Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Kepuasan Pasien Di Poli Gigi Puskesmas Suka Mulia Kabupaten Nagan Raya Tahun 2025 Roni Azmal; Linda Suryani; Nasri; Arnela Nur
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 9 (2025): JKRI - Agustus 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan merujuk pada serangkaian kegiatan yang diberikan secara langsung kepada individu maupun komunitas dengan tujuan menjaga serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif. Kepuasan pasien dapat dipahami sebagai suatu evaluasi perbandingan antara persepsi pasien terhadap layanan yang diterima dengan ekspektasi mereka sebelum memperoleh pelayanan tersebut. Berdasarkan investigasi awal yang dilakukan melalui wawancara dengan 10 pasien yang berkunjung ke Poli Gigi Puskesmas Suka Mulia, sebanyak 7 (70%) pasien menyatakan ketidakpuasan terhadap layanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Suka Mulia, Kabupaten Nagan Raya pada tahun 2025. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat analitik dengan desain cross-sectional, dan uji chi-square diterapkan pada periode 10 April – 17 Mei 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 33 responden. Proses penelitian melibatkan observasi langsung serta wawancara dengan pasien untuk memperoleh data terkait pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta kepuasan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut termasuk dalam kategori kurang baik pada 18 (54,5%) responden, sementara tingkat kepuasan pasien tergolong kurang puas pada 13 (39,4%) responden. Analisis lebih lanjut mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan kepuasan pasien di Poli Gigi Puskesmas Suka Mulia, Kabupaten Nagan Raya, dengan nilai ρ = 0,000 < α 0,05. Sebagai implikasi praktis, petugas Poli Gigi disarankan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta secara berkala melaksanakan survei kepuasan pasien sebagai upaya kontinu dalam peningkatan mutu layanan kesehatan.
The Relationship between Sugar-Sweetened Beverages (SSBs) Consumption Patterns and the Risk of Type 2 Diabetes in the Lam Bheu Village Community, Darul Imarah, Aceh Besar Arbi, Anwar; Liana, Intan; Nur, Arnela; A’yun, Quratta
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 3 No. 8 (2025): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v3i8.552

Abstract

The increase in consumption of Packaged Sweetened Beverages (SSBs) in adolescents is a major contributor to obesity and a metabolic risk factor leading to Type 2 Diabetes. The number of DMT2 sufferers in Aceh Besar in 2018 based on doctor's diagnosis was 1.7% compared to cases throughout Indonesia which was only 1.5%. And the prevalence data of DM based on doctor's diagnosis in the population above the age of 15 years reached 2.4% compared to Indonesia which was only 2.0% according to the profile data of the Aceh Besar Regency Health Office, Darul Imarah District, there were patients with DM reaching 1,153 people. This study aims to determine the relationship between consumption patterns of packaged sweetened beverages (sugar-sweetened beverages-SSBs) with the risk of type 2 diabetes in the Lambheu Darul Imarah Aceh Besar village community. This research method uses a cross-sectional design. The population was 1,438 people aged 18-30 years, with a sample size of 222 using a proportional random sampling technique. Data were collected through SSBs questionnaires and BMI measurements. Analysis was performed using the Chi-Square test to determine associations. Bivariate analysis showed a significant association between high SSBs consumption and an increased risk of T2DM, with an Odds Ratio of 3.12 (p<0.05). Conclusion: SSBs consumption is a behavioral risk factor strongly associated with an increased risk of T2DM in the community. The community needs to be provided with routine education, and education and training involving multiple sectors, to control community behavior.
PENGARUH EDUKASI PEMELIHARAAN KESEATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEMAMPUAN MENYIKAT GIGI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Ayatullissa; Nur, Arnela
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/02kjbp57

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan umum yang berpengaruh terhadap kualitas hidup, khususnya pada anak usia sekolah. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut dapat meningkatkan risiko terjadinya karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut terhadap pengetahuan dan kemampuan menyikat gigi pada siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain quasi eksperimen menggunakan rancangan pre-test dan post-test non-equivalent control group design. Penelitian dilakukan di MIN 5 Aceh Besar dengan jumlah sampel 36 siswa yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing sebanyak 18 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan lembar observasi untuk menilai kemampuan menyikat gigi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan dan kemampuan menyikat gigi pada kedua kelompok setelah diberikan edukasi (p = 0,000). Uji Mann Whitney menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kelompok intervensi dan kontrol terhadap pengetahuan (p = 0,007) dan kemampuan menyikat gigi (p = 0,000), dengan peningkatan lebih tinggi pada kelompok yang mendapatkan metode demonstrasi. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan gigi dan mulut, terutama dengan metode demonstrasi, efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi pada siswa sekolah dasar.
PEMBERDAYAAN KELUARGA PADA PEMANFAATAN BUAH BERSERAT SEBAGAI SELF CLEANSING GIGI DAN MULUT MELALUI HOME VISIT DALAM MENURUNKAN SKOR DEBRIS PADA MASYARAKAT MEUNASAH BARO ACEH BESAR Linda Suyani; Andriani Andriani; Nonong Hanis; Sisca Mardelita; Arnela Nur; Intan Liana; Cut Ratna Keumala
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Home visit merupakan sebuah program yang berorientasi pada kunjungan rumah  dalam memberikan edukasi pemeliharaan kesehatan gigi pada pemanfaatan buah berserat sebagai self cleansing gigi dengan strategi adalah pendekatan dan dukungan keluarga. Melihat hasil pemeriksaan pada data awal 75% anak di desa Meunasah Baro mengalami karies gigi dan rata-rata nilai debris indek dengan kategori buruk dengan skor 2,5. Data tersebut masih jauh dari harapan karena tidak sesuai dengan ketetapan WHO bahwa status kebersihan gigi dan mulut  skor (OHI-S) < 1,2. Debris adalah salah satu penyebab utama pembentukan karang gigi dan gigi berlubang. Usaha promotif dan preventif sangat perlu diberikan kepada masyarakat. menurunkan angka debris indeks sebagai status kebersihan gigi, meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, meningkatkan keterampilan keluarga dalam menyikat gigi yang baik dan benar, meningkatkan kesadaran keluarga pada pemanfaatan buah berserat sebagai self cleansing gigi. Metode Pengabdian dilakukan kegiatan home visit dilakukan 3 kali kunjungan. Memberikan edukasi kesehatan gigi tentang pemanfaatan buah berserat sebagai self cleansing gigi dan cara pengunyah yang benar. Menjelaskan dan mendemontrasikan teknik menyikat gigi yang baik dan benar. nilai. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh hasil bahwa terjadi penurunan nilai Debris Indek dari kriteria buruk 31 orang (51%) menjadi kategori baik yaitu 52 orang (87%). Peningkatan pengetahuan dan perilaku orang tua dan anak mengenai pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dengan membiasakan mengkonsumsi buah dengan mengunyah buah yang baik dan benar sehingga dapat membantu self cleansing gigi pada masyarakat desa Meunasah Baro Kabupaten Aceh Besar.Kata kunci : Home Visit, Self Cleansing, Debris IndekHome visit is a program that is oriented towards home visits in providing dental health maintenance education on the use of fibrous fruit as self-cleansing teeth with a strategy of family approach and support. Looking at the results of the examination of the initial data, 75% of children in Meunasah Baro village experienced dental caries and an average debris index value in the poor category with a score of 2.5. The data is still far from expectations because it does not comply with WHO's provisions that the dental and oral hygiene status score (OHI-S) <1.2. Debris is one of the main causes of tartar formation and cavities. Promotive and preventive efforts are very necessary to be given to the community. reducing the number of debris indexes as dental hygiene status, increasing family knowledge about dental and oral health maintenance, increasing family skills in brushing teeth properly, increasing family awareness of the use of fibrous fruit as self-cleansing teeth. The Community Service Method is carried out by home visit activities carried out 3 times. Providing dental health education about the use of fibrous fruit as self-cleansing teeth and the correct way to chew. Explaining and demonstrating good and correct tooth brushing techniques. value. The results of community service obtained results that there was a decrease in the Debris Index value from the bad criteria of 31 people (51%) to the good category of 52 people (87%). Increasing the knowledge and behavior of parents and children regarding the maintenance of dental and oral hygiene by getting used to consuming fruit by chewing fruit properly and correctly so that it can help self-cleansing teeth in the Meunasah Baro village community, Aceh Besar Regency.Keywords: Home Visit, Self Cleaning, Debris Index