Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Kartu Gigi Beta Sehat Untuk Penentuan Prevalensi Karies dan Kebutuhan Perawatannya Pada Siswa Sekolah Dasar Emma Krisyudhanti; Ferdinan Fankari
Dental Therapist Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v4i2.945

Abstract

Karies adalah kerusakan pada jaringan keras gigi yang dimulai dengan adanya bercak putih pada permukaan gigi yang dapat berkembang menjadi kavitas. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013 menunjukkan bahwa sebanyak 89% siswa berusia < 12 tahun mengalami karies gigi dan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018  menyatakan bahwa proporsi masalah gigi terbesar adalah gigi berlubang yaitu sebanyak 45.3%, prevalensi karies pada siswa kelompok usia 5 – 9 tahun adalah 92,6%, pada kelompok usia 10 – 14 tahun adalah sebesar 73,4%, serta rata-rata gigi permanen berkaries pada kelompok usia 12 tahun adalah sebanyak 2 gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk  menentukan prevalensi fisur dalam, karies serta kebutuhan perawatannya pada anak usia sekolah dasar. Penelitian ini adalah suatu studi deskriptif dengan metode survei yang dilakukan di SD Negeri 2 Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang dengan jumlah siswa yang diperiksa giginya sebanyak 138. Untuk mengukur prevalensi fisur dalam , karies , serta kebutuhan perawatannya, digunakan Kartu Gigi Beta Sehat sebagai instrument pendokumentasi kondisi rongga mulut beserta kebutuhan perawatannya. Data yang diperoleh akan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi fisur dalam sebesar 15.58%, karies superfisial sebanyak 28.34% karies media 18.69%, karies profunda 18.25%, karies mencapai akar 5.34% dan 5.5% berupa kasus lain, seperti resobsi fisiologis, persistensi atau kasus lainnya. Dapat disimpulkan bahwa prevalensi fisur dalam adalah sebesar 15.58%, prevalensi karies yang tertinggi adalah karies superfisial yaitu sebesar 28.34%. Perawatan yang paling dibutuhkan adalah penumpatan gigi.  Disarankan adanya tindak lanjut dari pemberi layanan kesehatan setempat  agar segera melaksanakan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut bagi para siswa secara periodik berkesinambungan agar prevalensi karies tidak mengalami peningkatan, serta perlunya pemberdayaan guru dan orangtua siswa  untuk membantu siswa  memiliki kemampuan pelihara diri di bidang kesehatan gigi (oral self care).
Prevalensi Fisur Dalam dan Karies pada Siswa Usia 7 Tahun beserta Kebutuhan Perawatannya Emma Krisyudhanti; Ferdinan Fankari; Elisabet Mulia
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.332 KB)

Abstract

Usia 7 tahun adalah saat dimana gigi molar pertama permanen erupsi namun belum kalsifikasi sempurna dan harus berada dalam rongga mulut seorang anak yang belum memiliki oral self care yang baik, sehingga rentan mengalami karies. Tujuan penelitian untuk menentukan prevalensi fisur dalam, karies serta kebutuhan perawatannya pada siswa usia 7 tahun di SD INPRES Bonen. Penelitian ini adalah studi deskriptif dengan metode survei yang dilakukan di SD INPRES Bonen, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang dengan jumlah siswa usia 7 tahun yang diperiksa giginya sebanyak 35 anak. Untuk mengukur prevalensi fisur dalam , karies , serta kebutuhan perawatannya, digunakan Kartu Gigi Beta Sehat sebagai instrument pendokumentasi kondisi rongga mulut beserta kebutuhan perawatannya. Data yang diperoleh akan dianalisa secara deskriptif. Prevalensi fisur dalam adalah sebesar 3,33%, karies superfisial sebanyak 17,95% karies media 1,79%, karies profunda 3,45%, karies mencapai akar 1,19% dan 1,67% berupa kasus lain, seperti resobsi fisiologis, persistensi serta abses. Kondisi lain yang juga tercatat adalah 4,17% gigi permanen baru erupsi. Jenis kebutuhan perawatan yang diperlukan, terdiri dari 4,17% perawatan remineralisasi, 3,33% penutupan fisur, 9,4% penumpatan, 1,55% pencabutan, serta 4,76% rujukan. Prevalensi fisur dalam adalah sebesar 3,33%, prevalensi karies yang tertinggi adalah karies superfisial, diikuti karies profunda, lalu karies media, kemudian karies mencapai akar. Terdapat juga kasus-kasus lain non karies, seperti resobsi fisiologis dan persistensi. Perawatan yang paling dibutuhkan adalah penumpatan gigi, diikuti dengan tindakan rujukan, terapi remineralisasi, penutupan fisur gigi, serta pencabutan gigi.
PENGARUH KARTU KONTROL KESEHATAN GIGI DAN MULUT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA ANAK DI ERA NEW NORMAL DI SD NEGERI 2 BAUMATA TIMUR KABUPATEN KUPANG Ferdinan Fankari; Emma Krisyudhanti
Jurnal Kesehatan Gigi (Dental Health Journal) Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkg.v10i1.2343

Abstract

The habit of brushing the teeth of the Indonesian people is still a cause for concern, as can be seen from the 2018 Basic Health Research data where only 2.3% of the population aged ≥ 10 years brush their teeth after breakfast and before going to bed at night. This condition can cause tooth decay, as seen from the Riskesdas data, where the tooth decay index (DMF-T) of the Indonesian population is 4.6, which means that every Indonesian resident has an average of 4-5 carious teeth. The high rate of dental caries is supported by the fact that the level of knowledge of the Indonesian people about the importance of brushing their teeth properly is still very low. The dental health control card is a medium for monitoring children's activities or behavior every day in carrying out routine toothbrushes in the morning after eating and at night before going to bed. This effort is expected to increase children's obedience in carrying out prevention efforts independently so that caries can be prevented. The purpose of this study was to determine the effect of dental and oral health control cards on efforts to prevent dental caries in children in the new normal era at SD Negeri 2 Baumata Timur, Kupang Regency. This research is an experiment with a one shot case study design, without a control group which was conducted on all 126 students of SDN 2 Baumata Timur. The results showed that the efforts to prevent dental caries before and after the intervention, the majority of students were in the very low category. The results of the Wilcoxon Signed Ranks Test showed a significant value of p 1.000 0.05 . The conclusion that there is no significant difference before and after treatment. It is recommended that there be education about the importance of consistency in brushing teeth for school-age children
Pencegahan Karies Gigi Melalui Kegiatan Menyikat Gigi Dan Cuci Tangan Pada Masa New Normal Di SD Negeri 2 Baumata Timur Kabupaten Kupang Ferdinan Fankari; Emma Krisyudhanti; Ratih Variani; Shri Ayu Purnami
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v2i2.132

Abstract

Penelitian terkini mengenai dampak pandemi pada kebiasaan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut masih terbatas. Sejak pandemi COVID-19 orang dua kali lebih sering mencuci tangan (64%) dibandingkan menyikat gigi (31%). Pada anak sekolah penyakit gigi merupakan masalah yang sangat mengganggu, karena tidak saja menyebabkan keluhan rasa sakit tetapi juga menyebarkan infeksi ke bagian tubuh lainnya sehingga mengakibatkan menurunnya produktifitas. Tujuan pengabdian kepada masyarakat yaitu untuk mencegah penyakit yang banyak menyerang anak sekolah (karies dan diare), dan untuk   meningkatkan kemampuan hidup sehat  peserta  didik  dalam  lingkungan  hidup  sehat  sehingga  peserta  didik  dapat  belajar, tumbuh, dan berkembang secara harmonis dan setinggi-tingginya menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Metode pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan action research / participatory research / penelitian kerja / penelitian partisipatif dimana siswa, guru dan orang tua terlibat aktif dalam kegiatan ini yaitu  praktek  menyikat gigi dan mencuci setiap hari. Hasil kegiatan ini telah dilakukan di SD Negeri 2 Baumata Timur, sasaran murid kelas I-VI sebanyak 130, berupa penyuluhan kesehatan gigi untuk seluruh siswa, pembagian sikat gigi dan pasta gigi untuk menyikat gigi bersama dan mencuci tangan pakai sabun dipandu oleh tim pengabdian masyarakat serta dilakukan pembagian kalender menyikat gigi untuk seluruh siswa dimana orang tua ikut mengawasi anak ketika di rumah dan guru mengawasi murid ketika di sekolah dalam hal menyikat gigi dan mencuci tangan. Media yang digunakan dalam kegiatan ini adalah poster kesehatan gigi dan phantom gigi. Kesimpulan kegiatan pada siswa SD Negeri 2 Baumata Timur telah dilaksanakan kegiatan mencuci cuci tangan pakai sabun sebagai upaya mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat dan kegiatan penyuluhan kesehatan gigi, menyikat gigi bersama dan pemberian kalender menyikat gigi sebagai upaya mengajarkan perilaku menjaga kesehatan gigi.
Dental Health Education Using PowerPoint Media to Improve Maternal Behavior in Maintaining Dental and Oral Hygiene of Students of GMIT Baumata Elementary School Wali, Agusthinus; Nubatonis, Melkisedek O.; Krisyudhanti, Emma; Variani, Ratih
Dental Therapist Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v6i1.1377

Abstract

Dental health education is a planned and directed effort to create an environment that encourages individuals or community groups to change their old behaviors, which are less favorable for their dental health, to behaviors that are beneficial for their dental health. Behavior change can occur naturally, influenced by the environment, or intentionally and systematically through knowledge, attitudes, and skills. The aim of this study is to determine the effect of dental health education using PowerPoint media to improve the behavior of mothers in maintaining the dental and oral hygiene of GMIT Baumata Elementary School students. This type of research is a quasi-experimental design with a pre-test and post-test research design. The population of this study includes mothers and students of GMIT Elementary School, and the research sample is the total population of mothers and students in grades I-VI at GMIT Baumata Elementary School, Taebenu District, Kupang Regency, totaling 89 people. The instruments in this study were questionnaires and dental and oral hygiene examination forms. The results of the effectiveness test analysis showed that the behavior of mothers in maintaining dental and oral health (p=0.000) significantly improved, indicating an increase in the mothers' behavior in maintaining dental and oral health. Similarly, the dental and oral hygiene status of the students (p=0.000) improved, indicating an increase in the students' dental and oral hygiene status. Therefore, it can be concluded that PowerPoint media is effective in improving the behavior of mothers in maintaining their children's dental and oral hygiene and in enhancing the dental and oral hygiene status of GMIT Baumata Elementary School students in Taebenu District, Kupang Regency. It is recommended that further research be conducted to provide comparative data.
PENERAPAN VIDEO EDUKASI DAN BERKUMUR LARUTAN FLOUR DALAM PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA USIA REMAJA SMP NEGERI 5 KOTA KUPANG Variani, Ratih; Krisyudhanti, Emma; Purnami, Shri Ayu; Wali, Agusthinus; R.Soeharto, Faizal
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3: September-Desember 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i3.3704

Abstract

Salah satu strategi dan pendekatan pencegahan karies gigi yang dapat dilakukan untuk anak sekolah adalah dengan program kumur berfluoride di sekolah. Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut perlu diajarkan kepada masyarakat agar mereka dapat merubah perilakunya lebih baik dalam menjaga kesehatan gigi, dengan menggunakan video edukasi. Permasalahan mitra adalah angka karies yang masih tinggi (60,15%), pemahaman yang masih kurang dalam menjaga kesehatan gigi, dan selama ini edukasi menggunakan media poster. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut serta meningkatkan ketahanan karies gigi dengan berkumur larutan flouride. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP negeri 5 Kota Kupang (usia remaja). Metode kegiatan ini adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang berorientasi pada pemberdayaan. Hasil kegiatan ini adalah 340 siswa telah diberikan penyuluhan menggunakan video edukasi sehingga lebih menarik dan siswa lebih mudah memahami. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan berkumur dengan larutan flouride untuk mencegah karies gigi
Caries Patterns and Knowledge Levels About Prevention of Dental Caries in Elementary School Students: Pola Karies Dan Tingkat Pengetahuan Tentang Pencegahan Karies Gigi Pada Murid Sekolah Dasar St. Arnoldus Penfui Kupang Yuliana N. R. Onlan; Ratih Variani; Apri A. Manu; Emma Krisyudhanti
Dental Therapist Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v2i1.706

Abstract

In school children, dental caries is an important problem because it not only causes complaints of pain, but also causes infections to other parts of the body, resulting in decreased productivity. Knowledge of prevention of dental caries in children cannot be separated from the participation of health workers, nurses and doctors, to provide counseling and motivation to parents, the role of parents in the family environment. The survey results show that the elementary school students of St. Karolus Kupang class III and IV as many as 125 children who have dental caries so this study was conducted to determine the pattern of caries and the level of knowledge about prevention of dental caries in elementary school students St. Arnold Penfui Kupang. The type of research is descriptive and the research instrument is in the form of an examination and questionnaire format. The results showed that the pattern of dental caries in grade III-IV students of St. The most common Arnoldus penfui kupang was enamel caries with a total of 34% (46 teeth) and caries reaching the roots of 28% (39 teeth). Knowledge of prevention of dental caries is included in the moderate category of 41.8%. Based on the results of the study, it can be concluded that the pattern of dental caries in grade III and IV students of St. Arnoldus Penfui Kupang mostly had enamel caries and residual root caries and the level of knowledge about their prevention was moderate. It is recommended that children further improve dental health maintenance by reducing snacks that contain carbohydrates and for health workers to be more active in collaborating with the school. Pada anak sekolah, karies gigi merupakan masalah yang penting karena tidak saja menyebabkan keluhan rasa sakit, tetapi juga menyebabkan infeksi kebagian tubuh lainnya sehingga mengakibatkan menurunnya produktivitas. Pengetahuan pencegahan karies gigi anak tidak terlepas dari peran serta tenaga kesehatan perawat dan dokter untuk memberi penyuluhan dan motivasi pada orang tua, peran orang tua murid dalam lingkungan keluarga. Dari hasil survei menunjukkan murid sekolah dasar St. Karolus Kupang kelas III dan IV sebanyak 125 anak yang memiliki karies gigi sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola karies dan tingkat pengetahuan tentang pencegahan karies gigi pada murid sekolah dasar St. Arnoldus Penfui Kupang. Jenis penelitian deskriptif dan Instrumen penelitian berupa format pemeriksaan dan kuisoner. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pola karies gigi pada murid kelas III-IV sekolah dasar St. Arnoldus penfui kupang yang terbanyak adalah karies email dengan jumlah 34% (46 gigi) dan karies mencapai akar 28% (39 gigi). Pengetahuan pencegahan karies gigi termasuk dalam kategori sedang 41,8%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola karies gigi pada murid kelas III dan IV sekolah dasar St. Arnoldus Penfui Kupang yang terbanyak adalah karies email dan karies sisa akar dan tingkat pengetahuan tentang pencegahannya sedang. Disarankan agar anak – anak lebih meningkatkan pemeliharaan kesehatan gigi dengan mengurangi jajanan yang mangandung karbohidrat dan bagi tenaga kesehatan agar lebih aktif dalam bekerjasama dengan pihak sekolah.
The Role of Sports and Health Physical Education Teachers on School Dental Health Business Services: Peran Guru Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Terhadap Pelayanan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah Inandy Rambu Kadunga; Melkisedek O. Nubatonis; Apri A. Manu; Emma Krisyudhanti
Dental Therapist Journal Vol. 2 No. 2 (2020): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v2i2.715

Abstract

The School Dental Health Business (UKGS) is an integral part of the School Health Business (UKS) which carries out planned dental and oral health services for students, especially elementary school students (STD) within a certain period of time, which is carried out continuously through the UKS package, namely the UKS package. minimal, standard package and optimal package. Teachers are people who help others learn, by training, explaining, giving lectures, regulating discipline and evaluating students' abilities. Teachers can act as counselors and give instructions. In this case, Sports and Health Physical Education teachers have a more important role in UKGS services to students than other school communities. Because Sports and Health Physical Education teachers know more about health sciences, anatomy, physiology and handling injuries compared to teachers other. Because they know more about health, Sports and Health Physical Education Teachers have a more important role and are expected to be involved in UKGS activities. The purpose of this study was to determine the role of sports and health physical education teachers on school dental health business services. The method in this research is descriptive method. The results showed that the results of the questionnaire distribution to determine the role of sports teachers in UKGS services were in good criteria as many as 10 people (71.5%), in promotive efforts were in good criteria as many as 10 people (71.5%), preventive on criteria good as many as 10 people (71.5%) and simple curative on good criteria as many as 10 people (71.5%). It was concluded that the role of sports teachers in providing UKGS services, both promotive, preventive and curative efforts were in good criteria. Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) adalah bagian integral dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang melaksanakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara terencana pada siswa terutama siswa Sekolah Tingkat Dasar (STD) dalam suatu kurun waktu tertentu,diselenggarakan secara berkesinambungan melalui paket UKS yaitu paket minimal,paket standar dan paket optimal. Guru adalah orang yang membantu orang lain belajar,dengan melatih, menerangkan,memberi ceramah, mengatur disiplin dan mengevaluasi kemampuan siswa. Guru dapat berperan sebagai konselor dan pemberi instruksi. Dalam hal ini,Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan mempunyai peran yang lebih penting dalam pelayanan UKGS terhadap siswa-siswi dibandingkan masyarakat sekolah lainnya.Karena guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan lebih mengetahui tentang ilmu kesehatan, anatomi,fisiologi dan penanganan pada cedera dibandingkan dengan guru yang lainnya. Karena lebih mengetahui tentang kesehatan,maka Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan mempunyai peran yang lebih penting dan diharapkan terlibat dalam kegiatan UKGS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan terhadap pelayanan usaha kesehatan gigi sekolah. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil pembagian kuesioner untuk mengetahui peran guru olahraga dalam pelayanan UKGS berada pada kriteria baik sebanyak 10 orang (71,5%), dalam upaya promotif berada pada kriteria baik sebanyak 10 orang (71,5%), preventif pada kriteria baik sebanyak 10 orang (71,5%) dan kuratif sederhana pada kriteria baik sebanyak 10 orang (71,5%). Disimpulkan bahwa Peran guru olahraga dalam melakukan pelayanan UKGS, baik upaya promotif, preventif dan kuratif berada dalam kriteria baik.
Children's Nutritional Status in terms of Dental Caries in Elementary School Students of GMIT Baumata: Status Gizi Anak Ditinjau dari Karies Gigi pada Siswa SD GMIT Baumata Ade Irma Mantutu; Emma Krisyudhanti; Ferdinan Fankari; Christina Ngadilah
Dental Therapist Journal Vol. 2 No. 2 (2020): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v2i2.719

Abstract

Nutritional disorders are caused by primary or secondary factors. The primary factor is when a person's food composition is wrong in quantity or quality caused by a lack of food supply, poor food distribution, poverty, ignorance, wrong eating habits and so on. Secondary factors include all factors that cause nutrients not to reach digestive cells such as bad teeth (dental caries). A person with a bad masticatory apparatus will choose food according to the strength of his chewing so that in the end it can lead to malnutrition. The purpose of this study was to determine the nutritional status of children in terms of dental caries in elementary school students at GMIT Baumata. This research method uses the description method, with a population of 100 students. The results showed that the nutritional status of students in the category of very thin 7%, underweight 52%, normal 41%, obese 0%, obese 0%, the condition of dental caries status of students 2 was 38%, 2 was 62% and nutritional status conditions in terms of student dental caries, namely the category of very thin nutrition with caries 2 is 0% while 2 is 7%, underweight nutrition category with caries 2 is 4% while 2 is 48%, normal nutrition category with caries 2 is 34 % while 2 is 7%, obese nutrition category with 2 caries is 0%, 2 is 0% and obesity nutrition category with 2 caries is 0%, 2 is 0%. The conclusion of this study is that the highest nutritional status of children is the category of underweight nutritional status and the highest dental caries condition is 2 or has not reached the national target. The nutritional status of children in terms of dental caries, the highest percentage is thin nutritional status with caries status 2 is 48%. Gangguan gizi disebabkan oleh faktor primer atau sekunder. Faktor primer adalah bila susunan makanan seseorang salah dalam kuantitas atau kualitas yang disebabkan oleh kurangnya penyediaan pangan, kurang baiknya distribusi pangan, kemiskinan, ketidaktahuan, kebiasaan makan yang salah dan sebagainya. Faktor sekunder meliputi semua faktor yang menyebabkan zat-zat gizi tidak sampai di sel-sel pencernaan seperti gigi-geligi yang tidak baik (karies gigi). Seseorang dengan alat pengunyahan yang tidak baik akan memilih makanan sesuai dengan kekuatan kunyahnya sehingga pada akhirnya dapat mengakibatkan malnutrisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status gizi anak ditinjau dari karies gigi pada siswa SD GMIT Baumata. Metode penelitian ini menggunakan metode deskripsi, dengan populasi sebanyak 100 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi status gizi siswa kategori sangat kurus 7%, kurus 52%, normal 41%, gemuk 0%, obesitas 0%, kondisi status karies gigi siswa ≥2 adalah 38%, ≤2 adalah 62% dan kondisi status gizi ditinjau dari karies gigi siswa yaitu kategori gizi sangat kurus dengan karies ≥2 adalah 0% sedangkan ≤2 adalah 7%, kategori gizi kurus dengan karies ≥2 adalah 4% sedangkan ≤2 adalah 48%, kategori gizi normal dengan karies ≥2 adalah 34% sedangkan ≤2 adalah 7%, kategori gizi gemuk dengan karies ≥2 adalah 0%, ≤2 adalah 0% dan kategori gizi obesitas dengan karies ≥2 adalah 0%, ≤2 adalah 0%. Kesimpulan penelitian ini yaitu kondisi status gizi anak yang paling besar adalah kategori status gizi kurus dan kondisi karies gigi yang paling besar yaitu ≤2 atau belum mencapai target nasional. Status gizi anak ditinjau dari karies gigi yang paling besar presentasenya adalah status gizi Kurus dengan status karies ≤2 adalah 48%.
The Relationship of Students' Knowledge Level About Diet with Prevalence of Dental Caries in Children 7–9 Years Old: Hubungan Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Pola Makan Dengan Prevalensi Karies Gigi Pada Anak 7–9 Tahun Amelia C Da Silva Tilman Cunha; Melkisedek O. Nubatonis; Emma Krisyudhanti
Dental Therapist Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v4i1.728

Abstract

Dental and oral health is an integral part of overall health services. One of the proposed technical programs is to develop a policy for preventing dental and oral diseases and to increase efforts to promote dental and oral health, especially for school-age children and adolescents. Dental caries or cavities are damage to the hard tissues of the teeth, from tooth enamel to dentin or bone. The purpose of this study was to determine the level of knowledge and prevalence of caries in the students of SD Negeri 2 Baumata Timur, Kupang Regency. The research method is a descriptive study with a sample of 30 respondents, consisting of children aged 7-9 years. The independent variable studied was the incidence of caries, the dependent variable was the child's knowledge of eating patterns. The measuring instrument used is a questionnaire. The results of the study on respondents showed that the level of children's knowledge about eating patterns was in the good category of 6.7%, the level of poor knowledge was 93.3%. While children who have caries are in the very high category with a percentage of 96.7 (29 students), children who are free of caries with a percentage of 3.3 (1 student). Kesehatan Gigi dan mulut merupakan bagian integral dari pelayanan Kesehatan secara menyeluruh. Salah satu program teknis yang disarangkan adalah mengembangkan kebijakan pencegahan penyakit gigi dan mulut serta meningkatkan upaya promosi kesehatan gigi dan mulut khusunya pada anak-anak usia sekolah dan remaja. Karies Gigi atau Gigi berlubang merupakan merupakan kerusakan pada jaringan keras gigi di mulai dari email gigi hingga dentin atau tulang gigi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan prevalensi karies pada siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Baumata Timur Kabupaten Kupang. Metode penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan sampel sampel sebanyak 30 responden yaitu terdiri dari anak usia 7-9 tahun. Variabel bebas yang diteliti yakni kejadian karies, Variabel terikat yakni pengetahuan anak tentang pola makan. Alat ukur yang digunakan adalah kusioner. Hasil penelitian pada responden menunjukkan tingkat pengetahuan anak tentang pola makan berada pada kategori baik sebesar 6,7%, tingkat pengetahuan buruk sebanyak 93,3%. Sedangkan anak yang memiliki karies berada pada kategori sangat tinggi dengan Persentase 96,7 (29 siswa), anak yang bebas karies dengan persentase 3,3 (1 siswa).