Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Communication

DISKURSUS KORUPTOR DALAM MEDIA MASSA: (Analisis Framing Terhadap Pemberitaan Karakter Koruptor Kader Partai Di Kompas Online ‘kompas.com’) Ahmad Toni; Rocky Prasetyo Jati
Communication Vol 4, No 1 (2013): COMMUNICATION
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.405 KB) | DOI: 10.36080/comm.v4i1.54

Abstract

This study of the discourse in the news framing perspective character kompas.com corruptparty cadres in the online media in Asia, aims to do construction and mapping of a number ofnews character corrupt major parties. Well, the character of the ruling party cadres thatcurrently, many Democratic party cadres entangled in corruption cases, the pro-governmentparty cadres PKB, PKS and PAN, to party cadres themselves as the party of opposition voicedSBY administration, the PDI-P.
Memberdayakan Komunitas: Komunikasi Kooperatif Dalam Platform Media Komunitas Rocky Prasetyo Jati
Communication Vol 14, No 2 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i2.2551

Abstract

Media komunitas di era digital berfungsi sebagai saluran penting untuk melestarikan budaya lokal, memberdayakan masyarakat, dan mendorong keterlibatan demokratis. Di tengah gelombang globalisasi yang luar biasa dan kemajuan teknologi yang pesat, media komunitas menjangkar individu ke konteks lokal mereka, membantu mereka mempertahankan rasa identitas dan koneksi dengan lingkungan mereka. Melalui pendekatan strategi studi kasus etnografi, artikel ini bertujuan untuk menggali peran komunitas budaya Bali Buja (paguyuban peduli budaya Jawa) di Klaten dalam merevitalisasi semangat lokal. Di luar perannya dalam melestarikan warisan budaya, Bali Buja mempromosikan partisipasi sipil dan kohesi sosial melalui media komunitas berbasis teknologi internet. Inklusivitas adalah ciri khas media komunitas, memastikan bahwa kelompok yang terpinggirkan menemukan ekspresi serta memperkaya mosaik identitas komunitas. Media hiperlokal, bagian dari media komunitas, mengatasi penurunan konten lokal di media arus-utama dengan berfokus pada wilayah geografis yang lebih kecil. Hal ini memungkinkan komunitas budaya untuk melestarikan dan menampilkan warisan, tradisi, dan kreativitas seni mereka. Media komunitas, melalui praktik komunikasi kooperatif, meningkatkan kolaborasi dan keterlibatan masyarakat. Kesimpulannya, media komunitas menjembatani tradisi dan inovasi, melestarikan budaya lokal sambil memanfaatkan teknologi media di era digital. Media komunitas menjadi mercusuar yang memberdayakan komunitas untuk menghadapi dunia modern sambil tetap menghargai akar mereka.