Latar Belakang: Peningkatan produksi sputum ini sering diikuti dengan gangguan pembersihan jalan napas. Perlu dilakukan kedua kombinasi intervensi keperawatan mandiri yang menghasilkan pergerakan dan eliminasi sekret yang lebih optimal, meningkatkan kapasitas ventilasi, serta membantu menurunkan risiko komplikasi respiratori pada pasien dengan tuberkulosis paru. Tujuan penelitian adanya pengaruh kombinasi teknik pursed lip breathing dengan batuk efektif terhadap pengeluaran sputum penderita tuberkulosis paru.Metode: Jenis penelitian adalah PreExperimental Design, dengan rancangan one group pretest postest. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 15 responden. Instrumen penelitian yang digunakan lembar observasi. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Tindakan keperawatan sebelum dilakukan teknik tersebut sebagian besar pengeluaran sputum tidak keluar berjumlah 9 orang (60%) dan sesudah sebagian besar pengeluaran sputum >10 ml berjumlah 8 orang (53%). Uji statistik didapatkan nilai p value sebesar 0,000 yang artinya ada pengaruh pemberian kombinasi teknik pursed lip breathing dengan batuk efektif terhadap pengeluaran sputum penderita tuberkulosis paru.Kesimpulan: Mengintegrasikan teknik kombinasi ini ke dalam SOP perawatan pasien tuberkulosis paru terutama yang mengalami penumpukan sputum guna menunjang hasil pemeriksaan dan penegakan diagnosa pasien tuberkulosis paru.