Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

Edukasi Masyarakat Langsa Lama Kota Langsa Terkait Bahaya Penyakit Tuberculosis Nurbaya, Siti; Nuriyanti Sirait; Yanti Musyawarah
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini berbeda dengan penyakit menular lainnya karena penularannya yang cukup cepat dan masih menjadi masalah global yang sulit untuk dipecahkan sehingga penyakit ini muncul sebagai penyebab kematian ketiga terbesar setelah penyakit kardiovaskular dan saluran pernapasan. Tujuan pengabdian masyarakat ini dengan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya penyakit tuberkulosis. Metode pengabdian kepada masyarakat ini dengan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya penyakit tuberkulosis. Hasil kegiatan pelaksanaan profram pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan agar meningkatnya kesadaran masyarakat akan menjaga kebersihan lingkungan dan pencegahan penularan penyakit tuberkulosis ini. Kesimpulan pengabdian kepada masyarakat dengan bentuk edukasi bahaya penyakit tuberkulosis ini telah memenuhi kuantitas dan kualitas.
EDUKASI BAHAYA PENGAWET BORAKS PADA MAKANAN DI SMA NEGERI 12 MEDAN Suharyanisa, Suharyanisa; Yanti Musyawarah; Betharina br Tarigan; Julia Susanti; Widya Fitri; Panjaitan, Juprianto Yosafat; Nadine Wildan Laoli; Florentina Nafannes Duha; Rumonda Sihaloho; Selvi Anisa Manik; Neiza Damai Nirwana
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6809

Abstract

Latar belakang: Boraks merupakan senyawa kimia yang dilarang dalam makanan karena bersifat toksik dan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Boraks sering disalahgunakan oleh produsen makanan untuk meningkatkan kekenyalan, tekstur, dan daya simpan makanan. Konsumsi boraks secara terus-menerus dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti iritasi saluran pencernaan, kerusakan ginjal dan hati, serta gangguan metabolisme. Remaja sekolah merupakan kelompok yang rentan terhadap paparan boraks karena sering mengonsumsi makanan jajanan di lingkungan sekolah tanpa mengetahui kandungan bahan tambahan yang digunakan. Tujuan: Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMA Negeri 12 Medan terhadap bahaya penggunaan pengawet boraks pada makanan, sehingga siswa mampu mengenali risiko kesehatan yang ditimbulkan serta selektif dalam memilih makanan yang aman di lingkungan sekolah. Metode: Diharapkan dengan adanya edukasi bahaya pengawet boraks pada makanan, siswa SMA Negeri 12 Medan mengalami peningkatan pemahaman mengenai pengertian boraks, ciri-ciri makanan yang mengandung boraks, serta dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat konsumsinya. Keberhasilan kegiatan edukasi ini ditunjukkan melalui peningkatan nilai pre-test dan post-test sebagai indikator peningkatan pengetahuan. Hasil: Setelah pelaksanaan penyuluhan, siswa menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran terhadap keamanan pangan, khususnya terkait risiko penggunaan boraks pada makanan jajanan yang beredar di lingkungan sekolah. Kesimpulan: Kegiatan edukasi bahaya pengawet boraks pada makanan di SMA Negeri 12 Medan berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan pemahaman serta kesadaran siswa tentang keamanan pangan. Siswa menjadi lebih mengenal bahaya boraks dan lebih berhati-hati dalam memilih makanan jajanan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi di lingkungan sekolah penting dilakukan sebagai upaya pencegahan agar siswa terhindar dari konsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya.