Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Sabun Padat Transparan Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) Devina Chandra; Natanael Priltius; Manuppak Irianto Tampubolon
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.199 KB) | DOI: 10.55606/jikg.v1i1.960

Abstract

Secang wood from the Caesalpiniacea tribe which was commonly found in Indonesia had secondary metabolites as antibacterial. This study aims to formulate secang wood ethanol extract into a transparent solid soap that is able to meet quality requirements. This research method was begin with formulating the extract into a transparent solid soap preparation with 3 concentrations, namely 5g (F1), 10g (F2), and 15g (F3). Furthermore, appearance tests, foaming ability, free alkali, free fatty acids, irritation, hedonic, and pH were carried out. The results of the research on transparent solid soap gave different colors for each concentration, namely transparent bright red (F1) and transparent dark red (F2 and F3) which were stable for 4 weeks; the foam power test shows a height of 4.5-6.5 cm after 10 minutes; free alkaline test shows a value of 0.07-0.08%; free fatty acid test 0.16%, and pH test 8.96-9.66 at week 4; and transparent solid soap does not cause irritation, attractive and liked by volunteers
BAKTI SOSIAL HISFARMA DAN PERSIT KCK HUBDAM I/BBU HIMPUNAN SEMINAT FARMASI MASYARAKAT PD IAI SUMATRA UTARA Manahan Situmorang; Dumartina Hutahuruk; Jon Kenedy Marpaung; Siti Nurbaya; Natanael Priltius
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Mei: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.49 KB) | DOI: 10.55606/nusantara.v2i2.223

Abstract

Blood donation activity is the obligation of every community as a form of concern for others. Many people do not know about the health benefits of blood donation. There are even people who are reluctant to donate blood because they are worried about the side effects it causes. In fact, by donating blood, the blood cells in the body are replaced more quickly with new ones. The purpose of this activity was to carry out the HISFARMA Social Service and Persit KCK HUBDAM I/BBU Community Pharmacy Seminate Association PD IAI North Sumatra. This activity was carried out by conducting a site survey with the implementation team, meeting with Representatives of PERSIT KCK HUBDAM I/BBU, Medan, North Sumatra. This activity was opened by the presenter, after that singing the Indonesia Raya anthem, welcoming remarks, followed by blood donation activities, blood sugar checks, a careful echo talk show and ended with a group photo. Implementation of community service in the form of social services in educating the public on the importance of blood donation, blood sugar checks and careful echo talk shows. Health Checkup has many benefits. When donating blood, the blood cells in the body are replaced more quickly with new ones. If you donate blood once every three months, your body will stay healthy. Besides being useful for helping others, blood donation also makes our bodies healthier. So it can be concluded that this activity has a good impact and influence on people's knowledge in carrying out this activity.
Sosialisasi Dampak Bencana Banjir Dan Dagusibu Vitamin Di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang Devina Chandra; Natanael Priltius; Manuppak Irianto Tampubolon
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Vol. 2 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/jpmis.v1i3.94

Abstract

Wilayah Indonesia merupakan negara kepulauan, secara geografis terletak di persimpangan tiga lempeng utama dengan potensi bencana banjir yang sangat besar. Banjir dapat menyebabkan kerusakan seperti materi dan kesehatan pada masyarakat. Penyakit yang dialami biasanya berupa diare, demam, dan gatal-gatal pada kulit yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun patogen lainnya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya banjir dan pengenalan tentang vitamin kepada masyarakat, sehingga terjadi peningkatan imun tubuh yang dilakukan oleh tim Dosen Universitas Sari Mutiara dengan melakukan edukasi mengenai Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (DAGUSIBU) Vitamin. Metode kegiatan ini melibatkan masayarakat di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang adalah ceramah, pembagian leaflet, dan tanya jawab. Ceramah yang disajikan dalam bentuk presentasi power point, pembagian leaflet dalam bentuk brosur dilanjutkan dengan sesi diskusi atau tanya jawab tentang DAGUSIBU Vitamin. Hasil dari kegiatan ini adalah di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang mendapatkan edukasi terkait Sosialisasi Bahaya Banjir dan DAGUSIBU (dapatkan, gunakan, simpan, dan buang) vitamin.
Edukasi Kepada Masyarakat Pemanfaatan Sari Buah Bit Menjadi Sabun Mandi Cair yang Berkhasiat sebagai Pelembab Kulit Devina Chandra; Natanael Priltius; Betharina Br Tarigan
Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jpbidkes.v2i2.89

Abstract

Liquid bath soap is a liquid preparation used to clean the skin, made from soap base ingredients with added surfactants, foam stabilizers and fragrances, which is used when bathing without causing irritation to the skin. Liquid bath soap is made by saponifying oil and fat with KOH. This community service is carried out to provide education to the public about beetroot juice as a skin moisturizer. This method of community service is by providing education to the public by presenting material about beetroot juice which treats skin moisture and introducing natural ways to use beetroot juice. The results of the activities of implementing the community service program are in the form of educating the public about the benefits of beetroot juice, namely as a skin moisturizer. Conclusion: Community service in managing beetroot juice as a skin moisturizer meets quantity and quality.
Eksplorasi Potensi Obat Tradisional: Alternatif Herbal dalam Menurunkan Hipertensi di Desa Sampali, Deli Serdang Prov. Sumatera Utara Natanael Priltius; Candrika; Napitupulu, Muhammad irianto; Fajar Pebriyandi; Veronika Simamora; Sianturi, Theesyah R; Eva Diansari Marbun
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. RISKESDAS 2018 mencatat prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%, sementara International Society of Hypertension (2014) melaporkan bahwa tekanan darah tinggi menyebabkan 9,4 juta kematian pada 2010. Selain terapi obat, penggunaan tanaman herbal seperti kencur (Kaempferia galanga L.) semakin diminati karena kandungan flavonoid dan polifenolnya yang berpotensi menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi pemanfaatan kencur dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Sampali, Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Intervensi berupa edukasi tentang hipertensi dan konsumsi kencur secara teratur. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik setelah intervensi. Kesimpulannya, edukasi tentang pemanfaatan kencur dapat menjadi alternatif yang efektif dan terjangkau dalam mengendalikan hipertensi di masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembuatan Emulgel Herbal dari Ekstrak Daun Leunca (Solanum Nigrum) sebagai Alternatif Antibakteri Kulit Jon Kenedy Marpaung; Manahan Situmorang; Yanti Musyawarah; Natanael Priltius
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 2 No. 4 (2024): Desember: Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jurai.v2i4.2363

Abstract

Leunca leaves are rich in bioactive compounds such as tannins, alkaloids, flavonoids, phenols and steroids, making it possible to use them as an antibacterial. This community service aims to empower the community by introducing and involving them in the production of herbal emulgel from Leunca leaf extract (Solanum nigrum), which had potential as a natural antibacterial agent, particularly for skin care. Leunca leaves, rich in bioactive compounds such as alkaloids and flavonoids, had antibacterial properties that can effectively treat skin infections. Through counseling and practical training, the community is taught how to process Leunca leaves into an emulgel formulation that is easy to use and has health benefits. The method of this community service was carried out through presentations, distribution of modules, and demonstrations of emulgel production to the community. Evaluation results showed an increase in community knowledge about the benefits of Leunca leaves as a natural antibacterial agent, with knowledge improving from 15% to 80% after the counseling. It is hoped that this initiative will raise awareness and promote the use of local herbal ingredients in skin care, as well as open up opportunities for herbal-based entrepreneurship that can improve the community's well-being
Penyuluhan kepada Masyarakat tentang Sediaan Farmasi Berbasis Bahan Alam di Sekolah Tanjung Pura Langkat Natanael Priltius; Devina Chandra; Steven Tandiono; Manuppak Irianto Tampubolon
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jppmi.v2i2.570

Abstract

Herbal plant-based pharmaceutical preparations are currently being developed because currently many industries produce and distribute pharmaceutical preparations containing natural ingredients that make it easier for the public to use. The purpose of this extension activity is to provide knowledge to the public about natural-based pharmaceutical preparations at schools in Tanjung Pura, Langkat. The method used in this activity involves lecturers by providing leaflets and materials to the public. The results of the implementation of this activity to the public are in the form of information and education about natural-based pharmaceutical preparations. The result of this activity is that the community service team hopes that the public will receive information about natural-based pharmaceutical preparations
Indentifikasi Senyawa Flavonoid Terhadap Genus Citrus Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Natanael Priltius; Candrika Candrika; Fildza Divani; Jenny Arta Sari Nababan; Nanda Fitri; Najla Yumna Arini; Rahmah Indah Sari; Ranisa Ranisa; Eva Diansari Marbun
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman dari genus Citrus dikenal kaya akan senyawa bioaktif, terutama flavonoid, yang memiliki aktivitas biologis seperti antioksidan dan antiinflamasi. Senyawa-senyawa ini banyak ditemukan pada bagian kulit dan sari buah, dan berpotensi dikembangkan dalam bidang farmasi, kosmetik, maupun pangan fungsional. Adapun penyusunan review artikel tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis senyawa metabolit sekunder yang terkandung di dalamnya. khususnya flavonoid, dalam beberapa spesies buah Citrus dari data literatur yang telah dikumpulkan. Artikel review ini disusun dengan metode penelitian Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti protokol pencarian, seleksi, dan evaluasi literatur, data diperoleh dari Google, Google Scholar, Sciencedirect, ResearchGate, dan Sinta menggunakan kata kunci terkait flavonoid dan spektrofotometri UV-Vis pada genus Citrus dalam rentang tahun 2020–2025 dan kriteria inklusi mencakup jurnal nasional dan internasionak sebanyak 10 jurnal digunakan dalam tinjauan ini. Data dari berbagai artikel penelitian sebelumnya disajikan dalam tabel menunjukkan hasil bahwa seluruh sampel mengandung flavonoid dengan kadar yang bervariasi antar spesies dan bagian buah. kadar flavonoid pada genus Citrus bervariasi baik pada kulit maupun sari buah, dengan nilai tertinggi terdapat pada kulit jeruk nipis (75,329 mg/gr) dan terendah pada kulit jeruk sambal (0,3324 mg/gr). Perbedaan ini dipengaruhi oleh spesies, bagian tanaman, dan kondisi lingkungan. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan metode spektrofotometri UV-Vis terbukti efektif untuk mengidentifikasi dan mengukur kadar flavonoid secara cepat dan akurat.
Indentifikasi Senyawa Flavonoid Terhadap Genus Citrus Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Natanael Priltius; Candrika Candrika; Fildza Divani; Jenny Arta Sari Nababan; Nanda Fitri; Najla Yumna Arini; Rahmah Indah Sari; Ranisa Ranisa; Eva Diansari Marbun
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman dari genus Citrus dikenal kaya akan senyawa bioaktif, terutama flavonoid, yang memiliki aktivitas biologis seperti antioksidan dan antiinflamasi. Senyawa-senyawa ini banyak ditemukan pada bagian kulit dan sari buah, dan berpotensi dikembangkan dalam bidang farmasi, kosmetik, maupun pangan fungsional. Adapun penyusunan review artikel tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis senyawa metabolit sekunder yang terkandung di dalamnya. khususnya flavonoid, dalam beberapa spesies buah Citrus dari data literatur yang telah dikumpulkan. Artikel review ini disusun dengan metode penelitian Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti protokol pencarian, seleksi, dan evaluasi literatur, data diperoleh dari Google, Google Scholar, Sciencedirect, ResearchGate, dan Sinta menggunakan kata kunci terkait flavonoid dan spektrofotometri UV-Vis pada genus Citrus dalam rentang tahun 2020–2025 dan kriteria inklusi mencakup jurnal nasional dan internasionak sebanyak 10 jurnal digunakan dalam tinjauan ini. Data dari berbagai artikel penelitian sebelumnya disajikan dalam tabel menunjukkan hasil bahwa seluruh sampel mengandung flavonoid dengan kadar yang bervariasi antar spesies dan bagian buah. kadar flavonoid pada genus Citrus bervariasi baik pada kulit maupun sari buah, dengan nilai tertinggi terdapat pada kulit jeruk nipis (75,329 mg/gr) dan terendah pada kulit jeruk sambal (0,3324 mg/gr). Perbedaan ini dipengaruhi oleh spesies, bagian tanaman, dan kondisi lingkungan. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan metode spektrofotometri UV-Vis terbukti efektif untuk mengidentifikasi dan mengukur kadar flavonoid secara cepat dan akurat.
STANDARISASI PARAMETER SPESIFIK DAN NON SPESIFIK SIMPILISIA RIMPANG TEMU MANGGA (Curcuma mangga Val.) Evifani Theresia Br Torong; Widia Sari; Divia Azahra; Chrisma Yana Purba; Emiada Lestari Purba; Intan Natasya Sabila; Natanael Priltius; Eva Dian Sari Marbun
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curcuma mangga Val., atau yang lebih dikenal sebagai temu mangga, merupakan salah satu jenis tanaman obat yang diketahui memiliki berbagai khasiat bagi kesehatan. Manfaat ini sebagian besar berasal dari keberadaan metabolit sekunder dalam tanaman tersebut. Beberapa senyawa bioaktif yang terkandung di bagian rimpang antara lain flavonoid, tanin, serta saponin. Ketiga senyawa ini telah diketahui memiliki peran sebagai agen antimikroba, antioksidan, dan penurun kadar lipid dalam darah. Oleh karena itu, rimpang temu mangga dianggap memiliki potensi tinggi sebagai bahan utama dalam formulasi obat tradisional. Agar kualitas dan keamanannya dapat terjamin, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menetapkan parameter standar, baik yang bersifat spesifik maupun nonspesifik, terhadap simplisia dari rimpang temu mangga. Studi ini dilakukan dengan berbagai metode, termasuk analisis makroskopis dan mikroskopis guna menilai karakteristik fisik serta struktur jaringan simplisia. Di samping itu, dilakukan pula analisis fitokimia untuk mengetahui kandungan senyawa aktif dalam bahan tersebut. Parameter spesifik yang dianalisis mencakup kandungan sari yang dapat larut dalam pelarut air maupun etanol. Sedangkan parameter nonspesifik meliputi berbagai aspek, seperti susut pengeringan, tingkat kelembaban, kadar abu total, serta kandungan abu yang tidak larut dalam asam. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa secara visual dan mikroskopis, simplisia memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan. Dalam uji fitokimia, flavonoid, tanin, dan saponin berhasil terdeteksi dengan jelas. Pada analisis parameter spesifik, kandungan sari larut dalam etanol telah mencapai nilai yang sesuai dengan syarat minimal. Namun, hasil untuk sari larut dalam air hanya mencapai 15%, yang masih lebih rendah dibandingkan batas minimum 18,8% sebagaimana tercantum dalam Farmakope Herbal Indonesia. Sementara itu, dari parameter nonspesifik, hanya kadar abu total sebesar 0,5% yang masih berada dalam rentang toleransi. Nilai susut pengeringan sebesar 10,006%, kadar air 10,01%, serta abu tidak larut dalam asam sebesar 4,70% semuanya melampaui batas maksimum yang ditetapkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kualitas simplisia rimpang temu mangga belum sepenuhnya sesuai dengan standar yang ditetapkan. Oleh sebab itu, diperlukan perbaikan terutama pada proses pencucian, pengeringan, dan penyimpanan, agar bahan tersebut memenuhi persyaratan mutu dalam Farmakope Herbal Indonesia serta aman digunakan sebagai bahan baku jamu.