Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELUARGA PADA PEMANFAATAN BUAH BERSERAT SEBAGAI SELF CLEANSING GIGI DAN MULUT MELALUI HOME VISIT DALAM MENURUNKAN SKOR DEBRIS PADA MASYARAKAT MEUNASAH BARO ACEH BESAR Linda Suyani; Andriani Andriani; Nonong Hanis; Sisca Mardelita; Arnela Nur; Intan Liana; Cut Ratna Keumala
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Home visit merupakan sebuah program yang berorientasi pada kunjungan rumah  dalam memberikan edukasi pemeliharaan kesehatan gigi pada pemanfaatan buah berserat sebagai self cleansing gigi dengan strategi adalah pendekatan dan dukungan keluarga. Melihat hasil pemeriksaan pada data awal 75% anak di desa Meunasah Baro mengalami karies gigi dan rata-rata nilai debris indek dengan kategori buruk dengan skor 2,5. Data tersebut masih jauh dari harapan karena tidak sesuai dengan ketetapan WHO bahwa status kebersihan gigi dan mulut  skor (OHI-S) < 1,2. Debris adalah salah satu penyebab utama pembentukan karang gigi dan gigi berlubang. Usaha promotif dan preventif sangat perlu diberikan kepada masyarakat. menurunkan angka debris indeks sebagai status kebersihan gigi, meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, meningkatkan keterampilan keluarga dalam menyikat gigi yang baik dan benar, meningkatkan kesadaran keluarga pada pemanfaatan buah berserat sebagai self cleansing gigi. Metode Pengabdian dilakukan kegiatan home visit dilakukan 3 kali kunjungan. Memberikan edukasi kesehatan gigi tentang pemanfaatan buah berserat sebagai self cleansing gigi dan cara pengunyah yang benar. Menjelaskan dan mendemontrasikan teknik menyikat gigi yang baik dan benar. nilai. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh hasil bahwa terjadi penurunan nilai Debris Indek dari kriteria buruk 31 orang (51%) menjadi kategori baik yaitu 52 orang (87%). Peningkatan pengetahuan dan perilaku orang tua dan anak mengenai pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dengan membiasakan mengkonsumsi buah dengan mengunyah buah yang baik dan benar sehingga dapat membantu self cleansing gigi pada masyarakat desa Meunasah Baro Kabupaten Aceh Besar.Kata kunci : Home Visit, Self Cleansing, Debris IndekHome visit is a program that is oriented towards home visits in providing dental health maintenance education on the use of fibrous fruit as self-cleansing teeth with a strategy of family approach and support. Looking at the results of the examination of the initial data, 75% of children in Meunasah Baro village experienced dental caries and an average debris index value in the poor category with a score of 2.5. The data is still far from expectations because it does not comply with WHO's provisions that the dental and oral hygiene status score (OHI-S) <1.2. Debris is one of the main causes of tartar formation and cavities. Promotive and preventive efforts are very necessary to be given to the community. reducing the number of debris indexes as dental hygiene status, increasing family knowledge about dental and oral health maintenance, increasing family skills in brushing teeth properly, increasing family awareness of the use of fibrous fruit as self-cleansing teeth. The Community Service Method is carried out by home visit activities carried out 3 times. Providing dental health education about the use of fibrous fruit as self-cleansing teeth and the correct way to chew. Explaining and demonstrating good and correct tooth brushing techniques. value. The results of community service obtained results that there was a decrease in the Debris Index value from the bad criteria of 31 people (51%) to the good category of 52 people (87%). Increasing the knowledge and behavior of parents and children regarding the maintenance of dental and oral hygiene by getting used to consuming fruit by chewing fruit properly and correctly so that it can help self-cleansing teeth in the Meunasah Baro village community, Aceh Besar Regency.Keywords: Home Visit, Self Cleaning, Debris Index
STATUS PERIODONTAL PENDERITA DM PADA PASIEN DI KLASTER 3 PUSKESMAS JAYA BARU BANDA ACEH Linda Suryani; Sisca Mardelita; Arnela Nur; Intan Liana; Ratna Wilis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.6052

Abstract

Latar Belakang: Penyakit periodontal adalah sekumpulan inflamasi yang terjadi pada jaringan penyangga gigi akibat infeksi bakteri, salah satu faktor gangguan sistemik yang dapat meningkatkan keparahan penyakit periodontal adalah diabetes melitus. Berdasarkan data awal di poli gigi terdapat 95 kasus penyakit periodontal dan di klaster 3 terdapat 1.123 kasus penyakit diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status penyakit periodontal pada Masyarakat penderita diabetes melitus. Penelitian ini bersifat deskriptif. Dilakukan di klaster 3 puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh pada tanggal 28 Januari – 11 April 2026. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien diabetes melitus yang berkunjung ke klaster 3 sebanyak 112 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah 53 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status penyakit periodontal pada responden dengan skor tertinggi adalah poket dalam sebanyak (60,3%). Jika ditinjau dari keseluruhan sextan skor tertinggi yang terkena penyakit periodontal adalah kategori karang gigi sebanyak (26,7%). Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasien diabetes melitus yang berkunjung ke klaster 3 puskesmas jaya baru rata – rata memiliki penyakit periodontal pada kategori poket dalam dan karang gigi. Disarankan pasien untuk meningkatkan kesadaran akan pemeliharaan Kesehatan gigi dan mulut dengan rutin berkunjung ke poli gigi sebanyak 3 bulan sekali. Kata Kunci : Penyakit Periodontal, Diabetes Melitus
HUBUNGAN DETERMIANAN KARAKTERISTIK ORANG TUA DENGAN KARIES GIGI ANAK AUTIS DI SLB NEGERI BANDA ACEH Elsa Suryananta; Arnela Nur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5580

Abstract

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), terutama anak dengan autisme, sering menghadapi tantangan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tingginya prevalensi karies gigi pada anak autis menjadi perhatian penting, mengingat dampaknya terhadap kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik orang tua, termasuk pendidikan, usia, pekerjaan, pendapatan, dan pengetahuan, dengan prevalensi karies gigi pada anak autis di SLB Negeri Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup analisis univariat untuk mengevaluasi setiap variabel independen dan analisis bivariat menggunakan regresi multinomial untuk menentukan hubungan antara karakteristik orang tua dan prevalensi karies gigi.
EVALUASI PURNA HUNI LABORATORIUM KLINIK GIGI DAN MULUT JURUSAN KEPERAWATAN GIGI POLTEKKES KEMENKES ACEH Sahriyadi Sahriyadi; Arnela Nur; Naila Fathiya; Hadiyi Asy Qaiyum
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5025

Abstract

Pada tahun 2004, tepatnya tanggal 26 Desember gempa berkekuatan 9,0 SR mengguncang Aceh yang diikuti tsunami di wilayah pesisir Aceh, khususnya Kota Banda Aceh dan sekitarnya. Selain itu juga, wabah covid-19 yang terjadi beberapa tahun yang lalu mengingatkan kita akan kewaspadaan yang tinggi terhadap bencana alam dan bencana non-alam terkhusus untuk bangunan. Maka dari itu perlu dilakukan evauasi kinerja bangunan publik dengan harapan untuk meminimalisasikan jumlah korban atau kelayakan sebuah bangunan publik.EPH merupakan kajian kinerja bangunan, penghuni, dan lingkungannya. EPH terdiri dari tiga aspek yaitu fungsional, teknis, dan perilaku. Ada tiga tingkatan dalam EPH yakni indikatif, investigatif, dan diagnosis. Level yang digunakan adalah indikatif karena harapan akan studi lanjut EPH. Metode yang digunakan adalah deskriptif rasionalistik (mix research). Adapun objek penelitian adalah Laboratorium Klinik Gigi dan Mulut Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Aceh. Hasil penelitian aspek teknis yang meliputi sistem struktur, tata cahaya, tata udara, tata suara, utilitas, sistem kebakaran, dan  finishing interior secara keseluruhan memiliki kinerja yang cenderung kurang maksimal sama halnya dengan pendapat penghuni. Aspek fungsional yang secara umum berkaitan dengan perabot, alur sirkulasi, komunikasi, dan fleksibelitas ruang memiliki kinerja yang cukup dan cenderung kurang sama halnya dengan pendapat penghuni bangunan. Sedangkan aspek perilaku yang meliputi proksemitas dan teritori, privasi dan interaksi, persepsi, citra dan makna, serta kognisi dan orientasi secara keseluruhan dalam keadaan cukup.  
EVALUASI PURNA HUNI LABORATORIUM KLINIK GIGI DAN MULUT JURUSAN KEPERAWATAN GIGI POLTEKKES KEMENKES ACEH Sahriyadi Sahriyadi; Arnela Nur; Naila Fathiya; Hadiyi Asy Qaiyum
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5025

Abstract

Pada tahun 2004, tepatnya tanggal 26 Desember gempa berkekuatan 9,0 SR mengguncang Aceh yang diikuti tsunami di wilayah pesisir Aceh, khususnya Kota Banda Aceh dan sekitarnya. Selain itu juga, wabah covid-19 yang terjadi beberapa tahun yang lalu mengingatkan kita akan kewaspadaan yang tinggi terhadap bencana alam dan bencana non-alam terkhusus untuk bangunan. Maka dari itu perlu dilakukan evauasi kinerja bangunan publik dengan harapan untuk meminimalisasikan jumlah korban atau kelayakan sebuah bangunan publik.EPH merupakan kajian kinerja bangunan, penghuni, dan lingkungannya. EPH terdiri dari tiga aspek yaitu fungsional, teknis, dan perilaku. Ada tiga tingkatan dalam EPH yakni indikatif, investigatif, dan diagnosis. Level yang digunakan adalah indikatif karena harapan akan studi lanjut EPH. Metode yang digunakan adalah deskriptif rasionalistik (mix research). Adapun objek penelitian adalah Laboratorium Klinik Gigi dan Mulut Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Aceh. Hasil penelitian aspek teknis yang meliputi sistem struktur, tata cahaya, tata udara, tata suara, utilitas, sistem kebakaran, dan  finishing interior secara keseluruhan memiliki kinerja yang cenderung kurang maksimal sama halnya dengan pendapat penghuni. Aspek fungsional yang secara umum berkaitan dengan perabot, alur sirkulasi, komunikasi, dan fleksibelitas ruang memiliki kinerja yang cukup dan cenderung kurang sama halnya dengan pendapat penghuni bangunan. Sedangkan aspek perilaku yang meliputi proksemitas dan teritori, privasi dan interaksi, persepsi, citra dan makna, serta kognisi dan orientasi secara keseluruhan dalam keadaan cukup.  
HUBUNGAN DETERMIANAN KARAKTERISTIK ORANG TUA DENGAN KARIES GIGI ANAK AUTIS DI SLB NEGERI BANDA ACEH Elsa Suryananta; Arnela Nur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5580

Abstract

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), terutama anak dengan autisme, sering menghadapi tantangan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tingginya prevalensi karies gigi pada anak autis menjadi perhatian penting, mengingat dampaknya terhadap kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik orang tua, termasuk pendidikan, usia, pekerjaan, pendapatan, dan pengetahuan, dengan prevalensi karies gigi pada anak autis di SLB Negeri Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup analisis univariat untuk mengevaluasi setiap variabel independen dan analisis bivariat menggunakan regresi multinomial untuk menentukan hubungan antara karakteristik orang tua dan prevalensi karies gigi.
STATUS PERIODONTAL PENDERITA DM PADA PASIEN DI KLASTER 3 PUSKESMAS JAYA BARU BANDA ACEH Linda Suryani; Sisca Mardelita; Arnela Nur; Intan Liana; Ratna Wilis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.6052

Abstract

Latar Belakang: Penyakit periodontal adalah sekumpulan inflamasi yang terjadi pada jaringan penyangga gigi akibat infeksi bakteri, salah satu faktor gangguan sistemik yang dapat meningkatkan keparahan penyakit periodontal adalah diabetes melitus. Berdasarkan data awal di poli gigi terdapat 95 kasus penyakit periodontal dan di klaster 3 terdapat 1.123 kasus penyakit diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status penyakit periodontal pada Masyarakat penderita diabetes melitus. Penelitian ini bersifat deskriptif. Dilakukan di klaster 3 puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh pada tanggal 28 Januari – 11 April 2026. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien diabetes melitus yang berkunjung ke klaster 3 sebanyak 112 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah 53 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status penyakit periodontal pada responden dengan skor tertinggi adalah poket dalam sebanyak (60,3%). Jika ditinjau dari keseluruhan sextan skor tertinggi yang terkena penyakit periodontal adalah kategori karang gigi sebanyak (26,7%). Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasien diabetes melitus yang berkunjung ke klaster 3 puskesmas jaya baru rata – rata memiliki penyakit periodontal pada kategori poket dalam dan karang gigi. Disarankan pasien untuk meningkatkan kesadaran akan pemeliharaan Kesehatan gigi dan mulut dengan rutin berkunjung ke poli gigi sebanyak 3 bulan sekali. Kata Kunci : Penyakit Periodontal, Diabetes Melitus