Ratnadi, Ni Wayan
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS 5 DI SD NEGERI 2 JEGU Ratnadi, Ni Wayan; Karmini, Ni Nyoman; Raka, I Nyoman
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 22 No 3 (2024): Edisi Khusus Desember 2024 SULUH PENDIDIKAN: Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v22i3.784

Abstract

Sebuah Penggunaan model pembelajaran yang tepat adalah hal yang penting dalam Pendidikan, yang terkadang dikesampingkan ataupun dilupakan. Hal inilah yang terkadang membuat Para Praktisi Pendidikan terkesan hanya ingin sekedar mengajar tanpa mempertimbangkan apakah pembelajaran tersebut efektif atau tidak dalam meningkatkan hasil belajar siswa dikemudian hari. Inilah juga yang terkadang mendasari tidak tercapainya amanah konstitusi terlebih lagi pada masa disrupsi teknologi yang sedang terjadi saat ini. Efektivitas media video sebagai fasilitas untuk media pembelajaran seharusnya dapat mampu membantu meningkatkan k hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran problem based learning berbantuan media video dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa untuk meningkatkan hasil belajarnya. Metode penelitian yang di aplikasikan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapam model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media video mampu meningkatkan Hasil Belajar siswa yang diuji pada siswa SD Negeri 2 Jegu dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan penggunaan media video.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG BANGUN DATAR MELALUI ALAT PERAGA SEDERHANA DI 5 SD NEGERI 2 JEGU Ratnadi, Ni Wayan; I Putu Suardipa; I Made Sedana
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa Kelas IV SD Negeri 2 Jegu terhadap konsep bangun datar melalui penggunaan alat peraga sederhana. Pemahaman konsep matematika, khususnya bangun datar, menjadi salah satu tantangan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar yang dapat mempengaruhi hasil belajar dan motivasi siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, yang masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep dan observasi aktivitas belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep bangun datar setelah penerapan alat peraga sederhana, terlihat dari kenaikan rata-rata nilai tes dan peningkatan keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Temuan ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran konkret dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika dan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, penggunaan alat peraga sederhana direkomendasikan sebagai strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar.
EKSPLORASI PEMBELAJARAN BERBASIS ETNOSAINS DALAM IPAS UNTUK MENANAMKAN NILAI KEARIFAN LOKAL PADA SISWA KELAS 5 SD NEGERI 2 JEGU Ratnadi, Ni Wayan; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.952

Abstract

Pembelajaran berbasis etnosains merupakan pendekatan inovatif yang mengintegrasikan konsepkonsep sains dengan kearifan lokal guna meningkatkan pemahaman siswa serta menanamkan nilai-nilai budaya dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pembelajaran berbasis etnosains dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SD Negeri 2 Jegu serta menganalisis dampaknya terhadap pemahaman konsep ilmiah dan sikap siswa terhadap budaya lokal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data mengenai implementasi strategi pembelajaran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis etnosains meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi IPAS hingga mencapai 82%–88%, serta menumbuhkan sikap apresiatif terhadap kearifan lokal. Selain itu, pendekatan ini juga mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran dan membangun keterlibatan yang lebih mendalam dengan lingkungan sekitar. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar pembelajaran berbasis etnosains terus dikembangkan dan diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah dasar guna menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada pelestarian budaya lokal.
PENERAPAN MODEL TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS 5 SD NEGERI 2 JEGU Ratnadi, Ni Wayan; I Ketut Sudarsana; Ni Putu Candra Prastya Dewi
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS) di kelas 5 SD Negeri 2 Jegu. Model TSTS dipilih karena dapat mendorong interaksi sosial yang lebih intensif antar siswa serta meningkatkan partisipasi mereka dalam diskusi kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang masing-masing melibatkan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap keaktifan siswa, wawancara dengan siswa dan guru, serta analisis hasil kerja kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TSTS dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Pada siklus pertama, terlihat peningkatan yang signifikan dalam interaksi dan partisipasi siswa, sementara pada siklus kedua, kualitas diskusi dan kerja sama kelompok semakin meningkat. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar model TSTS dapat diterapkan lebih luas sebagai alternatif untuk meningkatkan keaktifan belajar di sekolah dasar, terutama dalam mata pelajaran yang melibatkan banyak diskusi kelompok.