Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Efektivitas dari Madu Hutan dan Air Kelapa Sebagai Fitohormon Alami Terhadap Proses Maskulinisasi Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Moh Kelvin Makus; Juliana Juliana; Mita Alvionita
Juvenil Vol 7, No 2: Mei (2026)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i2.34329

Abstract

Penggunaan fitohormon alami dalam akuakultur semakin berkembang sebagai alternatif pengganti hormon sintetis yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu penerapannya adalah pada proses maskulinisasi ikan nila (Oreochromis niloticus) untuk meningkatkan proporsi jantan yang memiliki pertumbuhan lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh serta menentukan perlakuan terbaik penggunaan madu hutan dan air kelapa muda sebagai sumber fitohormon alami. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu A (madu hutan 15 mL/985 mL air tawar), B (air kelapa 350 mL/650 mL air tawar), C (kombinasi madu hutan 15 mL + air kelapa 350 mL/635 mL air tawar), dan K (kontrol), masing-masing tiga ulangan. Larva ikan nila umur 3 hari setelah  menetas direndam selama 10 jam dan dipelihara selama 60 hari.  Hasil menunjukkan perlakuan C menghasilkan persentase jantan tertinggi (84,72%), sedangkan kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan B (96,67%). Uji ANOVA menunjukkan pengaruh nyata (p0,05). Kombinasi bahan alami efektif sebagai alternatif maskulinisasi ramah lingkungan
Pelatihan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Komposter Dan Lubang Biopori Di Desa Toto Selatan Yuniarti Koniyo; Mita Alvionita; Muh. Alsere Bardian Sahaba; Muhammad Rizq Gobel
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.12639

Abstract

Household waste management in South Toto Village, Tilongkabila District, Bone Bolango Regency, remains a pressing environmental issue that requires concrete and sustainable solutions. Most residents have not implemented waste sorting and tend to dispose of or burn waste without proper management, resulting in negative impacts on health and the environment. This community service activity aimed to empower residents through organic waste management training using appropriate technology, namely composting bags and biopore holes as simple, affordable, and environmentally friendly solutions. The implementation method consisted of four stages: (1) preparation and field coordination; (2) counseling; (3) practical training; and (4) monitoring and evaluation. The activity was carried out participatorily involving 20 participants from various community groups, including housewives, youth organizations, and community leaders. The results showed significant improvements in participants’ knowledge, skills, and awareness of the importance of sustainable household waste management. Most participants were able to independently manage organic waste, produce compost for yard plants, and implement biopore holes to improve soil water absorption. The activity also encouraged the formation of environmental action groups at the neighborhood level and plans to establish a Waste Bank in South Toto Village as a program sustainability measure. Thus, this activity successfully fostered community participation and independence in maintaining environmental cleanliness based on local empowerment.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembuatan Probiotik Berbasis Bahan Lokal Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Arafik Lamadi; Riska Puluhulawa; Indra G. Ahmad; Mita Alvionita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.12813

Abstract

Keterbatasan akses terhadap probiotik komersial dengan harga tinggi menjadi kendala utama bagi pembudidaya ikan bioflok di Kelurahan Buladu. Kondisi ini berdampak pada keberlanjutan usaha dan ketersediaan sumber protein hewani masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pembuatan Probiotik Yamogi berbasis bahan lokal untuk mendukung ketahanan pangan. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan demonstrasi pembuatan probiotik, praktik aplikasi pada budidaya ikan bioflok, serta diskusi kelompok mengenai strategi pemanfaatan limbah bioflok sebagai pupuk organik. Hasil pelaksanaan menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat, yang tercermin dari partisipasi aktif dalam pelatihan dan kemampuan menghasilkan probiotik secara mandiri. Penerapan Yamogi pada sistem bioflok terbukti meningkatkan pertumbuhan bobot dan panjang benih ikan nila, sekaligus menekan biaya pakan. Selain itu, pemanfaatan lumpur bioflok sebagai pupuk organik memberikan nilai tambah bagi usaha pertanian terpadu masyarakat. Program ini membuktikan bahwa inovasi sederhana berbasis potensi lokal dapat memberikan solusi teknis sekaligus sosial-ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, pembuatan dan pemanfaatan Probiotik Yamogi berperan strategis dalam mendukung ketahanan pangan lokal, memperkuat kemandirian ekonomi, serta berpotensi untuk direplikasi di wilayah lain dengan kondisi serupa.
STUDI KOMPARATIF INFEKSI ENDOPARASIT PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN NILA MERAH (Oreocromis niloticus) DENGAN SISTEM BUDIDAYA YANG BERBEDA Afriliyanti Harun; Yuniarti Koniyo; Arafik Lamadi; Mita Alvionita
Vol 16 No 3 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i3.2225

Abstract

Red tilapia (Oreochromis niloticus) is a freshwater commodity that is widely cultivated and has become one of the most popular fish for consumption among communities. Red tilapia is extensively farmed because it has several advantages, such as rapid growth, tolerance to both low and high temperatures, and euryhaline characteristics. In addition to these advantages, red tilapia farming also has weaknesses, one of which is parasitic infection. One of the causes of decreased productivity is parasite infection. Parasites are microorganisms that can infect many fish species; therefore, the researcher is interested in conducting this study to increase knowledge about the types of endoparasites, which is very important to facilitate handling when fish are infected by endoparasites. This research will be conducted for one month, and fish samples will be collected from different aquaculture systems. Parasite observations will be carried out at the Laboratory of the Fish Quarantine Station for Quality Control and Safety of Fishery Products (SKIPM) Class I Gorontalo. This study uses a descriptive method with a comparative approach. This research method is intended to describe every existing phenomenon, which may include forms, activities, characteristics, changes, relationships, similarities, and differences among phenomena (Rosita et al., 2023). When this method is combined with a comparative approach, the focus is on comparing two or more groups. Endoparasite examination will be conducted using the native method. The target organs examined include the digestive tract organs, namely the stomach and intestine
Pengaruh Penambahan Tepung Temulawak (Curcuma xanthotthiza) pada Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Sintia Dehi; Arafik Lamadi; Syamsuddin Syamsuddin; Mita Alvionita
The NIKe Journal VOLUME 14 ISSUE 1 | MARCH 2026
Publisher : Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/nj.v14i1.37945

Abstract

This study aimed to identify The Effect of Curcuma Flour (Curcuma xanthorrhiza) on Ration owards The Growth and Survival of Nile Tilapia Herrings, employing experimental method with Completely randomized design consisting of 5 treatments and 3 repetitions: treatment A Commercial Ration), B (98% of Commercial Ration + 2% of curcuma), C (96% of Commercial Ration+4% of curcuma), D (94% of Commercial Ration + 6% of curcuma) and E (92% of of Commercial Ration + 8% of curcuma). The findings revealed the highest and lowest growth of absolute length was treatment A (1.43 cm) and E (0.57 cm) respectively, while the highest and lowest growth of absolute weight was treatment B (1.31 gr) and E (0.59 gr). In addition, the highest Survival rate was treatment C and D (91.66%), while the lowest was treatment B (75%). Based on the Analysis Of Variance (ANOVA) results, the addition of curcuma flour provided significant results: F Count 3,49
Analisis Tingkat Kesegaran Ikan Konsumsi Di Pelabuhan Perikanan Tenda Berdasarkan Uji Organoleptik Dan Derajat Keasaman (pH) Muh. Alsere Bardian Sahaba; Wila Rumina Nento; Fernandy M. Djailani; Sumrin Sumrin; Mita Alvionita
Jambura Fish Processing Journal Vol 8, No 2 (2026): VOLUME 8 NOMOR 2, JULY 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jfpj.v8i2.39151

Abstract

Fish is the primary source of animal protein for the Indonesian people, particularly in coastal areas such as Gorontalo Province. The freshness of fish is a key factor in ensuring food quality and safety. This study aimed to evaluate the freshness levels of fish for human consumption at Tenda Fishing Port in Gorontalo Regency based on organoleptic parameters and pH values. The samples consisted of four fish species: mackerel (Rastrelliger kanagurta), blue lolosi (Caesio caerulaurea), layang fish (Decapterus sp.), and yellow selar (Selaroides leptolepis), with four fish of each species collected using purposive sampling. Organoleptic testing was conducted by 25 semi-trained panelists in accordance with SNI 2729:2013, evaluating parameters such as appearance, gills, mucus, texture, and odor on a scale of 1-9. pH measurements were taken using pH indicator paper on the dorsal flesh. The results showed that all four fish species received organoleptic scores above 7, indicating that they were fresh and fit for consumption according to SNI 2729:2013 standards. pH measurements showed that mackerel and yellow mackerel had pH levels of 6,5-6,9, while blue lolosi and layang fish had pH levels of 6,2-6,5, which is consistent with the condition of fish in the rigor mortis phase. The correlation between high organoleptic scores and a pH range of 6,2-6,9 indicates that the fish for human consumption traded at Tenda Fishing Port were still fresh at the time of sampling. Consistent implementation of a cold chain system is necessary to maintain the quality of the fish until it reaches consumers.
Proximate Analysis of Papain Enzyme-Supplemented Feed and Its Effects on Protein Efficiency Ratio and Feed Utilization Efficiency in Freshwater Crayfish (Cherax quadricarinatus) Indra G. Ahmad; Arafik Lamadi; Rivaldi Kalapati; Mita Alvionita; Iin Susilawati Lantu
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jisa.v10i1.14097

Abstract

Papain is a proteolytic enzyme extracted from unripe papaya (Carica papaya) fruit and functions as a catalyst in the hydrolysis of proteins into simpler compounds. In aquaculture production, feed costs account for approximately 60–70% of total production expenses, highlighting the need for high-quality feed with enhanced utilization efficiency. This study aimed to analyze the proximate composition of feed supplemented with papain enzyme and to evaluate its effects on feed utilization efficiency (FUE) and protein efficiency ratio (PER) in freshwater crayfish (Cherax quadricarinatus). The feeding trial was conducted at UKM Kasih Karunia, Bube Village, Suwawa District, Bone Bolango Regency, Gorontalo, Indonesia. The study employed an experimental research design consisting of two treatments and three replications. The results showed that feed supplemented with 3.5% papain enzyme contained 41.10% crude protein, 20.35% moisture content, 2.71% crude fat, 6.35% crude fiber, 36.00% nitrogen-free extract (NFE), and 13.84% ash content. Furthermore, the feed utilization efficiency of the papain-supplemented diet reached 49.47%, which was considerably higher than that of the control diet without papain supplementation, which recorded an FUE value of 16.32%. These findings suggest that the inclusion of 3.5% papain enzyme in feed improves its nutritional quality and significantly enhances feed utilization efficiency in freshwater crayfish (C. quadricarinatus), thereby demonstrating its potential as a feed additive for aquaculture applications.
Eceng Gondok Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Berbahan Dasar Eceng Gondok di Gorontalo Indra Gandhi Ahmad; Arif Murtaqi Akhmad MS; Mita Alvionita; Rahmat Taufik R.L. Bau
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 10 No 1 (2026): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v10i1.7243

Abstract

Eceng gondok saat ini menjadi issue yang hangat khususnya di Provinsi Gorontalo. Eceng gondok menjadi salah satu penyebab semakin dangkalnya danau Limboto di Gorontalo. Pemanfaatan Eceng Gondok saat ini masih sebatas menjadi bahan baku kerajinan tangan seperti tas dan topi. Sehingga pembuatan pakan dengan bahan dasar eceng gondok perlu dilakukan dan disosialisasikan kepada masyarakat. Dari hasil penelilitian, kadar protein pakan dengan bahan dasar eceng gondok lebih dari 35%. Sehingga dengan kadar protein lebih dari 35% dapat dijadikan sebagai pakan bagi ikan agar dapat memicu pertumbuhan bobot tubuh ikan. Metode pengabdian ini disampaikan dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat. Pada proses pelatihan dan penyampaian materi disampaikan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab.
Utilization of Red Ginger as a Natural Antiparasitic in Catfish (Clarias sp.) Infected by Cohabitation Ayu Gusasi; Arafik Lamadi; Mita Alvionita
Juvenil Vol 7, No 3: Agustus (2026)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i3.34766

Abstract

Serangan parasit Trichodina sp. Masih menjadi salah satu kendala utama pada kegiatan budidaya ikan lele. Parasit ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan insang sehingga berpotensi menimbulkan kematian. Pengendalian infeksi dapat dilakukan melalui perendaman menggunakan tanaman obat yang mengandung senyawa antiparasit, salah satunya jahe merah (Zingiber officinalevar. rubrum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari perendaman larutan jahe merah terhadap intensitas dan prevalensi parasit Trichodina  sp. pada ikan lele. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan berupa perbedaan konsentrasi larutan jahe merah sebagai media perendaman, dengan dosis JM 0, JM 5, JM 10, dan JM 15. Ikan lele diinfeksi parasit Trichodina sp. melalui metode kohabitasi antara ikan sakit dan ikan sehat selama 4 hari. Selanjutnya, ikan direndam dalam larutan jahe merah sesuai perlakuan dan dipelihara dalam akuarium selama 20 hari. Data yang diamati meliputi intensitas, prevalensi, tingkat kelangsungan hidup, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman larutan jahe merah efektif menurunkan infestasi Trichodina sp., dengan dosis optimal pada perlakuan JM 5. Temuan ini menunjukkan bahwa larutan jahe merah berpotensi digunakan sebagai alternatif bahan alami untuk pengendalian parasit pada budidaya ikan lele.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Bua Melalui Pelatihan Pembuatan Budikdamber Sebagai Solusi Ketahanan Pangan Hasim Hasim; Mita Alvionita; Indra Ahmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.13139

Abstract

Saat ini peningkatan jumlah manusia di Dunia, khususnya di Indonesia cukup tinggi,  yang berpengaruh pada kebutuhan akan pangan pun semakin tinggi. Ketersediaan pangan yang terjamin menjadi salah satu langkah yang sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satu sumber pangan bagi manusia dengan kandungan gizi yang tinggi yaitu ikan. Namun kenyataan tersebut bertolak belakang dengan ketersediaan lahan unutk membudidayakan ikan yang semakin berkurang. Lahan-lahan kosong saat ini telah beralih fungsi menjadi lokasi perumahan maupun industri. Sehingga salah satu solusi yang dihadirkan yaitu dengan menggunakan pekarangan yang sempit dan alat dan bahan yang mudah ditemukan diubah menjadi wadah budidaya ikan dan sayuran yang dikenal dengan Sistem Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber). Belum banyak yang mengetahui sistem budidaya ikan dan sayur dengan memanfaatkan wadah sederhana seperti ember. Metode pengabdian ini menggunakan metode penyampaian materi (penyuluhan) dan pelatihan langsung. Kegiatan dilaksanakan pada tang 3 September 2025 di Aula kantor Desa Bua, Kab. Gorontalo yang dihadiri langsung oleh tim pengabdian, kepala desa Bua, ketua tim penggerak PKK dan masyarakat desa Bua.