Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

In Vitro Evaluation of Turmeric Extract (Curcuma domestica) Antibacterial Activity against Staphylococcus aureus Causing Dental Abscess Astuti, Ni Putu Widani; Pratama, I Wayan Agus Wirya; Yudistian, Ilma
Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG) Vol. 21 No. 3 (2025): Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46862/interdental.v21i3.12996

Abstract

Introduction: Dental abscess is a common odontogenic infection characterized by pus accumulation due to an inflammatory response to microorganism invasion. Staphylococcus aureus is a major opportunistic pathogen frequently found in periapical abscesses and endodontic infections. Increasing bacterial resistance to conventional antibiotics has become a global health concern. Turmeric (Curcuma domestica) possesses antibacterial activity attributed to curcumin and phenolic compounds. Materials and Methods: This experimental laboratory study with a post-test only control group design was conducted at the Microbiology Laboratory, Faculty of Dentistry, Airlangga University in October 2023. Turmeric extract at 50%, 75%, and 100% concentrations was tested against Staphylococcus aureus isolates using the disc diffusion method on Mueller-Hinton Agar. Data were analyzed using One-Way ANOVA and LSD post-hoc test (α = 0.05). Results and Discussion: Phytochemical screening detected six active compounds: saponins, phenols, steroids, alkaloids, flavonoids, and tannins. Turmeric extract at 100% produced the highest inhibition zone of 16.38 mm, compared to 23.20 mm for the positive control (0.2% chlorhexidine). ANOVA analysis showed significant differences among groups (F = 277.78; p < 0.05), with a positive correlation between increasing extract concentration and antibacterial effectiveness. Conclusion: Turmeric rhizome extract at 50%, 75%, and 100% concentrations demonstrates significant antibacterial activity against Staphylococcus aureus, with effectiveness increasing proportionally to concentration, showing potential as a natural antibacterial alternative therapy in dentistry, especially in instances of dental abscesses.
Prevalence of persistent primary teeth at the East Selemadeg I Community Health Centre in Tabanan, Bali, from period January 2024 to March 2025: Prevalensi kasus persistensi gigi sulung di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I Tabanan Bali pada periode Januari 2024 hingga Maret 2025 Ni Made Molin; I Wayan Agus Wirya Pratama; Ni Wayan Adi Kusumadewi; I Gede Pandu Palguna
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan gigi dapat terjadi pada semua kelompok usia, terutama anak, penting untuk diperhatikan. Masalah gigi yang banyak terjadi pada anak selain karies adalah persistensi gigi sulung. Penelitian ini dilakukan di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I, Tabanan, Bali, pada bulan Januari-Maret 2025. Penelitian ini dilakukan secara observasi dengan metode cross-sectional. Data kunjungan penderita kasus persistensi gigi sulung di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I sebanyak 359 pasien. Disimpulkan bahwa tingginya kasus persitensi di UPTD dapat disebabkan oleh ku-rangnya pengetahuan pada orang tua.
Prevalence of pulp gangrene cases in dental clinic of Kerambitan II, Tabanan Community Health Center period October 2024-March 2025: Prevalensi kasus gangren pulpa di poli gigi UPTD Puskesmas Kerambitan II, Tabanan periode Oktober 2024- Maret 2025 Sang Ayu Putu Tata Aditya Pramesti; I Wayan Agus Wirya Pratama
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan pulpa sangat rentan terhadap kerusakan akibat invasi organisme mikro, trauma fisik, kimiawi, atau suhu. Penelitian ini mengeksplorasi prevalensi gangren pulpa berdasarkan waktu kunjungan, jenis kelamin, dan usia pasien di Poli Gigi UPTD Puskesmas Kerambitan II, Tabanan, Bali, pada periode Oktober 2024-Maret 2025, menggunakan metode observasi dan pendekatan cross-sectional. Jumlah total kunjungan pasien selama periode tersebut adalah 892; 89 pasien terdiagnosis gangren pulpa (60,49%). Kasus tertinggi terjadi pada bulan Maret 2025 (15,1%). Mayoritas pasien adalah perempuan (57,31%) dan kelompok usia 19-34 tahun mendominasi (22,82%). Disimpulkan bahwa tingginya prevalensi gangren pulpa pada perempuan dan kelompok usia produktif, sehingga diperlukan perawatan pulp capping dan perawatan saluran akar pada penderita gangren pulpa.
Prevalence of chronic gingivitis cases at the East Selemadeg I Community Health Centre in Tabanan, Bali, from January 2024 to March 2025: Prevalensi kasus gingivitis kronis di Puskesmas Selemadeg Timur I Tabanan Bali pada Januari 2024-Maret 2025 Kadek Arista Dwiputra Sujana; I Wayan Agus Wirya Pratama; Ni Wayan Adi Kusumadewi
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gingivitis adalah salah satu penyakit mulut yang umum, memiliki prevalensi tinggi di Indonesia. Diperlukan upaya edukatif dan promotif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama remaja, dalam mencegah gingivitis. Penelitian observasi ini menggunakan metodologi cross-sectional, menunjukkan jumlah kasus tertinggi tercatat pada bulan Oktober 2024 (16,4%). Dari total 49 kasus, 71,5% merupakan pasien perempuan. Berdasarkan usia, sebagian besar pasien yang mengalami gingivitis berada dalam rentang usia 19-40 tahun (63,3%). Kondisi ini menunjukkan status hormon pada perempuan dapat memengaruhi kondisi gingiva. Disimpulkan bahwa kasus gingivitis di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I lebih banyak dialami oleh perempuan dan berdasarkan usia paling banyak pada rentang 19-40 tahun.
Prevalence of pulp necrosis cases at the East Selemadeg I Community Health Centre in Tabanan, Bali, from January 2024 to March 2025: Prevalensi kasus nekrosis pulpa di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I Tabanan Bali periode Januari 2024- Maret 2025 I Nyoman Anugerah Purna Wijayana; I Wayan Agus Wirya Pratama; Ni Wayan Adi Kusumadewi; I Gede Pandu Palguna
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies yang tidak segera ditangani dapat mengakibatkan kematian jaringan pulpa atau nekrosis pulpa. Tindakan promotif dan preventif perlu ditingkatkan untuk mengurangi terjadinya kasus ini dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama di sektor kesehatan gigi dan mulut. Penelitian observasi ini menggunakan metode cross-sectional; menunjukan jumlah kasus tertinggi tercatat pada bulan Oktober 2024 sebesar 20,5%. Dari total 105 kasus, 60% merupakan pasien perempuan dan 40% laki-laki. Perbandingan ini menunjukan bahwa perempuan lebih sering menderita nekrosis pulpa, yang dapat dikorelasikan dengan kecenderungan perempuan memiliki kebiasaan snacking sehingga menderita karies yang akan bertambah parah menjadi nekrosis pulpa. Disimpulkan bahwa kasus nekrosis pulpa di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I lebih banyak dialami oleh perempuan yang berkaitan dengan kebiasaan snacking pada perempuan yang meningkatkan resiko terjangkitnya karies
Prevalence of dental caries based on gender at Puskesmas Kerambitan II, Tabanan Bali, during the period October 2024-March 2025: Prevalensi karies gigi berdasarkan jenis kelamin di Puskesmas Kerambitan II periode Oktober 2024-Maret 2025 Tabanan Bali Made Ayu Imas Pradnyanandini; I Wayan Agus Wirya Pratama; Ni Putu Ary Wahyu Suryani
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan gigi masih rendah. Berdasarkan data registrasi di Puskesmas Kerambitan II periode Oktober 2024-Maret 2025, kasus karies dentin menempati urutan keempat dari sepuluh besar penyakit terbanyak di poli. Penelitian deskriptif berupa laporan kasus epidemiologi selama 6 bulan dari Oktober 2024 sampai Maret 2025, dilaksanakan pada April 2025 dilaksanakan di UPTD Puskesmas Kerambitan II. Populasi adalah seluruh pasien yang memeriksakan gigi dan mulutnya di Poli Gigi, dan sampel adalah seluruh pasien yang menderitas karies. Prevalensi jumlah karies gigi antara laki-laki dan perempuan didapatkan hasil bahwa karies lebih banyak terjadi pada perempuan. Terbanyak pada Oktober 2024 sebanyak 13 perempuan (61,90%). Disimpulkan bahwa berdasarkan jenis kelamin didapatkan bahwa karies gigi lebih banyak terjadi pada jenis kelamin perempuan.
Prevalence of chronic periodontitis cases at the East Selemadeg I Community Health Centre in Tabanan, Bali, January 2024 to March 2025: Prevalensi kasus periodontitis kronis di Puskesmas Selemadeg Timur I Tabanan Bali Januari 2024-Maret 2025 Ni Putu Acintya Janmastami; I Wayan Agus Wirya Pratama; Ni Wayan Adi Kusumadewi
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit periodontal di Indonesia memiliki angka kejadian kasus sebesar 96,58%, salah satunya adalah periodontitis yang berkembang cepat dan memengaruhi sekitar 10,5-12% dari populasi di dunia. Penyakit periodontitis kronis merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat seiring bertambahnya usia. Penelitian ini mengeksplorasi prevalensi kasus periodontitis kronis di Poli Gigi UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I, Tabanan, Bali, dengan menggunakan desain cross-sectional. Data berupa catatan kunjungan pasien dari Januari 2024 hingga Maret 2025, yang mencakup 266 pasien yang terdiagnosis periodontitis kronis yang menunjukkan bahwa pasien perempuan lebih dominan dengan prevalensi 56%. Berdasarkan usia, kelompok usia 61-65 tahun memiliki jumlah kunjungan terbanyak (29,32%). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara rendahnya tingkat pendidikan dan kesadaran kesehatan gigi yang memengaruhi tingginya angka kejadian periodontitis. Untuk pencegahan dan pengobatan, disarankan perawatan seperti scaling, root planing, serta prosedur bedah jika diperlukan.
Effect of a School-Delivered “Tobacco-Free Home” Campaign on Adolescent Smoking and Periodontal Risk: An Analysis of Psychosocial Pathways Pratama, I Wayan Agus Wirya; Lily, Gusti Ayu Yohanna; Dewi, I Gusti Agung Ayu Chandra Iswari; Jain, Jithesh
Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG) Vol. 22 No. 1 (2026): Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46862/interdental.v22i1.13917

Abstract

Introduction: Adolescent smoking contributes to early-onset periodontal disease, while institutional prevention programs often lack reinforcement at home. This study evaluated an 8-week psychosocial intervention integrating school-based Cognitive Behavioral Therapy (CBT) with a family-engaged Tobacco-Free Home (TFH) campaign to improve smoking behavior, risk attitudes, and social support. Materials and Methods: A quasi-experimental non-equivalent control group design involved 259 adolescent smokers in Bali, Indonesia. Intact classrooms were clustered into intervention (n = 139) and control (n = 120) groups. Psychosocial variables were measured at baseline and week 8. Data were analyzed using t-tests, Pearson correlation, and ANCOVA adjusted for baseline covariates. Result and Discussion: The intervention group showed significantly greater improvements in all outcomes compared with controls. Smoking behavior improved significantly (Δ = 0.76, p < 0.001), while ANCOVA confirmed strong group effects (F = 62.14). Positive correlations (r > 0.49) indicated that smoke-free home norms reinforced cognitive self-regulation, supporting social support as a key mediator. Conclusion: The CBT–TFH model effectively modified determinants of adolescent smoking behavior, with social support as an important catalyst for change. By extending intervention effects into the home environment, this strategy may help reduce long-term periodontal disease risk.
Prevalence of periodontitis cases in the dental clinic Puskesmas Kerambitan II Tabanan periode October 2024-March 2025: Prevalensi kasus periodontitis di poli gigi Puskesmas Kerambitan II di Tabanan periode Oktober 2024 hingga Maret 2025 Dewi, Yuniari; Pratama, I Wayan Agus Wirya; Suryani, Ni Putu Ary Wahyu
Makassar Dental Journal Vol. 15 No. 1 (2026): Volume 15 Issue 1 April 2026
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v15i1.925

Abstract

Registration data for dental and oral services at the Kerambitan II Community Health Centre for the period October 2024-March 2025 shows that periodontal disease cases rank second among the highest diseases. Periodontitis is an inflammation and infection that occurs in the periodontal tissue and alveolar bone supporting the teeth. This descriptive study provides an overview of the prevalence of periodontitis cases among dental clinic visitors at the Kerambitan II Com-munity Health Centre from October 2024 to March 2025. The total population consisted of all visitors who had their teeth checked at the dental clinic, and the sample consisted of patients suffering from periodontitis. From the analysis of periodontal disease prevalence data based on gender, the highest prevalence was found in males (56.61%). It was concluded that periodontitis occurred among dental clinic visitors at the Kerambitan II Community Health Centre in Ta-banan from October 2024 to March 2025, with 189 sufferers, predominantly males at 56.61%. This is likely due to males having more unhealthy habits such as smoking and drinking alcohol.