Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Transformasi Digital dalam Pelayanan Publik: Pelajaran dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bima Daaris, Yuli Yanti; Imam, Sadrul
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntaximperatif.v5i2.367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan serta hambatan dalam transformasi digital dalam pelayanan publik di Kabupaten Bima, dengan fokus pada pelayanan perizinan. Urgensi penelitian ini terletak pada pemahaman dampak transformasi digital terhadap kualitas hidup masyarakat dan kemajuan ekonomi lokal. Dengan identifikasi tantangan spesifik yang dihadapi Kabupaten Bima dalam mengadopsi teknologi untuk perizinan dan pelayanan terpadu, penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pengambilan keputusan yang efektif dan pembangunan kebijakan yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan tahapan pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, dan observasi langsung terhadap proses perizinan dan pelayanan terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah ada kemajuan dalam digitalisasi pelayanan perizinan, masih terdapat tantangan seperti rendahnya literasi digital dan infrastruktur teknologi yang kurang memadai. Namun, integrasi sistem dan peningkatan investasi telah membawa dampak positif dalam meningkatkan efisiensi layanan publik dan menarik investasi. Diperlukan upaya lebih lanjut dalam peningkatan infrastruktur dan pelatihan Teknologi Informasi untuk mencapai transformasi digital yang lebih besar di Kabupaten Bima. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi kunci dalam mencapai tujuan ini. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melainkan juga memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pelayanan publik.
Tingkat Kematangan Penerapan SPBE di Kabupaten Bima: Implikasi terhadap Efektivitas Pelayanan Publik Hidayatullah, Hidayatullah; Lestanata, Yudhi; Hadi, Ayatullah; Imam, Sadrul
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntaximperatif.v5i2.370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kabupaten Bima, Indonesia, dengan fokus pada peningkatan efisiensi dan kualitas layanan publik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, melibatkan wawancara dengan para ahli dan tinjauan literatur untuk memahami fenomena secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Bima memiliki keunggulan dalam layanan administrasi pemerintahan daerah berbasis elektronik, namun terdapat kelemahan pada manajemen audit dan infrastruktur TIK. Meskipun demikian, aplikasi modern seperti SIGESIT, SANTABE, LAMBARASA, ARLOOPA, dan SIDAK telah membantu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Untuk mempertahankan keunggulan ini, diperlukan pemeliharaan sistem SPBE, peningkatan kompetensi SDM, dan penguatan infrastruktur. Fokus pada pengembangan TIK dan e-government serta peningkatan kualitas layanan publik diharapkan dapat mengatasi tantangan yang masih ada, menjadikan Kabupaten Bima sebagai contoh keberhasilan dalam penerapan teknologi untuk pelayanan publik.
Inovasi Digital untuk Efisiensi Birokrasi: Analisis Penerapan Aplikasi Lambarasa dalam Penerbitan Dokumen Kependudukan Online di Kabupaten Bima Lestanata, Yudhi; Imam, Sadrul; Hidayatullah, Hidayatullah; Haeril, Haeril
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntaximperatif.v5i2.371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kontribusi Aplikasi Lambarasa dalam meningkatkan efisiensi birokrasi melalui penerbitan dokumen kependudukan secara online di Kabupaten Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan fokus pada analisis penerapan aplikasi Lambarasa di Kantor Dukcapil Kabupaten Bima. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan petugas, dan analisis dokumen kebijakan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aplikasi Lambarasa telah memberikan dampak positif dalam mempercepat proses administrasi dan mengurangi beban birokrasi, serta meningkatkan efisiensi dan akurasi data kependudukan. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang menghambat efektivitas aplikasi, seperti minimnya pengetahuan masyarakat tentang cara menggunakan aplikasi dan akses internet yang tidak merata. Mayoritas masyarakat masih lebih memilih metode konvensional daripada memanfaatkan aplikasi ini. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan upaya sosialisasi yang intensif dan terarah, peningkatan infrastruktur teknologi informasi, serta penyediaan dukungan teknis yang memadai. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan aplikasi Lambarasa dapat diadopsi lebih luas, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan publik serta mempermudah proses pengurusan dokumen kependudukan bagi masyarakat Kabupaten Bima.
Pendampingan Sustainable Livelihood Berbasis Kearifan Lokal Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Rembitan Pratama, Inka Nusamuda; Subandi, Azwar; Imam, Sadrul; Pratiwi, Yupitari Estu; Aprileana, Lady; Oktriani, Elisa
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 7, No 3 (2024): Juli 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i3.3292

Abstract

The sustainable livelihood assistance program in Rembitan Village aims to improve community welfare based on local wisdom. The activity stages include initial identification of socio-economic and environmental conditions of the village, preparation of activity plans based on community participation, as well as implementation of training and workshops. After the training, intensive mentoring is provided to help people apply new skills in their daily practice. The results achieved include increasing community capacity in sustainable agricultural techniques, developing better quality handicraft and traditional food products, as well as diversifying family income sources. Program evaluation shows a positive response from the community to training and mentoring activities, with indications of an increase in the local economy and awareness of the importance of sustainable natural resource management. This service activity not only succeeded in improving the economic welfare of the Rembitan Village community, but also strengthened local capacity in facing the challenges of sustainable development in the future. Keywords: sustainable livelihoods; local wisdom; well-being; economy  Abstrak: Program pendampingan sustainable livelihood di Desa Rembitan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis kearifan lokal. Tahapan awal kegiatan meliputi identifikasi kondisi sosial-ekonomi dan lingkungan Desa, penyusunan rencana kegiatan berbasis partisipasi masyarakat, serta implementasi pelatihan dan workshop. Setelah pelatihan, dilakukan pendampingan intensif untuk membantu masyarakat menerapkan keterampilan baru dalam praktiknya sehari-hari. Hasil yang dicapai meliputi peningkatan kapasitas masyarakat dalam teknik pertanian berkelanjutan, pengembangan produk kerajinan tangan dan makanan tradisional dengan kualitas yang lebih baik, serta diversifikasi sumber pendapatan keluarga. Evaluasi program menunjukkan respons yang positif dari masyarakat terhadap kegiatan pelatihan dan pendampingan, dengan indikasi peningkatan ekonomi lokal dan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya berhasil meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Rembitan, tetapi juga memperkuat kapasitas lokal dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan dimasa mendatang. Kata kunci: sustainable livelihood; kearifan lokal; kesejahteraan; ekonomi
An Analysis of the Implementation of Village Fund Policy Management in Pakembinangun Village, Pakem District, Sleman Regency Imam, Sadrul; Muhaimin, Muhaimin
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i3.713

Abstract

The implementation of the village fund policy refers to the allocation of financial resources originating from the State Budget (APBN), designated for villages and customary village entities, which are distributed through Regional Budgets (APBD) to regencies and municipalities. These funds are intended to finance governmental operations, infrastructure development, community empowerment, and sociocultural facilitation. With the enactment of Law Number 6 of 2014 concerning Villages, villages are restored as entities with community-endowed rights, thus establishing village autonomy in which governance is conducted independently, by and for the people. Consequently, all administrators and stakeholders of village development are expected to exhibit independence, proactiveness, and cooperation. The management of village finances encompasses a comprehensive system consisting of planning, implementation, administration, reporting, and financial oversight. This study adopts a descriptive qualitative approach, with data gathered in the form of narratives and visuals rather than numerical statistics. The existence of various phenomena indicates significant deficiencies in the governance and accountability mechanisms related to village fund utilization. These shortcomings have escalated the demand for improved financial responsibility, not only from village authorities but also from the local community. Accordingly, this study seeks to critically examine the accountability practices of village governments. The case of Pakembinangun Village in Pakem District, Sleman Regency, exemplifies such challenges, notably in the form of suboptimal fund absorption rates and discrepancies between budget allocations and actual expenditures
Pendampingan Sustainable Livelihood Berbasis Kearifan Lokal Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Rembitan Pratama, Inka Nusamuda; Subandi, Azwar; Imam, Sadrul; Pratiwi, Yupitari Estu; Aprileana, Lady; Oktriani, Elisa
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 7 No. 3 (2024): Juli 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i3.3292

Abstract

The sustainable livelihood assistance program in Rembitan Village aims to improve community welfare based on local wisdom. The activity stages include initial identification of socio-economic and environmental conditions of the village, preparation of activity plans based on community participation, as well as implementation of training and workshops. After the training, intensive mentoring is provided to help people apply new skills in their daily practice. The results achieved include increasing community capacity in sustainable agricultural techniques, developing better quality handicraft and traditional food products, as well as diversifying family income sources. Program evaluation shows a positive response from the community to training and mentoring activities, with indications of an increase in the local economy and awareness of the importance of sustainable natural resource management. This service activity not only succeeded in improving the economic welfare of the Rembitan Village community, but also strengthened local capacity in facing the challenges of sustainable development in the future. Keywords: sustainable livelihoods; local wisdom; well-being; economy  Abstrak: Program pendampingan sustainable livelihood di Desa Rembitan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis kearifan lokal. Tahapan awal kegiatan meliputi identifikasi kondisi sosial-ekonomi dan lingkungan Desa, penyusunan rencana kegiatan berbasis partisipasi masyarakat, serta implementasi pelatihan dan workshop. Setelah pelatihan, dilakukan pendampingan intensif untuk membantu masyarakat menerapkan keterampilan baru dalam praktiknya sehari-hari. Hasil yang dicapai meliputi peningkatan kapasitas masyarakat dalam teknik pertanian berkelanjutan, pengembangan produk kerajinan tangan dan makanan tradisional dengan kualitas yang lebih baik, serta diversifikasi sumber pendapatan keluarga. Evaluasi program menunjukkan respons yang positif dari masyarakat terhadap kegiatan pelatihan dan pendampingan, dengan indikasi peningkatan ekonomi lokal dan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya berhasil meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Rembitan, tetapi juga memperkuat kapasitas lokal dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan dimasa mendatang. Kata kunci: sustainable livelihood; kearifan lokal; kesejahteraan; ekonomi
Resiliensi Sosio-Teknologis dalam Tata Kelola Kesehatan Digital: Analisis Kritis Mitigasi Stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat Kamaluddin, Kamaluddin; Sartika, Renni; Imam, Sadrul
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i6.976

Abstract

Berangkat dari tingginya kompleksitas dan persistensi masalah stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat, penelitian ini menegaskan urgensi analisis kritis terhadap tata kelola kesehatan digital yang selama ini cenderung dipahami secara teknokratis dan administratif. Digitalisasi kesehatan diposisikan bukan sekadar sebagai instrumen pencatatan data, melainkan sebagai arena relasi kuasa, produksi pengetahuan, dan pembentukan resiliensi sosio-teknologis dalam mitigasi stunting. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana resiliensi tersebut dibangun, dinegosiasikan, dan dibatasi oleh fragmentasi kebijakan, interoperabilitas data yang lemah, serta ketimpangan kapasitas aktor di tingkat lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan desain studi kasus kritis, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen kebijakan serta sistem digital kesehatan seperti e-PPGBM, SIGIZI, dan dashboard stunting di NTB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun infrastruktur digital kesehatan berkembang pesat, lemahnya interoperabilitas semantik dan koordinasi lintas sektor menyebabkan data terfragmentasi dan gagal berfungsi sebagai basis kebijakan berbasis bukti. Resiliensi digital yang terbentuk bersifat rapuh karena bergantung pada improvisasi tenaga kesehatan dan kader posyandu, sekaligus memproduksi eksklusi digital terhadap kelompok rentan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tanpa pergeseran menuju resiliensi transformatif melalui harmonisasi kebijakan, federasi data yang adil, dan penguatan peran aktor lokal, digitalisasi kesehatan berisiko menjadi simbol modernisasi semu tanpa dampak signifikan dalam memutus siklus stunting lintas generasi.