Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan dan Rasionalitas Swamedikasi Obat Pereda Nyeri oleh Ibu Rumah Tangga di Surabaya Timur Mahira, Naura Shava; Nur Fauziah Ananda Putri; Mesloy, Gracella Joya; Permata, Dian; Tanjung, Cintya Syabina; Azizah, Latifatul; Putri, Nur Majid; Heidiyana, Nadia Silfa; Yuliana, Dina; Leivina Ariani Sugiharto Putri; Michaela Aspasia Trana Putri; Diva Nanda Ayana; Khaizam, Nur Nisa; Arie Sulistyarini
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i1.52876

Abstract

Rasa nyeri kerap dianggap sebagai hal biasa sehingga masyarakat lebih memilih melakukan pengobatan sendiri menggunakan obat-obat penghilang rasa nyeri, berupa analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan rasionalitas terkait swamedikasi obat pereda nyeri oleh ibu rumah tangga di daerah Surabaya Timur. Penelitian cross sectional ini dilakukan dengan cara survei menggunakan instrumen berupa kuesioner. Hubungan antara karakteristik sosiodemografi, skor pengetahuan, dan rasionalitas dianalisis menggunakan metode chi-square melalui SPSS. Kriteria inklusi responden adalah ibu rumah tangga yang berusia minimal 18 tahun. Dari 152 responden diketahui 48 (31,4%) responden berpengetahuan tinggi, 71 responden (46,4%) berpengetahuan sedang, 17 responden (11,1%) berpengetahuan rendah, dan 17 responden (11,1%) berpengetahuan sangat rendah. Diketahui pula 90 (58,8%) responden melaksanakan swamedikasi pereda nyeri secara rasional, sedangkan 63 (41,2%) responden lainnya tidak rasional. Diketahui bahwa tingkat pengetahuan responden memiliki pengaruh yang signifikan (p=0,010) terhadap rasionalitas swamedikasi obat pereda nyeri dimana semakin tinggi skor pengetahuan maka rasionalitas juga akan meningkat. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persentase terbesar dari tingkat pengetahuan responden adalah kategori sedang dan rasionalitas swamedikasi yang baik. Untuk itu, perlu dilaksanakan penyuluhan dan edukasi mengenai cara mendapatkan, menggunakan, dan mengelola obat pereda nyeri yang tepat agar dapat tercapai praktik swamedikasi yang rasional secara optimal.
Pengetahuan dan Sikap tentang Kanker Serviks dan Vaksinasi HPV pada Mahasiswi Kampus C Universitas Airlangga Putri Ambarwulan; Ragil Tri Puspitasari; Afsy Nadifa Afandi; Nisrina Zakiyah Ahlam Khairunnisa; Natalia Tri Mulyani Haryanti; Rizky Amalia Purnama Putri; Audea Fitri Anggraeni; Annisa Nur Imani Sjafik Putri; Mochammad Iqbal Roudlotus Salam; Haidar Ainani Hisan; Mar'i Hendra Majid; Arie Sulistyarini
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.55442

Abstract

Kanker serviks menjadi masalah utama dan penyebab kematian terbesar kedua pada wanita di Indonesia. Sebagian besar kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Pencegahan primer kanker serviks adalah dengan promosi kesehatan terkait vaksinasi HPV. Kurangnya informasi terkait vaksinasi HPV menjadi salah satu penyebab rendahnya pengetahuan terkait kanker serviks dan pencegahannya. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui profil pengetahuan dan sikap mahasiswi S1 Kampus C Universitas Airlangga mengenai kanker serviks dan pencegahannya melalui vaksin HPV. Penelitian ini bersifat cross sectional dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan accidental sampling. Kuesioner disebarkan secara daring menggunakan Google Form dengan dua belas pertanyaan terkait pengetahuan dan lima pertanyaan terkait sikap. Data hasil penelitian ditampilkan secara deskriptif. Dari 149 responden penelitian ini, sebanyak 57,0% mahasiswi memiliki pengetahuan yang sedang, tetapi masih terdapat beberapa hal yang belum diketahui, terutama mengenai pengobatan kanker serviks. Sebanyak 70 mahasiswi meyakini bahwa vaksin dapat meningkatkan kualitas hidup dan 96 mahasiswi meyakini bahwa vaksin HPV penting untuk dilakukan. Akan tetapi, harga vaksin yang terlalu mahal dan kurangnya informasi mengenai vaksin menjadi penghambat untuk melakukan vaksinasi. Maka dari itu, perlu dilakukan promosi kesehatan berupa edukasi agar dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam melakukan vaksinasi HPV.
Perilaku Swamedikasi Obat Batuk dan Faktor Pengaruhnya: Studi pada Masyarakat Usia Produktif Kecamatan Gubeng, Surabaya Aisha Bella Calvina; Vito Ardian Siswantara; Raflie Sukmawan; Nawang Brilliant Marshanda; Nanda Pangestuti; Afnan Rania; Dinda Dwi Rahmawati; Syawalna Zahwa Zahir Nalacheda; Intan Shofiyyatul Laila; Shofiyyah Azzahro; Keisya Sanata Nadya Fatiha; Chofifatus Solecha Azzahra; Arie Sulistyarini
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.74015

Abstract

Penelitian deskriptif non-eksperimental ini bertujuan mengevaluasi perilaku swamedikasi obat batuk pada masyarakat usia produktif di Kecamatan Gubeng, Surabaya. Sebanyak 118 responden berusia 15–64 tahun yang pernah mengalami batuk dan melakukan swamedikasi diikutsertakan melalui accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup demografi, perilaku, pengetahuan akan ketepatan indikasi, dan faktor penentu pemilihan obat, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan 61,9% responden membeli obat setelah batuk 2–3 hari, dengan 76,5% memilih apotek sebagai tempat pembelian. Sebagian besar mampu membedakan ciri batuk berdahak (95,8%) dan batuk kering (91,5%), serta 78,8% memperhatikan kecocokan indikasi. Faktor utama dalam pemilihan obat adalah kemanjuran (66,1%) dan kemudahan memperoleh obat (83,9%), sedangkan bentuk sediaan memiliki pengaruh paling rendah. Temuan ini mengindikasikan tingginya kesadaran masyarakat usia produktif terhadap efektivitas terapi batuk serta preferensi terhadap akses cepat melalui apotek, yang dapat menjadi dasar strategi edukasi dan kebijakan swamedikasi obat batuk.
PELATIHAN PENGELOLAAN OBAT-OBATAN "DAGUSIBU" DI PONDOK PESANTREN RAUDLATUL MUSTOFA DUSUN PUNDENSARI TULUNGAGUNG Gusti Noorrizka Veronika Achmad; I Nyoman Widjaja; Gesnita Nugraheny; Arie Sulistyarini; Yuni Priyandani; Abdul Rahem; Umi Athiyah
Jurnal Bakti untuk Negeri Vol 5 No 02 (2025): Jurnal Bakti Untuk Negeri
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/2swf9594

Abstract

The DAGUSIBU (Obtain, Use, Store, and Dispose) training program on drug management was conducted at Pondok Pesantren Tulung Agung to improve the knowledge and skills of drug handlers and health workers. This study employed a pre–post test design with an intervention consisting of DAGUSIBU training involving 120 participants. Knowledge was assessed using written tests administered before and after the training, and data were analyzed statistically. The results demonstrated a significant improvement (p < 0.05) in participants’ knowledge scores, increasing from an average of 38.67 before training to 75.25 after training. These findings indicate that DAGUSIBU training is effective in enhancing drug management knowledge. This training model has the potential to be applied in Islamic boarding schools and other boarding-based educational institutions to improve the quality of drug management sustainably.
PERBERDAYAAN POSYANDU LANSIA UNTUK MENINGKATKANKUALITAS HIDUP LANSIA DI RW.07 KELURAHAN MAGERSARI KABUPATEN SIDOARJO Wijaya, I Nyoman; I Nyoman Wijaya; Abdul Rahem; Gusti Noorrizka V; Yuni Priyandani; Neny Purwitasari; Umi Athiyah; Andi Hermansyah; Yunita Nita; Ana Yuda; Arie Sulistyarini; Bambang Subakti Z
Jurnal Bakti untuk Negeri Vol 5 No 02 (2025): Jurnal Bakti Untuk Negeri
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/b3ywev37

Abstract

An elderly person is someone who has reached the age of 60 years and above. From a health perspective, the elderly will experience an aging process characterized by a decrease in physical endurance, making them susceptible to disease. Based on the problem of the elderly in Sidoarjo not understanding healthy lifestyles, how to manage medication has the potential to decrease the quality of life of the elderly. Therefore, it is necessary to empower the elderly through training to improve the quality of life of the elderly. This community service activity targets the category of Sustainable Development Goals (SDGs), namely SDGs 3, which is ensuring a healthy life and improving the welfare of all residents of all ages. The empowerment activity was carried out at the RW.07 Hall, Magersari Village, Sidoarjo District on Saturday, June 28, 2025. Attended by 90 elderly people. The activity began with morning exercise, providing material and demonstrations on making herbal medicine, providing material on infectious diseases (TB) and degenerative diseases (DM and hypertension), providing material on how to properly manage medication and ending with a post-test. The results of the activity showed that the elderly were very enthusiastic about participating in the entire series of activities. The increase in elderly knowledge was seen from the increase in post-test scores. The paired-sample statistical test results yielded a P-value of 0.000. This indicates a significant difference between the pre-test and post-test results. Participants' understanding improved both before and after the educational material was provided.