Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Edible Coating Termodifikasi Pati Biji Durian Terhadap Lama Umur Penyimpanan Buah Markisa (Passiflora edulis) Eva Ramadani; Nurmalasari; Ridha Yulyani Wardi
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 3 No. 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of edible coating on the shelf life of passion fruit (Passiflora edulis). Edible coating is modified using durian seed starch. This study used a Completely Randomized Design with three treatments and three replications. The treatments used were the addition of starch and glycerol, respectively 4% and 4%, 6% and 2%, 2% and 6%, 7% and 1%, 8% without the addition of glycerol. The parameters observed were mass loss, total dissolved solids. The results showed that the edible coating with a concentration of 4% durian seed starch and 4% glycerol was the best because it was able to extend the shelf life of passion fruit. In addition, it is able to inhibit the increase in the value of weight loss and total dissolved solids.
Analisis Fisika, Kimia dan Mikrobiologi Air Sumur Gali di Desa To’balo Kabupaten Luwu Muhammad Suardi Sadir; Nurmalasari Nurmalasari; Ridha Yulyani Wardi
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 4 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisika, kimia, dan mikrobiologi air sumur gali di Desa To’balo Kabupaten Luwu. Kualitas fisika yang diukur adalah rasa, bau dan warna. Kualitas kimia yang diukur adalah dissolved oxygen (DO), pH, dan salinitas. Sedangkan kualitas mikrobiologi yang diukur adalah kandungan bakteri Escherchia coli. Sampel air diambil dari air sumur gali di dusun Cabbia (AS-1) dan dusun To’balo (AS-2 dan AS-3), Kemudian dianalisis di Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan mengunakan variabel tunggal yaitu memaparkan variabel yang akan diteliti tanpa melakukan analisa antar variabel dan hasil penelitian ini dalam bentuk deskripif. Hasil penelitian menunjukkan AS-1, AS-2, AS-3 tidak memiliki bau dan rasa, sedangkan analisis warna dihasilkan pada sampel AS-1 (16 TCU), AS-2 (49 TCU), dan AS-3 (24 TCU). Pada analisis kimia berupa DO dihasilkan pada sampel AS-1 sebesar (2,49 mg/L), sampel AS-2 sebesar (1, 81 mg/L), dan sampel AS-3 sebesar ( 1, 97 mg/L), Nilai pH pada sampel AS-1 sebesar (6, 97), AS-2 sebesar ( 6, 93), AS-3 sebesar (7, 06), Salinitas air sampel AS-1 sebesar (0, 2%), AS- 2 sebesar (0, 3%), dan AS-3 sebesar (0,3%). Analisis mikrobiologi pada sampel AS-1 sebanyak (9 MPN/100/mL), AS-2 sebanyak (5 MPN/mL), dan AS-3 sebanyak (17 MPN/100mL). Air sumur gali yang berada di Desa To’balo tersebut tidak layak untuk dikonsumsi secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu, karena hasil yang telah didapatkan setelah penelitian ada beberapa parameter yang tidak sesuai dengan peraturan yang telah di tentukan.
Pengaruh Penambahan Minyak Kelapa (Cocos nucifera) terhadap Laju Transmisi Uap Air dan Biodegradabilitas Edible Film Berbasis Eucheuma cottonii Nurmalasari; Nirmala Febri; Hilda Rahmawati; Nurasia; Leni Kurniati
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/4j4pas71

Abstract

Edible film berbasis rumput laut merupakan salah satu alternatif kemasan pangan ramah lingkungan yang berpotensi menggantikan plastik konvensional. Namun, karakter hidrofilik karagenan dari Eucheuma cottonii menyebabkan sifat barrier terhadap uap air masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan minyak kelapa (Cocos nucifera) terhadap laju transmisi uap air dan biodegradabilitas edible film berbasis Eucheuma cottonii. Edible film dibuat menggunakan ekstrak rumput laut dengan variasi komposisi gliserol dan minyak kelapa, kemudian dikarakterisasi melalui pengujian laju transmisi uap air dan biodegradabilitas menggunakan metode soil burial test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai laju transmisi uap air edible film berada pada kisaran 0,0021–0,0032 g/cm²/jam. Perlakuan dengan perbandingan gliserol dan minyak kelapa 1:1 menghasilkan nilai laju transmisi uap air terendah, yaitu 0,0025 ± 0,0009 g/cm²/jam, yang mengindikasikan sifat barrier terhadap uap air lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Selain itu, seluruh sampel edible film mengalami biodegradasi sempurna dalam waktu tiga hari selama pengujian di dalam tanah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penambahan minyak kelapa mampu meningkatkan sifat barrier terhadap uap air tanpa mengurangi kemampuan biodegradasi edible film, sehingga formulasi ini berpotensi dikembangkan sebagai bahan kemasan pangan yang ramah lingkungan.