Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF Qualitative Health Research

Pengaruh air perasan curcuma longa terhadap penurunan lama nyeri pada penderita dispepsia Clarissa, Elga Manda; Andora, Novika; Andini, Sandra
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 2 (2025): May Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i2.936

Abstract

Background: Dyspepsia is a complex gastrointestinal symptom that is often encountered in daily clinical practice. This condition is characterized by a series of symptoms related to the gastroduodenal digestive tract, such as pain or a burning sensation in the upper abdomen (epigastrium). Purpose: To determine the effect of Curcuma longa juice on reducing the duration of pain in dyspepsia sufferers. Methods: Quantitative research with observational pre-experimental design and cross-sectional approach. The population in this study were dyspepsia sufferers who accidentally met the researcher and met the inclusion and exclusion criteria. The sample in this study amounted to 38 participans with the sampling technique used was Acidental sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test and a confidence level of <0.05. Results: Wilcoxon test with statistical test with mean duration of dyspeptic pain before intervention was 11 but after intervention the average became 95 with p value of 0.000 <0.05 meaning there was an effect of squeezing cucuma longa on reducing duration of pain. Conclusion: Based on the results of the Wilcoxon Signed Rank Test, there is an effect of curcuma longa juice on reducing the duration of pain with a p-value of 0.000.   Keywords: Curcuma Longa; Dyspepsia; Pain.   Pendahuluan: Dispepsia merupakan gejala gastrointestinal (gastrointestinal symptoms) yang kompleks dan sering dijumpai dalam praktik klinis sehari-hari. Kondisi ini ditandai dengan rangkaian gejala yang terkait dengan saluran pencernaan gastroduodenal, seperti nyeri atau sensasi terbakar di daerah perut atas (epigastrium). Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh air perasan curcuma longa terhadap penurunan lama nyeri pada penderita dispepsia. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan pra eksperimen observasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita  dispepsia yang tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan kriteria inklusi ekslusi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 partisipan dengan teknik sampling yang di gunakan adalah Acidental sampling. Analisis data menggunakan analisi univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan derajat kepercayaan <0.05. Hasil: Pengujian wilcoxon menggunakan test statistic dengan mean lama nyeri dispepsia sebelum intervensi sebesar 11, setelah intervensi rata-rata menjadi 95 dengan nilai p sebesar 0.000<0.05 artinya ada pengaruh dari perasan cucuma longa terhadap penurunan lama nyeri. Simpulan: Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Tes, terdapat pengaruh antara air perasan curcuma longa terhadap penurunan lama nyeri p-value 0.000.   Kata Kunci : Curcuma Longa; Dispepsia; Nyeri.
Hubungan personal hygiene dengan kejadian penyakit dermatitis Amanda, Meidia; Andini, Sandra; Erwin, Tubagus
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.945

Abstract

Background: Dermatitis is a chronic inflammatory skin disease (recurring and disappearing), caused by external or internal stimuli. Skin exposed to dermatitis appears spotted and bubbling on its surface like boiling water bubbles. This condition is characterized by itching, redness, scaling and blistering. Purpose: To determine the relationship between personal hygiene and the incidence of dermatitis. Methods: Quantitative research type with analytical survey design and cross-sectional approach. The population in this study were Dermatitis patients who visited Kotabumi II Health Center. The sample in this study amounted to 79 respondents with non-probability sampling technique. Data collection using questionnaire sheets and observation sheets. Results: Most respondents experienced severe dermatitis, amounting to 50 respondents (63.3%). The results of the chi-square statistical test obtained a p-value of 0.000 (<0.05). Conclusion: There is a significant relationship between personal hygiene and the incidence of dermatitis.   Keywords: Dermatitis; Dermatitis Disease Occurrence; Personal Hygiene.   Pendahuluan: Dermatitis adalah penyakit peradangan pada kulit yang bersifat kronis (hilang timbul), akibat rangsangan dari luar maupun dari dalam tubuh. Kulit yang terpapar dermatitis tampak berbintik dan menggelembung pada permukaannya seperti buih air mendidih. Kondisi ini ditandai dengan rasa gatal, kemerahan, bersisik dan melepuh. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian penyakit dermatitis. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan survey analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Dermatitis yang berkunjung ke Puskesmas Kotabumi II. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 79 responden dengan teknik non-probability sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi. Hasil: Sebagian besar responden mengalami mengalami dermatitis berat yang berjumlah 50 responden (63.3%). Hasil uji statistik chi-square memperoleh nilai p-value 0,000 (<0,05). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara personal hygiene dengan kejadian penyakit dermatitis.   Kata Kunci: Dermatitis; Kejadian Penyakit Dermatitis; Personal Hygiene.
Pengaruh pemberian pursed lips breathing terhadap frekuensi pernapasan pada pasien penyakit paru obstruktif kronik Suryana, Ryta Ramadona; Antoro, Budi; Andini, Sandra
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.960

Abstract

Background: Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a non-communicable respiratory disease that causes airflow obstruction and dyspnea, leading to increased respiratory rate. This increased respiratory rate can disrupt sleep patterns in COPD patients and can be addressed with relaxation therapy. Pursed lip breathing is a non-pharmacological therapy that can be used to reduce respiratory rate in COPD patients. Purpose: To determine the effect of administering pursed lips breathing on patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) with complaints of shortness of breath which results in increased respiratory frequency. Method: This quantitative study used a one-group design (pre- and post-test) and no comparison between the control groups. The study involved 19 patients. The hypothesis test used a paired sample t-test. Result: The Paired Sample T-test shows that the p-value is 0.000 <0.05. Conclusion: There is an effect of giving Pursed lips breathing on respiratory frequency in Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) patients.   Keywords : COPD; Pursed Lips Breathing; Respiratory Rate.   Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit pernapasan tidak menular yang menyebabkan obstruksi aliran udara dan dispnea sehingga frekuensi pernapasan meningkat. Peningkatan frekuensi pernapasan dapat menyebabkan gangguan pola tidur pada pasien PPOK dan dapat diatasi dengan terapi relaksasi. Pursed lips breathing adalah salah satu terapi non farmakologis yang bisa digunakan untuk menurunkan frekuensi pernapasan pada pasien PPOK. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian pursed lips breathing pada pasien yang mengalami Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dengan keluhan sesak napas yang mengakibatkan frekuensi pernapasan meningkat. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain one group (pre and post-test) dan tidak ada perbandingan antara kelompok kontrol. Penelitian ini melibatkan 19 pasien sebagai partisipan. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji Paired Sample T-test. Hasil: Uji Paired Sample T-test menunjukkan bahwa nilai p-value yaitu didapatkan nilai 0.000 <0.05. Simpulan: Ada pengaruh pemberian Pursed lips breathing terhadap frekuensi pernapasan pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).   Kata Kunci : Frekuensi Pernapasan; PPOK; Pursed Lips Breathing.