Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS DAYA HAMBAT MADU HUTAN KONAWE DAN BUTON UTARA TERHADAP Propioonibacterium acnes dan Staphylococcus aureus Rosdarni; Nurdin; Uni Sandrawati
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 9 No. 1 (2025): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v9i1.1225

Abstract

Jerawat adalah kelainan kulit yang timbul secara fisiologis. Jerawat timbul pada saat kelenjar minyak pada kulit terlalu aktif, sehingga pori-pori kulit akan tersumbat oleh timbunan lemak yang berlebihan. Bakteri yang umum menginfeksi jerawat adalah Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes. Madu dapat menjadi agen antibakterium karena memiliki kandungan gula yang tinggi, pH yang relatif asam dan kandungan protein yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana analisis aktifitas daya hambat madu hutan konawe dan buton utara terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah eksperimen laboratorium. Populasi pada penelitian ini adalah Madu Hutan Konawe dan Madu Hutan Buton Utara yang diujikan terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Berdasarkan penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa, daya hambat terbaik madu hutan konawe pada pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes terdapat pada kosentrasi 100% yakni sebesar 6,16 mm. Sedangkan daya hambat terbaik madu hutan buton utara terdapat pada kosentrasi 75% yakni sebesar 5,5 mm. Daya hambat terbaik Madu hutan Konawe pada pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus terdapat pada kosentrasi 100% yakni sebesar 6,83 mm. Sedangkan daya hambat terbaik madu hutan Buton Utara yakni pada kosentrasi 100% yakni sebesar 3,66 mm Untuk peneliti selanjutnya agar dapat mengembangkan pemanfaatan madu hutan sebagai bahan atau media praktik di laboratorium medik, karena madu hutan adalah bahan alam yang memiliki resiko ringan terhadap kerusakan lingkungan.
Identifikasi Soil Transmitted Helminth Pada Petani Padi Sawah dengan menggunakan metode Flotasi Sentrifugasi di Desa Jatibali Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan Rosdarni; Barani, Satrino Yusin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v2i1.636

Abstract

Soil Transmitted Helminths yaitu nematoda usus yang dalam siklus hidupnya membutuhkan tanah untuk proses pematangan sehingga terjadi perubahan dari stadium non-infektif menjadi stadium infektif. Beberapa jenis nematode usus yaitu Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan cacing tambang (Ancilostoma duodenale dan Necator americanus). Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi Soil transmitted helminths (STH) pada Petani Padi Sawah di Desa Jati Bali Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan dengan menggunakan metode Flotasi Sentrifugasi. Jenis penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah deskriptif melalui uji laboratorium. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling. Hasil penelitian terdapat 20 sampel positif dari 30 sampel yang diteliti yang terdiri dari Ascaris lumbrocoides sebanyak 11 orang (37%), Trichuris trichiurasebanyak 3 orang (10%), dan hookworm sebanyak 6 orang (20%), dan orang yang tidak terinfeksi soil transmitted helminth sebanyak 10 orang (33%). Diharapkan kepada Petani padi sawah khususnya di Desa Jatibali Kecamatan Ranomeeto untuk tetap meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan, agar paparan STH tidak semakin tinggi yang akan dapat berdampak pada kesehatan lanjutan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DITEMUKANNYA PARASIT STH (SOIL TRANSMITTED HELMINTHS) PADA PETANI DI DESA WAKANGKA, KECAMATAN KAPONTORI, KABUPATEN BUTON Rosdarni; La Ode Saafi; Ni Luh Sri Ayu Ratna Ningsih3
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v9i2.1413

Abstract

Infekai  parasit  STH  (Soil  Transmitted  Helminths)  merupakan  salah  satu  masalah kesehatan masyarakat yang sering terjadi di daerah tropis, termasuk di Indonesia. Petani merupakan kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi STH karena sering kontak langsung dengan tanah. Faktor perilaku seperti kebersihan kuku, kebiasaan mencuci tangan, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) diduga mempengaruhi kejadian infeksi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebersihan kuku, kebiasaan mencuci tangan,dan penggunaan APD dengan kejadian ditemukannya parasit STH pada petani di Desa Wakangka, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross- sectional. Sampel berjumlah 36 orang petani yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui pemeriksaan mikroskopis sampel kuku dan pengisian kusioner. Analisis data menggunakan Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil  penelitian  menunjukkan  adanya parasit  STH paada kuku  petani  dengan spesies Ascaris lumbricoides dan Hookworm. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebersihan kuku (p = 1,000), kebiasaan mencuci tangan (p = 1,000), dan penggunaan APD (p = 0,097 dan p = 1,000) dengan kejadian ditemukannya parasit STH. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebersihan kuku, kebiasaan mencuci tangan, dan penggunaan APD tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian ditemukannya parasit STH pada petani di Desa Wakangka. Meskipun demikian, edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat tetap perlu dilakukan untuk mencegah dan mengurangi risiko infeksi parasit STH di kalangan petani