Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Penyerapan Kompetensi Siswa SMK Swasta Pembda Nias pada Mata Pelajaran Produktif Menggunakan Metode Penilaian Otentik Telaumbanua, Desman; Zega, Yulianus; Zalukhu, Sabar Jaya; Simatupang, Wakhinuddin; ana, Yuli
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 6 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v5i6.407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyerapan kompetensi siswa di SMK Swasta Pembda Nias pada mata pelajaran produktif menggunakan metode penilaian otentik. Penilaian otentik diterapkan untuk mengukur sejauh mana siswa menguasai kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dimana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penilaian otentik membantu siswa dalam memahami aplikasi praktis dari teori yang diajarkan, namun terdapat beberapa tantangan dalam implementasi, seperti keterbatasan sarana dan prasarana. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup perlunya peningkatan kapasitas guru dalam merancang penilaian otentik yang lebih efektif serta pemenuhan fasilitas yang mendukung kegiatan belajar praktik.
Kepemimpinan Kolaboratif sebagai Penggerak Dual-System Education di SMK Swasta Pembda Nias Telaumbanua, Desman; Zega, Firwanus; Zalukhu, Sabar Jaya; Giatman, M; Ernawati, Ernawati
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 6 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v5i6.409

Abstract

Dual-system education menggabungkan pembelajaran di sekolah dengan pelatihan kerja di industri untuk menciptakan lulusan siap kerja. SMK Swasta Pembda Nias menghadapi tantangan implementasi sistem ini, termasuk koordinasi yang lemah dengan mitra industri dan keterbatasan fasilitas. Penelitian ini mengeksplorasi peran kepemimpinan kolaboratif dalam mengatasi hambatan tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, dan mitra industri. Analisis tematik digunakan untuk memahami pola kepemimpinan yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kolaboratif mampu memperkuat hubungan dengan dunia industri, meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis kerja, dan mendorong keterlibatan siswa. Strategi utama mencakup komunikasi intensif, pengelolaan sumber daya bersama, dan pemberdayaan guru sebagai fasilitator. Kesimpulannya, kepemimpinan kolaboratif efektif mendukung dual-system education di SMK Swasta Pembda Nias. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan kepemimpinan kolaboratif dan peningkatan dukungan kebijakan untuk memperluas keberhasilan model ini.
ANALISIS INTEGRASI BUDAYA KERJA 5S DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SMK SWASTA PEMBDA NIAS Harefa, Resman Hendi Nofanolo; Ziliwu, Exaudi; Zalukhu, Sabar Jaya; Waskito, Waskito; Yustisia, Henny
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 9 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi budaya kerja 5S dalam pengembangan kurikulum di SMK Swasta Pembda Nias. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini, melibatkan 50 wawancara mendalam dengan peserta didik, guru, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip Seiri (Sortir) membantu menciptakan ruang kerja yang lebih teratur dan efisien. Seiton (Set in Order) meningkatkan efisiensi operasional dengan menata alat dan bahan agar mudah diakses. Seiso (Shine) berhasil menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan di kalangan siswa. Seiketsu (Standardize) membantu menjaga keteraturan dan kualitas hasil kerja melalui prosedur standar operasional. Shitsuke (Sustain) memastikan keberlanjutan praktik 5S melalui evaluasi rutin dan pelatihan berkala. Integrasi budaya kerja 5S ini terbukti meningkatkan kualitas pendidikan dan kesiapan kerja siswa, menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, terstruktur, dan efisien.