Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kesenjangan Upah Buruh Tani Perempuan Dengan Laki-laki (Problematika Kesetaraan Gender) Huldiya Syamsiar; Abdurrohman Abdurrohman
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 4 No 2 (2020): Oktober, 2020
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v4i2.2855

Abstract

Penelitian ini tentang kesenjangan pemberian upah buruh tani laki-laki dan perempuan sehingga menjadi sebuah problematika kesetaraan gender di Desa Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti terhadap problematika kesetaraan gender yang tidak pernah bisa setara sampai saat ini. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini yaitu bagaimana sistem pengupahan buruh tani antara buruh tani perempuan dan laki-laki, serta bagaimana problematika kesetaraan gender dalam pemberian upah antara buruh tani perempuan dan laki-laki. Sedangkan tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan sistem pemberian upah buruh tani antara buruh tani perempuan dengan laki-laki serta untuk mengetahui problematika Kesetaraan Gender dalam pemberian upah antara buruh tani perempuan dengan laki-laki. Metode dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan skunder. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validasi yang digunakan untuk menguji kebenaran data menggunakan trianggulasi sumber penelitian. Analisis data menggunakan model interaktif Miles and Huberman. Hasil penelitian adalah sistem pemberian upah antara buruh tani perempan dengan laki-laki yaitu sistem harian dan borongan,serta problematika kesetaraan gender yaitu budaya patriarki, keliru dalam memahami agama, dan peran serta beban kerja.
Perempuan Pengangkut Air Dalam Tradisi Masyarakat Desa Dendun Kecamatan Mantang Kabupaten Bintan Muhammad Robby Chandra; Sri Wahyuni; Rahma Syafitri; Vivi Elvianora; Abdurrohman
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 5 No 2 (2021): Oktober, 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v5i2.4165

Abstract

Desa Dendun merupakan bagian dari Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Desa Dendun memiliki permasalahan mengenai ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dari sinilah dimulailah tradisi membawa air yang dilakukan oleh para wanita desa Dendun. Penelitian ini dilakukan peneliti untuk melihat bagaimana tradisi perempuan pembawa air di desa Dendun tetap lestari hingga saat ini. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan konsep konstruksi sosial dan tradisi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Informan penelitian ini adalah masyarakat Desa Dendun, baik ayah maupun anak laki-laki, serta ibu dan anak perempuan. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara menggunakan pedoman wawancara (interview guide). Analisis data digunakan dengan model metodologi penelitian kualitatif Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Tradisi mengangkut air yang dilakukan oleh perempuan di Desa Dendun hingga saat ini tidak lepas dari peran masyarakat khususnya keluarga dan lingkungan sosialnya. Anak perempuan dan laki-laki telah diajarkan untuk mengangkut air sejak usia dini, tetapi ketika mereka tumbuh dewasa kegiatan transportasi air hanya menjadi bagian dari kehidupan perempuan di desa Dendun. Selain itu, ada nilai-nilai yang dibangun di masyarakat bahwa membawa air bermanfaat bagi ibu hamil, mengangkut air sebagai kebutuhan, mengangkut air sebagai bentuk kasih sayang
Multicultural Education as a Strategy for Strengthening Students’ Tolerance Attitudes in Islamic Boarding Schools in Lombok Abdurrohman; Muh. Jaelani Al Pansori; Lia Rismawati
KASTA : Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kasta.v5i3.2330

Abstract

Lombok is a region characterized by cultural, ethnic, and social diversity, which necessitates the implementation of multicultural values in education. Islamic boarding schools (pondok pesantren) play a strategic role as religious-based educational institutions in fostering tolerance among students. This study aims to describe the implementation of multicultural education in Islamic boarding schools in Lombok and its contribution to the development of students’ tolerance attitudes. This research employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observations, in-depth interviews with pesantren leaders, teachers, and students, as well as document analysis of learning activities and pesantren culture. The findings indicate that multicultural education in Lombok’s Islamic boarding schools is implemented through the integration of tolerance values in classroom learning, educators’ role modeling, religious and social activities, and daily habituation of living together in a diverse pesantren environment. These practices contribute to the development of mutual respect, openness, and acceptance of differences among students. The study concludes that Islamic boarding schools have significant potential as strategic spaces for the development of multicultural education oriented toward strengthening students’ tolerance attitudes.
DERADIKALISASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) MODEL KEBERAGAMAAN INKLUSIF DIKALANGAN SISWA SMA abdurrohman abdurrohman
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 7 No. 2 (2018): Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of religious radicalism has become a global threat of the 21st century that phenomenon was a result of Islam as anaccused religion and was often associated with a terrorist religion. Educational institutions often "suspected" in creating of terrorists’ generations because the content material of Islamic Religious Education Study was dogmatic, indoctrinated, and related to proselytizing spirit that confirms truth claims. Anyway, substance of instructional materials used in senior high school does not contain inclusive religious content so it can create an exclusive and intolerant religious behavior among senior high school students. The aim of this study; 1).Providing foothold among students of theological and sociological thinking and behavior in order to have an inclusive and tolerant religiosity 2).Deploying and seeding ideas and behavior of an inclusive and tolerant religiosity as a form of resistance ideology (de-radicalization). 3). Filling the void literature Islamic Religious Education Study particular model of inclusive diversity relevant to mainstream Islam in Indonesia. To counteract the religious radicalism among students, the teaching material of Islamic Religious Education Study must contain religious inclusive content incorporating the teachings of Islam as a religion Rahmatan Lil Alamin, a religion of tolerance which is supported by the argument of the Qur'an and hadith. By using this model of teaching materials is expected of senior high school students have an inclusive religious behavior that is relevant to the character and Indonesian Islam mainstream in order to prevent radicalism behavior among senior high school students. Keywords: Islamic Religious Education, Inclusive Diversity, De-Radicalism
DERADIKALISASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) MODEL KEBERAGAMAAN INKLUSIF DIKALANGAN SISWA SMA abdurrohman abdurrohman
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 7 No. 2 (2018): Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of religious radicalism has become a global threat of the 21st century that phenomenon was a result of Islam as anaccused religion and was often associated with a terrorist religion. Educational institutions often "suspected" in creating of terrorists’ generations because the content material of Islamic Religious Education Study was dogmatic, indoctrinated, and related to proselytizing spirit that confirms truth claims. Anyway, substance of instructional materials used in senior high school does not contain inclusive religious content so it can create an exclusive and intolerant religious behavior among senior high school students. The aim of this study; 1).Providing foothold among students of theological and sociological thinking and behavior in order to have an inclusive and tolerant religiosity 2).Deploying and seeding ideas and behavior of an inclusive and tolerant religiosity as a form of resistance ideology (de-radicalization). 3). Filling the void literature Islamic Religious Education Study particular model of inclusive diversity relevant to mainstream Islam in Indonesia. To counteract the religious radicalism among students, the teaching material of Islamic Religious Education Study must contain religious inclusive content incorporating the teachings of Islam as a religion Rahmatan Lil Alamin, a religion of tolerance which is supported by the argument of the Qur'an and hadith. By using this model of teaching materials is expected of senior high school students have an inclusive religious behavior that is relevant to the character and Indonesian Islam mainstream in order to prevent radicalism behavior among senior high school students. Keywords: Islamic Religious Education, Inclusive Diversity, De-Radicalism