Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Percepatan pada Proyek Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Laut Likupang dengan Metode Crashing dan Least Cost Analysis Sampul, Friska Amelia; Thambas, Arthur Harris; Malingkas, Grace Yoyce
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i2.52395

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan mengatasi keterlambatan proyek Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Laut Likupang di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, yang disebabkan oleh berbagai permasalahan teknis, termasuk perubahan desain dan ruang lingkup pekerjaan. Dengan metode kualitatif, penelitian ini menggunakan Crashing Program dan Least Cost Analysis sebagai upaya percepatan proyek. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan pengkajian data proyek, diikuti eksperimen rancangan skenario percepatan dengan penambahan waktu kerja dan tenaga kerja. Identifikasi awal menunjukkan adanya perubahan desain yang menyebabkan keterlambatan hingga -29,46%, mengakibatkan pemutusan kontrak dengan kontraktor awal. Melalui penerapan metode Crashing Program, skenario penambahan waktu lembur 3 jam per hari mempersingkat durasi proyek menjadi 424 hari dengan peningkatan biaya sebesar 0,39%. Penambahan shift kerja mempercepat pelaksanaan menjadi 399 hari dengan kenaikan biaya 0,05%, sementara skenario penambahan tenaga kerja mempercepat proyek menjadi 370 hari dengan tambahan biaya sebesar 0,01%, menjadikannya opsi paling efisien. Kesimpulannya, penerapan metode Crashing Program dan Least Cost Analysis terbukti efektif mempercepat proyek dengan tambahan biaya minimal, dan diharapkan dapat diintegrasikan sejak perencanaan awal hingga tahap monitoring di proyek konstruksi. Penelitian ini menunjukkan pentingnya perencanaan percepatan berbasis analisis biaya dan waktu dalam proyek strategis untuk mencapai efisiensi waktu dan anggaran.
Efektivitas Media Promosi Kesehatan Berbasis Video dan Booklet Terhadap Pengetahuan Pencegahan Stunting Pada Remaja Putri Gunawan, Deni; Kapantow, Nova H.; Korompis, Grace Esther Caroline; Niode, Nurdjannah Jane; Wungouw, Herlina Ineke Surjane; Thambas, Arthur Harris
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2435

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi paling mendesak pada kelompok remaja terutama di negara-negara berkembang, sehingga diperlukan upaya pengendalian melaui peningkatan pengetahuan yang mencakup promosi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektifitas media promosi kesehatan antara video dan booklet terhadap peningkatan pengetahuan pencegahan stunting pada remaja putri. Penelitian dilakukan dengan metode kuasi eksperimantal dengan melibatkan 113 responden, terbagi kedalam kelompok intervensi video sebanyak 45 responden dan 68 kelompok booklet, melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan sebanyak tiga kali: pretest, posttest 1 dan posttest2, dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan tidak perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah intervensi media video (p > 0,05). Promosi kesehatan menggunakan media booklet menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Temuan ini menyimpulkan bahwa booklet lebih efektif dibandingkan video dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan stuntinglebih cepat, lebih kuat, dan lebih stabil.
Integrasi Data Debit Puncak dan Pasang Surut dalam Pemodelan Hidrodinamika Pantai Pulisan Sompie, Ezra Nozomi Gloria; Mananoma, Tiny; Thambas, Arthur Harris; Ratu, Yosua Aditya
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 6 (2025): EduTIK : Desember 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Pariwisata Pantai Pulisan sebagai Destinasi Super Prioritas (DSP) nasional, menuntut adanya mitigasi risiko banjir yang efektif untuk menjamin keberlanjutan investasinya. Penelitian ini berfokus pada dinamika hidrodinamika di muara Pantai Pulisan yang berfungsi sebagai saluran pengontrol vital pelepasan debit. Area ini menghadapi tantangan kompleks dari interaksi antara karakteristik DAS hulu yang torrential dan siklus pasang surut air laut. Oleh karena itu, penelitian kuantitatif ini bertujuan menganalisis pola arus dan elevasi air di kawasan Pantai Pulisan pada kondisi ekstrem menggunakan simulasi hidrodinamika numerik dua dimensi (2D) dengan perangkat lunak MIKE21. Penelitian kuantitatif tahun 2024 ini bertujuan menganalisis pola arus dan elevasi air pada kondisi ekstrem menggunakan simulasi hidrodinamika numerik dua dimensi (2D) dengan MIKE21, mengintegrasikan dua skenario data debit puncak sungai dengan pasang surut air laut sebagai kondisi batas kritis. Hasil pemodelan mengklasifikasikan Sistem Sungai Pulisan sebagai river-dominated estuary dengan pola arus unidireksional. Perbedaan kecepatan arus  antara  yaitu 0.53 m/det dan  yaitu 0.9 m/det menunjukkan tercapainya batas kapasitas pengaliran horizontal. Akibatnya, peningkatan signifikan debit dikompensasi oleh lonjakan elevasi muka air yang substansial di bagian hulu, yang dapat memicu risiko luapan air dan banjir dominan di tepi sungai hulu pantai Pulisan. Temuan ini esensial untuk perumusan strategi pengendalian banjir yang berkelanjutan.
Jalur Evakuasi pada Permukiman Pesisir Pantai Rawan Bencana Thambas, Arthur Harris; Egam, Pingkan Peggy; Rompas, Leidy Magrid
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 3 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.2.79

Abstract

Karakter permukiman pesisir pantai secara periodik mengalami hantaman angin dan gelombang pasang, maka permukiman yang berada di sepanjang pesisir pantai Malalayang juga mengalami hal serupa. Tujuan penelitian yaitu menganalisis jalur evakuasi dalam permukiman sebagai salah satu upaya mitigasi bencana. Metode yang digunakan yaitu mix-method. Kerangka analisis diarahkan pada karakteristik permukiman berkaitan dengan bencana angin dan gelombang pasang, analisis jalur sirkulasi, posisi, bentuk dan orientasi permukiman. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan arah dan posisi jalur evakuasi. Kemudahan akses merupakan pertimbangan utama dalam penentuan jalur evakuasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 jalur evakuasi yang terhubung langsung dengan jalan utama. Jalur evakuasi utama berada ditengah permukiman dengan posisi tegak lurus terhadap jalan utama. Adaptasi permukiman terhadap bencana angin di lakukan melalui penataan bangunan hunian dengan merapatkan posisi perletakan serta penempatan vegetasi menghadap pesisir pantai.
Pelaksanaan Show Case Meeting (SCM) pada Proyek Preservasi Jalan Girian – Kema – Rumbia – Buyat 2024 Martalata, Andi; Thambas, Arthur Harris; Mananoma, Tiny
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v5i1.7554

Abstract

Road preservation is a type of maintenance that keeps roads in satisfactory working order by using preventive, corrective, rehabilitation, and reconstruction methods. This approach makes sure that the road stays usable for the entire time it is planned to be used. In practice, preservation projects often run into delays that can lead to important contract conditions. To avoid this, there needs to be a structured way to evaluate things through a Show Case Meeting (SCM). This study looks at how SCM was used in the 2024 Girian–Kema–Rumbia–Buyat Road Preservation Project to find out what caused the delays and how well the agreed-upon fixes worked. The method included looking at physical progress, differences between planned and actual performance, and how well the contractor did during SCM Stages I and II. The results indicate that the contractor failed to provide enough workers and move the right equipment, which led to the critical contract condition. SCM Stage I did not meet the required test-case target, but SCM Stage II did, showing that the contractor was able to meet the required performance targets and finish the work on time. These results show that SCM is an important way to control contracts and fix problems, which helps construction projects get done on time and well.