05, 1.55, 2.05, and 2.55 M. MAC's characteristics and adsorption capacity were analyzed using proximate analysis, BET, SEM-EDX, and AAS. The results showed that: 1) the optimal HCl-H3PO4 concentration was 2.05 M, 2) MAC contained 1% moisture, 21.88% volatile matter, 38% ash, 39.13% fixed carbon, iodine number of 1218.24 mg/g, surface area of 175.604 m2/g, and an average pore volume of 26.8093 cc/g, 3) MAC adsorbed Cd(II) from wastewater with an efficiency of 80.12 – 87.75%, 4) the Langmuir isotherm model yielded R2 = 0.9847, qm = 35.0877 mg/g, and b = 0.0285 L/mg, whereas the Freundlich model yielded R2 = 0.9729, n = 1.5881, and kf = 7.6701 mg/g, and 5) MAC exhibited evenly distributed pores and contained dominant elements Fe (30.26%), C (29.08%), O (24.59%), Na (11.27%), with traces of Mg, Al, Mo, and Cl.
REKLAMASI LAHAN BEKAS PENAMBANGAN BATU PASIR Kusdarini, Esthi; Mabuat, Imelda Srilestari; Redanto Putri, Fairus Atika
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i3.221-233

Abstract

 AbstrakCV. BS melakukan penambangan batu pasir yang menyisakan lahan tidak rata dan tandus. Penelitian ini bertujuan: 1) mendapatkan rona awal lahan pertambangan: peruntukan lahan, kelandaian topografi, elevasi, 2)  menentukan rona akhir lahan penambangan: bentuk lahan pasca penambangan, 3) rancangan teknis reklamasi: luas lahan reklamasi, waktu reklamasi, penatagunaan lahan, bentuk penampang dan dimensi saluran drainase, revegetasi, pemeliharaan. Metode yang digunakan adalah pengamatan, wawancara, pengumpulan data sekunder dan perhitungan matematis dengan bantuan tools software. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) rona awal area pertambangan berupa pertanian lahan kering dengan vegetasi: rumput liar, kelandaian topografi: 10o – 20o,dan ketinggian elevasi: 41 – 61 mdpl, 2) rona akhir area pertambangan berupa lahan dengan satu jenjang dengan ketinggian 8 m dan kemiringan 60o, 3) luas area reklamasi sebesar 4,42 Ha; penimbunan lahan untuk membentuk teras bangku, selanjutnya dilakukan penebaran tanah pucuk setebal 40 cm atau 17.680 m3, penampang saluran drainase berbentuk trapesium dengan kedalaman (h) 0,5 m, lebar bawah (B) 0,3 m, koefisien dinding saluran (n) 0,03, dan sudut kemiringan (Ɵ) 60o; revegetasi membutuhkan bibit  pohon sengon: 1770 buah dan kacang ruji: 13,26 kg; pemeliharaan membutuhkan pupuk urea: 354 kg dan pupuk kandang: 885 kg.Kata kunci: batu pasir, reklamasi, sengon.AbstractCV. BS carries out sandstone mining which leaves uneven and barren land. This research aims to: 1) obtain the initial baseline of mining land: land use, topographic slope, elevation, 2) determine the final baseline of mining land: post-mining land form, 3) reclamation technical design: area of reclaimed land, reclamation time, land use, shape cross-section and dimensions of drainage channels, revegetation, maintenance. The methods used are observation, interviews, secondary data collection and mathematical calculations with the help of software tools. The research results show that: 1) the initial baseline of the mining area is dry land farming with vegetation: wild grass, topographic slope: 10o – 20o, and elevation height: 41 – 61 meters above sea level, 2) the final baseline of the mining area is land with one level of elevation. 8 m and a slope of 60o, 3) the reclamation area is 4.42 Ha; filling the land to form a bench terrace, then spreading top soil 40 cm thick or 17,680 m3, the cross-section of the drainage channel is trapezoidal with a depth (h) of 0.5 m, bottom width (B) 0.3 m, channel wall coefficient (n) 0.03, and tilt angle (Ɵ) 60o; revegetation requires sengon tree seeds: 1770 fruits and ruji nuts: 13.26 kg; maintenance requires urea fertilizer: 354 kg and manure: 885 kg.Keywords: sandstone, reclamation, sengon.
Aplikasi Persamaan Regresi Linier untuk Memprediksi Kebutuhan Kapur Tohor dan Biaya Netralisasi Air Asam Tambang: Application of Linear Regression Equation to Predict Quicklime Needs and Acid Mine Water Neutralization Costs Kusdarini, Esthi; Atawolo, Yuliano; Putri, Fairus Atika Redanto
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v8i2.52075

Abstract

Abstract Acid mine drainage has the potential to pollute water bodies. One method of acid mine drainage treatment is neutralization using quicklime. This study aims to plan the dose of quicklime and estimate the cost of neutralizing acid mine drainage using a linear regression equation. Acid mine drainage samples were obtained from PT Bukit Asam. Neutralization experiments were carried out on a laboratory scale using variable doses of quicklime: 0.0759, 0.0971, 0.1460, 0.2965, and 0.3877 g/L. The results showed that the acid mine drainage samples contained parameters of pH 3.6, TSS 87 mg/L, Fe 1.1239 mg/L, and Mn 3.8333 mg/L. Neutralization of acid mine drainage using quicklime at a dose of 0.1460-0.2965 g/L was able to increase pH by 33-153% and decrease TSS by 2-94%, Fe by 24-87%, and Mn by 14-43%. The linear regression equation obtained is y = 13.707x + 4.103, where x is the dose of quicklime (g/L) and y is pH. Calculations using the linear regression equation produce a dose requirement of quicklime of 0.1383–0.3572 g/L to produce acid mine water with a pH of 6-9. Meanwhile, processing acid mine water with a discharge of 86,400 m³/day requires quicklime of 11,949-30,862.08 kg/day and costs of Rp10,156,650.00–26,232,700.00/day. Keywords: Acid mine drainage, quicklime, neutralization, linear regression Abstrak Air asam tambang berpotensi mencemari badan air. Salah satu metode pengolahan air asam tambang adalah netralisasi menggunakan kapur tohor. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan dosis kapur tohor dan memperkirakan biaya netralisasi air asam tambang menggunakan persamaan regresi linier. Sampel air asam tambang diperoleh dari PT Bukit Asam. Percobaan netralisasi dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan variabel dosis kapur tahor : 0,0759; 0,0971; 0,1460; 0,2965; 0,3877 g/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel air asam tambang mengandung parameter pH 3,6; TSS 87 mg/L; Fe 1,1239 mg/L; Mn 3,8333 mg/L. Netralisasi air asam tambang menggunakan kapur tohor dosis 0,1460-0,2965 g/L mampu menaikkan pH 33-153%; menurunkan : TSS 2-94%, Fe 24-87%, dan Mn 14-43%. Persamaan regresi linear yang diperoleh adalah y = 13,707x + 4,103; dengan x adalah dosis kapur tohor (g/L) dan y adalah pH. Perhitungan menggunakan persamaan regresi linear menghasilkan kebutuhan dosis kapur tohor sebesar 0,1383 – 0,3572 g/L untuk menghasilkan air asam tambang pH 6-9. Sedangkan untuk mengolah air asam tambang dengan debit 86.400 m3/hari membutuhkan kapur tohor sebesar 11.949-30.862,08 kg/hari dan biaya Rp 10.156.650,00 – 26.232.700,00/hari. Kata kunci: Air asam tambang, Kapur tohor, Netralisasi, Regresi linear