Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Potret Kucing sebagai Hasil Fantasi Patriarki dari Puisi “Ngiau” Karya Sutardji Calzoum Bachri Mukafi, Muhammad Hamdan; Wahyuningsih, Triyanti
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 15, No 2: 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.15.2.%p

Abstract

Literary works are able to evolve their meaning in relation to the presence of an illustration embedded in them. Like the poem "Ngiau" by Sutardji Calzoum Bachri, which in this research is side by side with the illustration of a cat. The poem is able to absorb realist meanings aesthetically reflecting on the presence of cat illustrations embedded in it. Moreover, the illustration also reinforces the representation of reality that boils down to the perpetuation of patriarchy. In this case, the poem that comes with an illustration has a problematic representation of patriarchy that requires a long analysis of it. Aesthetically, the illustrative cat reinforces the fantastical representation of the patriarchal context in the poem "Ngiau". Cats are commonly known as highly populated creatures that can live in long alleys. This context makes patriarchy something that has been reflected in perpetuity because of the cat's attitude that places itself as the holder of a structure over the mouse as its prey, like a man who controls a woman's choice of things. The representation is meant to see how a concept of patriarchy has lived latently and blurred who is human and who is animalKarya sastra mampu mengevolusikan maknanya berkaitan dengan kehadiran suatu ilustrasi yang disematkan kepadanya. Seperti puisi “Ngiau” karya Sutardji Calzoum Bachri yang dalam penelitian ini berdampingan dengan ilustrasi kucing. Puisi tersebut mampu menyerap makna-makna realis secara estetik bercermin pada kehadiran ilustrasi kucing yang disematkan kepadanya. Terlebih, ilustrasi yang hadir sekaligus menguatkan representasi realita yang bermuara pada langgengnya patriarki. Dalam hal ini puisi yang hadir bersama suatu ilustrasi memiliki sebuah problematika representasi patriarki yang membutuhkan analisis panjang terhadapnya. Secara estetik, kucing yang hadir secara ilustratif menguatkan representasi fantasi dari konteks patriarki dalam puisi “Ngiau”. Kucing umum dikenal sebagai makhluk yang berpopulasi tinggi dan bisa hidup di gang-gang panjang. Konteks ini membuat patriarki sebagai sesuatu yang telah tercermin langgeng oleh sebab sikap kucing yang menempatkan dirinya sebagai pemegang suatu struktur di atas tikus sebagai mangsanya, seperti laki-laki yang menguasai pilihan perempuan atas suatu hal. Representasi tersebut dimaksud untuk melihat bagaimana sebuah konsep patriarki telah hidup dengan laten dan mengaburkan siapa manusia siapa hewan.
Peran Pengetahuan dan Literasi Digital dalam Keberlanjutan UMKM Antoaquarium & Art di Desa Branjang, Ungaran Barat Arshanda, Rivalin; Asykariya, Ifroh Alfi; Malik, Ghiyats Al; Rafsanjani, Singgasana Ratu Zahra; Kentjana, Berliana Dhanieta Tirta; Utama, Faisal Tri; Ramadan, Alvito Arief; Citra P, Gusti Ayu Radeni; Mukafi, Muhammad Hamdan; Komariya, Siti; Pramudyo, Gani Nur
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 2 (2025): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 2
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.2.38-59

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian lokal Indonesia, namun sering menghadapi tantangan keberlanjutan seperti keterbatasan modal, akses pasar, dan adopsi teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengetahuan dan literasi digital dalam mendukung keberlanjutan UMKM Antoaquarium & Art di Desa Branjang, Ungaran Barat, yang berfokus pada produksi aquascape berbahan lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus instrumental tunggal, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya manusia, seperti pengalaman dan keterampilan desain Mas Bagas, serta sumber daya tangible seperti kayu senggani, memberikan keunggulan kompetitif. Namun, rendahnya literasi digital, ditunjukkan oleh minimnya pemanfaatan media sosial, ketiadaan katalog digital, dan ketergantungan pada pemasaran konvensional, menghambat ekspansi pasar. Modal sosial yang kuat dengan pelanggan grosir mendukung stabilitas usaha, tetapi kurangnya jaringan eksternal membatasi pertumbuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan literasi digital melalui pelatihan dan penguatan modal sosial dapat mengoptimalkan sumber daya untuk keberlanjutan UMKM Antoaquarium & Art, memungkinkan ekspansi pasar dan daya saing yang lebih baik di era digital.
Pengembangan Media Digital sebagai Strategi Retorika Pemasaran Produk Resin Eco-Kultural Sigur.id di Desa Branjang, Ungaran Barat Agustin, Evi Yanti; Handaka, Theresia Rachel Aurelia; Saputri, Novellia Shafa Nur; A'la, Muhammad Faishal Rofiqil; Tedja, Muthia Fakhira; Devitasari, Rafaela Tiara; Patricia, Aretha Hanny; Nasution, Irzan Althaf Munif; Rachmadhani, Aulia; Mukafi, Muhammad Hamdan; Komariya, Siti; Pramudyo, Gani Nur
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 2 (2025): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 2
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.2.12-24

Abstract

The purpose of this study is to evaluate the effectiveness of digital media in building cultural narratives while strengthening the position of UMKM products in the creative economy ecosystem. The method used is a mixed-methods approach, which combines qualitative and quantitative approaches simultaneously. Qualitative data were collected through semi-structured interviews, participant observation, and visual documentation, while quantitative data were obtained from social media insights, website metrics, and e-commerce performance. The literature review includes Aristotle's rhetorical theory (ethos, pathos, logos), the concept of MSME digitalization, and the eco-cultural storytelling approach. The results of the study show that digital media not only function as a promotional tool but also as a medium for preserving culture and forming the identity of local products. The rhetorical strategy applied was successful in creating emotional, logical, and credible engagement with the audience. In conclusion, the integration between technology and cultural values through a marketing rhetoric approach is able to build sustainable MSME positioning while strengthening a more meaningful digital cultural ecosystem.