Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pelatihan Penerapan Internet of Things (IoT) dalam Bidang Pertanian untuk Mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian Universitas Jambi Saputra, Rido; Rohman, Fatkhul; Rasinta, Igef; Viyona, Melvi; Pebriani Daulay, Diana; Zulni Pratama, Yogie; Aini, Latifa; Indriyani, Indriyani
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v4i2.1230

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi telah membawa dampak besar di berbagai bidang, termasuk sektor pertanian. Salah satunya adalah Internet of Things (IoT), IoT berpotensi meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan dalam bidang pertanian. Pelatihan penggunaan teknologi IoT (Internet of Things) di sektor pertanian bagi mahasiswa bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengaplikasikan teknologi IoT. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu penyampaian materi, demonstrasi, dan evaluasi. Penyampaian materi terdiri dari dua sesi yaitu mengenai urgensi dan manfaat IoT dalam bidang pertanian serta perancangan instalasi IoT. Pada tahap demonstrasi, pemateri menunjukkan proses perancangan IoT. Setelah itu, peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti langkah-langkah tersebut dengan bimbingan pemateri. Evaluasi dilakukan dengan melakukan pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, kegiatan pengabdian ini memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang penggunaan IoT dalam bidang pertanian. Dalam upaya untuk keberlanjutan kegiatan maka dilakukan pembentukan kelompok belajar IoT.
Pelatihan Hidroponik sebagai Upaya Pemberdayaan Generasi Z dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan Rohman, Fatkhul; Saputra, Rido; Rasinta, Igef; Viyona, Melvi; Pebriani Daulay, Diana; Aini, Latifa; Indriyani, Indriyani; Zulni Pratama, Yogie; Fortuna, Dewi; Lisani, Lisani; Tafzi, Fitry
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v5i2.1438

Abstract

− Sektor pertanian yang memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan pangan nasional tengah menghadapi menghadapi tantangan serius yakni minimnya partisipasi Generasi Z. Minat generasi ini terhadap dunia pertanian masih tergolong rendah akibat pandangan bahwa profesi di bidang pertanian bersifat konvensional dan kurang menguntungkan secara ekonomi. Dalam upaya mengubah perspektif ini maka dibutuhkan pengenalan pertanian modern yang memiliki prospek cerah, salah satunya melalui pelatihan budidaya tanaman dengan sistem hidroponik. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif, yang terdiri atas beberapa tahapan utama, yaitu: persiapan, pelaksanaan (sesi materi dan praktik), evaluasi (pre-test, post-test, dan observasi praktik), dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan terhadap materi pelatihan hidroponik. Secara praktik peserta mampu merancang instalasi hidroponik sederhana dan melakukan penyemaian. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan mencerminkan bahwa hidroponik merupakan salah satu metode pertanian yang sesuai untuk dikembangkan di kalangan Generasi Z. Selain menjadi solusi atas keterbatasan lahan, hidroponik juga berpotensi menjadi pintu masuk bagi pengembangan wirausaha yang ramah lingkungan dan dapat menunjang ketahanan pangan yang berkelanjutan.
ANALISIS PENGARUH HASIL RENDEMEN DAN WAKTU PADA ALAT PENGUPAS NANAS SEMI MEKANIS BERDASARKAN TIGA TINGKAT KEMATANGAN BUAH NANAS VARIETAS QUEEN Pebriani Daulay, Diana; Melvi Viyona; Fatkhul Rohman; Ridos Sputra; Igef Rasinta; Latifa Aini; Anna Anggraini
JURAGAN - Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/juragan.v3i2.1415

Abstract

This study aims to analyze the effect of pineapple ripeness level on yield and peeling time using a semi-mechanical peeler. The experimental method used pineapple samples from three levels of ripeness: green, greenish yellow, and yellow. The results showed that the use of a peeler increased peeling efficiency compared to the manual method, with shorter peeling time and better yield in green and greenish yellow pineapples. This study aims to analyze the effect of pineapple ripeness level on yield and peeling time using a semi-mechanical peeler. The experimental method used pineapple samples from three levels of ripeness: green, greenish yellow, and yellow. The results showed that the use of a peeler increased peeling efficiency compared to the manual method, with shorter peeling time and better yield in green and greenish yellow pineapples. Although in yellow pineapples, the yield tends to be lower due to fruit damage during the peeling process. Although in yellow pineapples, the yield tends to be lower due to fruit damage during the peeling process.
PENGARUH KETINGGIAN MATA PISAU TERHADAP KECEPATAN PENGUPASAN DAN RENDEMEN NANAS (Ananas comosus) Pebriani Daulay, Diana; Viyona, Melvi; Rohman, Fatkhul; Rasinta, Igef; Aini, Latifa; Saputra, Rido
JURNAL ILMIAH AGROINDUSTRI (JIA) Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Agroindustri (JIA)
Publisher : Suara UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jia.v2i1.56497

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketinggian mata pisau terhadap kecepatan pengupasan dan rendemen buah nanas (Ananas comosus) pada berbagai tingkat kematangan menggunakan alat pengupas sistem press. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan dua perlakuan ketinggian mata pisau, yaitu 3 cm dan 5 cm, serta tiga tingkat kematangan buah, yaitu hijau, hijau kekuningan, dan kuning. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi berat awal, berat akhir, berat kulit, rendemen, dan kecepatan pengupasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian mata pisau 3 cm menghasilkan kecepatan pengupasan lebih tinggi dibandingkan 5 cm pada seluruh tingkat kematangan, dengan nilai tertinggi sebesar 1039,48 buah/jam pada nanas kuning. Sebaliknya, rendemen tertinggi diperoleh pada ketinggian mata pisau 5 cm sebesar 69,91% pada nanas hijau. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa posisi mata pisau memengaruhi kedalaman pemotongan sehingga berpengaruh terhadap kapasitas kerja alat dan kehilangan daging buah selama proses pengupasan. Ketinggian mata pisau 3 cm lebih sesuai untuk meningkatkan kapasitas kerja, sedangkan ketinggian 5 cm lebih efektif dalam mempertahankan rendemen buah.
Empowering Farmers in Lagan Ulu Village through the Irrigation Water Use Improvement Acceleration Program (P3-TGAI) : Pemberdayaan Petani di Desa Lagan Ulu melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Saputra, Rido; Aswandi, Aswandi; Indriyani, Indriyani; Fortuna, Dewi; Daulay, Diana Pebriani; Viyona, Melvi; Rohman, Fatkhul; Rasinta, Igef
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 6 No. 1 (2026): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v6i1.2709

Abstract

The agricultural sector in Lagan Ulu Village faces productivity challenges due to irrigation damage and the absence of a management institution. This community service project aims to establish a Water User Farmers Association (P3A) and increase farmer capacity through the Irrigation Water Use Improvement Acceleration Program (P3-TGAI). The activity took place from July to September 2025 and used a participatory approach involving farmers, village officials, lecturers, and 10 KKNT students. The program stages included problem identification, outreach, deliberations with 17 core representatives of farmer groups, preparation of Articles of Association/Bylaws (AD/ART) and the Budget Work Plan (RKA), legalization, and monitoring and evaluation. As a result, a formal organization, "Lagan Ulu Berjaya Water Users Farmers Association," was successfully established and legalized through a notarial deed. The AD/ART and RKA documents now serve as operational guidelines that regulate the water management system, fees, and sanctions. Evaluation using a standard observation sheet indicated the program's success with a global score of 4.00 (High category). The sense of ownership and active cooperation indicators achieved a maximum score of 5.00, whereas the mechanical capacity for independent floodgate maintenance remained limited (3.00). Overall, this institutional strengthening successfully transformed water governance from an individualistic to a systematic approach, supporting the sustainable irrigation of 210 hectares of tidal land in Lagan Ulu Village.  
ESTIMASI BERAT DAN VOLUME SERTA IDENTIFIKASI KEMATANGAN BUAH PINANG BERBASIS PENGOLAHAN CITRA DIGITAL Diana Daulay; Anna Anggraini; Igef Rasinta; Rido Saputra; Fatkhul Rohman; Melvi Viyona; Latifa Aini
JOISIE (Journal Of Information Systems And Informatics Engineering) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/joisie.v10i1.5950

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sistem pengolahan citra digital untuk mengestimasi berat dan volume serta mengidentifikasi tingkat kematangan buah pinang (Areca catechu L.) sebagai metode evaluasi pascapanen yang objektif, cepat, dan tidak merusak. Sebanyak 180 sampel buah pinang (90 buah mentah dan 90 buah matang) diperoleh menggunakan kamera DSLR dengan latar belakang putih dan diproses menggunakan MATLAB. Tahapan pengolahan citra meliputi konversi RGB ke skala keabuan, peningkatan kontras, deteksi tepi Sobel, operasi morfologi, serta ekstraksi fitur. Karakteristik geometris digunakan untuk pemodelan estimasi berat dan volume, sedangkan parameter warna CIELAB digunakan untuk menentukan tingkat kematangan buah. Buah matang menunjukkan nilai L* (40,18 ± 5,07) dan b* (43,28 ± 7,26) yang lebih tinggi dibandingkan buah mentah (32,45 ± 2,15 dan 25,16 ± 1,47). Buah mentah memiliki nilai a* yang lebih rendah (-6,12 ± 0,57), yang menunjukkan dominasi warna hijau yang lebih kuat. Model estimasi berat menghasilkan tingkat akurasi yang tinggi, yaitu mencapai 98,70% pada buah mentah dan 98,55% pada buah matang. Estimasi volume juga menunjukkan performa yang baik dengan akurasi 99,11% pada buah mentah dan 96,66% pada buah matang. Integrasi fitur warna dan geometris memungkinkan proses estimasi sifat fisik serta klasifikasi kematangan dilakukan secara bersamaan dengan tingkat akurasi yang tinggi, sehingga dapat menjadi solusi pendukung untuk otomatisasi proses pascapanen buah pinang.