Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Health Dynamics

Visualization of the Macrophage's Dynamic in TB-HIV Co-Infection Using the Molecular Imaging Techniques: A Narrative Review Zuhri, Fuad Minan
Health Dynamics Vol 1, No 2 (2024): February 2024
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd10205

Abstract

Introduction: Mycobacterium tuberculosis (Mtb) and human immunodeficiency virus (HIV) collaborate in order to weaken the immune system and increase the burden of both illnesses. Macrophages as the first intracellular niche against Mtb infection, are also involved in the persistence of the HIV infection, and may have an important role in the of tuberculosis (TB)-HIV co-infection. Improved knowledge of the macrophage function and pathogenesis dynamics may contribute to the development of newer and better diagnosis technique, prognosis assessment, and therapeutic intervention. By monitoring changes in the expression of molecular targets, macrophage identification methods that use molecular imaging techniques for cell image analysis can efficiently provide important information about macrophage biology and evaluate early response to therapy, which can facilitate medical personnel in the identification and treatment of TB-HIV disease. Methods: This study is a narrative review highlighting the utilization of molecular imaging techniques to capture macrophage dynamics in TB-HIV co-infection. Result and conclusion: Confocal laser scanning microscopy live imaging, flow cytometry, immunofluorescence microscopy, histochemical staining, scanning electron microscopy (SEM), and deconvolution microscopy images are among several molecular imaging techniques that can be used to visualize macrophage dynamics in TB-HIV co-infection.
Differences in Psychological Well-Being Between Healthcare Professionals and Health Science Students Participating in a Psychological Well-Being Training Program [Accepted] Khairunnisa, Nova; Agustin, Fasayu Berliana; Zuhri, Fuad Minan; Nuha, Rizqi Ulin; Hamzah, Imam Faisal
Health Dynamics Vol 3, No 4 (2026): April 2026 (Upcoming)
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kesejahteraan psikologis (PWB) mengacu pada kemampuan individu untuk menerima diri sendiri, membangun hubungan positif dengan orang lain, menunjukkan otonomi dalam pengambilan keputusan, mengelola tuntutan lingkungan, mempertahankan tujuan hidup yang jelas, dan terus mengalami pertumbuhan pribadi. Dalam konteks kesehatan, PWB sangat penting karena berkaitan erat dengan kualitas layanan kesehatan dan efektivitas proses pendidikan di kalangan mahasiswa ilmu kesehatan. Perbedaan pengalaman profesional dan tahapan perkembangan antara tenaga kesehatan dan mahasiswa dapat menyebabkan variasi dalam profil PWB mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan PWB antara tenaga kesehatan dan mahasiswa ilmu kesehatan yang mengikuti program pelatihan PWB. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif lintas sektoral. Partisipan terdiri dari 194 individu, termasuk 105 tenaga kesehatan aktif dan 89 mahasiswa ilmu kesehatan yang mengikuti program pelatihan PWB yang diselenggarakan oleh Divisi Kesehatan Dewan Regional Persatuan Mahasiswa Muhammadiyah di Jawa Tengah. Kesejahteraan psikologis (PWB) dinilai menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari instrumen yang dikembangkan oleh Kartika (2014) dan didasarkan pada model PWB Ryff, yang mencakup enam dimensi inti untuk mengevaluasi PWB di antara para profesional kesehatan dan mahasiswa ilmu kesehatan. Data dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney U untuk memeriksa perbedaan antara kedua kelompok. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar indikator PWB berbeda secara signifikan antara para profesional kesehatan dan mahasiswa ilmu kesehatan, khususnya dalam dimensi penerimaan diri, otonomi, dan penguasaan lingkungan. Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan dalam profil PWB antara para profesional kesehatan dan mahasiswa ilmu kesehatan. Temuan ini menyoroti pentingnya mengembangkan program pelatihan PWB yang mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik spesifik masing-masing kelompok sehingga intervensi kesehatan mental dapat lebih efektif mendukung kualitas layanan kesehatan dan proses pendidikan di sektor kesehatan.