Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Digital Conflict Experimentation: Strategies for Film/Video Art-Making Practise in Educational Fields Pauhrizi, Erik Muhammad; Erika Ernawan; Dedi Warsana; Danendra Alfathadiningrat
Capture : Jurnal Seni Media Rekam Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Seni Media Rekam ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/capture.v15i1.5603

Abstract

This research describes strategies in experimental film studio space, with a subjective creation process approach through the management of personal experiences of digital trauma conflicts of students of the internet user generation. The formulation of this research questions the ability of practical studio space to become a bridge of expression. This research aims to obtain the perspective of the psychological state built from the condition of trauma towards the selection of the visual language. Participatory Action Research (PAR) is conducted by reviewing and analyzing comprehensively so that all data in this study can be accounted for. The results showed that most of the students were able to recognize and manage their conflicts without being burdened by the standards of Blockbuster cinema or High Art to be empowered with creative ideas and works. In the context of self, they are able to increase their confidence as artists or academic filmmakers. This research implies that it can serve as a basis for shaping new knowledge, skills and attitudes towards the emergence of other methods of expression of film or video art creation in the future.   Keywords: education; digital conflict; experimental film; video art; engaged art.
Identitas Cina Benteng di Antara Cina Indonesia Lainnya dari Sisi Sosial dan Budaya Muhammad, Rival; Pauhrizi, Erik Muhammad; Warsana, Dedi
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i2.15015

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan identitas Cina Benteng di antara orang-orang Cina di Indonesia pada umumnya. Mulai abad ke-16 Orang-orang Tiongkok/Cina mulai bermigrasi ke Indonesia dengan berbagai tujuan, mulai dari ekspedisi militer, mencari ilmu dan mencari rempah-rempah. Pengaruh kedatangan bangsa Cina ke Indonesia memberikan dampak yang cukup besar. Orang keturunan Cina bagi bangsa pribumi dipandang sebagai orang-orang yang mendominasi dalam sektor ekonomi. Etnis Tiongkok umumnya dipandang sebagai golongan kelas atas yang berperawakan putih dan sipit sehingga dominasi dalam bidang ekonomi ini selalu dikaitkan dengan berbagai peristiwa politik yang menciptakan sejarah rasisme di Indonesia. Penelitian  ini menampilkan sisi lain dari bangsa keturunan cina yang ada di Cina banteng sebagai antithesis dari pandangan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menyoroti eksistensi Cina Benteng yang hasil akhirnya dijadikan film dokumenter dengan judul “Membelah Benteng”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan data didapatkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa Cina Benteng: 1) secara fisik berbeda dengan orang Cina pada umumnya, 2) secara bahasa mereka tidak bisa berbahasa Cina, 3) dari faktor ekonomi mereka termasuk golongan menengah ke bawah. Implikasi penelitian ini sebagai data utama dalam pembuatan film dokumenter berjudul: Membelah Benteng.
Menggali Dialektika Estetika Budaya Tutur Nusantara pada Kelas Studio Dokumenter Universitas Pendidikan Indonesia Pauhrizi, Erik Muhammad; Supiarza, Hery; Undiana, Nala Nandana; Sukanta, Sukanta
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v4i2.21609

Abstract

Penelitian ini mendiskusikan menggali dialektika estetika budaya tutur Nusantara pada kelas studio documenter dalam pengembangan kurikulum prodi FTV UPI 2021. Kekayaan budaya tutur Nusantara merupakan khasanah kekayaan keilmuan yang berkaitan dengan visi dan misi program studi Film dan televise FPSD Universitas Pendidikan Indonesia. Dimana hal ini telah diimplementasikan ke dalam kurikulum yang terwujud dalam beberapa perkuliahan yang seharusnya saling mendukung terutama film dokumenter yang dapat mengakomodasi kekayaan ini. Permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk melihat apakah konsep budaya tutur nusantara secara efektif telah terwujud dalam karya studio film dokumenter, dan apakah diperlukan metode khusus bagi pengajar di prodi film dan televisi. Metode kualitatif digunakan untuk menggali keterkaitan matakuliah sehingga dapat ditemukan formulasi pengajaran yang efektif untuk mata kuliah yang akan dilakukan disemester selanjutnya. Penelitian ini menemukan 1) beberapa matakuliah yang dilaksanakan pada semester genap menjadi penompang utama sebagai landasan memperkuat penggalian budaya tutur nusantara di mata kuliah studio dokumenter. Hal ini dilihat dari karya-karya studio dokumenter telah merepresentasikan khasanah budaya nusantara, 2) adanya matakuliah metodologi penelitian yang disinergikan dengan kelas studio dokumenter menjadi pengetahuan untuk mengumpulkan seluruh data penelitian. Namun keadaan yang baik ini tetap harus dievaluasi untuk semester selanjutnya guna mewujudkan visi dan misi prodi FTV, terutama penguatan pada sumber daya manusia dengan cara pertukaran dosen. Implikasi penelitian ini akan menjadi evaluasi bagi kesempurnaan kurikulum film dan televisi dan juga dapat menjadi role model pengajaran studi film documenter bagi program studi film di Indonesia. 
Crossing the Boundaries of Film Aesthetics: Challenging Avant-Garde Practices and Contemporary Cinema Exhibitions in Indonesia Pauhrizi, Erik Muhammad; Ernawan, Erika; Warsana, Dedi; Soetedja, Zakarias S.; Utama, Rizki Resa; Alfathadiningrat, Danendra
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol. 25 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v25i2.15829

Abstract

This study investigates the impact of avant-garde cinema in redefining Indonesian film aesthetics, focusing on its role in challenging dominant cultural and technological narratives in the digital era. Presented at the Cine Future: Radical Cinema on Future Perspective exhibition, the research identifies a critical gap in mainstream cinema’s limited engagement with narratives evolving alongside rapid advancements in projection technology and digital reproduction. The study is anchored in the experimental works of film students from Universitas Pendidikan Indonesia’s Film and Television Study Program, showcased in the Cine Future exhibition, which exemplifies avant-garde cinema’s potential to reinterpret traditional narratives. With the Practice-led Research methodology, this research integrates artistic practice with critical analysis, allowing student filmmakers to explore the complexities of the digital age through creative expression. Findings indicate that avant-garde cinema enables the construction of new, culturally rooted narratives by merging historical aesthetics with modern technology, providing students with a framework for critiquing and interpreting social realities. This research contributes to broader discussions on avant-garde cinema’s relevance in academic and creative fields. It demonstrates its significance in fostering critical dialogue and evolving cinema as a dynamic medium for cultural reflection. The study underscores the value of incorporating avant-garde methods within film education to prepare students for a rapidly changing cinematic landscape. 
Montage experimentation as pedagogical strategy: a practice-led and artistic research study of student films in Bandung, Indonesia Pauhrizi, Erik Muhammad; Supiarza, Hery; Warsana, Dedi; Ernawan, Erika; Alfathadiningrat, Danendra
Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/dewaruci.v20i2.7735

Abstract

Film education in Indonesia, often prioritizing industry goals, forcing students to adapt to industry targets and serve the economic gains over artistic achievement. As Indonesian Film and Television Study Program Association (PROSFISI) stated, this industry-oriented view correlates to students who merely consume foreign film entertainment, causing them to become less active, creative, and connected to Indonesian culture and identity. An approach like this breeds a lack of critical thinking and a limited artistic imagination with montage as a contextual device. The purpose of this study is to demonstrate that recreate montage in filmmaking education in Indonesia is an opportunity to renew freedom, cultural address, and critique. Through Practice-Led and Artistic Research, the research was conducted in the Film Study Program Bandung, analyzed the application of montage theories by Eisenstein, Pudovkin and Vertov, on student films. Findings suggest that narrative and symbolic montage facilitated deeper meaning around local topics and more straightforward and emotionally resonant narratives. Through a consideration of social-cultural issues the study shows the power of the montage as both an artistic and research tool. This study argues that the curriculum should approach film as a tool that promotes experimentation integrating montage and local culture to deepen student” understanding of film beyond its commodified nature.