Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Bersama Remaja Cegah Bullying: Program Kolaboratif Pencegahan Perundungan di Dunia Pendidikan dan Sosial Lisabe, Chandra Murdiono; Sudewi, Pipin Sri; Kartika, Rosalina Anindia Sari; Mutiasari, Mutiasari; Budiastuti, Amin
JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus 2025 - JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : PT. Technology Laboratories Indonesia (TechnoLabs)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perundungan (bullying) merupakan permasalahan sosial yang berdampak signifikan terhadap perkembangan psikologis dan sosial remaja, baik di lingkungan pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi preventif sekaligus membangun kesadaran kolektif remaja dalam mencegah perilaku perundungan melalui pendekatan kolaboratif. Kegiatan dilaksanakan di lingkungan sekolah menengah dan komunitas remaja di wilayah Purwokerto, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti guru, orang tua, tokoh masyarakat, serta fasilitator pendamping psikososial. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan interaktif, lokakarya kreatif, simulasi kasus, serta pembentukan duta anti-bullying di kalangan siswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap bentuk, dampak, serta strategi pencegahan bullying yang signifikan, sebagaimana tercermin dari hasil pre-test dan post-test serta observasi perilaku selama kegiatan. Selain itu, terbentuknya forum remaja peduli anti-bullying menjadi salah satu capaian strategis dalam mendorong keberlanjutan program. Program ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif dan kolaboratif mampu menciptakan ruang edukatif yang aman, suportif, dan inklusif bagi remaja. Kegiatan ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain sebagai upaya preventif terhadap perundungan dalam skala yang lebih luas.
Workshop Aplikasi Mobile SafeClick sebagai Edukasi Interaktif Pencegahan Cyberbullying untuk Remaja Berbasis Game Edukasi Lisabe, Chandra Murdiono; Wahdi, Nirsetyo; Puspitasari, Wahyu; Harling, Vina N. Van; Santoso, Aprih
JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Mei 2025 - JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : PT. Technology Laboratories Indonesia (TechnoLabs)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejahatan dunia maya (cyberbullying) merupakan salah satu bentuk kekerasan digital yang marak terjadi di kalangan remaja, terutama seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial dan perangkat digital. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kesehatan mental dan perkembangan sosial remaja. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi interaktif kepada remaja mengenai pencegahan cyberbullying melalui penyelenggaraan workshop dan penggunaan aplikasi mobile SafeClick yang dikembangkan berbasis game edukasi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan workshop, pendampingan penggunaan aplikasi, serta evaluasi ketercapaian tujuan. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu sekolah menengah pertama di Kota X dengan melibatkan 30 peserta didik sebagai sasaran utama. Workshop disusun secara partisipatif, menghadirkan materi seputar jenis-jenis cyberbullying, dampaknya, serta strategi pencegahannya, yang kemudian dikaitkan dengan fitur interaktif dalam aplikasi SafeClick. Aplikasi ini dirancang dengan pendekatan gamifikasi, yang memungkinkan peserta memperoleh pengetahuan melalui simulasi dan kuis dalam suasana yang menyenangkan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep cyberbullying serta meningkatnya kesadaran mereka untuk bersikap bijak dalam berinteraksi di dunia digital. Sebanyak 86% peserta menyatakan bahwa aplikasi SafeClick membantu mereka memahami materi secara lebih mudah dan menyenangkan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi berbasis teknologi interaktif sangat potensial untuk membentuk literasi digital dan perilaku positif di kalangan remaja. Ke depan, pengembangan aplikasi dan pelaksanaan workshop serupa dapat diperluas ke sekolah-sekolah lainnya sebagai upaya pencegahan cyberbullying secara berkelanjutan.
EFEKTIVITAS TEKNIK RESTRUKTURISASI KOGNITIF UNTUK MENGURANGI KECEMASAN SOSIAL PADA MATERI PELAYANAN MONITORING DIRI REMAJA UNTUK SISWA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH NEGERI LUWUK 2 KABUPATEN BANGGAI: THE EFFECTIVENESS OF COGNITIVE RESTRUCTURING TECHNIQUES TO REDUCE ADOLESCENT SOCIAL ANXIETY ON THE SUBJECT OF SELF-CONTROL SERVICES STUDENT CLASS XI SMA NEGERI 2 LUWUK KABUPATEN BANGGAI Lisabe, Chandra Murdiono
SELLAN : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1 No 1 (2024): Sellan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektif atau tidaknya teknik restrukturisasi kognitif dalam menurunkan kecemasan sosial pada remaja yang menggunakan materi layanan manajemen diri pada siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Luwuk Kabupaten Banggai. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas tentang bimbingan dan konseling dengan desain yang dirancang oleh Stephen Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI yang berjumlah 30 orang. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket. Analisis data deskriptif komparatif merupakan ukuran keberhasilan proses peningkatan layanan pembelajaran. Penerapan teknik restrukturisasi kognitif melalui tiga fase yaitu fase persiapan, fase pelaksanaan dan fase penyelesaian/evaluasi, dapat menurunkan kecemasan sosial pada siswa Kelas XI. Penurunan kecemasan sosial pada remaja dapat ditunjukkan dengan menurunnya nilai rata-rata kecemasan sosial siswa dari angket skrining pra tindakan yaitu sebesar 67,67 menjadi 47,2 pada siklus I, kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 24.7.
Penerapan Layanan Konseling Individual untuk Meningkatkan Minat Belajar dengan Menggunakan Pendekatan Behavioristik pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Petasia Barat Lisabe, Chandra Murdiono; tiadi, anggi
SELLAN : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1 No 2 (2024): Sellan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53090/sellan.v1i2.701

Abstract

Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat belajar siswa dengan menggunakan layanan konseling indovidu dengan pendekatan behavioristik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan layanan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek kelas VIII di SMP Negeri 1 Petasia Barat dan objek penelitian sebanyak 6 orang siswa yang memiliki masalah minat belajar seperti kurangnya minat belajar siswa pada semua mata pelajaran, siswa lebih memilih bekerja daripada belajar sehingga siswa lupa akan tugas dia sebagai seorang pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Tingkat Pertama (SMP). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ialah obsevasi, wawancara dan angket. Teknik analisis data yang digunakan ialah mereduksi data, memaparkan data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan: Penerapan Layanan Konseling Individual untuk Meningkatkan Minat Belajar dengan Menggunakan Pendekatan Behavioristik dapat dilihat dari hasil observasi, wawancara dan angket. Dan hal ini tebukti pada perubahan sikap siswa yang sudah melihatkan meningkatkan prestasi belajarnya.
Meningkatan Mutu Pendidikan melalui Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah Lisabe, Chandra Murdiono
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 2 (2025): April, Culture and Identity
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i2.45736

Abstract

Decentralization and democratization of education are less encouraged in Indonesia since national education management is still centralized throughout the country. Basically, problems with education management that have to do with how well resources are used. One clever tactic to combat the drawbacks of globalization is national education management. Strengthening it will therefore guide globalization in a way that is beneficial to the country's development. centralized educational administration system that has not been shown to significantly raise overall educational standards. Even in other instances, the centralized administration of education has resulted in a restriction of innovation across different educational levels and types.
Trends and Problems in Inclusive Education Research from 2018 to 2023: Bibliometric Analysis Suhendri Suhendri; Afif Alfiyanto; Chandra Murdiono Lisabe; Wulan Sari; Budi Mardikawati
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i2.8483

Abstract

Using a bibliometric approach, this study analyses trends and problems in inclusive education research from 2018 to 2023. The data was taken from the Scopus database, with 200 publications found, sorted into 159 relevant articles, and then analyzed using the Biblioshiny software. The results showed a significant increase in the number of publications related to inclusive education, with the most significant spikes occurring in 2019 and 2020, with 46 articles each. The most frequently emerged keywords were inclusive education, special needs, disability, and inclusive pedagogy, which reflected the main focus on special needs and inclusive pedagogy. Geographical distribution shows that the research is dominated by developed countries such as the United States, the United Kingdom, and Australia, while developing countries still contribute relatively little. The network of collaboration between researchers is strong among developed countries, but cross-country collaboration with developing countries is still limited. The main problems identified in the literature are lack of teacher training, limited resources, and cultural resistance. In addition, there is a research gap in inclusive education at the university level and a lack of concrete solutions to address existing problems. This research provides important insights into the development of inclusive education research. It identifies areas that still need further exploration, especially in developing countries and in the context of higher education.