Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF IOT TEMPERATURE AND HUMIDITY ON MOISTURE CONTENT VALUES IN NUTMEG SEED DRYERS USING ELECTRIC STOVES Festo Andre Hardinsi; Mustari; Sofyan Sukwara Akfan; Christof Geraldi Simon
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 15 No 1 (2026): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v15i1.4819

Abstract

Fakfak Regency is known as an abundant producer of nutmeg fruits and seeds and is dubbed the nutmeg city. However, there is a problem that often occurs in nutmeg farmers, namely, aflatoxin attacks. In addition, there are several obstacles for nutmeg farmers, namely declining processing time efficiency and declining productivity in nutmeg seed quality. Therefore, it is necessary to monitor the nutmeg drying process.  The purpose of this study is to monitor the real-time process time, temperature, and humidity of the IoT nutmeg drying device on the moisture content. The method used in this study is design of a nutmeg seed dryer using an electric stove. The design uses an IoT monitoring implementation. Based on the SNI-01-0006-1993, the appropriate moisture content value in the nutmeg seed dryer is obtained by using an electric stove within 10 and 13 hours. The results of the 10-hour study showed a moisture content value of 9.77% and the results of IoT monitoring showed a temperature value of 54°C and a humidity of 78g/kg. And the results of the 13-hour study showed a moisture content value of 6.28% and the results of IoT monitoring showed a temperature value of 65°C and a humidity of 85g/kg.
ANALISIS PENGGUNAAN ALAT BANTU PENERJEMAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS MAHASISWA Arif Aminullah; Sofyan Sukwara Akfan; Naomi Lembang; Nourma Wulanda
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2. No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i2.2617

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong meningkatnya penggunaan alat bantu penerjemah dalam pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi. Alat bantu penerjemah seperti Google Translate banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk membantu memahami kosakata, membaca teks berbahasa Inggris, serta menyelesaikan tugas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan alat bantu penerjemah dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa yang menggunakan alat bantu penerjemah dalam pembelajaran bahasa Inggris, dengan sampel sebanyak 40 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menggunakan alat bantu penerjemah secara aktif dalam kegiatan pembelajaran bahasa Inggris. Sebanyak 82,5% mahasiswa menyatakan sering menggunakan alat bantu penerjemah, sedangkan 90% mahasiswa menyatakan bahwa alat bantu penerjemah mudah digunakan. Selain itu, 87,5% mahasiswa menyatakan bahwa alat bantu penerjemah membantu meningkatkan kemampuan membaca (reading), 82,5% membantu kemampuan menulis (writing), dan 90% membantu meningkatkan penguasaan kosakata (vocabulary). Meskipun demikian, penggunaan alat bantu penerjemah secara berlebihan berpotensi menimbulkan ketergantungan dan mengurangi kemampuan mahasiswa dalam memahami tata bahasa (grammar) serta menyusun kalimat secara mandiri. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa alat bantu penerjemah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa, khususnya pada aspek reading, writing, dan vocabulary. Oleh karena itu, penggunaan alat bantu penerjemah perlu diarahkan secara tepat agar dapat menjadi media pendukung pembelajaran yang efektif tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar mahasiswa.