Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pioneering Interactive Learning: Enhancing Al-Istima' Skills in 10th Grade Madrasah Aliyah with iSpring Suite 9 Educational Media Development Nurjanah, Latief; Ridlo, Abdullah
Language, Technology, and Social Media Vol. 1 No. 1 (2023): June 2023 | Language, Technology, and Social Media
Publisher : WISE Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70211/ltsm.v1i1.17

Abstract

This research aims to develop interactive learning media using iSpring Suite 9 for maharah al-istima’ (listening skill) in class X of Madrasah Aliyah. This learning media is designed to facilitate the teaching and learning process for both teachers and students in maharah al-istima’ subject. The use of interactive learning media with iSpring Suite 9 has significantly increased students' enthusiasm in the learning process and successfully captured their interest in learning. The research follows a development approach based on Sugiyono's model with seven stages, namely potential and problem analysis, data collection, product design, design validation, design revision, product testing, and final product revision. The validation process involved assessments from 2 subject matter experts, 2 design and media experts, as well as feedback from teachers and students. Small-scale testing was conducted with a group of 15 students, followed by field testing involving 42 students of class X at MA Assyifa Karang Sari in South Lampung. The research findings indicate that interactive learning media using iSpring Suite 9 for maharah al-istima’ in class X of Madrasah Aliyah achieved an average percentage of 85% from the assessment by subject matter experts (categorized as highly feasible), 92% from design and media experts' assessment (categorized as highly feasible), 83% from small-scale testing (categorized as very interesting), and 83% from field testing (categorized as very interesting). In conclusion, the utilization of iSpring Suite 9 for interactive learning in maharah al-istima’ subject for class X of Madrasah Aliyah is highly recommended due to its practicality and user-friendly features.
ABDUL QAHIR AL-JURJANI AND HIS THOUGHT Ridlo, Abdullah
SHAWTUL ARAB Vol 4 No 2 (2025): SHAWTUL ARAB
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/sa.v4i2.1729

Abstract

Abdul Qahir al-Jurjani, yang hidup pada 471 H/1078 M, adalah salah satu tokoh yang paling signifikan dalam sejarah keilmuan Islam klasik, terutama dalam bidang balaghah dan linguistik Arab. Memahami bahasa Al-Quran sangat bergantung pada pemikirannya, terutama dalam teori nazm, yang menjelaskan bagaimana struktur dan makna terintegrasi dalam susunan bahasa. Melalui karya-karyanya seperti Dalail al-Ijaz dan Asrar al-Balaghah, al-Jurjani menekankan bahwa keindahan bahasa terletak pada hubungan dan susunan antar kata dalam konteks, bukan pada kata secara terpisah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari lebih lanjut tentang peran intelektual al-Jurjani dalam perkembangan ilmu balaghah dan analisis stilistika Al-Quran. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran al-Jurjani tidak hanya relevan dalam konteks klasik, tetapi juga memberi kontribusi besar
STRENGTHENING RELIGIOUS MODERATION FOR YOUTH IN SUMPIUH DISTRICT Mukhlasin, Ahmad; Ridlo, Abdullah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 6 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i6.2677-2684

Abstract

Moderasi beragama sangat penting dikuatkan untuk para pemuda diantaranya karena mencegah radikalisme dan ekstremisme, membangun masyarakat yang harmonis, pemuda yang mempraktikkan moderasi akan menjadi agen perdamaian yang membantu menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis. mengembangkan pemikiran kritis, meningkatkan solidaritas sosial, mendukung pembangunan bangsa, menanggulangi konflik sosial. Pemuda sebagai generasi yang dipersiapkan untuk memegang kebijakan ditengah masyarakat tentunya harus kokoh dalam menginternalisasikan nilai moderasi beragama ditengah masyarakat supaya hamoni sosial dan toleransi yang sudah dijiwai dalam pancasila tidak tergerus perkembangan zaman dan teknologi khususnya teknologi pada komunikasi sosial. Pengabdian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). PAR merupakan pendekatan yang prosesnya bertujuan untuk pembelajaran dalam mengatasi masalah dan pemenuhan kebutuhan praktis masyarakat, serta produksi ilmu pengetahuan. Kegiatan penguatan moderasi beragama di kecamatan Sumpiuh dapat dikatakan mampu mengeratkan komunikasi sosial antara pemuda lintas iman bukan hanya tokoh agamanya saja yang saling mengenal. Dengan mengamati komunikasi sosial para pemuda, maka perlu adanya pendampingan dalam penguatan moderasi beragama terlebih di kecamatan tersebut memiliki desa yang menjadi kampung moderasi beragama, pendampingan ini diharapkan supaya para pemuda dapat mengenal dan memahami konsep moderasi beragama. 
Menjaga Keamanan Pangan Berkelanjutan Melalui Integrasi Gizi dan Jaring Pengaman Sosial pada Program MBG: Tinjauan Kritis: Safeguarding Sustainable Food Security through Nutrition Integration and Social Safety Nets in the Free Nutritious Meal (MBG) Program: A Critical Review Syska, Kavadya; Ropiudin, Ropiudin; Hamidi, Ahmad Luthfi; Aji, Rizqon Halal Syah; Budiyah, Feriani; Ridwan, Muhammad; Ridlo, Abdullah; Rifqi, Muhammad
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v7i3.21825

Abstract

Keamanan pangan dan gizi yang berkeberlanjutan merupakan isu utama dalam agenda pembangunan global maupun nasional. Kajian ini menyajikan tinjauan kritis mengenai keamanan pangan dengan mengintegrasikan tiga perspektif kajian, yaitu: (1) transformasi sistem pangan berkelanjutan, (2) peran jaring pengaman sosial dalam memperkuat pemenuhan pangan, dan (3) integrasi indikator gizi dan keberlanjutan. Fokus khusus dilakukan pada kondisi Indonesia melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan status gizi, menurunkan stunting, dan memperkuat ketahanan sistem pangan. Analisis pustaka menunjukkan bahwa pencapaian keamanan pangan berkelanjutan tidak hanya membutuhkan reformasi sistem pangan dan penyesuaian terhadap perubahan iklim, tetapi juga jaring pengaman sosial yang menjamin distribusi merata terhadap pangan bergizi. Selain itu, integrasi indikator gizi dan keberlanjutan dalam evaluasi program masih menjadi kesenjangan penelitian yang perlu segera ditangani. Rekomendasi yang dihasilkan menekankan pentingnya tata kelola lintas sektoral, pemantauan berbasis data, serta penyesuaian praktik terbaik global ke dalam kondisi lokal Indonesia.
Penguatan Kompetensi Guru LPQ (Lembaga Pendidikan Al-Quran) dengan Metode Yanbu’a di Kecamatan Kesugihan Cilacap Ridlo, Abdullah; Mundzir, Ahmad; Khusen, Muhammad Aditya Luthfi
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3732

Abstract

Peningkatan kompetensi guru Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) menjadi kebutuhan mendesak dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di lembaga pendidikan keagamaan nonformal. Hasil identifikasi awal di Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap menunjukkan bahwa sebagian guru LPQ belum menerapkan metode Yanbu’a secara optimal, khususnya pada aspek tahapan pembelajaran dan konsistensi penerapan tajwid. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru LPQ melalui pelatihan, praktik mengajar, dan pendampingan langsung dalam penerapan metode Yanbu’a. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan focus group discussion (FGD) untuk identifikasi kebutuhan, penyusunan modul pelatihan, pelaksanaan pelatihan klasikal untuk penguatan pemahaman konsep, pendampingan praktik mengajar, serta evaluasi melalui observasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap prinsip dan tahapan metode Yanbu’a, meningkatnya keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran Al-Qur’an, serta bertambahnya kepercayaan diri guru dalam mengajar. Pendampingan langsung juga memberikan ruang refleksi bagi guru untuk memperbaiki praktik pembelajaran secara berkelanjutan. Dampak kegiatan ini terlihat pada meningkatnya kualitas proses pembelajaran Al-Qur’an di LPQ serta tumbuhnya komitmen guru untuk terus mengembangkan kompetensi profesional melalui pembinaan berkelanjutan.
TRENDS OF DIAGNOSTIC ASSESSMENT IN EDUCATIONAL EVALUATION AND ASSESSMENT JOURNALS IN INDONESIA Ridlo, Lumaur; Ridlo, Abdullah; Alfiyah, Lulu; Totussangadah, Robit
MUMTAZ : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2024): December 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/mumtaz.v4i1.3171

Abstract

Diagnostic assessment is important in evaluating learning to identify students' readiness, learning difficulties, and conceptual errors to maintain the quality of education. This study aims to analyze research trends on the theme of diagnostic assessment in Indonesian journals on educational evaluation and assessment during the period 2014 to 2025. This research employs a systematic review of articles published in educational evaluation and assessment journals indexed in SINTA. The results of this systematic review indicate that the primary focus of research in this field is the development and validation of diagnostic instruments, with a predominance of quantitative approaches and research and development methods. Research subjects primarily involve high school students, while studies involving elementary school students or educators remain limited. The use of qualitative and mixed methods is still rare. These findings indicate that there is still room for expanding the approaches and focus of diagnostic assessment research in Indonesia to generate a more comprehensive understanding that can support educational practices that are more responsive to students' needs. This study can serve as an initial reference for the development of future research and practices in diagnostic assessment.