Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

POTENSI WISATA ALAM DI KOTA PAGAR ALAM, PROVINSI SUMATERA SELATAN BERDASARKAN PENAWARAN, PERMINTAAN DAN DAYA DUKUNG yogie zulni pratama; Rinekso Soekmadi; Afra DN Makalew
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 11, No 1 (2021): Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v11i1.41546

Abstract

Pagar Alam City belongs to the administrative region of South Sumatera Province and has a variety of natural tourism to be developed. This research focuses on determining natural tourism potentials based on supply, demand and carry capacity in Pagar Alam City. The assessment used the analysis of potential objects and natural attractions using the guidelines for regional analysis of operations-objects and natural attractions (ADO- ODTWA) from Directorate General of Forest Protection and Nature Conservation (2003) and carrying capacity’s analysis using the formula Douglass (1982). The results showed that Pagar Alam city has 7 natural tourism potential dan 29 natural tourism enough potential with the highest potency value index of the Dempo Mountain Tea Plantation Area 87.89% and the lowest 33.51% is Blange Water Fall. The number of tourists according to carrying capacity for each tourism activities are recreational activities 1.041.336 people/year and camping activities 555.685 people/year.Keywords: demand, carrying capacity, natural tourism, supply, tourist.AbstrakKota Pagar Alam termasuk dalam wilayah Provinsi Sumatera Selatan dan memiliki berbagai wisata alam untuk dikembangkan. Fokus penelitian adalah kajian potensi wisata alam di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan berdasarkan penawaran, permintaan dan daya dukung di Kota Pagar Alam. Penilaian yang digunakan adalah analisis potensi objek dan daya tarik wisata alam menggunakan pedoman analisis daerah operasi-objek dan daya tarik wisata alam (ADO-ODTWA) Direktorat Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (2003) dan analisis daya dukung menggunakan formula Douglass (1982). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Pagar Alam memiliki 7 wisata alam yang berpotensi dan 29 wisata alam cukup berpotensi untuk dikembangkan dengan indeks nilai potensi tertinggi yaitu Kawasan Perkebunan Teh Gunung Dempo dengan persentase 87.89% dan terendah 33.51% yaitu Cughup Blange. Jumlah wisatawan sesuai dengan daya dukung untuk masing-masing kegiatan wisata yaitu kegiatan rekreasi adalah 1.041.336 orang/tahun dan kegiatan wisata 555.685 orang/tahun.Kata kunci: daya dukung, penawaran, permintaan, wisawatan, wisata alam
Pelatihan Penerapan Internet of Things (IoT) dalam Bidang Pertanian untuk Mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian Universitas Jambi Saputra, Rido; Rohman, Fatkhul; Rasinta, Igef; Viyona, Melvi; Pebriani Daulay, Diana; Zulni Pratama, Yogie; Aini, Latifa; Indriyani, Indriyani
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v4i2.1230

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi telah membawa dampak besar di berbagai bidang, termasuk sektor pertanian. Salah satunya adalah Internet of Things (IoT), IoT berpotensi meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan dalam bidang pertanian. Pelatihan penggunaan teknologi IoT (Internet of Things) di sektor pertanian bagi mahasiswa bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengaplikasikan teknologi IoT. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu penyampaian materi, demonstrasi, dan evaluasi. Penyampaian materi terdiri dari dua sesi yaitu mengenai urgensi dan manfaat IoT dalam bidang pertanian serta perancangan instalasi IoT. Pada tahap demonstrasi, pemateri menunjukkan proses perancangan IoT. Setelah itu, peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti langkah-langkah tersebut dengan bimbingan pemateri. Evaluasi dilakukan dengan melakukan pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, kegiatan pengabdian ini memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang penggunaan IoT dalam bidang pertanian. Dalam upaya untuk keberlanjutan kegiatan maka dilakukan pembentukan kelompok belajar IoT.
Peningkatan Pemahaman Mahasiswa melalui Sosialisasi Panduan Penelitian di Laboratorium Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Jambi Satiti Kawuri Putri; Anggraini, Anna; Maharani, Putri; Anggraini, Rani; Rizki, Tri; Dwi Pasca, Bella; Sevina, Raisa; Zulni Pratama, Yogie
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v5i2.1395

Abstract

Kegiatan sosialisasi panduan penelitian di Laboratorium Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Jambi, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait pelaksanaan penelitian di laboratorium. Kegiatan ini meliputi penyampaian materi, pre-test, post-test, dan evaluasi. Peserta mengikuti kegiatan dengan lancar dan hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dengan nilai rata-rata pre- test 54% meningkat menjadi 96% pada post-test.
Pelatihan Hidroponik sebagai Upaya Pemberdayaan Generasi Z dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan Rohman, Fatkhul; Saputra, Rido; Rasinta, Igef; Viyona, Melvi; Pebriani Daulay, Diana; Aini, Latifa; Indriyani, Indriyani; Zulni Pratama, Yogie; Fortuna, Dewi; Lisani, Lisani; Tafzi, Fitry
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v5i2.1438

Abstract

− Sektor pertanian yang memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan pangan nasional tengah menghadapi menghadapi tantangan serius yakni minimnya partisipasi Generasi Z. Minat generasi ini terhadap dunia pertanian masih tergolong rendah akibat pandangan bahwa profesi di bidang pertanian bersifat konvensional dan kurang menguntungkan secara ekonomi. Dalam upaya mengubah perspektif ini maka dibutuhkan pengenalan pertanian modern yang memiliki prospek cerah, salah satunya melalui pelatihan budidaya tanaman dengan sistem hidroponik. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif, yang terdiri atas beberapa tahapan utama, yaitu: persiapan, pelaksanaan (sesi materi dan praktik), evaluasi (pre-test, post-test, dan observasi praktik), dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan terhadap materi pelatihan hidroponik. Secara praktik peserta mampu merancang instalasi hidroponik sederhana dan melakukan penyemaian. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan mencerminkan bahwa hidroponik merupakan salah satu metode pertanian yang sesuai untuk dikembangkan di kalangan Generasi Z. Selain menjadi solusi atas keterbatasan lahan, hidroponik juga berpotensi menjadi pintu masuk bagi pengembangan wirausaha yang ramah lingkungan dan dapat menunjang ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Analisis Biaya-Manfaat Implementasi Otomatisasi dalam Pengelolaan Laboratorium Bioteknologi Perikanan dari Perspektif Ekonomi dan Keberlanjutan: Cost-Benefit Analysis of Automation Implementation in Fisheries Biotechnology Laboratory Management from An Economic and Sustainability Perspective Triayu Rahmadiah; Siska Almaniar; Septi Hermalingga; Dwinda Pangentasari; Yogie Zulni Pratama; Tiara Santeri; Anis Nugrahawati; Akmal Izwar
JURNAL PENGELOLAAN LABORATORIUM SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pelastek.v5i1.41665

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi otomatisasi dalam pengelolaan laboratorium bioteknologi perikanan dari perspektif ekonomi dan keberlanjutan melalui analisis biaya-manfaat. Melalui tinjauan literatur komprehensif, studi ini mengeksplorasi dampak ekonomi, efisiensi operasional, dan implikasi keberlanjutan dari sistem otomatisasi laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa meskipun investasi awal signifikan, otomatisasi laboratorium menawarkan manfaat jangka panjang dalam hal peningkatan produktivitas, akurasi, dan efisiensi energi. Namun, tantangan seperti biaya implementasi tinggi dan kebutuhan adaptasi tenaga kerja perlu diatasi. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam mengadopsi teknologi otomatisasi, mempertimbangkan tidak hanya aspek ekonomi tetapi juga dampak sosial dan lingkungan untuk mencapai keberlanjutan jangka panjang dalam pengelolaan laboratorium bioteknologi perikanan.
PENGARUH KONSENTRASI RAGI TERHADAP KUALITAS SENSORI PADA FERMENTASI TAPAI SINGKONG DAN TAPAI KETAN Sevina, Raisa; Anna Anggraini; Rani Anggraini; Emanauli; Fauziah Fiardilla; Bella Dwi Pasca; Yogie Zulni Pratama
JURAGAN - Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/juragan.v3i2.1425

Abstract

This study aims to evaluate the effect of varying yeast concentrations on the sensory quality of cassava tapai (Manihot esculenta) and black glutinous rice tapai (Oryza sativa var. glutinosa). The yeast concentrations used were 0.25%, 0.5%, 0.75%, 1%, and 1.5% based on the substrate weight. The parameters observed included taste, texture, aroma, and color, which were assessed organoleptically on the first and second days of fermentation. The results showed that yeast concentrations of 0.5% to 0.75% produced the best quality tapai in both cassava and black glutinous rice, characterized by a balanced sweet-sour taste, soft texture, and the distinctive aroma of tapai. At low yeast concentration (0.25%), fermentation was not optimal, while at higher concentrations (≥1%), over-fermentation occurred, marked by a bitter taste, excessively soft texture, and unpleasant odor. This study highlights the importance of using the appropriate yeast concentration in the tapai fermentation process to achieve optimal sensory quality.
Sosialisasi Gaya Hidup Minim Sampah Bagi Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian Universitas Jambi Raisa Sevina; Rani Anggraini; Yogie Zulni Pratama; Rudi Prihantoro
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan sosialisasi Gaya Hidup Minim Sampah dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Jambi mengenai pengelolaan sampah yang benar dan berkelanjutan. Sosialisasi dilakukan kepada 77 mahasiswa melalui metode ceramah, diskusi, serta evaluasi berupa pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar pengelolaan sampah, praktik pencegahan timbulan sampah, penerapan prinsip 3AH (Cegah, Pilah, Olah), serta alternatif pengolahan sampah organik dan anorganik. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata pemahaman awal sebesar 65,71, yang meningkat menjadi 93,64 pada post-test. Perhitungan nilai N-Gain sebesar 0,81 menunjukkan peningkatan pemahaman berada pada kategori tinggi. Hasil ini membuktikan bahwa sosialisasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan literasi mahasiswa mengenai pengelolaan sampah. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui berbagai pertanyaan terkait penerapan praktik minim sampah, serta memberikan rekomendasi pelatihan lanjutan seperti simulasi pemilahan dan praktik pengomposan. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam mendorong peningkatan pengetahuan dan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya penerapan gaya hidup minim sampah di lingkungan kampus. Pelaksanaan pelatihan berbasis praktik direkomendasikan untuk memastikan keberlanjutan perilaku ramah lingkungan di masa mendatang.