Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Implementation of School-Based Quality Improvement Management at Madrasah Ibtidaiyah PERSIS, Bandung Regency Rohaeni, Anie
The International Journal of Education Management and Sociology Vol. 3 No. 5 (2024): September - October : The International Journal of Education Management and Soc
Publisher : PDPI (Perkumpulan Dosen Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58818/ijems.v3i5.166

Abstract

This study aims to explore the implementation of School-Based Quality Improvement Management at Madrasah Ibtidaiyah in Bandung Regency, focusing on the supporting and inhibiting factors at Madrasah Ibtidaiyah PERSIS 119, Banjaran District, Bandung Regency. The research adopts a qualitative descriptive approach from pedagogical, sociological, managerial, and theological normative perspectives. The data sources include the principal, teachers, and staff of Madrasah Ibtidaiyah PERSIS 119. Data collection techniques involve surveys, interviews, participatory observations, and documentation. The results show that the implementation of quality management in the school includes planning, organizing, execution, and supervision. Both internal and external factors play roles in supporting and hindering this process. The study highlights the need for intensified training and education to enhance quality, both in quantity and competence. Additionally, competitions reflecting the professional abilities of teachers should be encouraged and facilitated.
Implementasi Model Manajemen Mutu dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Sekolah Menengah Kota Bandung Rohaeni, Anie; Fathurohman, Hoiruddin
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i6.724

Abstract

Manajemen mutu dalam pendidikan merupakan elemen krusial dalam memastikan efektivitas proses pembelajaran dan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi berbagai model manajemen mutu di sekolah menengah atas dan kejuruan di Kota Bandung, dengan fokus pada School-Based Management (SBM), ISO 9001:2015, dan PDCA (Plan-Do-Check-Act). Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk mengkaji efektivitas strategi tersebut dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah yang menerapkan standar mutu berbasis evaluasi berkelanjutan mampu meningkatkan daya saing lulusan serta efisiensi dalam pengelolaan akademik dan administrasi. Namun, tantangan seperti keterbatasan anggaran, resistensi terhadap inovasi, serta kesenjangan kompetensi tenaga pendidik masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, pemerintah, dan dunia industri dalam memperkuat kebijakan mutu pendidikan serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan berkelanjutan dan integrasi teknologi dalam sistem evaluasi. Dengan langkah yang lebih strategis dan sistematis, manajemen mutu di sekolah menengah diharapkan dapat lebih responsif terhadap perubahan global dan meningkatkan relevansi pendidikan dengan tuntutan industri.
Ambivalensi Peran Guru PAI Dalam Pendisiplinan Siswa di Tengah Undang-Undang Perlindungan Anak Fathurohman, Hoiruddin; Rohaeni, Anie; Syarief, Nashruddin; Hidayat, Syarif
al-Urwatul Wutsqo : Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan Vol 6 No 2 (2025): al-Urwatul Wutsqo : Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Hidayah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62285/alurwatulwutsqo.v6i2.306

Abstract

Penelitian ini mengkaji ambivalensi peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mendisiplinkan siswa di tengah implementasi Undang-Undang Perlindungan Anak. Guru PAI menghadapi dilema antara tanggung jawab moral-religius membentuk karakter siswa dengan pembatasan hukum yang mengatur perlindungan anak. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di SDN Cipagalo 3 Bojongsoang dan SMPN 2 Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan dua guru PAI, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memahami tanggung jawab pendisiplinan sebagai amanah spiritual yang dijalankan melalui pembiasaan nilai keagamaan dan keteladanan. Sikap terhadap UU Perlindungan Anak ditandai kehati-hatian dan adaptasi, meskipun terdapat kekhawatiran terhadap potensi pelaporan. Strategi yang diterapkan meliputi kesepakatan bersama dengan siswa, kolaborasi lintas peran dengan pihak sekolah, serta pelibatan orang tua dalam penyelesaian berbasis musyawarah. Penelitian menyimpulkan bahwa pendisiplinan dapat dijalankan efektif dalam kerangka ta'dib Islami jika dilakukan dengan pendekatan kasih sayang, komunikatif, dan didukung sistem kelembagaan terintegrasi. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan strategi pendisiplinan yang selaras dengan nilai Islam dan regulasi hukum.
Dari Kelas ke Prestasi: Peran Kompetensi Pedagogik Guru dalam Pembelajaran Fikih Saepuloh, Asep; Komala, Ela; Rohaeni, Anie
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i4.799

Abstract

Kompetensi pedagogik guru merupakan salah satu aspek penting yang menentukan kualitas proses pembelajaran. Kompetensi ini meliputi kemampuan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran agar berjalan secara efektif serta mampu mengakomodasi kebutuhan peserta didik. Dalam konteks pembelajaran Fikih, penguasaan kompetensi pedagogik guru menjadi krusial karena berhubungan langsung dengan pemahaman siswa terhadap hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Fikih di MTs Persis 22 Cikalongkulon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif, di mana kompetensi pedagogik guru ditetapkan sebagai variabel bebas (X) dan prestasi belajar siswa sebagai variabel terikat (Y). Analisis statistik digunakan untuk menjelaskan hubungan antarvariabel secara objektif dan terukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Guru yang kompeten mampu memahami karakteristik siswa, menyusun rencana pembelajaran yang sistematis, melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan efektif, serta melakukan evaluasi secara objektif sehingga berdampak positif terhadap capaian akademik siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kompetensi pedagogik guru merupakan faktor strategis dalam mengoptimalkan prestasi belajar siswa, yang perlu didukung melalui pengembangan profesional guru, fasilitas sekolah, serta motivasi belajar siswa
Implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Berbasis Nilai Nilai Islam dalam Pembentukan Karakter Siswa di MI Ikhlashul Jamaah Kota Bandung Nurwahid, Lutfi; Syarief, Nashruddin; Rohaeni, Anie
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i5.867

Abstract

Implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat berbasis nilai-nilai Islam dalam pembentukan karakter siswa di MI Ikhlashul Jamaah Kota Bandung, serta pentingnya pendidikan karakter untuk menghadapi tantangan globalisasi dan degradasi moral di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi program tersebut, menganalisis integrasi nilai-nilai Islam, serta mengevaluasi dampaknya terhadap pembentukan karakter siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan kepala madrasah, guru, dan siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program ini cukup efektif dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam aspek kedisiplinan, tanggung jawab, dan kejujuran, yang dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam yang diterapkan. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan konsistensi penerapan dan pengaruh lingkungan luar madrasah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengintegrasian nilai-nilai Islam dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dapat menjadi strategi yang efektif dalam pembentukan karakter siswa yang Islami.
Peran Media Sosial dalam Pembentukan Nilai Akhlak dan Perilaku Sosial Anak di Masa Remaja Awal : Studi Kasus di Kelas V Sekolah Dasar Islam Terpadu Persis Khotimah, Maulina Azizah; Basyari, Ahmad Muharam; Rohaeni, Anie
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i6.869

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya penggunaan media sosial oleh anak-anak usia sekolah dasar yang mulai memasuki fase remaja awal. Media sosial berpotensi memberikan dampak positif maupun negatif terhadap perkembangan nilai akhlak dan perilaku sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam pembentukan nilai akhlak dan perilaku sosial anak di masa remaja awal dengan studi kasus pada siswa kelas V Sekolah Dasar Islam Terpadu Persis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap tujuh siswa kelas V, dua orang tua, dan dua guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan signifikan dalam pembentukan nilai akhlak siswa, khususnya dalam aspek kejujuran (sidq), tanggung jawab (amanah), dan sopan santun (adab). Dalam pembentukan perilaku sosial, media sosial mempengaruhi perilaku imitasi, perubahan pola komunikasi, dan kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain. Mayoritas siswa menggunakan media sosial lebih dari dua jam per hari dengan motif utama hiburan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial memiliki peran ganda sebagai sarana pembelajaran sekaligus sumber konten negatif yang berpotensi mempengaruhi akhlak dan perilaku sosial anak. Diperlukan pengawasan aktif dari orang tua dan guru, pendidikan literasi digital berbasis nilai Islam, serta penguatan program pendidikan karakter untuk memaksimalkan dampak positif media sosial.
Pengaruh Komunikasi Orang Tua–Anak dalam Keluarga Pengaruh Komunikasi Orang Tua–Anak dalam Keluarga Novrian, Arfie; Nugraha, Roni; Rohaeni, Anie
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i4.871

Abstract

Komunikasi orang tua dengan anak dalam keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk sikap keberagamaan dan prestasi belajar anak. Namun, dalam kehidupan masyarakat perkotaan, tidak sedikit orang tua yang mengabaikan komunikasi dengan anaknya karena kesibukan, sehingga berdampak pada rendahnya sikap keberagamaan dan prestasi belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi orang tua-anak dalam keluarga terhadap sikap keberagamaan dan prestasi belajar anak santri kelas XII MAS Persis 69 Matraman Jakarta Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah 58 santri kelas XII, dengan sampel sebanyak 35 santri yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui angket untuk variabel komunikasi orang tua-anak dan sikap keberagamaan, serta dokumentasi nilai rapor untuk variabel prestasi belajar. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi orang tua-anak berpengaruh signifikan terhadap sikap keberagamaan (Sig. 0,014 < 0,05) dengan kontribusi 16,8%, dan berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar anak (Sig. 0,036 < 0,05) dengan kontribusi 12,7%. Secara simultan, komunikasi orang tua-anak berpengaruh signifikan terhadap kedua variabel tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi keluarga yang efektif dapat menciptakan keseimbangan antara kecerdasan spiritual dan intelektual anak, sehingga pendidikan keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berprestasi.
Implementasi Guru PAI dalam Meningkatkan Kompetensi Membaca Al-Qur’an: Studi Deskriptif Di Kelas Iv Sd Islam Plus Ummul Mukminin Mulyana, Didin; Hidayat, Syarif; Rohaeni, Anie
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i4.876

Abstract

Kemampuan membaca Al-Qur'an merupakan kompetensi fundamental dalam Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar. Namun, banyak siswa kelas IV masih mengalami kesulitan dalam tajwid, makhraj, dan kelancaran membaca Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi guru PAI dalam meningkatkan kompetensi membaca Al-Qur'an siswa kelas IV SD Islam Plus Ummul Mukminin serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan kepala sekolah, serta analisis dokumen pembelajaran. Data dianalisis secara tematik untuk menemukan pola implementasi dan faktor penentu keberhasilan. Hasil penelitian menunjukkan guru PAI mengimplementasikan pembelajaran secara sistematis melalui perencanaan adaptif, metode bervariasi seperti talaqqi, Iqra', sorogan, dan peer teaching, serta evaluasi berkelanjutan. Dukungan sekolah melalui program tilawah pagi dan tahfidz mingguan, ditambah kerja sama dengan orang tua, menjadi faktor penting dalam keberhasilan. Tantangan yang dihadapi meliputi heterogenitas kemampuan siswa, keterbatasan waktu, dan minimnya pembiasaan di rumah. Kesimpulannya, keberhasilan pembelajaran membaca Al-Qur'an ditentukan oleh kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua, serta strategi guru yang kreatif, kontekstual, dan menciptakan suasana belajar kondusif.
Model Pendidikan Lansia dalam Program Biah Quraniyyah Pimpinan Wilayah Persistri Jawa Barat Kamilawati, Ella; Nugraha, Roni; Rohaeni, Anie
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i4.877

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas lansia yang sering mengalami keterbatasan fisik, penurunan daya ingat, serta rasa kesepian dan tidak berguna, khususnya pada perempuan. Kondisi tersebut menuntut adanya model pendidikan yang mampu memberikan aktivitas bermakna agar mereka tetap produktif dan bahagia di masa tua. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan model pendidikan lansia dalam program Biah Quraniyyah di Pimpinan Wilayah Persistri Jawa Barat, dengan fokus pada tujuan, materi, metode, serta evaluasi pembelajaran. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Biah Quraniyyah memberikan ruang pembelajaran Al-Qur’an melalui kegiatan tahsin, terjemah, tafsir, dan tahfiz yang dirancang secara bertahap sesuai kemampuan lansia. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, eksperimen, dan resitasi, dengan evaluasi mingguan serta haflah tahunan. Program ini terbukti mampu meningkatkan motivasi, melatih daya ingat, memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan psikologis dan spiritual lansia. Kesimpulannya, model pendidikan lansia berbasis Biah Quraniyyah relevan sebagai solusi untuk mencegah keterpurukan, menguatkan ingatan, serta mengembalikan peran lansia sebagai pribadi yang bermanfaat di lingkungan keluarga dan organisasi.
Pengaruh Pembelajaran Aqidah Akhlak Terhadap Kedisiplinan dan Kejujuran Peserta Didik Madrasah Tsanawiyyah Ciganitri Fahmi, Muhamad Ismail; Nugraha, Roni; Rohaeni, Anie
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i6.879

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kedisiplinan dan kejujuran peserta didik di lingkungan madrasah, yang menunjukkan perlunya penguatan nilai-nilai moral melalui pembelajaran Aqidah Akhlak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pembelajaran Aqidah Akhlak terhadap kedisiplinan dan kejujuran peserta didik di Madrasah Tsanawiyyah (MTs) Ciganitri Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Subjek penelitian berjumlah 32 guru dan staf MTs yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket tertutup dengan skala Likert, dan analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, serta uji regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Aqidah Akhlak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kedisiplinan peserta didik dengan kontribusi sebesar 59,6%, sedangkan terhadap kejujuran memberikan pengaruh sebesar 42,9%, meskipun tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran Aqidah Akhlak memiliki peranan penting dalam membentuk karakter disiplin dan jujur peserta didik, namun penguatan aspek kejujuran memerlukan dukungan lingkungan keluarga dan budaya sekolah yang konsisten. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas pembelajaran Aqidah Akhlak melalui metode keteladanan, pembiasaan, dan integrasi nilai-nilai Islam dalam seluruh aktivitas pendidikan