Abstrak Menstruasi merupakan proses alami yang menunjukkan kematangan organ reproduksi wanita, namun sering kali disertai dengan keluhan nyeri haid atau dismenore yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologis yang paling umum dialami remaja putri. Menurut WHO, sekitar 70–90% remaja putri di dunia mengalami dismenore dengan tingkat nyeri yang bervariasi dari ringan hingga berat. Tujuan dalam penelitian mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender pada intensitas nyeri haid Remaja Putri. Rancangan Penelitian Analitik Korelasi pendekatan Cross Sectional, dengan populasi adalah semua Remaja Putri di SMPN 7 Kota Kediri Tahun 2025. Besar sampel yaitu 32 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan memberikan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi.Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian sebelum diberikan aromaterapi lavender bahwa sebagian besar responden (56.2%) 18 responden mengalami nyeri ringan, setelah diberikan aromaterapi lavender bahwa sebagian besar responden (62.5%) 20 responden tidak mengalami nyeri dan hasil bahwa sebagian besar responden (31,25%) 10 responden mengalami nyeri ringan dan Positive rank sebanyak 30 responden yang artinya dari 32 responden setelah diberi perlakuan aromaterapi lavender terdapat 30 responden mengalami penurunan itensitas nyerinya dan ties menunjukkan 2 responden tidak mengalami penurunan tingkat nyeri haid setelah pemberian aromaterapi lavender. Hasil p-value = 0.000 < 0.05 maka H0 ditolak dan H1 diterima sehingga bisa dikatakan ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender pada intensitas nyeri haid Remaja Putri. Diharapkan dapat mengembangkan edukasi dan praktik asuhan kebidanan komplementer dengan menggunakan aromaterapi lavender sebagai salah satu metode penanganan dismenore. Kata Kunci: Aromaterapi Lavender, Disminorea, Remaja Putri