Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI MEMELIHARA UNIT FINAL DRIVE MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENTS DI SMK SWASTA PEMBDA NIAS Telaumbanua, Desman; Zega, Firwanus; Zai, Desmanto; Waskito, Waskito; Yustisia, Henny
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 10 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/scientica.v2i10.2536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada kompetensi memelihara unit final drive menggunakan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournaments (TGT) di kelas XI Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Swasta Pembda Nias. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada observasi awal yang menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang dominan digunakan adalah ceramah, yang menyebabkan siswa pasif dan hasil belajar yang kurang optimal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas siswa, dan wawancara dengan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TGT dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Pada siklus pertama, terdapat peningkatan aktivitas siswa sebesar 65,83% dan hasil belajar sebesar 40%, sementara pada siklus kedua, peningkatan aktivitas siswa mencapai 70% dan hasil belajar sebesar 60%, pada siklus ketiga peningkatan aktivitas siswa sebesar 80,41% dan hasil belajar sebesar 85%. Dengan demikian, model pembelajaran TGT terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran memelihara unit final drive. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penggunaan metode pembelajaran yang variatif, seperti TGT, sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa di sekolah kejuruan.
Optimalisasi Penilaian Non-Tes Berbasis Metode 5S untuk Meningkatkan Kompetensi Kerja Siswa SMK Harefa, Resman Hendi Nofanolo; Ziliwu, Exaudi; Zega, Firwanus; Simatupang, Wakhinuddin; Yuliana, Yuliana
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 6 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v5i6.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen non-tes berbasis metode 5S untuk meningkatkan penilaian diagnostik siswa SMK. Pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen quasi digunakan untuk mengukur pengaruh penerapan metode 5S terhadap kompetensi kerja siswa. Penelitian ini melibatkan siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMKS Pembda Nias sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi dan portofolio, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode 5S secara signifikan meningkatkan efisiensi dan kualitas penilaian non-tes. Skor rata-rata kinerja siswa meningkat dari 70,2 menjadi 85,4 setelah penerapan metode ini. Selain itu, peningkatan terlihat pada aspek kedisiplinan (+20,6%), pengorganisasian alat (+22,2%), dan keterampilan teknis (+22,9%). Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi metode 5S dalam pendidikan kejuruan untuk meningkatkan kesiapan siswa menghadapi tuntutan dunia kerja.
Kepemimpinan Kolaboratif sebagai Penggerak Dual-System Education di SMK Swasta Pembda Nias Telaumbanua, Desman; Zega, Firwanus; Zalukhu, Sabar Jaya; Giatman, M; Ernawati, Ernawati
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 6 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v5i6.409

Abstract

Dual-system education menggabungkan pembelajaran di sekolah dengan pelatihan kerja di industri untuk menciptakan lulusan siap kerja. SMK Swasta Pembda Nias menghadapi tantangan implementasi sistem ini, termasuk koordinasi yang lemah dengan mitra industri dan keterbatasan fasilitas. Penelitian ini mengeksplorasi peran kepemimpinan kolaboratif dalam mengatasi hambatan tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, dan mitra industri. Analisis tematik digunakan untuk memahami pola kepemimpinan yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kolaboratif mampu memperkuat hubungan dengan dunia industri, meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis kerja, dan mendorong keterlibatan siswa. Strategi utama mencakup komunikasi intensif, pengelolaan sumber daya bersama, dan pemberdayaan guru sebagai fasilitator. Kesimpulannya, kepemimpinan kolaboratif efektif mendukung dual-system education di SMK Swasta Pembda Nias. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan kepemimpinan kolaboratif dan peningkatan dukungan kebijakan untuk memperluas keberhasilan model ini.