Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH TUINA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI SINDROM HIPERAKTIVITAS YANG HATI Syarief, Pahri; Lupita Ningrum, Anis; Aditya, Stefanus; Xaverius, Franciscus
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/54kx0b37

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dikenal sebagai the silent killer karena sering berkembang tanpa gejala jelas dan berisiko menimbulkan komplikasi serius. Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), hipertensi dikaitkan dengan kondisi seperti Gāoxuěyā, Ganfeng (Liver Wind), dan Ganyang (Liver Yang hyperactivity). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi tuina terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan sindrom hiperaktivitas hati. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pre-post test. Sampel terdiri dari 20 responden berusia 30–40 tahun yang dipilih secara purposive dan menjalani terapi tuina setiap hari selama enam hari pada periode Maret–Juni 2025 di Griya Pahri, Kota Depok, Jawa Barat. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Hasil analisis menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi sebesar 135,00 mmHg dan diastolik 84,80 mmHg, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 116,45 mmHg (sistolik) dan 77,75 mmHg (diastolik). Uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), yang menandakan adanya perbedaan bermakna sebelum dan sesudah intervensi. Penurunan rata-rata tekanan darah mencapai 18,65 mmHg (13,79%) untuk sistolik dan 7,05 mmHg (8,31%) untuk diastolik. Disimpulkan bahwa terapi tuina berpengaruh signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan sindrom hiperaktivitas hati.
PENGARUH TERAPI TUINA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI SINDROM RETENSI DAHAK LEMBAB Hermawan, Saniwati; Lupita Ningrum, Anis; Aditya, Stefanus; Xaverius, Franciscus
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/hxne4003

Abstract

Hipertensi adalah terjadinya peningkatan tekanan darah dalam tubuh. Hipertensi termasuk penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Penyakit hipertensi menjadi ancaman kesehatan masyarakat karena potensinya yang mampu mengakibatkan berbagai kondisi komplikasi, diantaranya seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Hipertensi dalam ilmu pengobatan tradisional Tiongkok disebut gāoxuěyā, pusing (xuànyūn), sakit kepala (tóutòng) dan angin hati (gānfēng). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi tuina terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom retensi dahak lembab. Metode penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat dengan terapi tuina selama 6 hari/kali. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Paired Sample T-Test diperoleh p < 0.001. Terapi tuina memberikan pengaruh terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom retensi dahak lembab. Angka rata-rata tekanan darah sistolik 135.25 mmHg dan diastolik 84.75 mmHg sebelum intervensi. Angka rata-rata setelah intervensi sebesar 125.85 mmHg (sistolik) dan 80.20 mmHg (diastolik). Penurunan sistolik sebesar 9.50 mmHg (7.02%) dan diastolik 4.55 mmHg (5.36%).
PERANAN TERAPI TUINA DALAM PENURUNAN KADARGULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES (XIAO KE) SINDROM DEFISIENSI QI DAN YIN Kho Tjin, Siem; Lupita Ningrum, Anis; Aditya, Stefanus; Xaverius, Franciscus
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/kafe2f83

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit tidak menular yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Penyakit ini menjadi salah satu masalah kesehatan global yang signifikan, dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama di negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tuina terhadap perubahan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 (xiāo kĕ) sindrom defisiensi qi dan yin. Metode:  penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Sampel berusia 30-40 tahun dengan terapi tuina setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek kadar gula darah sebelum dan setelah di lakukan terapi. Hasil penelitian kelompok usia 30-40 tahun menunjukkan bahwa jumlah perempuan lebih tinggi, yaitu 12 orang (60 %)  dibandingkan dengan jumlah laki – laki, yaitu 8 orang (40 %). Data kadar gula darah yang mengalami penurunan tertinggi di angka 32 mg/dl sebanyak 1 subjek (5 %), sedangkan terrendah diangka 21 mg/dl sebanyak 1 subjek (5 %). Hasil dari uji normalitas dengan shapiro-wilk nilai > dari 0.05 sehingga data diatas berdistribusi normal. Hasil paired sample t-test terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil sebelum dan setelah dilakukan intervensi, yaitu nilai Sig. (2-tailed) 0.000 < 0.005. Terapi tuina memberikan pengaruh penurunan terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 (xiāo kĕ) sindrom defisien qi dan yin dengan angka penurunan sebesar 25.9 mg/dl dari angka sebelum intervensi dengan rata-rata 133.45 mg/dl  dan setelah intervensi rata-rata 107.55 mg/dl.
PERANAN TERAPI TUINA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI SINDROM DEFISIENSI YIN DAN HIPERAKTIVITAS YANG Mie Lien, Tan; Lupita Ningrum, Anis; Aditya, Stefanus; Xaverius, Franciscus
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/vrf2vx60

Abstract

Hipertensi merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Hipertensi ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik di atas nilai normal. Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), kondisi ini dikaitkan dengan istilah Gāoxuěyā serta manifestasi klinis seperti pusing (Xuànyūn), sakit kepala (Tóutòng), dan Gānfēng (angin hati), khususnya pada sindrom defisiensi yin dengan hiperaktivitas yang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tuina terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan sindrom defisiensi yin hiperaktivitas yang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pre-post test. Sampel terdiri dari 20 responden berusia 30–40 tahun yang dipilih secara purposive dan menjalani terapi tuina setiap hari selama enam hari pada periode Maret–Juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tekanan darah sebelum intervensi sebesar 135,15 mmHg (sistolik) dan 85,55 mmHg (diastolik), sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 120,75 mmHg (sistolik) dan 79,45 mmHg (diastolik). Uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), yang menandakan adanya perbedaan bermakna antara tekanan darah sebelum dan sesudah terapi. Penurunan rata-rata tekanan darah tercatat sebesar 14,40 mmHg (10,65%) untuk sistolik dan 6,10 mmHg (7,13%) untuk diastolik. Disimpulkan bahwa terapi tuina berpengaruh signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan sindrom defisiensi yin hiperaktivitas yang.
The effect of acupuncture therapy on glycemic control in type 2 diabetes mellitus (Xiao Ke) patients with Kidney Yin Deficiency Syndrome Chandra, Chandra; Rosyida, Muslihatin Khuril; Nando, Aryaprana; Xaverius, Franciscus
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 10 No. 1 (2026): January Edition
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v10i1.7697

Abstract

A metabolic disorder known as diabetes mellitus (DM) causes hyperglycemia, or abnormally high blood sugar levels, as a result of insulin resistance or insufficiency. This quantitative research was designed to find out how acupuncture treatment affects blood sugar levels in individuals with kidney yin deficiency syndrome and type 2 diabetes (Xiāo KĔ). Bekasi, West Java, was the site of the research, which lasted from March to June of 2025. A purposive sample strategy was used to select a total of 20 individuals, all of whom were 20 to 30 years old. Women made up a larger proportion of the individuals (65%) than males (35%), and the average age was 27 (the median). Employers made up 25% of the sample, while housewives accounted for 20%. The majority of participants were self-employed at 55%. The subjects had daily acupuncture treatments for a duration of six days. Prior to and during the intervention, blood sugar levels were monitored. A blood sugar level of 136.25 mg/dl was typical before the intervention, with a range of 128 to 142 mg/dl. The average dropped to 115.80 mg/dl after the intervention, with a range of 110–121 mg/dl. The average drop in blood sugar levels was 17.94%, or 24.45 mg/dl. In one study, 15% of participants had a reduction of 23 mg/dl. With a result greater than 0.05, the Shapiro-Wilk normalcy test confirmed that the data followed a normal distribution. A statistically significant difference was seen between sugar levels before and during medication, as shown by the paired sample t-test findings (sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05). Research in individuals with type 2 diabetes and kidney yin deficiency syndrome found that acupuncture treatment significantly reduced blood sugar levels.