Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

An Analysis of Assertive and Commissive Speech Acts in Simon Sinek’s Speeches Kholid, Idham; Hidayat, Agus; Triyani, Bela
IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education Vol. 7 No. 2 (2024): IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education
Publisher : Master Program in Indonesian Language Education and The Institute for Research and Community Service STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52217/ijlhe.v7i2.1649

Abstract

This research discusses speech act analysis, focusing on assertive and commissive illocutionary speech acts in Simon Sinek’s speech. The subject of this research is a video of Simon Sinek’s speech. This research aims to identify the types and functions of assertive and commissive speech acts used in Simon Sinek's speeches based on Searle and Vanderveken's theory. The design of this research is qualitative descriptive, using documentation to obtain data. In analyzing the data, the researcher followed steps by Miles and Huberman, which include data collection, data presentation, and drawing conclusions. The results of the analysis of Simon Sinek's speech video revealed a total of 56 utterances categorized as assertive and commissive speech acts. Among the assertive acts, there were 1 instance of asserting, 3 of claiming, 6 of affirming, 5 of stating, 5 of reporting, 4 of informing, 5 of notifying, 4 of reminding, 3 of predicting, and 8 of suggesting. Notably, there were no utterances classified as admitting. Among the commissive acts, there were 3 instances of consenting, 4 of refusing, 4 of offering, and 1 of threatening. Based on the findings, assertive illocutionary speech acts were more dominant than commissive speech acts
Pengaruh Perkuliahan Magang DU/DI dan Pengalaman Organisasi terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Triyani, Bela; Susanti, Asri Diah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i4.7391

Abstract

Kesiapan kerja mahasiswa dapat ditingkatkan melalui pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris (1) pengaruh perkuliahan magang Du/Di terhadap kesiapan kerja mahasiswa, (2) pengaruh pengalaman organisasi terhadap kesiapan kerja mahasiswa, dan (3) pengaruh perkuliahan magang Du/Di dan pengalaman organisasi terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2020 dan 2021 sebanyak 136 mahasiswa. Sampel dipilih menggunakan simple random sampling sebanyak 101 mahasiswa. Metode penelitian adalah metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Teknik analisis data dengan program pengolahan data SPSS  26.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh signifikan perkuliahan magang Du/Di terhadap kesiapan kerja mahasiswa dengan nilai uji t yaitu = 3,921 dan signifikansi < 0,05. (2) terdapat pengaruh signifikan pengalaman organisasi terhadap kesiapan kerja mahasiswa dengan nilai uji t yaitu =7,318 dan signifikansi < 0,05. (3) terdapat pengaruh signifikan perkuliahan magang Du/Di dan pengalaman organisasi terhadap kesiapan kerja mahasiswa dengan nilai uji F yaitu =88,132 dan signifikansi < 0,05.
Digital Marketing: Strategi Jitu Bagi Wirausahawan Pemula di Indonesia Triyani, Bela; Salim, Diaz Sya’bania; Yudia, Eka; Salsabila, Nadila; Amini, Raisa Kayla; Irawansyah, Ridwan
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/es84he73

Abstract

Cakupan minimal yang termuat dalam abstraksi adalah: permasalahan, tujuan Pemasaran digital sangat penting untuk pertumbuhan wirausahawan pemula dan UMKM di Indonesia. Studi ini menunjukkan bahwa digital marketing sangat efektif dan layak untuk usaha kecil karena biayanya rendah dan efisien, terutama melalui platform seperti Instagram dan WhatsApp. Penerapannya meningkatkan visibilitas, memperluas jangkauan pasar, dan mendorong peningkatan omzet. Pelaku usaha merespons positif, menunjukkan kesiapan dalam mengadopsi teknologi dan menjangkau konsumen. Partisipasi dalam komunitas digital dan pelatihan berkelanjutan juga penting. Namun, keberhasilan digital marketing bergantung pada pemahaman pelaku usaha tentang pasar dan perilaku konsumen. Oleh karena itu, pendampingan dan pelatihan berkelanjutan krusial untuk implementasi strategi yang optimal dan berkelanjutan, memungkinkan UMKM bersaing di pasar nasional dan global.
An Analysis of Assertive and Commissive Speech Acts in Simon Sinek’s Speeches Kholid, Idham; Hidayat, Agus; Triyani, Bela
IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education Vol. 7 No. 2 (2024): IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education
Publisher : Master Program in Indonesian Language Education and The Institute for Research and Community Service STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52217/ijlhe.v7i2.1649

Abstract

This research discusses speech act analysis, focusing on assertive and commissive illocutionary speech acts in Simon Sinek’s speech. The subject of this research is a video of Simon Sinek’s speech. This research aims to identify the types and functions of assertive and commissive speech acts used in Simon Sinek's speeches based on Searle and Vanderveken's theory. The design of this research is qualitative descriptive, using documentation to obtain data. In analyzing the data, the researcher followed steps by Miles and Huberman, which include data collection, data presentation, and drawing conclusions. The results of the analysis of Simon Sinek's speech video revealed a total of 56 utterances categorized as assertive and commissive speech acts. Among the assertive acts, there were 1 instance of asserting, 3 of claiming, 6 of affirming, 5 of stating, 5 of reporting, 4 of informing, 5 of notifying, 4 of reminding, 3 of predicting, and 8 of suggesting. Notably, there were no utterances classified as admitting. Among the commissive acts, there were 3 instances of consenting, 4 of refusing, 4 of offering, and 1 of threatening. Based on the findings, assertive illocutionary speech acts were more dominant than commissive speech acts
MANAGING PUBLIC SPEAKING ANXIETY THROUGH SELF-TALK: PROCESS AND MEANING-MAKING AMONG COMMUNICATION SCIENCE STUDENTS IN YOGYAKARTA: MENGELOLA KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM MELALUI SELF-TALK: PROSES DAN PEMAKNAAN PADA MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI DI YOGYAKARTA Triyani, Bela; Devi Wening Astari
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 6 No 1 (2026): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v6i1.12783

Abstract

Communication Studies students are not always exempt from public speaking anxiety, even though public speaking skills are part of their academic requirements. This study aims to analyze the process of using and ascribing meaning to self-talk within the public speaking anxiety experiences of Communication Studies students in Yogyakarta. This research employs a qualitative approach with an Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) design. Data were gathered through in-depth interviews with six active students from several universities in Yogyakarta, selected using snowball sampling. The results indicate that anxiety is experienced through physical responses, concentration disruptions, and concerns over audience evaluation. The use of self-talk demonstrates dynamics before, during, and after performances, although its form and occurrence vary among informants. Internal dialogue is used to self-soothe, limit focus to the duration of the presentation, challenge anxiety-inducing thoughts, and evaluate post-performance experiences. However, some informants also experience self-criticism and remain uncertain about the benefits of self-talk for themselves. This study shows that self-talk should not only be understood as positive dialogue, but as intrapersonal communication whose meaning is shaped by anxiety experiences and the way individuals perceive their role demands as Communication Studies students.   Mahasiswa Ilmu Komunikasi tidak selalu terbebas dari kecemasan berbicara di depan umum (public speaking anxiety), meskipun keterampilan tersebut menjadi bagian dari tuntutan akademiknya. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses penggunaan dan pemaknaan self-talk dalam pengalaman kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa Ilmu Komunikasi di Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap enam mahasiswa aktif dari beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta yang dipilih menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan dialami melalui respons fisik, gangguan konsentrasi, dan kekhawatiran terhadap penilaian audiens. Penggunaan self-talk memperlihatkan dinamika sebelum, saat, dan setelah tampil, meskipun bentuk serta kemunculannya berbeda pada setiap informan. Dialog internal digunakan untuk menenangkan diri, membatasi fokus pada durasi penampilan, mempertanyakan pikiran yang memicu kecemasan, serta mengevaluasi pengalaman setelah tampil. Namun, sebagian informan juga mengalami kritik diri dan belum dapat memastikan manfaat self-talk bagi dirinya. Penelitian ini memperlihatkan bahwa self-talk tidak hanya dapat dipahami sebagai dialog positif, tetapi sebagai komunikasi intrapersonal yang maknanya dibentuk oleh pengalaman kecemasan dan cara individu memandang tuntutan perannya sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi.