Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Fee-Based Income, Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Dana Pihak Ketiga terhadap Profitabilitas Bank Digital di Indonesia dengan Ukuran Bank sebagai Moderasi Welly Putri Ningsih; Juniwati Juniwati; Helma Malini; Heriyadi Heriyadi; Anggraini Syahputri
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fee-Based Income (FBI), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap profitabilitas bank digital di Indonesia dengan Ukuran Bank sebagai variabel moderasi. Profitabilitas merupakan indikator utama dalam menilai kinerja keuangan bank, khususnya di tengah pesatnya perkembangan industri perbankan digital yang menghadapi persaingan semakin ketat dan tuntutan efisiensi operasional yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan bank digital yang dipublikasikan secara resmi melalui situs web masing-masing bank selama periode 2017–2024. Profitabilitas diukur menggunakan Return on Assets (ROA), sedangkan Ukuran Bank diproksikan dengan total aset. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Moderated Regression Analysis (MRA) untuk menguji pengaruh langsung maupun efek moderasi dari ukuran bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fee-Based Income berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap profitabilitas bank digital. Sebaliknya, BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas, yang mengindikasikan bahwa peningkatan biaya operasional akan menurunkan kemampuan bank dalam menghasilkan laba. Dana Pihak Ketiga juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas bank digital. Selain itu, Ukuran Bank hanya mampu memoderasi hubungan antara BOPO dan profitabilitas, tetapi tidak mampu memoderasi pengaruh Fee-Based Income maupun Dana Pihak Ketiga terhadap profitabilitas. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa efisiensi operasional serta pengelolaan dana yang optimal merupakan faktor utama dalam meningkatkan profitabilitas bank digital di Indonesia dan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen dalam merumuskan strategi peningkatan kinerja keuangan secara berkelanjutan.
Pengaruh Profitabilitas, Risiko Finansial, Dan Free Float Terhadap Underpricing Perusahaan Non-Keuangan: Peran Moderasi Reputasi Underwriter Wisnu Prasetyo; Nur Afifah; Uray Ndaru Mustika; Wendy Wendy; Anggraini Syahputri
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 6: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i6.18237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, risiko finansial, dan free float terhadap tingkat underpricing saham pada perusahaan non-keuangan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024, serta menguji peran reputasi underwriter sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari prospektus perusahaan. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas, risiko finansial, dan free float memiliki pengaruh yang beragam terhadap underpricing. Selain itu, reputasi underwriter terbukti tidak mampu memoderasi hubungan antara variabel fundamental perusahaan dengan tingkat underpricing melalui perannya dalam mengurangi asimetri informasi di pasar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi, bagi perusahaan dalam menentukan strategi penawaran saham, serta bagi underwriter dalam meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan pasar.