Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Teori Bauran Pemasaran dalam Usaha Jasa Keagenan Kapal di Banyuwangi pada Era Digital Marketing Ahmad, Fandi; Saiful Rohman
JURNAL ILMIAH FEASIBLE: Bisnis, Kewirausahaan dan Koperasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Ilmiaf Feasible (JIF): Bisnis, Kewirausahaan, dan Koperasi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/fb.v7i1.2025.9-17.49130

Abstract

Layanan Jasa Keagenan kapal sesuai dengan Permenhub No. 59 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Usaha Jasa Terkait dengan Angkutan di Perairan adalah kegiatan usaha jasa untuk mengurus kepentingan Kapal perusahaan angkutan laut asing dan/atau Kapal perusahaan angkutan laut nasional selama berada di Indonesia. Selayaknya kegiatan usaha lainnya pasti membutuhkan sistem pemasaran. Melihat kondisi pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi beserta dengan komoditi yang masuk dan keluar dari pelabuhan ini harus ada strategi pemasaran oleh perusahaan keagenan yang berkegiatan di lingkungan pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi. Jumlah perusahaan keagenan belum sebading dengan jumlah kapal yang masuk dan keluar pelabuhan Tanjungwangi-Banyuwangi. Dalam kondisi ini penerapan strategi pemasaran dengan pola 4P. Menurut Peran Simanihuruk, dkk dalam Memahami Perilaku Konsumen (2023), marketing mix 7P adalah strategi yang dirancang untuk meningkatkan minat konsumen terhadap produk/jasa yang ditawarkan. product, price, promotion, place, people, process, dan physical evidence komponen pemasaran ini perlu dikemas dengan baik dengan mode digital yang berkembang saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% perusahaan keagenan belum menerapkan teori bauran pemasaran 7P, terlebih dengan mode digital marketing. Beberapa perusahaan memiliki sistem pemasaran digital namun masih tergantung dengan kantor pusat masing-masing. Diharapkan ada sinergi yang baik antara badan usaha pelabuhan selaku penyedia fasilitas dengan pengguna jasa dalam hal ini perusahaan keagenan kapal untuk melakukan digital marketing secara lebih massiv untuk meningkatkan jumlah kunjungan kapal di Pelabuhan Tanjungwangi-Banyuwangi.
Exploratory Study Of Micro, Small And Medium Enterprises Profile Of Herbal Product Classification In Banyuwangi Regency Suwarso, Suwarso; Ahmad, Fandi; Satriyo, Galih
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 9, No 2. (2025): Journal of Humanities and Social Studies
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v9i2..12615

Abstract

The purpose of this study is to clearly understand the profile of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) classified as herbal products in Banyuwangi. Furthermore, the purpose of this study is to identify the problems faced by these entrepreneurs and the efforts made to overcome these problems. The approach used in this study is descriptive qualitative. The population in this study is micro, small, and medium-scale entrepreneurs classified as herbal products in Banyuwangi. The sample in this study is producers of herbal products in Banyuwangi who are still actively running their businesses. The data analysis method used is to process data in depth with data from observations, interviews, and literature. Data analysis techniques are carried out by summarizing, categorizing, and interpreting. The results of the study show that the profile of small, micro, and medium enterprises in Banyuwangi Regency shows that MSMEs in the classification of herbal products in Banyuwangi Regency on average start their businesses with their own capital. The number of employees involved in their activities ranges from 2-5, with a monthly turnover of between Rp 8,000,000 and Rp 80,000,000. The products produced by this herbal business in Banyuwangi include beverages, food, and medicines or herbal medicine. Information obtained from informants indicates that sales have increased by 30%-75% during the COVID-19 pandemic. The current challenge is the high cost of production. Financial support is also essential for expanding production scale. Difficulties in obtaining permits are considered very burdensome for business owners, hindering the expansion of marketing activities.