Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Bahaya Minuman Beralkohol pada Masyarakat Suat, Hatty; Haulussy, Rais; Rieuwpassa, Sarmalina; Lalihun, Ishaka; Suat, Rahmawati; Sallo, Andi Kamal M.
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v2i4.410

Abstract

Enforcement of Ambon City Regional Regulation number 2 of 2015 concerning the control and supervision of alcoholic beverages. The purpose of PkM is through Health education to increase the knowledge of residents and to avoid and stop consuming alcoholic beverages. The method used is to conduct counseling by gathering residents and entering most of the residents' homes to provide a basic understanding of the negative impacts of alcoholic beverages on health. In this activity, the discussion method is used. The results that in the process of health education on the dangers of alcoholic beverages, the participants were very active in participating in the activity can be seen from several questions asked both from residents and from young people who feel very uneasy with their residential environment. The community service activities carried out can be concluded that this PkM activity can provide knowledge for teenagers about the impacts of consuming alcoholic beverages and provide understanding for the community, especially in supervising the association of children and the community itself in the social environment.
Institusi Lokal dan Pengelolaan Lingkungan di Negeri Amahai Kabupaten Maluku Tengah - Maluku Frans, Jouverd F.; Titaley, Elsina; Lalihun, Ishaka; Manuputty, Pieter Hendra
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 7 No 2 (2024): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol7issue2page72-82

Abstract

Abstrak Dalam dinamika dan perkembangan sosial yang terjadi dalam masyarakat di amahai pada dasawarsa saat ini, konteks perhatian lebih diarahkan pada keberadaan lingkungan. Bagi negeri adat, wilayah tempat tinggal dan petuanan merupakan sebuah lingkungan yang secara sosio-kultural merupakan ibu yang tetap ada meberikan kehidupan bagi anak-anaknya. Realitas sosial masyarakat di amahai, dalam pengelolaan lingkungan, berbasis pada institusi lokal yang telah ada dan menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat masih diterapkan sampai saat ini. Kewang dan sasi merupakan sebuah kearifan lokal yang masih ada sampai saat ini dalam pengetahuan dan tindakan sosial masyarakat. Walaupun dalam realitasnya, penggunaan sasi telah mengalami pergeseran metode penggunaannya dengan tata cara gerejawi yang lebih akrab saat ini dengan masyarakat. Akan tetapi nilai-nilai penjagaan lingkungan masih tetap pada perspektif masyarakat, yakni menjaga keberlangsungan lingkungan. Pada masa kini, pengelolaan lingkungan di Negeri Amahai, bukan hanya di kelola oleh institusi lokal semata, namun institusi atau lembaga sosial baru sesuai dengan perkembangan zaman dimana basis pengelolaan nya ada dalam partisispasi lembaga gereja, komunitas-komunitas yang dibentuk dari kesadaran masyarakat, bahkan masyarakat sendiri yang juga mengambil peran dalam pengelolaan lingkungan di Negeri Amahai, sehingga proses pengelolaan lingkungan, menjadi bagian dari seluruh tindakan sosial bersama. Kata kunci: Lingkungan, Pengelolaan, Institusi Lokal Abstract In the dynamics and social developments that occur in society in the current decade, the context of attention is more directed to the existence of the environment. For indigenous lands, the area of residence and the village is an environment that socio-culturally is a mother who remains to provide life for her children. The social reality of the community in the world, in environmental management, is based on local institutions that already exist and are part of people's lives are still applied today. Kewang and sasi are a local wisdom that still exists today in the knowledge and social actions of the community. Although in reality, the use of sasi has undergone a shift in the method of its use with ecclesiastical ordinances that are more familiar with the community today. However, the values of environmental protection still remain from the perspective of the community, namely maintaining environmental sustainability. Nowadays, environmental management in the Land of Amahai, is not only managed by local institutions, but new institutions or social institutions in accordance with the development of the times where the basis of management is in the participation of church institutions, communities formed from public awareness, even the community itself which also takes a role in environmental management in the Land of Amahai, so that the process of environmental management, to be part of all social actions together.. Keywords: Environment, Management, Local Institutions
TOURISM DEVELOPMENT AND SOCIO-ECONOMIC CHANGES IN THE COMMUNITY OF MORELLA VILLAGE, LEIHITU DISTRICT, CENTRAL MALUKU REGENCY Lalihun, Ishaka
Gema Kampus IISIP YAPIS Biak Vol 20 No 1 (2025): "Gema Kampus" IISIP YAPIS Biak
Publisher : IISIP YAPIS BIak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52049/gemakampus.v20i1.371

Abstract

This study aims to explain and analyze the socio-economic changes of the Morella Country Community in Tourism Development. This research method is carried out with a qualitative approach with the State paradigm of Post-Positivism. informants as many as 22 people. Data collection using in-depth interviews, observations and documentation. The data were analyzed using qualitative analysis techniques. The results showed that tourism development in Morella Country focuses on the economy, job creation, and preservation of culture and natural beauty. However, it is necessary to strengthen policies in the use and preservation of tourism objects in Morella Country to achieve this goal. The positive economic and social impact of tourism is seen in the ability of local people to save and improve their living conditions.
Menjadi Orang Ambon: Integrasi Sosial Migran dan Rekonstruksi Identitas Pasca Konflik Rieuwpassa, Sarmalina; Lalihun, Ishaka; Afdhal, Afdhal
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): (JUNI 2025) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.11616

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji proses integrasi sosial dan rekonstruksi identitas para migran di Kota Ambon pasca konflik sosial yang melanda wilayah tersebut pada awal 2000-an. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi di kawasan Waringin Cap, Ambon. Hasil kajian menunjukkan bahwa migran lama yang telah bermukim sebelum konflik memiliki sikap akomodatif dan berhasil merekonstruksi identitas diri sebagai bagian dari “orang Ambon,” dengan menanamkan nilai hidup orang basudara sebagai simpul identitas kolektif yang khas. Pasca konflik, integrasi sosial terjadi secara bertahap dengan terbentuknya relasi sosial yang ditandai oleh sikap saling menghargai, kerja sama, dan solidaritas antar sesama migran, baik lama maupun baru. Namun demikian, migran yang datang setelah konflik cenderung memperlihatkan sikap individualistik, emotif, dan reaktif terhadap perbedaan, sehingga menimbulkan potensi keretakan sosial yang meski kecil, tetap berisiko bagi kohesi masyarakat. Peran tokoh agama dan masyarakat terbukti vital dalam menjaga harmoni dan menyelesaikan potensi konflik. Kebaruan dari kajian ini terletak pada penemuan mengenai dinamika konstruksi identitas kultural pasca konflik oleh komunitas migran serta pentingnya integrasi sosial berbasis nilai lokal dalam membangun masyarakat multikultural yang damai. Kajian ini merekomendasikan pentingnya penguatan nilai-nilai lokal seperti hidup orang basudara sebagai fondasi dalam pengembangan teori dan praktik integrasi sosial dalam kajian sosiologi.
Menjadi Orang Ambon: Integrasi Sosial Migran dan Rekonstruksi Identitas Pasca Konflik Rieuwpassa, Sarmalina; Lalihun, Ishaka; Afdhal, Afdhal
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): (JUNI 2025) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.11616

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji proses integrasi sosial dan rekonstruksi identitas para migran di Kota Ambon pasca konflik sosial yang melanda wilayah tersebut pada awal 2000-an. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi di kawasan Waringin Cap, Ambon. Hasil kajian menunjukkan bahwa migran lama yang telah bermukim sebelum konflik memiliki sikap akomodatif dan berhasil merekonstruksi identitas diri sebagai bagian dari “orang Ambon,” dengan menanamkan nilai hidup orang basudara sebagai simpul identitas kolektif yang khas. Pasca konflik, integrasi sosial terjadi secara bertahap dengan terbentuknya relasi sosial yang ditandai oleh sikap saling menghargai, kerja sama, dan solidaritas antar sesama migran, baik lama maupun baru. Namun demikian, migran yang datang setelah konflik cenderung memperlihatkan sikap individualistik, emotif, dan reaktif terhadap perbedaan, sehingga menimbulkan potensi keretakan sosial yang meski kecil, tetap berisiko bagi kohesi masyarakat. Peran tokoh agama dan masyarakat terbukti vital dalam menjaga harmoni dan menyelesaikan potensi konflik. Kebaruan dari kajian ini terletak pada penemuan mengenai dinamika konstruksi identitas kultural pasca konflik oleh komunitas migran serta pentingnya integrasi sosial berbasis nilai lokal dalam membangun masyarakat multikultural yang damai. Kajian ini merekomendasikan pentingnya penguatan nilai-nilai lokal seperti hidup orang basudara sebagai fondasi dalam pengembangan teori dan praktik integrasi sosial dalam kajian sosiologi.
Menjadi Orang Ambon: Integrasi Sosial Migran dan Rekonstruksi Identitas Pasca Konflik Rieuwpassa, Sarmalina; Lalihun, Ishaka; Afdhal, Afdhal
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): JUNI 2025 JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.11616

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji proses integrasi sosial dan rekonstruksi identitas para migran di Kota Ambon pasca konflik sosial yang melanda wilayah tersebut pada awal 2000 an Kajian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif wawancara mendalam dan studi dokumentasi di kawasan Waringin Cap Ambon Hasil kajian menunjukkan bahwa migran lama yang telah bermukim sebelum konflik memiliki sikap akomodatif dan berhasil merekonstruksi identitas diri sebagai bagian dari orang Ambon dengan menanamkan nilai hidup orang basudara< em> sebagai simpul identitas kolektif yang khas Pasca konflik integrasi sosial terjadi secara bertahap dengan terbentuknya relasi sosial yang ditandai oleh sikap saling menghargai kerja sama dan solidaritas antar sesama migran baik lama maupun baru Namun demikian migran yang datang setelah konflik cenderung memperlihatkan sikap individualistik emotif dan reaktif terhadap perbedaan sehingga menimbulkan potensi keretakan sosial yang meski kecil tetap berisiko bagi kohesi masyarakat Peran tokoh agama dan masyarakat terbukti vital dalam menjaga harmoni dan menyelesaikan potensi konflik Kebaruan dari kajian ini terletak pada penemuan mengenai dinamika konstruksi identitas kultural pasca konflik oleh komunitas migran serta pentingnya integrasi sosial berbasis nilai lokal dalam membangun masyarakat multikultural yang damai Kajian ini merekomendasikan pentingnya penguatan nilai nilai lokal seperti hidup orang basudara< em> sebagai fondasi dalam pengembangan teori dan praktik integrasi sosial dalam kajian sosiologi < p>