Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KEPEDULIAN SOSIAL: INISIATIF PEMBAGIAN SEMBAKO DAN PAKAIAN LAYAK PAKAI UNTUK KESEJAHTERAAN Pratolo Saktiawan; Ls. Aurarillysa K. Desviola Psd; Eli Retnowati; Didit Darmawan Darmawan; M. Iqbal Huda
INCIDENTAL : Journal Of Community Service and Empowerment Vol 5 No 1 (2026): INCIDENTAL : Journal of Community Service And Empowerment
Publisher : Pusat Studi Ekonomi Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/ijcse.v5i1.2541

Abstract

Community service activities through social charity programs, such as the distribution of food packages and wearable clothing, represent a tangible expression of social responsibility aimed at alleviating the burden of underprivileged communities while strengthening social solidarity. This study aims to examine the implementation of these activities in fostering public awareness of charitable giving using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which emphasizes the identification and optimization of local assets and community potential. The findings indicate that the program provided significant and direct benefits to the recipients, particularly in reducing the economic hardships experienced by vulnerable households. Furthermore, the implementation of the social service program encouraged active community participation, strengthened collaboration among stakeholders, and promoted a sustainable culture of mutual assistance and philanthropy. These results demonstrate that the ABCD approach is effective in enhancing community empowerment while reinforcing social welfare and collective responsibility.
Pengembangan Keterampilan Sosial Melalui Lomba Futsal Remaja di Desa Panjunan Kecamatan Sukodono untuk Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Rio Saputra; Anasro Anasro; Asrori Mahmud; Didit Darmawan; Arif Rachman Putra; Pratolo Saktiawan; Fachruddin Arrozi; Bagus Firmansyah; Samsul Arifin; Mujito Mujito
Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (NALA)
Publisher : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan lomba futsal remaja di Desa Panjunan Kecamatan Sukodono diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tujuan dari lomba ini adalah untuk mengasah keterampilan sosial remaja melalui olahraga tim, yang mencakup kerja sama, komunikasi, dan sikap sportif. Dengan melibatkan para remaja, kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan sosial mereka, memperkuat rasa kebersamaan, serta mengingatkan pentingnya nilai-nilai kemerdekaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan ABCD (Asset Based Community Development) yang melibatkan kolaborasi dengan karang taruna setempat. Hasilnya menunjukkan peningkatan keterampilan komunikasi, kerja sama, dan penyelesaian konflik di antara peserta. Selain itu, lomba ini juga berhasil menciptakan hubungan sosial yang lebih baik antar remaja dan memberikan alternatif positif untuk menghabiskan waktu luang. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan keterampilan sosial remaja di desa-desa lain.
Peningkatan Literasi dan Optimalisasi Pengelolaan Zakat Melalui Penyuluhan dan Pendampingan Berbasis Komunitas Suwito Suwito; Mujito Mujito; Pratolo Saktiawan; Rafadi Khan Khayru; Agung Satryo Wibowo; Mohamad Farid; Rommy Hardyansah; Dharma Setiawan Negara
Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (NALA)
Publisher : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat menghadapi berbagai tantangan di tingkat masyarakat akar rumput, terutama terkait rendahnya literasi dan ketidaktepatan distribusi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat Kecamatan Mojoagung terkait zakat melalui pendekatan penyuluhan dan pendampingan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, simulasi penghitungan zakat, serta pembentukan kader zakat di tingkat lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman masyarakat mengenai jenis, hukum, serta mekanisme distribusi zakat. Selain itu, tumbuh partisipasi aktif yang terwujud dalam pembentukan forum edukasi dan kolaborasi antara masyarakat, tokoh agama, serta lembaga pengelola zakat. Tantangan yang diidentifikasi meliputi keterbatasan akses literasi, tradisi yang belum sepenuhnya sesuai syariat, serta fragmentasi koordinasi lembaga pengelola zakat. Program pendampingan berkelanjutan menjadi faktor penting untuk mengatasi permasalahan tersebut dan memastikan keberlanjutan edukasi zakat melalui pelibatan kader lokal dan penggunaan media informasi yang mudah dijangkau masyarakat. Kegiatan ini menegaskan pentingnya penguatan literasi zakat secara sistematis, sinergi lintas sektor, dan integrasi teknologi dalam optimalisasi pengelolaan zakat berbasis komunitas demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan
Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Pembentukan Perilaku Masyarakat yang Taat Hukum Rio Saputra; Rommy Hardyansah; Didit Darmawan; Hendrianto Udjari; Pratolo Saktiawan
Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (NALA)
Publisher : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan kewarganegaraan di sekolah-sekolah memiliki peranan penting untuk membentuk perilaku masyarakat yang lebih taat hukum. Pendidikan ini memberikan pemahaman mengenai hak, kewajiban, dan hukum yang berlaku dalam masyarakat. Melalui pembelajaran yang relevan dan berbasis pada contoh nyata, siswa diajarkan untuk memahami peran hukum dalam kehidupan sehari-hari serta menginternalisasi nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab. Guru memiliki peran yang signifikan untuk menyampaikan materi dengan cara yang menarik dan aplikatif. Meskipun begitu, tantangan yang dihadapi dalam implementasi pendidikan kewarganegaraan adalah kurangnya perhatian terhadap kualitas pengajaran serta kurikulum yang terbatas. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan bahwa pendidikan ini  mengajarkan pengetahuan teoritis dan membentuk kebiasaan taat hukum pada siswa. Dengan dukungan yang tepat, pendidikan kewarganegaraan dapat menjadi faktor kunci untuk membentuk generasi muda yang sadar hukum dan bertanggung jawab dalam kehidupan sosial mereka
Inisiatif Kebersihan melalui Media Edukasi sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap Lingkungan Sekitar: Penelitian Pratolo Saktiawan; Achmad Aqilla Firdaus Ar Ridwan; Arif Rachman Putra; Rafadi Khan Khayru; Didit Darmawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5119

Abstract

Peran generasi muda dalam menjaga kebersihan lingkungan merupakan elemen penting untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi dan media digital memberikan ruang luas bagi mereka untuk menyebarkan edukasi lingkungan secara kreatif, efektif, dan menjangkau masyarakat dalam skala yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana inisiatif kebersihan yang dilakukan oleh pemuda melalui media edukasi mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Dengan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), penelitian ini menelaah proses perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi dari berbagai aktivitas kebersihan yang melibatkan generasi muda, termasuk penggunaan media edukatif seperti video kampanye, Infograhis, konten digital, dan kelas lingkungan. Hasil temuan menunjukkan bahwa generasi muda berperan sebagai agen perubahan yang efektif, tidak hanya dalam penyebaran pengetahuan, tetapi juga dalam membentuk sikap peduli lingkungan dan mendorong tindakan nyata melalui kampanye digital maupun kegiatan lapangan. Media edukasi terbukti memperkuat daya jangkau pesan, meningkatkan interaksi publik, serta memfasilitasi kolaborasi antara pemuda, masyarakat, dan lembaga terkait. Secara keseluruhan, integrasi gerakan kebersihan dan pemanfaatan media edukasi mampu memperkuat budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di masyarakat.  
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN PEMBERSIHAN SUNGAI OLEH MAHASISWA BERBASIS ASSET-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT (ABCD) Adi Herisasono; Nana Mursyida Arifiana; Haniyah Haniyah; Pratolo Saktiawan; Elly Christanty Gautama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v5i01.2175

Abstract

River cleanup activities by students are a form of community service aimed at improving environmental quality and building ecological awareness. This program is implemented through Asset-Based Community Development (ABCD), which utilizes local assets, such as a culture of mutual cooperation, leadership, and village facilities, to encourage participation. Activities include identifying river problems, joint cleanup actions with residents, and education on the impact of waste on the environment. The results show improvements in river conditions, increased awareness of the importance of protecting rivers, and the establishment of sustainable cooperation between students, the government, and residents. In addition, this activity serves as an educational tool that encourages long-term behavioral change, so that the community better understands that environmental preservation is a shared responsibility. This shows that the involvement of students as agents of change can be a major driver in empowering the community to protect the river ecosystem in a sustainable manner.