Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelestarian Wayang Klithik sebagai Identitas Budaya Lokal Masyarakat Desa Wonosoco terhadap Penguatan Nilai Pendidikan IPS Berbasis Kearifan Lokal Bunga Nur Jannah; Fatihatun Nuril Ulya; Berliana Febrianti; Sofia Illiyatun Ni’mah; Nihayatul Khusna; Dany Miftah M.Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6238

Abstract

Wayang Klithik sebagai seni tradisional Desa Wonosoco memiliki nilai sosial, moral, dan historis bagi pembelajaran IPS, namun pemanfaatannya sebagai sumber belajar masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelestarian Wayang Klithik dan relevansinya dalam penguatan nilai IPS berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan objek Wayang Klithik. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wayang Klithik berbeda dengan Wayang Kulit, dibuat secara tradisional, dan digunakan dalam ritual budaya seperti bersih sendang. Pelestariannya memperkuat identitas budaya lokal, mendukung pembelajaran IPS berbasis nilai sosial, moral, dan spiritual, serta berdampak pada pembentukan karakter generasi muda dan peningkatan sosial-ekonomi desa. Penelitian ini masih bersifat deskriptif, sehingga diperlukan pengembangan media pembelajaran Wayang Klithik.
Tradisi Dandangan sebagai Identitas Masyarakat Kudus Najwa Aranda M; Fariz Zain Zidan; Dika Aulia Prasetia; Dany Miftah M.Nur; Abdul Charis
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6240

Abstract

Tradisi Dandangan adalah suatu fenomena sosial yang berkembang di masyarakat Kudus sebagai bentuk kearifan lokal yang diadakan sebelum bulan Ramadan. Tradisi ini, yang berawal dari era Sunan Kudus, telah berkembang menjadi wadah interaksi sosial, budaya, dan ekonomi yang menghubungkan berbagai kelompok masyarakat sekaligus merefleksikan identitas kolektif mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna dari tradisi Dandangan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Kudus dengan menelusuri latar belakang, nilai-nilai yang ada, dan peran sosial yang diambil. Metode penelitian yang digunakan meliputi kajian literatur dan pengamatan deskriptif terhadap pelaksanaan tradisi tersebut. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Dandangan berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai-nilai budaya, penguat hubungan sosial, serta pendorong aktivitas ekonomi di tingkat lokal. Oleh karena itu, tradisi Dandangan memiliki fungsi yang signifikan dalam membangun dan meneguhkan jati diri masyarakat Kudus.
PERAN TRADISI PENGANTIN NGUBENGI GAPURA DALAM PEMBENTUKAN NILAI SOSIAL-EDUKATIF MASYARAKAT DESA LORAM KULON KUDUS Khalimatus Sa'diyah; Rafidan Safi’il Kholis; Muhammad Afril Miftaahuddin; Emilia Anggraini; Izda Mufalikhah; Dany Miftah M.Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6267

Abstract

Perkembangan teknologi dan derasnya arus modernisasi membuat tradisi lokal semakin terpinggirkan, terutama di kalangan generasi muda yang mulai kehilangan kedekatan dengan budaya daerahnya. Kondisi ini menjadi perhatian karena tradisi memiliki peran penting sebagai pembentuk identitas dan nilai sosial masyarakat. Salah satu tradisi yang masih bertahan dan aktif dilaksanakan adalah Tradisi Pengantin Ngubengi Gapura di Desa Loram Kulon, Kudus, yang mengandung nilai religius dan sosial yang diwariskan secara turun-temurun yang berakar dari ajaran Sultan Hadirin, yang memadukan nilai Islam dan adat Jawa dalam proses dakwah budaya. Fenomena ini menegaskan pentingnya kajian mendalam mengenai peran tradisi dalam membentuk nilai sosial dan edukatif masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Tradisi Ngubengi Gapura dalam pembentukan nilai sosial dan edukatif masyarakat Loram Kulon. Penelitian juga bertujuan menilai relevansi tradisi sebagai media pendidikan nonformal yang berakar pada kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan teknik observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data diperoleh dari tokoh tradisi serta literatur yang relevan, selanjutnya dianalisis dalam beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data, serta pengambilan kesimpulan atau verifikasi menggunakan content analysis, discourse analysis, dan interpretasi makna simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ngubengi Gapura berperan dalam menanamkan nilai sosial seperti kebersamaan, gotong royong, disiplin, dan penghormatan terhadap sesepuh. Nilai edukatif muncul melalui kesadaran beragama, tanggung jawab, serta pelestarian budaya lokal yang diwariskan melalui prosesi tradisi. Tradisi ini juga menjadi media pendidikan karakter yang efektif bagi generasi muda serta memperkuat identitas sosial masyarakat di tengah modernisasi. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah informan yang sedikit dan tidak adanya observasi langsung prosesi. Untuk penelitian berikutnya, disarankan melibatkan lebih banyak narasumber serta melakukan dokumentasi langsung agar analisis yang diperoleh lebih komprehensif.
Menumbuhkan Kesadaran Budaya Generasi Muda melalui Tradisi Lamporan di Desa Soneyan, Kec Margoyoso, Kab Pati: Tinjauan dalam Perspektif Pendidikan IPS Fahrida Khuril 'Ain; Septy Hilyatul Mufarricah; Ilham Izzul Muna; Dany Miftah M.Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6269

Abstract

Perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi digital membawa perubahan signifikan terhadap pola pikir dan gaya hidup generasi muda, termasuk dalam kepedulian terhadap budaya lokal. Kondisi ini tampak pada menurunnya partisipasi generasi muda dalam tradisi Lamporan di Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab rendahnya keterlibatan generasi muda, mendeskripsikan nilai-nilai sosial dan budaya yang terkandung dalam tradisi Lamporan, serta menganalisis pemanfaatan tradisi tersebut sebagai sarana menumbuhkan kesadaran budaya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi generasi muda dipengaruhi oleh teknologi digital, kurangnya pemahaman terhadap makna Lamporan, minimnya inovasi dalam pelaksanaan tradisi, serta melemahnya nilai sosial seperti gotong royong dan kebersamaan. Tradisi Lamporan memuat nilai-nilai sosial dan budaya berupa gotong royong, solidaritas, tanggung jawab sosial, penghormatan terhadap leluhur, religiusitas, serta estetika budaya lokal. Nilai-nilai tersebut relevan dengan tujuan pembelajaran IPS, terutama dalam membentuk karakter sosial dan kesadaran budaya peserta didik. Integrasi Lamporan dalam pembelajaran IPS maupun melalui keterlibatan langsung generasi muda terbukti dapat meningkatkan rasa memiliki, kebanggaan, dan kepedulian terhadap budaya lokal. Dengan demikian, tradisi Lamporan memiliki peran strategis sebagai media edukatif dalam menumbuhkan kesadaran budaya generasi muda di tengah tantangan modernisasi.
EFEKTIVITAS MEDIA PETA DALAM PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS VII Zidna Fatkhiyana Amrina; Najwa Alfina Dinata; Muhammad Sokhibul Wafa; Dany Miftah M.Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6270

Abstract

Penelitian ini untuk meningkatkan efektivitas penggunaan media peta dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPAS, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis dan spasial siswa yang di lakukan dengan eksperimen kelompok atau diskusi kelompok. Peningkatan penggunaan media peta sebagai alat yang efektif mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dan menyelidiki pengaruh penggunaan media peta terhadap motivasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPAS. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif atau penelitian hukum normatif dengan mengumpulkan data dan penelitian melalui buku, jurnal artikel dan materi berhak cipta lainnya yang tersedia baik media cetak maupun media online. Penggunaan media peta dalam peningkatan kualitas belajar siswa kelas  mata pelajaran ipas tunjukkan bahwa adanya peningkatan minat dan motivasi belajar siswa dikarenakan hal ini sejalan Dengan ketertarikan siswa karena menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.