Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The The Influence of Health Education Through Audio Visual Media on Knowledge of Coronary Heart Disease in Posbindu PTM Clients Yulta Kadang; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Previarsi Rahayu; Ananda Patuh Padaallah
An Idea Health Journal Vol 4 No 03 (2024)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v4i03.393

Abstract

Cardiovascular disease (CVD) is one of the health problems that contributes to the largest number of deaths in the world which is defined as an abnormal condition of the heart and blood vessels, one of which is coronary heart disease (CHD). This study was conducted with the aim of analyzing whether there is an effect of Health Education through Audiovisual on Client Knowledge about Coronary Heart Disease at the PTM Posbindu at the Tambelang Health Center UPTD, Bekasi Regency. The type of quantitative research used in this study is Quase Experimental Design with the One Group Pretest and Posttest approach. The location of the study was at the PTM Posbindu UPDT Tambelang Health Center, Bekasi Regency and was carried out in August 2024. Sampling was carried out using non-probability sampling using the purposive sampling method. The sample used was 21 PTM Posbindu clients. The questionnaire used was first tested for validity and reliability with Alpha Cronbach 0.742 which showed that this questionnaire could be used to measure knowledge about coronary heart disease. The data were analyzed using the Wilcoxon alternative test because the results of the ShapiroWilk normality test were not normally distributed
Korelasi antara Tingkat Stres dan Derajat Keparahan Gejala Premenstrual Syndrome pada Siswi Sma Negeri 1 Cikarang Utara Afina Ahshaina Nuri; Yulidian Nurpratiwi; Previarsi Rahayu; Yulta Kadang
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55187

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala yang muncul 2–14 hari sebelum menstruasi. Salahsatu faktor yang memengaruhi PMS adalah stres, terutama pada remaja putri SMA yang rentan mengalamitekanan akademik. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan keparahangejala PMS pada siswi SMA Negeri 1 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatifcross-sectional dengan desain penelitian analitik korelasional. Sampel penelitian sebanyak 282 siswi dihitungmenggunakan rumus slovin dengan teknik sampling proportionate stratified random sampling. Instrumen yangdigunakan yaitu kuesioner DASS-Y dan SPAF. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Penelitianini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Medika Suherman (No:005143/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yangkuat serta arah positif antara tingkat stres dengan keparahan gejala PMS pada siswi SMA Negeri 1 CikarangUtara (p = 0,000 < 0,05; r = 0,555).
Qualitative Item Development for a Nurses’ Caring Behavior Scale in Patients Undergoing Chemotherapy for Cancer Yulta Kadang; Sri Marnianti Irnawan; Irna Megawati; Kusrini S Kadar; Ariyanti Saleh
An Idea Nursing Journal Vol. 5 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/inj.v5i01.809

Abstract

Background: Patients with cancer undergoing chemotherapy experience complex physical and psychological problems that require comprehensive nursing care. Nurses’ caring behaviors are important in improving the quality of care provided to patients. However, existing instruments for measuring caring behaviors remain limited, particularly those grounded in Swanson’s Theory of Caring. Therefore, this study aimed to develop conceptual domains and generate items to measure nurses’ caring behaviors toward patients with cancer receiving chemotherapy. Objective: To develop a new conceptual framework in the form of domains and produce statement items through a qualitative approach. Methods: This study used a phenomenological approach as the first phase of an instrument development study. In-depth interviews were conducted with 10 participants receiving chemotherapy, selected through purposive sampling. The interviews were recorded and transcribed digitally, and the data were analyzed using content analysis in NVivo 10 to identify codes, categories, and themes to develop conceptual domains and item statements. Results: A total of 33 statement items were developed from five main domains. The first domain was respect for culture (5 items); the second, information provision (6 items); the third, responsiveness (7 items); the fourth, competence (9 items); and the fifth, overall motivation (6 items). Conclusion: This study generated five domains, comprising 33 positive and negative statement items, that will be used in the questionnaire to measure cancer patients undergoing chemotherapy's perceptions of nurses' behavior.
Hubungan Stunting Dengan Perkembangan Anak Usia Batita Ahsan Fillah El Faiz; Nadia Luthfi Rahman; Yulta Kadang; Beatrix Elizabeth
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 7 (2026): Volume 6 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i7.23628

Abstract

ABSTRACT Stunting is a condition of growth retardation caused by chronic nutritional deficiencies over a prolonged period, resulting in a child’s height being lower than that of peers of the same age. This condition is considered a serious public health issue as it is associated with an increased risk of morbidity and mortality among children. This study aims to identify the relationship between stunting and child development, which includes aspects of gross motor skills, fine motor skills, language and speech abilities, social interaction, and independence among toddlers in the working area of Cikarang Utara Public Health Center, Bekasi Regency. The research employed a quantitative approach with a correlational design and a cross-sectional method. The study population consisted of 1,945 toddlers, with a sample of 96 children determined using the Slovin formula and selected through a non-probability purposive sampling technique. Data collection utilized the Developmental Pre-Screening Questionnaire (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan/KPSP), and data analysis was conducted using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between stunting and child development across several domains, namely gross motor skills (p=0.028; PR=1.483; CI=1.042–2.109; CC=0.240), fine motor skills (p=0.020; PR=1.580; CI=1.070–2.335; CC=0.251), language and speech (p=0.022; PR=1.435; CI=1.048–1.996; CC=0.248), as well as socialization and independence (p=0.044; PR=1.448; CI=1.015–2.066; CC=0.222). Based on these findings, it can be concluded that stunting has a significant correlation with child development across multiple domains, including motor, language, and socio-independence aspects. Keywords: Stunting, Toddler Development.  ABSTRAK Stunting merupakan suatu kondisi terhambatnya pertumbuhan yang disebabkan oleh defisiensi gizi kronis dalam jangka waktu panjang, yang berdampak pada tinggi badan anak yang lebih rendah dibandingkan dengan anak seusianya. Keadaan ini menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius karena berhubungan dengan peningkatan risiko morbiditas, mortalitas dan kematian pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kejadian stunting dan perkembangan anak yang meliputi aspek motorik kasar, motorik halus, kemampuan berbahasa dan berbicara, interaksi sosial, serta kemandirian pada anak usia batita di wilayah kerja Puskesmas Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan metode potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian terdiri atas 1.945 anak batita, dengan jumlah sampel sebanyak 96 anak yang ditentukan menggunakan rumus Slovin serta diambil melalui teknik non-probability purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), sedangkan analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara stunting dan perkembangan anak pada berbagai aspek, yakni motorik kasar (p=0,028; PR=1,483; CI=1,042–2,109; CC=0,240), motorik halus (p=0,020; PR=1,580; CI=1,070–2,335; CC=0,251), bahasa dan bicara (p=0,022; PR=1,435; CI=1,048–1,996; CC=0,248), serta sosialisasi dan kemandirian (p=0,044; PR=1,448; CI=1,015–2,066; CC=0,222). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kejadian stunting memiliki korelasi yang signifikan dengan perkembangan anak dalam berbagai domain, meliputi kemampuan motorik, bahasa, serta aspek sosial dan kemandirian. Kata Kunci: Stunting, Perkembangan Anak Usia Batita.
Studi Komparatif: Dukungan Keluarga dan Kepatuhan Minum Obat dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Waluya Cikarang Utara Diana Nur Azizah; Indrianada Zahra Nurrahma; Yulta Kadang; Ananda Patuh Padaallah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i6.23376

Abstract

ABSTRAK Diabetes Mellitus menyebabkan masalah kecacatan fisik dan mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Kulaitas hidup pasien DM dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu dukungan keluarga, kepatuhan minum obat dan tingkat stres. Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit kronis yang jika tidak dikendalikan dengan baik dapat menimbulkan komplikasi serius dan berdampak pada kualitas hidup penderita. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup penderita DMT2 di Puskesmas Waluya Cikarang Utara. Desain penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien DM Tipe II di wilayah kerja Puskesmas Waluya Cikarang Utara sebanyak 56 orang, dengan jumlah sampel 49 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner HDFSS (dukungan keluarga), MARS-5 (kepatuhan minum obat), dan DQOL (kualitas hidup). Analisis data menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup (p = 0,000; PR = 2,602; CI = 1,062–6,373) serta antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup (p = 0,004; PR = 3,733; CI = 0,683–20,419). Pasien dengan dukungan keluarga rendah memiliki risiko 2,6 kali lebih besar mengalami kualitas hidup rendah dibandingkan pasien dengan dukungan keluarga tinggi, sedangkan pasien dengan tingkat kepatuhan rendah memiliki peluang 3,7 kali lebih besar mengalami kualitas hidup rendah dibandingkan pasien yang patuh. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat, semakin baik pula kualitas hidup penderita DMT2. Oleh karena itu, temuan penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan intervensi berbasis keluarga untuk meningkatkan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus Tipe 2 melalui peningkatan dukungan keluarga dan kepatuhan terhadap pengobatan. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat, Kualitas Hidup.   ABSTRACT Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic disease that affects the quality of life of sufferers, where family support and medication adherence play an important role for its improvement. This study aims to analyse the relationship between family support and medication adherence with the quality of life of patients with T2DM at Puskesmas Waluya Cikarang Utara. This study design uses a correlational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all Type II DM patients in the working area of the Waluya Cikarang Utara Community Health Centre, totalling 56 people, with a sample size of 49 respondents selected using purposive sampling. Data collection was conducted using the HDFSS (family support) questionnaire, MARS-5 (medication adherence), and DQOL (quality of life). Data analysis was performed using the chi-square statistical test with a significance level of 0.05. The results showed a significant relationship between family support and quality of life (p = 0.000; PR = 2.602; CI = 1.062–6.373) and between medication adherence and quality of life (p = 0.004; PR = 3.733; CI = 0.683–20.419). Patients with low family support had a 2.6 times greater risk of experiencing low quality of life compared to patients with high family support, while patients with low adherence had a 3.7 times greater chance of experiencing low quality of life compared to patients who were compliant. These results indicate that the higher the family support and medication adherence, the better the quality of life of DMT2 patients. Therefore, the findings of this study can be used as a basis for healthcare professionals in developing family-based interventions to improve the quality of life of Type 2 Diabetes patients through increased family support and adherence to treatment. Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus, Family Support, Medication Adherence, Quality of Life. 
Hubungan Status Gizi dan Kekurangan Energi Kronik (KEK) dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani Vivi Nila Sari; Riska Subhianti Putri; Yulta Kadang; Yulidian Nurpratiwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.738

Abstract

Anemia merupakan kondisi ketika tubuh mengalami penurunan jumlah sel darah merah hingga berada di bawah batas normal. Anemia termasuk salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti kekurangan asupan zat gizi dan kehilangan darah akibat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 81 responden yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian menggunakan Stature Meter, timbangan berat badan, dan juga menggunakan Medline. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia remaja tengah. Selain itu terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia (p-value = 0,000) serta terdapat hubungan antara kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia (p-value = 0,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi dan kekurangan energi kronik (KEK) merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri.
Pengaruh Permainan Spin Whell Terhadap Pencegahan Anemia Pada Rematri di Cikarang Sari Dewi Kishra; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Yulta Kadang; Beatrix Eliabeth
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.800

Abstract

Anemia masih menjadi permasalahan kesehatan pada rematri yang berdampak pada penurunan konsentrasi,produktivitas dan kualitas hidup. Upaya promotif melalui edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkanpemahaman remaja mengenai pencegahan anemia. Media pembelajaran berbasis permainan dinilai mampumeningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisispengaruh permainan spin whell terhadap peningkatan pengetahuan sebagai upaya pencegahan anemia padarematri di Cikarang. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sebanyak 50 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran dilakukanmenggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatansigniftikan skor pengetahuan setelah intervensi dengan nilai p = 0,000 (p &lt; 0,05). Permainan spim whell terbuktiefektif dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan anemia pada rematri.